Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

REKA BENTUK GENETIC POP UP BOOK SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN YANG MENINGKATKAN DAYA INGAT SISWA SMA Saputra, Indra Kurniawan; Kinasih, Sakinah Vinda Putri; Alfi'ah, Nurul; Kusmayadi, Claresia Tsany; Kamaliya, Eliza Fitri; Maryadi, Mohammad Ridho Dwi
Jurnal Pendidikan Biologi Vol 12, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um052v12i2p114-119

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas rancangan media Genetic Pop Up Book sebagai media pembelajaran yang meningkatkan daya ingat siswa terhadap materi genetika. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah systematic review kualitatif dengan 6 langkah, yaitu 1) memformulasikan pertanyaan penelitian. 2) melakukan pencarian literatur systematic review. 3) melakukan skrining dan seleksi artikel penelitian yang cocok. 4) melakukan analisis dan sintesis temuan-temuan kualitatif.  5)  memberlakukan kendali mutu. 6) menyusun artikel narrative. Rancangan Genetic Pop Up Book merupakan rancangan media pembelajaran yang menggunakan 3 dimensi dan interaktif dalam setiap halamannya.  Materi genetika yang dimuat yaitu sub bab centraldogma yang terdiri atas pengertian genetika, penemu struktur double helix DNA, sejarah penemuan struktur double helix, DNA, RNA, replikasi, transkripsi, translasi serta latihan soal. Rancangan Genetic Pop Up Book dapat meningkatkan daya ingat siswa terhadap materi genetika melalui pengalaman belajar khusus dengan menggeser, membuka, dan melipat bagian buku pop up.Abstract. This paper sheds a new light on the strategies to foster student’s entrepreneurial skills by administering creative thinking infusion learning as the learning framework in a biology classroom. Creative thinking infusion learning is construed as bringing or showing the stages of creative problem solving’s thinking of student thinking in the classroom. To assist student engaging with the infusion in the classroom, we utilised creative thinking diagram to generate entrepreneurial ideas that apply the concept of Biology in solving a problem. Student’s entrepreneurial skills were gauged by six creative entrepreneurship indicators. To investigate those indicators, this paper administrated one group pre-test post-test design and mixed-method approach by using diagram thinking, questionnaires, reflective essays, and interview. The analysis did not show any significant impact of the creative thinking infusion learning towards entrepreneurial skills. This result was demonstrated by no significance differences were seen in the sixth indicators.
Visual, audio, and kinesthetic students' learning independence: Improvement through the development of augmented reality media Susanto, Hendra; Setiawan, Deny; Firdaus, Zahra; Kusmayadi, Claresia Tsany; Fitriyati, Umi
Journal of Research in Instructional Vol. 4 No. 2 (2024): Journal of Research in Instructional
Publisher : Univeritas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/jri.v4i2.420

Abstract

Technology has provided new educational opportunities, but the implementation could be more optimal. Learning facilities that remain focused on conventional methods often need more learners with the Visual, Audio, and Kinesthetic (VAK) learning style. This study aimed to evaluate the effectiveness of this learning media in improving learning achievement and information retention, focusing on visual, audio, and kinesthetic learning styles. This research was a research development that used the Lee & Owens model, which consisted of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The validation result of the media was 98.5%, material validation was 100%, and learning device validation was 100%. The results of the implementation of self-assignment in the control class obtained an average of 78.8 and in the experimental class 90.5. The research concluded that learning media is practical and can help facilitate biology learning in visual, audio, and kinesthetic learning styles.
Pelatihan Pembuatan Jamu Tradisional dengan Teknik Infused sebagai Upaya Peningkatan Branding pada Millenial Firdaus, Zahra; Kusmayadi, Claresia Tsany; Setiawan, Deny
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/hqrf5v31

Abstract

Indonesia sebagai negara kaya sumber daya alam memiliki tradisi jamu yang merupakan bagian penting dari warisan budaya dan pengobatan tradisional. Namun, dalam era modernisasi, tantangan muncul terutama dari generasi milenial yang lebih memilih produk dengan daya tarik estetik dan inovasi. Penurunan konsumsi jamu tradisional di kalangan milenial menjadi perhatian utama, sehingga inovasi seperti teknik infused diperkenalkan untuk meningkatkan daya saing jamu. Teknik infused menghasilkan jamu dengan rasa yang lebih ringan dan segar, lebih sesuai dengan preferensi konsumen muda.Pelatihan di Desa Sumberwaras melibatkan ibu-ibu PKK dalam pembuatan jamu infused dan strategi branding yang moderen. Program pemberdayaan ini mengadopsi pendekatan ABCD (Aset Based Community Development). Pengabdian terbagi menjadi empat tahap: 1) koordinasi dan kerjasama dengan mitra, 2) kegiatan pelatihan pembuatan jamu tradisional dengan teknis infused, 3) kegiatan pelatihan branding, 4) evaluasi kegiatan. Pelatihan ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan peserta dalam menciptakan produk jamu yang menarik dan relevan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta tentang manfaat jamu dan teknik branding, meskipun masih ada tantangan dalam menarik minat milenial dan meningkatkan rasa produk
Optimalisasi Produksi Lele Melalui Inovasi Pakan Mandiri Berbahan Bee Wax: Program Pelatihan bagi Peternak Lokal Desa Banjarejo Kabupaten Kediri Witjoro, Agung; Wibowo, Agung; Priambodo, Bagus; Kusmayadi, Claresia Tsany; Sa'diyah, Halimatus
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 7 No. 1 (2026): February
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v7i1.18240

Abstract

This community service program aims to optimize catfish production through training on innovative self-produced feed formulated with beeswax for local farmers in Banjarejo Village. The program also seeks to enhance farmers’ knowledge and skills in developing alternative feed formulations that are both economical and of high quality. The implementation method employed was Participatory Rural Appraisal (PRA), encompassing stages of problem identification, preparation, implementation, and evaluation. Data were analyzed using a qualitative descriptive approach based on observations and interviews. The results indicate an improvement in farmers’ knowledge and technical skills in producing cost-efficient feed supplemented with beeswax, as well as their ability to operate feed-molding equipment. In addition to reducing dependence on commercial feed, the program promotes cost efficiency and strengthens farmers’ readiness to produce feed independently. Overall, the beeswax-based self-feed training proved effective in enhancing group capacity and reinforcing the economic self-reliance of catfish farmers at the community level.
PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA MELALUI PENDAMPINGAN INOVASI PANGAN TEMPE ALMOND BERMOTIF BATIK Susanto, Hendra; Firdaus, Zahra; Kusmayadi, Claresia Tsany; Taufiq, Ahmad; Anwar, Lathiful
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36957

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi tantangan pengetahuan dan keterampilan siswa diaspora di Sekolah Indonesia Jeddah terkait pangan lokal serta minimnya pengalaman praktik yang menumbuhkan kebanggaan budaya Indonesia dalam bentuk kuliner. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan literasi pangan tempe, keterampilan pembuatan tempe berbahan almond, serta penguatan nilai budaya melalui integrasi motif batik dalam kemasan. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, demonstrasi, workshop, praktik langsung, dan sesi design thinking yang melibatkan 30 siswa. Evaluasi dilakukan melalui pretest-posttest serta penilaian Profil Pelajar Pancasila (P5). Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan, ditandai dengan 100% siswa memperoleh keterampilan baru, 93,33% tertarik mempraktikkan kembali di rumah, dan 90% melihat potensi pemasaran Tempe Almond Motif Batik Khas Nusantara. Penilaian P5 menunjukkan 30% siswa berkategori sangat baik, 46,7% baik, dan 23,3% cukup. Kegiatan ini terbukti efektif memperkuat pengetahuan dan keterampilan siswa dalam pembuatan pangan lokal bernilai budaya.Abstract: This community service activity was motivated by the challenges faced by diaspora students at Sekolah Indonesia Jeddah regarding their limited knowledge and skills related to lokal Indonesian food, as well as the lack of practical experiences that foster cultural pride through culinary traditions. The aim of this program is to enhance students’ literacy about tempe, develop their skills in producing almond-based tempe, and strengthen cultural values through the integration of batik motifs in product packaging. The implementation methods included counseling, demonstrations, workshops, hands-on practice, and a design thinking session involving 30 students. Evaluation was conducted using pretest–posttest assessments and the Profil Pelajar Pancasila (P5) rubric. The results indicate an improvement in students’ knowledge and skills, evidenced by 100% of participants gaining new competencies, 93.33% expressing interest in practicing the process at home, and 90% recognizing the marketing potential of almond tempe with batik-themed packaging. P5 assessments showed that 30% of students were in the very good category, 46.7% in good, and 23.3% in fair. This program proved effective in strengthening students’ knowledge and skills in producing culturally significant lokal foods.