Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Promis

Model Pembelajaran Tahfidzul Qur'an Pondok Pesantren Salafiyah Ula Ibnu Abbas Wiradesa Kabupaten Pekalongan Tahun Ajaran 2022 / 2023 Fatmala, Arum; Anas
Promis Vol 2 No 2 (2021): Edisi September 2021
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.413 KB) | DOI: 10.58410/promis.v2i2.538

Abstract

Pembelajaran Tahfidzul Qur’an di Pondok Pesantren Salafiyah Ula Ibnu Abbas Wiradesa Kabupaten Pekalongan mendapat perhatian tersendiri karena menjadi program unggulan sekolah. Sehingga kurikulumnya pun dibuat secara mandiri. Pembelajaran Tahfidzul Qur’an di Pondok Pesantren Salafiyah Ula Ibnu Abbas Wiradesa Kabupaten Pekalongan menerapkan model pembelajaran yang menarik dan disesuaikan dengan usia anak tingkat ula atau dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui model pembelajaran Tahfidzul Qur’an di Pondok Pesantren Salafiyah Ula Ibnu Abbas serta kelebihan dan kekurangan model pembelajaran Tahfidzul Qur’an di Pondok Pesantren Salafiyah Ula Ibnu Abbas Wiradesa Kabupaten Pekalongan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan ( field research). Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah koordinator program kurikulum, koordinator program tahfidz, ustadz/ustadzah dan santri. Adapun yang menjadi data sekunder adalah buku prestasi hafalan santri, laporan perkembangan hafalan santri dan dokumentasi foto kegiatan hafalan Tahfidzul Qur’an. Metode pengumpulan data penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah bahwa model pembelajaran Tahfidzul Qur’an di Pondok Pesantren Salafiyah Ula Ibnu Abbas Wiradesa Kabupaten Pekalongan adalah dengan bentuk halaqoh-halaqoh tiap kelas dengan kelompok halaqoh dibentuk berdasarkan tingkat pencapaian hafalan santri. Adapun strategi yang dilakukan adalah menenutukan pengampu tahfidz yang berkompeten dan menentukan halaqoh. Metode yang diterapkan dalam pembelajaran Tahfidzul Qur’an bervariatif, yakni dengan sistem talaqqi dan taqrir dengan model evaluasi yaitu sabaq , sabqi , dan manzil. Adapun untuk evaluasi pembelajaran Tahfidzul Qur’an adalah dengan evaluasi akhir semester, dan tasmi’. Kelebihan model pembelajaran Tahfidzul Qur’an di Pondok Pesantren Salafiyah Ula Ibnu Abbas Wiradesa Kabupaten Pekalongan adalah alokasi waktu, metode yang berfariatif, sistem evaluasi yang rutin. Adapun kekurangannya adalah terbatasnya tenaga pendidik yang kompeten dibidang Tahfidzul Qur’an dan terbatasnya sarana prasarana.
KONSEP DASAR DAN RUANG LINGKUP MANAJEMEN SATUAN PENDIDIKAN PADA BIDANG AGAMA DAN PESANTREN Karisma Asratiana; Anas
Promis Vol 4 No 1 (2023): Edisi Maret 2023
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58410/promis.v4i1.715

Abstract

Pesantren merupakan institusi pendidikan keagamaan tertua di Indonesia. Keberadaannya menjadi bagian penting dari dinamika sejarah dan perkembangan peradaban bangsa. Sebagian ahli mengenal kebanyakan pesantren nusantara dengan model sistem pendidikan berbasis tradisi. Di satu sisi, arus ini menjadi semacam prinsip dan ideologi yang seyogyanya dipertahankan orisinalitasnya. Namun di sisi yang lain, progresifitas dalam berbagai lini menjadi keniscayaan dalam rangka pemenuhan hajat kemanusiaan yang semakin dan terus berkembang dan juga sebagai wujud kesiapan warga pesantren untuk bersaing dengan masyarakat global. Oleh karena alasan kedua, maka pesantren membutuhkan manajemen pendidikan yang terbarukan disesuaikan dengan kebutuhan zaman dan utamanya menjadi jembatan akan pencapaian visi al-muhafadzah ‘ala al- qadim al-shalih wal-akhdzu bi al-jadid al-ashlah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode atau pendekatan kepustakaan (library research). Studi pustaka atau kepustakaan dapat diartikan sebagai serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat serta mengolah bahan penelitian. Artikel ini mendiskusikan berbagai hal yang memungkinkan bagi pesantren untuk selain menjadi poros utama dalam pembentukan karakter bangsa juga memberikan kontribusi positif untuk menjawab tantangan perkembangan dan kemajuan zaman. Manajemen tersebut meliputi optimalisasi sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta sistem pelaksanaan sistem pendidikan pesantren.
MEMBUMIKAN PENDIDIKAN AKHLAK MULIA PADA ANAK USIA DINI DI TK TAHFIDZ AR ROSIAH (Studi Tentang Sistem Pengelolaan Pendidikan Akhlak Pada Anak Usia Dini Serta Dampaknya Terhadap Peningkatan Mutu Pendidikan Di TK Ar Rosiah ) Mujiningsih; Anas
Promis Vol 6 No 1 (2025): Edisi Maret 2025
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58410/promis.v6i1.560

Abstract

Keterlibatan orang tua sangat dibutuhkan saat ini, pendidikan akhlak mulia tidak ada batasan waktu, pendidikan akhlak mulia akan berhasil jika ada keteladanan atau uswah hasanah, metode pendidikan yang diajarkan oleh nabi Muhammad shalallahu'alaihi Wasallam adalah dengan perintah dan larangan. Kedamaian negara dan rumah tangga diwujudkan oleh orang-orang yang berakhlak mulia, namun fenomena yang ada saat ini menggambarkan bahwa banyak masyarakat kita yang mengalami krisis akhlak mulia, namun di sisi lain akhlak yang buruk banyak diperlihatkan, bahkan secara tidak sengaja diajarkan kepada generasi selanjutnya. generasi, keterlibatan orang tua sangat dibutuhkan saat ini, pendidikan akhlak mulia tidak ada batasan waktu, pendidikan akhlak mulia akan berhasil jika ada keteladanan atau uswah hasanah, metode pendidikan yang diajarkan oleh nabi Muhammad shalallahu'alaihi Wasallam adalah dengan perintah dan larangan pendikan akhlak wajib diberikan kepada anak sebagai modal untuk mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat oleh karena itu pendidikan akhlak sangat penting diberikan kepada anak sejak usia dini dengan tujuan anak dapat mengetahui dan mengamalkan akhlak yang mulia yang harus dikerjakan baik itu akhlak yang berhubungan dengan Allah sesama manusia dan lingkungan.