Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

KEKUATAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI DALAM HAL PEMBERHENTIAN PRESIDEN DAN/ATAU WAKIL PRESIDEN Saputra, Fauzan; Muksalmina
Jurnal Hukum Sasana Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Hukum Sasana
Publisher : Faculty of Law, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/sasana.v6i2.361

Abstract

Pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden diatur dalam konstitusi sebagai dasar hukum setelah amandemen. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menemukan kekuatan putusan MK dalam hal pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif yaitu pendekatan kualitatif yang dilakukan dengan cara meneliti terlebih dahulu peraturan perundang-undangan tertulis yang dibentuk oleh lembaga negara atau pejabat yang berwenang dan mengikat secara umum. Spesifikasi penelitian ini adalah preskriptif analitis. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dan analisis yang digunakan adalah analisis kualitatif normatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kekuatan putusan MK dalam hal pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden mengikat secara hukum disebabkan tidak ada aturan hukum yang mengatur bahwa putusan MK bisa di review, walaupun yang menentukan pemberhentian Presiden dan atau Wakil Presiden adalah MPR. Dengan demikian, mencerminkan bahwa Indonesia sepenuhnya fungsi negara hukum yang diatur dalam Pasal 1 ayat (3) UUD 1945.
KEKUATAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI DALAM HAL PEMBERHENTIAN PRESIDEN DAN/ATAU WAKIL PRESIDEN Saputra, Fauzan; Muksalmina
Jurnal Hukum Sasana Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Hukum Sasana: December 2020
Publisher : Faculty of Law, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/sasana.v6i2.361

Abstract

Pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden diatur dalam konstitusi sebagai dasar hukum setelah amandemen. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menemukan kekuatan putusan MK dalam hal pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif yaitu pendekatan kualitatif yang dilakukan dengan cara meneliti terlebih dahulu peraturan perundang-undangan tertulis yang dibentuk oleh lembaga negara atau pejabat yang berwenang dan mengikat secara umum. Spesifikasi penelitian ini adalah preskriptif analitis. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dan analisis yang digunakan adalah analisis kualitatif normatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kekuatan putusan MK dalam hal pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden mengikat secara hukum disebabkan tidak ada aturan hukum yang mengatur bahwa putusan MK bisa di review, walaupun yang menentukan pemberhentian Presiden dan atau Wakil Presiden adalah MPR. Dengan demikian, mencerminkan bahwa Indonesia sepenuhnya fungsi negara hukum yang diatur dalam Pasal 1 ayat (3) UUD 1945.
Moringa Leaves-Added Food, Baby Massage, and Tui Na Massage to Reduce Stunting Rate on Young Children in Indonesia Sutrisna, Eka; Maulida, Husna; Saputra, Fauzan; Yunitasari; Ardila, Arista; Suriani; Ristiani
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 21 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang in collaboration with Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI Tingkat Pusat) and Jejaring Nasional Pendidikan Kesehatan (JNPK)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v21i2.24094

Abstract

Stunting remains a significant public health issue in Indonesia, particularly in Aceh Province, where the prevalence reached 33.18% in 2021 exceeding the WHO threshold. In North Aceh District, 14.3% of children under five were stunted, with Simpang Keramat District reporting one of the highest rates (35%). This study aimed to evaluate the effectiveness of a combined intervention Moringa leaf-supplemented food within a balanced diet, baby massage, and Tui Na massage in improving the nutritional status of stunted children aged 0–2 years. A quasi-experimental pre-post design was used, involving 50 stunted children divided equally into treatment and control groups. The intervention was conducted over 2.5 months. Paired t-test results showed significant increases in weight (t24 = -6.656, p < .000) and height (t24 = -3.244, p < .003) in the treatment group compared to the control group. These findings suggest that combining dietary fortification using locally available Moringa leaves with physical stimulation through massage therapy can effectively enhance growth outcomes. Given the multifactorial nature of stunting, this study recommends that nurses and health practitioners incorporate both nutrition-based interventions and sensory-stimulating therapies to address growth delays in young children, particularly in high-risk areas such as Aceh.
THE STUDENTS' PERCEPTION ON ONLINE LEARNING DURING THE PANDEMIC COVID-19: THE CASE OF ENGLISH STUDENTS OF UIN SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI Zarmida, Riri; Saputra, Fauzan
Langue (Journal of Language and Education) Vol. 2 No. 1 (2023): Langue (Journal of Language and Education)
Publisher : Magister Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/langue.v2i1.25234

Abstract

The objectives of the research to find out the students’ perception on online learning during the covid-19 at the Fifth Semester of English Education Department in UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi in the year 2021/2022. The researcher used qualitative research as design method because it was comparable to collect the data from students’ perception, and gave interview to collecting the data. The data was collected from the fifth semester which have been learned using online learning. The sample were 3 students selected by purposive sampling. The research found that the majority of students had a positive perception of online learning based on the results of their interviews. They improved their learning through online learning and found a new understanding of the new media used by the lecturer in media online learning. On the other hand, some students gave perception that online learning has obstacles affected by a poor network, the quality of the student's mobile phone, and the capacity of the online learning application.
Implementasi Inovasi Baling Bambu Sebagai Strategi dalam Membantu Pengentasan Kemiskinan di Kota Bukittinggi Heliyani, Heliyani; Saputra, Fauzan; Taufik, Anvika Adha
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 12 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i12.9017

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana dasar terbentuknya Baling Bambu serta bagaimana Implementasi Inovasi Baling Bambu. Kemudian untuk mengetahui kendala- kendala dan bagaimana cara menganalisis solusi kendala pelaksanaan Baling Bambu Sebagai Strategi dalam Membantu Pengentasan Kemiskinan Di Kota Bukittinggi. Penelitian ini berbentuk metode deskriptif kualitatif. Analisis data yang dilakukan dengan proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data kedalam kategori, menjabarkan kedalam unit-unit, malakukan sintesa, menyusun kedalam pola, memilih mana yang penting dan yang dipelajari, serta membuat kesimpulan. Observasi dan wawancara dilakukan kepada informan yang telah dipilih melalui teknik pengambilan sampel purposive sampling. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan informasi dari beberapa informan Pegawai Dinas Sosial Kota Bukittinggi dan Keluarga Penerima Manfaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Program Baling Bambu memberikan bantuan berupa sembako dan alat bantu yang secara signifikan meringankan beban ekonomi keluarga miskin; (2) Implementasi program menghadapi kendala internal seperti terbatasnya jumlah keluarga pioneer, kurangnya sosialisasi, dan keterbatasan SDM serta anggaran, serta kendala eksternal berupa tumpang tindih program dengan lembaga lain; (3) Solusi yang diterapkan antara lain regenerasi tim pelaksana, sinkronisasi program, pemanfaatan anggaran yang tepat sasaran, dan manajemen waktu yang efektif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Inovasi Baling Bambu terbukti mampu menjadi salah satu solusi strategis dalam membantu pengentasan kemiskinan di Kota Bukittinggi, khususnya dalam konteks keterbatasan anggaran pemerintah. Keberlanjutan program ini direkomendasikan dengan perbaikan dalam aspek koordinasi, pendampingan, dan optimalisasi partisipasi masyarakat.
PENGUATAN IDEOLOGI MUHAMMADIYAH BAGI PIMPINAN CABANG ISTIMEWA MUHAMMADIYAH THAILAND Darodjat, Darodjat; Zakiyah, Zakiyah; Mintaraga, Mintaraga; Saputra, Fauzan; Arya, Bramadi; Safitri, Mutiara Dien
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.28271

Abstract

Abstrak: Salah satu masalah yang dihadapi oleh Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Thailand adalah semangat berdakwah menegakkan dan menjunjung tinggi ajaran Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya menurun, hal ini disebabkan karena: (a) masa peralihan kepemimpinan Cabang Istimewa yang baru, dan (b) kondisi sosial-politik dan budaya yang berbeda dengan kondisi di Indonesia. Pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat semangat berdakwah di kalangan PCIM Thailand Muhammadiyah melalui peningkatan pemahaman ideologi Muhammadiyah sebagai gerakan pemurnian dan pembaruan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, penyuluhan, dan praktek yang melibatkan sepuluh orang PCIM Thailand. Kegiatan dilakukan dalam bentuk ceramah, diskusi interaktif, dan simulasi ibadah sesuai Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah. Evaluasi dilakukan melalui pengamatan, dan self assessment. Dari hasil angket responsi dengan skala lima dapat disimpulkan bahwa kegiatan penguatan ideologi Muhammadiyah bagi PCIM Thailand ini rata-rata berada pada kategori sangat baik (90%) yaitu: semua materi pelatihan penting, menambah pengetahuan tentang ideologi Muhammadiyah, mencerahkan dan relevan untuk dikaji lebih lanjut, memuat pengetahuan baru yang bermanfaat bagi PCIM Thailand dalam dakwah di tengah-tengah masyarakat yang pluralistik, dan mereka berada pada kondisi minoritas.Abstract: One of the challenges faced by the leadership of Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Thailand is the declining spirit of da'wah to uphold and promote Islamic teachings for establishing a truly Islamic society. This decline is attributed to: (a) the transitional period of new leadership within the PCIM, and (b) the socio-political and cultural conditions in Thailand, which differ significantly from those in Indonesia. This community service initiative aims to revitalize the spirit of da'wah among PCIM Thailand members by enhancing their understanding of Muhammadiyah ideology as a movement of purification and renewal. The methods employed include socialization, counseling, and practical activities involving ten PCIM Thailand members. The activities were conducted through lectures, interactive discussions, and worship simulations following the Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah. Evaluation was carried out through observation and self-assessment. Based on a five-point scale questionnaire, the findings revealed that the Muhammadiyah ideology reinforcement program for PCIM Thailand was rated as "excellent" (90%). Participants highlighted that the training materials were essential, enriched their knowledge of Muhammadiyah ideology, were enlightening and relevant for further study, and provided new, valuable insights. These materials are particularly significant for PCIM Thailand's da'wah efforts in a pluralistic society where they are a minority.
Edukasi self-management untuk meningkatkan self-care aktifitas fisik pada pasien diabetes melitus tipe 2 Drissianti, Putri; Saputra, Fauzan; Risca, Amalia; Ismuhadi, Ismuhadi
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 11 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i11.2219

Abstract

Background: Diabetes mellitus (DM) is a chronic disease characterized by high blood sugar levels resulting from insulin action, impaired insulin secretion, or both. It requires long-term treatment to reduce the risk of complications. DM cannot be cured, but blood sugar can be controlled through the four pillars of diabetes management: education, diet, exercise, and medication. Self-management is a crucial aspect in the management of type 2 diabetes mellitus (T2DM). However, patients with diabetes mellitus often fail to effectively manage themselves, resulting in macrovascular and microvascular complications. Purpose: To provide knowledge about self-care and physical activity based on self-management in DM patients. Method: This community service activity was carried out on December 15, 2025, at the Tanoh-Anou Village Community Health Center. Involving 51 people with DM as respondents. The target of this activity is the application of self-management for DM sufferers for self-care physical activity with a community-based approach. The intervention was carried out by delivering material related to the application of self-management in carrying out self-care physical activity, especially for DM sufferers, as well as an explanation of the benefits of physical activity for managing DM. Evaluation of the level of respondents' knowledge was measured using a questionnaire given before the educational activity (pre-test) and after the educational activity (post-test). Results: Obtained respondents with an age range of 36-77 years and the average age of respondents was 58.9 years and most of the respondents were in the range of 56-65 years as many as 21 people (41.2%). The majority were female as many as 42 people (82.4%), most had elementary/junior high school education status as many as 49 people (96.1%), and employment status was not as a farmer or fisherman as many as 42 people (82.4%). While the marital status was married as many as 40 people (78.5%) and the majority of the duration of suffering from DM was >3 years as many as 48 people (94.2%). There was an increase in the average score of respondents' knowledge level before educational activities (pre-test) from 16.2 points to 26.4 after educational activities (post-test). Conclusion: Self-management education activities covering diet management, physical activity, and foot care for people with diabetes mellitus significantly increased patients' knowledge of implementing physical activity self-care. This increased knowledge of self-management also positively contributed to psychological well-being and health motivation in diabetes patients. Suggestion: Similar educational activities are expected to be conducted routinely and sustainably to encourage healthy behavior changes and as an effort to prevent complications of diabetes mellitus early in the community. Keywords: Health education; Physical activity; Self-management; Type 2 diabetes mellitus Pendahuluan: Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi yang terjadi akibat kerja insulin, gangguan sekresi insulin, atau keduanya, dan memerlukan pengobatan jangka panjang untuk mengurangi risiko komplikasi. DM tidak dapat disembuhkan, namun gula darah dapat dikontrol melalui empat pilar pengelolaan diabetes, yaitu edukasi, pola makan, olahraga, dan pengobatan. Self-management merupakan salah satu aspek yang memegang peranan penting dalam penatalaksanaan diabetes melitus tipe 2 (DMT2). Namun dalam pelaksanaannya pasien dengan diabetes melitus tidak melakukan self-management dengan baik yang mengakibatkan terjadinya komplikasi makrovaskular dan mikrovaskular. Tujuan: Untuk memberikan pengetahuan tentang self-care aktifitas fisik berdasarkan self-management pada pasien DM. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 15 Desember 2025 di Balai Puskesmas Desa Tanoh-Anou. Melibatkan 51 orang dengan DM untuk menjadi responden. Sasaran dalam kegiatan ini adalah penerapan self-management bagi penderita DM untuk self-care aktifitas fisik dengan pendekatan community-based. Intervensi dilakukan dengan menyampaikan materi terkait penerapan self-management dalam menjalankan self-care aktifitas fisik khususnya bagi penderita DM serta penjelasan tentang manfaat aktifitas fisik terhadap pengelolaan penyakit DM. Evaluasi tingkat pengetahuan responden diukur menggunakan kuesioner yang diberikan sebelum kegiatan edukasi (pre-test) dan sesudah kegiatan edukasi (post-test). Hasil: Mendapatkan responden dengan rentang usia 36-77 tahun dan rata-rata usia responden adalah 58.9 tahun dan sebagian besar usia responden dalam rentang 56-65 tahun sebanyak 21 orang (41.2%). Mayoritas berjenis kelamin perempuan sebanyak 42 orang (82.4%), sebagian besar memiliki status pendidikan SD/SMP sebanyak 49 orang (96.1%), dan status pekerjaan adalah bukan sebagai petani atau nelayan yaitu sebanyak 42 orang (82.4%). Sedangkan status pernikahan adalah menikah yaitu sebanyak 40 orang (78.5%) dan mayoritas lamanya menderita DM adalah >3 tahun yaitu sebanyak 48 orang (94.2%). Terdapat peningkatan rata-rata skor tingkat pengetahuan responden sebelum kegiatan edukasi (pre-test) dari 16.2 poin menjadi  26.4 sesudah kegiatan edukasi (post-test). Simpulan: Kegiatan pemberian edukasi self-management yang mencakup manajemen diet, aktivitas fisik, dan perawatan kaki untuk penderita diabetes melitus memberikan peningkatan pengetahuan yang cukup signifikan pada pasien dalam menerapkan self-care aktifitas fisik. Peningkatan pengetahuan tentang self-management juga memberikan kontribusi positif secara psikologis dan motivasi kesehatan pada pasien diabetes. Saran: Diharapkan kegiatan edukasi serupa untuk dilakukan secara rutin dan berkelanjutan agar mampu mendorong perubahan prilaku sehat dan sebagai upaya pencegahan komplikasi diabetes melitus sejak dini pada masyarakat.
IMPLEMENTASI QANUN ACEH NO. 10 TAHUN 2004 DALAM PELAKSANAAN FUNGSI PERBANKAN DI ACEH Saputra, Fauzan
Jurnal Dialektika Hukum Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Dialektika Hukum
Publisher : Law Department Jenderal Achmad Yani University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.393 KB) | DOI: 10.36859/jdh.v3i1.530

Abstract

Penulisan ini dilatar bekalangi terkait implementasi pembiayaan kredit yang dilakukan oleh perbankan di Aceh. Bank merupakan badan usaha yang memiliki peranan penting dalam perekonomian di Indonesia. Keberadaan Bank telah mendukung upaya pertumbuhan ekonomi suatu negara. Fungsi bank menjadi intermediasi bagi masyarakat yang kelebihan dana kepada masyarakat dan kekurangan dana. Dalam rangka melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat, bank memberikan kredit kepada masyarakat ekonomi menengah untuk melakukan Usaha Kecil Masyarakat (UKM). Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana Implementasi Qanun Aceh Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pemberdayaan Sentra Usaha kecil. Hasil penelitian terdapat bahwa qanun Aceh tetap dijalankan oleh Bank walaupun sebenarnya aturan hukumnya tidak memiliki kekuatan hukum bertentangan asas Lex posterior derogat legi priori dan asas Lex superior derogat legi inferior.