Khairari, Nandang DD
STIKes Hamzar Lombok Timur

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

HUBUNGAN LAMA MENJALANI HEMODIALISIS DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS DI RUANG HD RS ISLAM NAMIRA Taufandas, Maruli; Ikhwani, Dina Alfiana; Aupia, Anatun; Khairari, Nandang DD; Alwi, Moh. Hafis
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v10i2.766

Abstract

Latar Belakang: Gagal ginjal merupakan kondisi gangguan fungsi ginjal yang progresif dan tidak dapat pulih kembali, dimana tubuh tidak mampu memelihara metabolisme, memelihara keseimbangan cairan dan elektrolit yang berakibat pada peningkatan ureum. Kondisi ini membuat pasien melakukan hemodialisis. Hemodialisis akan mempengaruhi kualitas hidup pasien baik dari segi psikologis, dukungan keluarga maupun lingkungan sosial. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan lama menjalani hemodialisis dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis di Ruang HD Rumah Sakit Islam Namira. Metode: Jenis penelitian ini adalah cross sectional. Penelitian ini dilakukan bulan Juni tahun 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien gagal ginjal kronis yang sedang hemodialisa sebanyak 50 orang dan seluruhnya dijadikan sampel dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan ialah kuesioner World Healt Organization Quality Of Life (WHOQOL). Uji statistik yang digunakan ialah analisis bivariat dengan menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar telah menjalani hemodialisis selama 12-24 bulan sebanyak 38 responden (76%) dan sebagian besar memiliki kualitas hidup dengan kategori baik sebanyak 22 responden (44%). Hasil uji statistik menggunakan uji spearman rank dengan p value 0,03 < 0,05. Simpulan: Ada hubungan lama menjalani hemodialisis dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis di Ruang HD Rumah Sakit Islam Namira.
Efektivitas Pemberian Terapi Reminiscence Untuk Kualitas Hidup Lansia Wira Bakti, Lalu Puguh; Khairari, Nandang DD
INDOGENIUS Vol 3 No 3 (2024): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v3i3.377

Abstract

Tujuan: Terapi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dengan mengingat pengalaman positif dari masa lalu. Metode: Desain penelitian ini adalah studi kasus, dimana Ibu S menjalani terapi reminiscence selama dua minggu. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran suasana hati, gejala depresi, interaksi sosial, rasa identitas, kualitas tidur, dan rasa kesepian sebelum dan sesudah terapi. Hasil: Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam suasana hati, dari sedih dan cemas menjadi bahagia dan optimis. Gejala depresi menurun, interaksi sosial meningkat, dan rasa identitas Ibu S pulih. Kualitas tidurnya membaik, sementara rasa kesepian berkurang drastis. Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa terapi reminiscence efektif dalam meningkatkan kesejahteraan emosional lansia. Terapi reminiscence merupakan intervensi yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas hidup lansia.
Efektifitas Pemberian Tablet Zat Besi (Fe) dan Jus Buah Jambu Biji terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin (Hb) pada Ibu Hamil Nohistra, Reza; Khairari, Nandang DD
INDOGENIUS Vol 3 No 3 (2024): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v3i3.378

Abstract

Tujuan: Anemia pada ibu hamil adalah masalah kesehatan umum yang dapat memengaruhi kesehatan ibu dan janin. Suplementasi zat besi dan vitamin C diharapkan dapat meningkatkan kadar hemoglobin. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus yang dilakukan pada Ibu A. Hasil: Kadar hemoglobin pada kelompok kombinasi meningkat signifikan dari 9 g/dL menjadi 11.5 g/dL, sedangkan kelompok yang hanya menerima tablet zat besi menunjukkan peningkatan yang lebih kecil. Jus jambu biji meningkatkan penyerapan zat besi berkat kandungan vitamin C-nya. Kesimpulan: Kombinasi suplementasi zat besi dan jus buah jambu biji merupakan strategi efektif untuk mengatasi anemia pada ibu hamil. Pendekatan gizi yang holistik dan pendidikan gizi penting untuk kesehatan ibu dan janin. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi intervensi gizi lainnya.
Studi Kasus Asuhan Keperawatan Keluarga Pada Kasus Rheumatoid Arthritis untuk Mengurangi Nyeri Kronis Melalui Pemberian Terapi Kompres Hangat Jahe dan Serai Nirwari, Reni Srinurlaila; Khairari, Nandang DD
INDOGENIUS Vol 3 No 3 (2024): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v3i3.381

Abstract

Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi kompres hangat jahe dan serai dalam mengurangi nyeri klien lansia yang menderita arthritis reumatoid. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode kasus. Intervensi yang diberikan an adalah kompres hangat jahe dan serai. Pertama, terapi kompres hangat jahe dan serai dibuat dengan merebus 1 ruas jahe dan 5 batang serai yang telah dipotong menjadi 2 bagian secara horizontal ke dalam air sebanyak 700 ml, kemudian air rebusan ditunggu menjadi hangat (suhu 38-40oC) dan dengan menggunakan handuk untuk mengompres bagian yang sakit. Pemberian intervensi kompres hangat serai dilakukan selama 4 hari dengan durasi selama 15-20 menit (dilakukan satu kali sehari dan dapat dilakukan pengulangan jika nyeri). Hasil: Terdapat penurunan nyeri pada klien yang diberikan terapi kompres hangat jahe dan serai selama 4 hari dengan rata-rata penurunan skala nyeri pada klien pertama sebesar 2 (pada hari pertama sebelum intervensi skala nyeri sebesar 7 dan pada hari keempat setelah intervensi skala nyeri menjadi 1) dan pada klien kedua dengan rata-rata penurunan skala nyeri sebesar 1 (pada hari pertama sebelum intervensi skala nyeri sebesar 6 dan pada hari keempat setelah intervensi skala nyeri menjadi 0). Kesimpulan: Terapi kompres hangat jahe dan serai dapat mengurangi nyeri pada  lansia dengan rheumatoid arthritis
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Pada Pasien Hemodialisa Di RSUD Dr. R. Soedjono Selong Yuliana, Sri; Aupia, Anatun; Taufandas, Maruli; Ikhwani, Dina Alfiana; Khairari, Nandang DD
JURNAL KESEHATAN TROPIS INDONESIA Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia
Publisher : PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63265/jkti.v4i2.206

Abstract

Penyakit Ginjal Kronik (PGK) merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat dan berdampak besar terhadap kualitas hidup pasien. Hemodialisa sebagai terapi pengganti ginjal utama pada PGK stadium akhir tidak hanya membantu mempertahankan fungsi tubuh, tetapi juga menimbulkan berbagai tantangan fisik, psikologis, sosial, dan ekonomi yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien. Beberapa faktor yang diduga berhubungan dengan kualitas hidup pasien hemodialisa meliputi beban ekonomi, tingkat kelelahan (fatigue), dan penyakit penyerta (comorbid). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kualitas hidup pasien hemodialisa di RSUD dr. R. Soedjono Selong. Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 112 pasien hemodialisa yang dipilih menggunakan purposive sampling. Beban ekonomi diukur menggunakan instrumen COST-FACIT, fatigue menggunakan FACIT-Fatigue Scale, kualitas hidup menggunakan WHOQOL-BREF, dan comorbid diperoleh melalui wawancara menggunakan lembar checklist. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji korelasi Spearman rank. Sebagian besar responden memiliki kualitas hidup buruk (58,0%), beban ekonomi ringan (48,2%), fatigue sedang (32,1%), dan memiliki comorbid (67,9%). Terdapat hubungan signifikan antara fatigue dan kualitas hidup (p = 0,007; r = 0,255), sedangkan beban ekonomi dan comorbid tidak menunjukkan hubungan signifikan. Fatigue berhubungan signifikan dengan kualitas hidup pasien hemodialisa, sehingga pengelolaan fatigue diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.