Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Efektifitas Pijat Bayi Dalam Mengurangi Frekuensi Diare Pada Bayi Usia 6 – 24 Bulan Berliana Irianti; Nur Israyati
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 1 (2024): Vol.9 No. 1 Juni 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diarrhea is still a world health problem, especially in developing countries, diarrhea is the number one cause of death among toddlers throughout the world every year. Trend Evidence Based Practice (EBP) is an alternative and new method for providing care. Diarrhea massage is a touch to the baby's body that is given to treat diarrhea and reduce the frequency of defecation, because massage can improve nerves and the process of absorbing food. The type of research carried out was Quasi experimental with the one group pretest posttest method. Sampling in this study used a non-random sampling technique and purposive sampling. Data analysis used univariate and bivariate using SPSS. The statistical test for this research uses the Wilcoxon test. Baby massage is effective in reducing the frequency of diarrhea in toddlers. This can be seen in the mean value before the massage was 6.32 and after the massage there was a decrease in the frequency of diarrhea, namely with a mean of 2.64. There is a need for skills training for health workers in managing diarrhea quickly and effectively in reducing mortality and morbidity rates caused by diarrheal diseases and using complementary therapies such as baby massage as an alternative management of diarrhea.
NARRATIVE REVIEW: POTENSI PEMBERIAN DADIH PADA IBU HAMIL Nurhapipa; Sandy Setiawati; Nur Israyati; Berliana Irianti
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 13 No. 2A (2025): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Special Issue)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v13i2A.4130

Abstract

Kehamilan merupakan fase kritis yang memerlukan dukungan nutrisi optimal, sementara perubahan mikrobiota dan adaptasi imun maternal dapat memengaruhi kesehatan ibu serta janin. Di Indonesia, pemanfaatan pangan fermentasi lokal sebagai sumber mikroba hidup masih terbatas dalam praktik kebidanan, meskipun berpotensi lebih terjangkau dan selaras dengan budaya konsumsi. Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi pemberian dadih, pangan fermentasi tradisional berbahan susu kerbau pada ibu hamil sebagai sumber probiotik alami. Metode penelitian menggunakan pendekatan kepustakaan dengan Narrative Literature Review (NLR). Penelusuran dilakukan pada artikel ilmiah dan sumber akademik terkini yang membahas dadih, bakteri asam laktat, pangan fermentasi, probiotik, serta kesehatan maternal. Literatur terpilih disintesis secara naratif untuk memetakan karakteristik mikrobiologis dadih, rasional mekanisme probiotik, relevansi terhadap fisiologi kehamilan, dan isu keamanan. Hasil kajian menunjukkan bahwa dadih umumnya didominasi bakteri asam laktat dan dapat mengandung mikroba dengan sifat yang mendukung viabilitas saat melewati saluran cerna serta interaksi sementara dengan inang. Secara konseptual, mikroba dan metabolit pangan fermentasi berpotensi berkontribusi pada stabilitas mikrobiota dan modulasi respons imun, yang relevan pada kehamilan. Temuan juga mengindikasikan bahwa riset probiotik pada kehamilan masih banyak berfokus pada suplemen komersial, sehingga dadih menawarkan peluang translasi intervensi berbasis pangan tradisional dan lokal. Namun, variasi fermentasi spontan menuntut standardisasi proses, karakterisasi strain, dan pengujian mutu untuk menjamin keamanan. Kesimpulan menegaskan bahwa dadih berpotensi menjadi alternatif intervensi nutrisi berbasis pangan lokal untuk mendukung kesehatan ibu hamil. Penelitian lanjutan diperlukan melalui studi observasional dan uji klinis untuk menilai keamanan, menentukan dosis, mengevaluasi efektivitas, serta menyusun pedoman konsumsi berbasis bukti.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Intensitas Penggunaan Gadget Pada Anak Usia Dini (4-6 Tahun) Di TK Negeri Pembina I Pekanbaru Tahun 2025 Santri Atyatul Dhuha; Liva Maita; Rina Yulviana; Nur Israyati; Rika Andriyani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2330

Abstract

Penggunaan gadget pada anak usia dini merupakan fenomena yang berkembang pesat seiring dengan kemajuan teknologi, namun penggunaannya yang tidak terkendali dapat menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan intensitas penggunaan gadget pada anak usia 4–6 tahun di TK Negeri Pembina I Pekanbaru tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan desain cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 117 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh yang dominan adalah pola asuh demokratis (62,4%), sedangkan intensitas penggunaan gadget terbanyak berada pada kategori rendah (47,0%). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan intensitas penggunaan gadget (p = 0,000). Semakin baik pola asuh yang diterapkan, khususnya pola asuh demokratis, maka semakin rendah intensitas penggunaan gadget pada anak. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif orang tua dalam menerapkan pola asuh yang tepat dan mendampingi anak dalam penggunaan gadget secara bijak guna mendukung tumbuh kembang anak yang optimal.
PERSEPSI IBU HAMIL TERHADAP KONSUMSI DADIH SEBAGAI PANGAN PROBIOTIK TRADISIONAL: STUDI KUALITATIF Nur Israyati; Sandy Setiawati; Berliana Irianti
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 11 No. 2 (2023): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v11i2.4117

Abstract

Dadih merupakan susu kerbau fermentasi tradisional khas Minangkabau yang kaya bakteri asam laktat (BAL) dan berpotensi sebagai pangan probiotik lokal. Tinjauan terbaru menunjukkan bahwa dadih didominasi oleh BAL dan khamir, dengan berbagai sifat fungsional: antimikroba, hipokolesterolemik, antimutagenik, antioksidan, imunomodulator, serta penghasil γ-aminobutyric acid (GABA) dan folat. Probiotik pada kehamilan semakin banyak diteliti, dinilai relatif aman bila menggunakan strain terstandar, dan berpotensi bermanfaat bagi luaran metabolik dan imun ibu dan bayi. Namun, belum banyak kajian yang mengeksplorasi persepsi ibu hamil terhadap konsumsi dadih sebagai pangan probiotik tradisional, terutama terkait manfaat, risiko, dan keamanan. Mengeksplorasi pandangan bidan dan produsen dadih terhadap konsumsi dadih selama kehamilan. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif. Partisipan meliputi ibu hamil, bidan, dan produsen dadih di salah satu kabupaten di Sumatera Barat dengan tradisi konsumsi dadih yang kuat. Pemilihan partisipan dilakukan secara purposif dan snowball hingga tercapai saturasi data. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, diskusi kelompok terarah (FGD), dan observasi proses produksi dadih. Analisis dilakukan dengan analisis tematik menurut Braun dan Clarke. Hasil penelitian ditemukan bahwa dadih sebagai warisan budaya dan identitas lokal, persepsi manfaat dadih bagi kehamilan banyak didasarkan pada pengalaman turun-temurun, ambivalensi antara keyakinan manfaat dan kekhawatiran keamanan, terkait susu mentah dan higiene produksi dan harapan terhadap dadih “aman untuk ibu hamil” yang terstandar, higienis, dan didukung rekomendasi tenaga kesehatan. Untuk itu Diperlukan standardisasi produksi dadih dan edukasi berbasis bukti oleh tenaga kesehatan, serta penelitian lanjutan untuk mengembangkan produk dadih probiotik yang aman dan teruji bagi ibu hamil.
Integrasi Pengukuran Laktat Dengan Pemantauan Intrapartum Untuk Deteksi Dini Persalinan Lama: Narrative Review Berliana Irianti; Nur Israyati; Sandy Setiawati
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 11 No. 2 (2023): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v11i2.4134

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh realitas bahwa persalinan lama masih kerap terlambat terdeteksi karena penilaian kemajuan persalinan sangat bergantung pada indikator klinis yang definisinya beragam dan interpretasinya dapat berbeda antar fasilitas, sehingga berisiko memicu intervensi yang terlalu cepat atau terlalu lambat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bahwa asam laktat efektif dalam menentukan persalinan lama sebagai bentuk deteksi dini, khususnya melalui pengukuran pada air ketuban dan darah. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan Narrative Literature Review (NLR), yaitu menyusun tinjauan pustaka naratif untuk memberikan gambaran luas dan mendalam tentang topik berdasarkan penelitian yang tersedia, dengan pemilihan literatur yang bersifat fleksibel namun tetap relevan terhadap kata kunci persalinan lama, air ketuban, dan asam laktat. Data penelitian berupa temuan-temuan dari literatur yang menggambarkan variasi definisi persalinan lama, karakteristik air ketuban sebagai medium biologis dan klinis intrapartum, serta pola pelaporan laktat sebagai indikator metabolik yang dapat diukur dan dikaitkan dengan progres persalinan maupun luaran persalinan tertentu. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa asam laktat berpotensi efektif sebagai biomarker pendukung untuk menentukan persalinan lama secara lebih dini, terutama ketika diintegrasikan dengan pemantauan kemajuan persalinan, sehingga dapat memperkuat ketepatan pengambilan keputusan intrapartum secara lebih objektif dan kontekstual
Pemeriksaan Haemoglobin (Hb) dengan Metode Point of Care Testing (POCT) Sebagai Deteksi Dini Anemia pada Kehamilan di Praktek Mandiri Bidan (PMB) Winarni, SST Berliana Irianti; Nelly Karlinah; Cecen Suci Hakameri; Nur Israyati; Riza Febrianti; Nur Kamsiah; Della Savitri
Jurnal Medika: Medika Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/pajfx270

Abstract

Kasus defisiensi besi pada ibu hamil merupakan masalah didunia dengan angka kejadian hampir 75 % terjadi pada semua jenis anemia kehamilan. Anemia kehamilan disebut “potential danger to mather and child” (potensial membahayakan ibu dan anak), karena itulah anemia memerlukan perhatian serius dari pihak yang terkait dalam pelayanan Kesehatan. Anemia dapat berdampak buruk terhadap mortalitas dan morbiditas ibu maupun janin. Hasil dari kehamilan dengan anemia di antaranya intra uterine growth retardation (IUGR), lahir prematur, berat bayi lahir rendah (BBLR), dan peningkatan risiko kematian neonates, meningkatkan risiko pendarahan saat persalinan, preeklamsia, sepsis dan atonia uteri. Deteksi dini melalui diagnosis anemia dapat dilakukan dengan mengukur kadar hemoglobin (Hb) dengan peralatan POCT (Point of Care Testing). Hasil kegiatan pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) pada ibu hamil didapatkan hasil kadar hb pada ibu hamil dengan menggunakan sampel darah. Dari 10 ibu hamil yang melakukan pemeriksaan Hb didapatkan 6 ibu hamil yang mendapatkan hb dibawah 10 %gr/dl. Ibu hamil disarankan untuk meningkatkan konsumsi makanan bergizi yakni makanan yang banyak mengandung zat besi dan sumber vitamin dan mineral.
Penyuluhan dan Pemeriksaan Antenatal Care Sebagai Upaya Deteksi Dini Tanda-Tanda Bahaya Pada Kehamilan di Praktek Mandiri Bidan Winarni, SST Nelly Karlinah; Berliana Irianti; Cecen Suci Hakameri; Nur Israyati; Riza Febrianti; Amanda Putri Zulianty; Nur Padilla
Jurnal Medika: Medika Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/669pch13

Abstract

Kurangnya deteksi dini mengenali tanda-tanda bahaya kehamilan dan faktor-faktor resiko pada kehamilan dapat mengakibatkan kurangnya antisipasi yang cepat pada saat kehamilan sampai proses persalinan sehingga sangat beresiko besar terjadinya kematian ibu. Untuk itu dengan adanya penyuluhan mengenai tanda-tanda bahaya kehamilan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan ibu tentang tanda-tanda bahaya kehamilan. Penyuluhan tanda-tanda bahaya kehamilan ini dilaksanakan di praktek mandiri bidan (PMB) Winarni, SST Kota Pekanbaru, yang dilaksanakan pada tanggal 10 Juni 2022. Hasil dari penyuluhan ini didapatkan meningkatnya pengetahuan ibu hamil tentang tanda-tanda bahaya pada kehamilan
EDUKASI REMAJA PEREMPUAN TENTANG BODY IMAGE POSITIF DAN PERAN KELUARGA DI ERA MEDIA SOSIAL DI SMA N 9 PEKANBARU Sandy Setiawati; Nur Israyati; Berliana Irianti
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 4 No. 3 (2026): Juni
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v4i3.4227

Abstract

Era media sosial telah memberikan pengaruh besar terhadap cara remaja perempuan memandang dirinya, terutama dalam membentuk persepsi terhadap body image. Paparan konten digital yang menampilkan standar kecantikan ideal dan tidak realistis dapat menyebabkan ketidakpuasan terhadap tubuh, menurunkan kepercayaan diri, serta berdampak terhadap kesehatan psikologis remaja. Keluarga memiliki peran penting dalam membangun pemahaman positif mengenai citra tubuh melalui dukungan emosional, komunikasi terbuka, dan penerapan nilai-nilai kesehatan yang positif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja perempuan mengenai body image positif serta memperkuat pemahaman mengenai peran keluarga dalam mendukung penerimaan diri di era media sosial. Kegiatan dilaksanakan di SMA Negeri 9 Pekanbaru dengan melibatkan 30 remaja perempuan. Metode kegiatan menggunakan edukasi interaktif melalui penyuluhan, pemutaran video edukatif, diskusi kelompok, dan refleksi diri menggunakan body image journal. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan melalui instrumen kuesioner pengetahuan sebelum dan setelah edukasi serta observasi terhadap partisipasi dan respon peserta selama kegiatan berlangsung. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan peserta dari 65% sebelum edukasi menjadi 90% setelah edukasi, dengan peningkatan sebesar 25%. Selain peningkatan pengetahuan, peserta menunjukkan perubahan pemahaman mengenai pentingnya penerimaan diri, penggunaan media sosial secara bijak, serta peran keluarga dalam mendukung kesehatan psikologis remaja. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi upaya promotif dan preventif dalam membangun body image positif serta dapat dikembangkan sebagai model edukasi kesehatan mental remaja di lingkungan sekolah.
OPTIMALISASI KIE PERSONAL HYGIENE SAAT MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN MASALAH KESEHATAN REPRODUKSI Nur Israyati; Ria Harnita Sari; Sandi Setiawati; Berliana Irianti
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 4 No. 4 (2026): Agustus
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v4i4.4236

Abstract

Masa remaja adalah periode peralihan dari anak-anak menuju dewasa, yang mencakup perubahan secara biologis, psikologis, serta sosial. Pada masa remaja terjadinya pematangan organ reproduksi yang dikenal dengan pubertas, yang merupakan salah satu ciri khas pada perempuan dan ditandai dengan perubahan hormonal yang memicu terjadinya menstruasi. Menstruasi adalah proses keluarnya darah secara alami yang terjadi secara teratur setiap bulan dari vagina, sebagai bagian dari siklus reproduksi wanita. Selama menstruasi perempuan perlu menjaga kebersihan diri atau personal hygiene untuk mencegah penyakit serta meningkatkan kesejahteraan diri. Kurangnya pemahaman tentang personal hygiene pada organ genital dapat mengakibatkan gangguan kesehatan reproduksi, seperti keputihan, Infeksi Saluran Reproduksi (ISR), Penyakit Radang Panggul (PRP), dan bahkan kanker leher rahim. Statistik menunjukkan bahwa kejadian ISR tertinggi terjadi pada usia remaja (35%-42%). Tujuan dilakukan Pengabdian Personal Hygiene Saat Menstruasi Pada Remaja Putri Sebagai Upaya Pencegahan Masalah Kesehatan Reproduksi. Pelaksanaan pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan pada hari Rabu, 20 Agustus 2025 pukul 09.00 – 12.00 wib di SMAN 9 Kota Pekanbaru. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 30 Siswi. Hasil didapatkan terjadi peningkatan pengetahuan Siswa sebelum penyuluhan Personal Hygiene Saat Menstruasi sebesar 50% dan meningkat 100% setelah diberikan penyuluhan Personal Hygiene Saat Menstruasi. pentingnya peran orang tua dalam mendukung praktik kebersihan menstruasi yang tepat melalui pemberian informasi yang akurat, komunikasi terbuka, dan contoh perilaku sehat, sehingga dapat berkontribusi pada pencegahan gangguan kesehatan reproduksi.