Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Fertigation Methods and N Source on Chili through Drip Irrigation Susila, Anas Dinurrohman; Oktavia, Adea; Wirabawana, Bartolomeus Varian Yuliharsa
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 48 No. 3 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.335 KB) | DOI: 10.24831/jai.v48i3.32662

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) memiliki peran penting dalam menu masakan di Indonesia. Pengelolaan tanaman secara konvensional dengan pemupukan yang kurang efisien masih banyak dilakukan oleh petani, sebaliknya pemupukan secara fertigasi meningkatkan hasil dapat dan menurunkan biaya produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode aplikasi pemupukan melalui irigasi dan sumber N yang dapat menigkatkan hasil cabai rawit dengan budidaya memakai mulsa plastik. Penelitian ini dilakukan pada jenis tanah Inceptisol (Dytropept Fluventik, Isohiperthermik). Perobaan dilakukan di Kebun Penelitian Institut Pertanian Bogor, Cikarawang. Percobaan pertama pada Juni-Desember 2016 disusun dalam rancangan acak kelompok (RAK), 4 ulangan dengan 3 metode aplikasi fertigasi: split, irigasi tetes, dan konvensional(tanpa fertigasi). Percobaan kedua dilakukan pada Maret-Oktober 2017 disusun dalam RAK dengan empat ulangan dengan perlakuan tiga sumber N (Urea (46% N), ZA (21% N), dan NPK (16-16-16)% N-P2O5, -K2O). Hasil penelitian menunjukkan bahwa split dan drip tidak memberikan pengaruh yang berbeda terhadap total panen dan hasil panen yang dapat dipasarkan, namun keduanya lebih tinggi dari hasil panen dengan konvensional. Hasil percobaan kedua menunjukkan bahwa semua sumber N tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil panen cabai. Kata kunci: irigasi mikro, nitrogen, mulsa plastik, pemupukan
Proyeksi Penduduk Usia Produktif Di Kalimantan Barat Tahun 2040 Oktavia, Adea; Sandy, Aisyah Trees; Ningrum, Mei Vita Romadon; Saputra, Yulian Widya; Rahmadi, Rahmadi; Goma, Edwardus Iwantri
geoedusains: Jurnal Pendidikan Geografi Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/geoedusains.v6i2.5228

Abstract

Usia produktif merupakan penduduk atau masyarakat yang berada dalam rentang usia 15– 64 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proyeksi penduduk usia produktif di Kalimantan Barat pada tahun 2040. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode berbasis kajian kepustakaan (Library Research). Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah penduduk Kalimantan Barat berusia 15–64 tahun. Teknik pengambilan data menggunakan purposive sampling dengan sumber data sekunder. Penelitian ini dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif dengan model Miles dan Huberman. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kalimantan Barat diproyeksikan memiliki total penduduk sebanyak 6.620.160 jiwa pada tahun 2040. Dari jumlah tersebut, 4.469.880 jiwa (30,26%) termasuk dalam kelompok usia produktif. Dengan angka tersebut, Kalimantan Barat berpotensi mengalami laju pertumbuhan penduduk yang tinggi serta mendapatkan bonus demografi terbesar kedua di wilayah Kalimantan. Dibandingkan provinsi lain seperti Kalimantan Timur, Selatan, Tengah, dan Utara, Kalimantan Barat diperkirakan menjadi provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak. Peningkatan ini menunjukkan potensi ekonomi yang besar jika dikelola secara tepat. Tantangan seperti meningkatnya rasio ketergantungan, tingginya angka fertilitas, dan ketimpangan distribusi penduduk perlu diantisipasi. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan konkret seperti perluasan akses pendidikan vokasi, peningkatan lapangan kerja produktif, serta pemerataan pembangunan wilayah sebagai respons terhadap dinamika kependudukan yang akan terjadi khususnya di wilayah Kalimantan Barat.