Faizin, Mohammad
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

METODE HIWAR DALAM PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF AL GHAZALI Faizin, Mohammad; Aziz, Yahya; Putri, Nurul Hanifah; Albab, Azzahra Ulil
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 1 (2023): MARET
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/talimuna.v12i1.1341

Abstract

Abstract: This research aims to describe and clarify clearly how the interaction of the two components of education, namely educators and students, in the form of dialogue in Islamic education from al-Ghazali's perspective. Research results state that Islamic education is very important because it is the main reference for a person's life from birth to death. According to al-Ghazali, a child's success is determined by the strength of his or her parents and teachers. The emphasis on educators' impact on students is due to this. One of his discoveries on the educational side is the concept of educational interaction in teaching activities between educators and students; this is similar to one of the well-known Islamic educational methods, namely hiwar, or dialogue. This discussion of knowledge or education must be conducted with the full understanding that the speaker's goals include both educating and guiding his or her listener toward maturity. Keywords:  Al Ghazali, islamic education, hiwar Abstrak: Riset ini ditujukan guna menguraikan dan memaparkan secara jelas interaksi dua komponen pendidikan.yakni pendidik dan anak didik berbentuk dialog dalam edukasi islam perspektif al.Ghazali. Pengerjaan riset dilakukan melalui pencarian data jadi dari penelusuran dengan media internet. Hasil riset menyatakan edukasi Islam teramat penting karena menjadi acuan utama bagi kehidupan seseorang sejak dia lahir hingga wafat. Bagi al.Ghazali, seorang anak itu tergantung atas bagaimana daya orang tua serta pengajarnya. Dimana ini menjadi penyebab penitikberatan pengaruh pendidik atas anak didik. Satu di antara yang ada atas penemuannya di sisi pendidikan ialah konsep educational interaction dalam aktivitas pengajaran antara pendidik dan anak didik, dan ini serupa dengan satu di antara sejumlah metode edukasi Islam terkenal yakni hiwar atau dialog. Dialog berisi ilmu atau edukasi ini mesti dilakukan dengan kesadaran penuh bahwa dia bermaksud mendidik juga membimbing kawan bicaranya pada maturitas. Keywords:  Al Ghazali, edukasi Islam, hiwar 
RELASI GURU DAN MURID DALAM PRESPEKTIF ISLAM MENURUT ULAMA IMAM AL-GHAZALI DAN THOMAS AQUINAS BERDASARKAN TEORI EMPIRISME Faizin, Mohammad; Inayah, Eka Salma; Azizah, Rohamtul
HIKMAH: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : STAI Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55403/hikmah.v12i1.447

Abstract

ENDIDIK PROFESIONAL MENGHADAPI TANTANGAN ABAD 21 PERSPEKTIF IMAM AL-GHAZALI Faizin, Mohammad; Sulton, Muhammad Nabilus; Alfansury, Muhammad Rizqi; Rifa'i, Abdul Aziz
HIKMAH: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : STAI Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55403/hikmah.v12i1.458

Abstract

AL-GHAZALI PERSPECTIVE ISLAMIC EDUCATION CURRICULUM ANALYSIS OF THE CURRICULUM IN SCHOOLS AND MADRASAS IN INDONESIA Faizin, Mohammad
Almufida : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 7, No 2 (2022): Almufida: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/almufida.v7i2.2689

Abstract

The curriculum is a part that is always closely attached to the education system, especially in Indonesia. The curriculum changes along with the times in the world, and according to the laws in force in Indonesia, the Islamic Education Curriculum is one of the parts that must be taught to students. Considering that Al-Ghazali is a very legendary figure in Islam because through his thoughts he played many roles in the development of the Islamic Education Curriculum, even his thoughts can still be studied to this day and are still able to be applied by certain groups of people. To prove this statement, research was conducted on Al-Ghazali's thoughts on the concept of Islamic education. So that it can be seen that his thoughts are still linked to the existing curriculum, this can be seen through an analysis of the curriculum in schools and Madrasah in Indonesia.
PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI YANG DINAMIS PERSPEKTIF BUNG HATTA Shifa Alshafiera, Aulia; Fauziah, Akvina Putri; Faizin, Mohammad
Jurnal Pembumian Pancasila Vol 5 No 2 (2025): Dari Wacana ke Aksi: Rekam Jejak Gerakan Pembumian Pancasila dalam Menghidupkan N
Publisher : Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pembumian Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63758/jpp.v5i2.69

Abstract

Penelitian ini mengkaji Pancasila sebagai ideologi dinamis dalam perspektif pemikiran Mohammad Hatta. Pancasila tidak dipandang hanya sebagai dokumen kaku, melainkan sebagai nilai hidup yang berkembang dan adaptif terhadap tantangan zaman dan perubahan sosial yang cepat. Biografi Hatta menunjukkan perannya sebagai proklamator dan negarawan yang berwatak jujur dan disiplin, yang secara aktif berkontribusi dalam perumusan Pancasila dan UUD 1945, menekankan pentingnya Pancasila sebagai pedoman hidup. Sebagai ideologi yang terbuka, Pancasila memiliki tiga tingkatan yaitu Nilai Dasar yang bersifat tetap (Ketuhanan hingga Keadilan Sosial), Nilai Instrumental (UUD 1945), dan Nilai Praksis (pelaksanaan nyata). Hatta meyakini Pancasila bertumpu pada dua fondasi: fondasi moral (sila 1) dan fondasi politik (sila 2-5). Fondasi moral ini memastikan negara memiliki dasar yang kokoh untuk mengarah pada keadilan dan kebenaran. Pada akhirnya, Pancasila berfungsi sebagai alat pemersatu bangsa dengan melindungi seluruh tumpah darah dan mengatasi segala paham golongan. Keterbukaan Pancasila memungkinkan Indonesia mempertahankan nilai luhur, terbuka terhadap transformasi konstruktif, dan menjadi instrumen penting dalam menjaga persatuan, kesatuan, serta menciptakan keadilan sosial di tengah dinamika kehidupan modern.