Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pengembangan Potensi Kelor Di Desa Kemuning Lor, Jember Alfiansyah, Gamasiano; Swari, Selvia Juwita; Pratama, Mudafiq Riyan; Kartika, Ria Chandra; Sasmita, Irene Ratri Andia
PEKAT: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): April
Publisher : Puslitbang Sinergis Asa Professional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/pekat.v3i1.30

Abstract

The goal of the Sustainable Development Goals (SDGs) is to end malnutrition by 2030. Kemuning Lor is a village that produces abundant moringa, but it has not been optimized, especially in tackling stunting. The aim of this activity was to increase the knowledge and skills of the Kemuning Lor village community in processing moringa into moringa modisco that has economic value and can reduce the prevalence of stunting. The methods used include socialization, training and mentoring. The result of this activity was that the community was able to process moringa into products that were healthy and had economic value. We expect that this knowledge and skills can become a strategy in overcoming stunting and improving the economy.
Uji Sensori Kopi Robusta berdasarkan Variasi Suhu dan Lama Penyangraian (Studi Kasus Perusahaan Umum Daerah Perkebunan Kahyangan Kebun Sumber Wadung) Brilliantina, Aulia; Rahayu, Arinda Putri; Sasmita, Irene Ratri Andia; Kusumasari, Findi Citra; Fadhila, Putu Tessa
Callus: Journal of Agrotechnology Science Vol. 1 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/callus.v1i2.2026

Abstract

Perumda Perkebunan Kahyangan Jember, sebagai bagian dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Kabupaten Jember, fokus pada budidaya kopi robusta di lima kebunnya, termasuk Kebun Sumber Wadung. Meskipun Sumber Wadung menghasilkan biji kopi robusta berkualitas tinggi, mutu kopi yang dihasilkan masih cenderung rendah karena pengolahan yang mendasar setelah panen. Proses pemanggangan menjadi kunci penting dalam menentukan profil rasa akhir kopi, dengan suhu dan durasi pemanggangan sebagai variabel utama. Keterbatasan pengetahuan dalam proses pemanggangan kopi dapat menghasilkan produk di bawah standar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji organoleptik kopi robusta berdasarkan variasi suhu dan lama waktu penyangraian dan dilaksanakan antara bulan Februari hingga Mei 2023. Rancangan eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan enam perlakuan. Parameter yang diamati meliputi warna, rasa, aroma, tekstur, dan endapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu dan lama waktu penyangraian secara signifikan memengaruhi preferensi konsumen terhadap parameter organoleptik kopi.
Kajian Sensoris Formula Permen Jelly Ekstrak Kopi Robusta (Coffea canephora P.) dengan Variasi Basis Tepung Agar dan CMC Brilliantina, Aulia; Fadhila, Putu Tessa; Kusumasari, Findi Citra; Sasmita, Irene Ratri Andia
Callus: Journal of Agrotechnology Science Vol. 1 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/callus.v1i2.2027

Abstract

Kopi sebagai komoditas perkebunan banyak dimanfaatkan sebagai minuman. Pola produksi tanaman kopi di Jember semakin meningkat seiring bertambah tahun. DIversifikasi olahan kopi dapat dilakukan dengan mengolah kopi menjadi permen jelly kopi. Penggunananbahan gelasi seperti cmc dan bubuk agar dapat dilakukan. Penelitian ini menggunakan variasi komposisi bahan gelasi CMC dan bubuk agar dengan variasi perlakuan F1 (10g bubuk agar), F2 (6g bubuk agar, 0,2g CMC), F3 (3g bubuk agar, 0,3g CMC) dan F4 (2g bubuk agar, 0,4g CMC) hasil penelitian menunjukkan pengaruh nayata keempat perlakuan terhadap nilai mutu sensoris berupa warna, aroma, rasa dan tekstur permen jelly kopi dengan pelakuan terbaik adalah F4 yang memberikan hasil sensoris warna cokelat mengkilat, aroma khas kopi, rasa manis agak asam dan tekstur kenyal
Pelatihan Pembuatan Kerupuk Buah Naga Guna Meningkatkan Nilai Tambah dan Umur Simpan Buah Naga di Kabupaten BanyuwangiPelatihan Pembuatan Kerupuk Buah Naga Guna Meningkatkan Nilai Tambah dan Umur Simpan Buah Naga di Kabupaten Banyuwangi Fadhila, Putu Tessa; Brilliantina, Aulia; Sasmita, Irene Ratri andia; Mardiyanto, Mohammad
Abdimas Galuh Vol 7, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i1.16469

Abstract

Buah naga (Hylocereus spp.) adalah buah tropis kaya gizi yang semakin populer di Indonesia, namun pemanfaatannya sebagai camilan seperti kerupuk masih jarang dilakukan. Pelatihan pengolahan kerupuk buah naga bertujuan membantu Pokdarwis Sekar Arum Naga di Banyuwangi dalam meningkatkan keterampilan mengolah buah naga, menciptakan produk bernilai ekonomis. Pelatihan dua hari melibatkan 25 petani yang mempelajari teknik produksi, dan pengemasan kerupuk buah naga. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner sebelum dan sesudah pelatihan untuk mengukur pemahaman peserta. Analisis ekonomi menunjukkan bahwa dengan produksi 5 kg kerupuk per hari, keuntungan bulanan mencapai Rp 575.000, dan Break-Even Point (BEP) sebesar 113,5 kg. Pelatihan ini mendukung diversifikasi pangan lokal dan penerapan teknologi tepat guna dalam pengolahan pangan. Kesimpulannya, pelatihan ini meningkatkan keterampilan dan pengetahuan petani dalam mengolah buah naga menjadi kerupuk, dan disarankan untuk memperluas jaringan pemasaran serta meningkatkan produksi agar keberlanjutan usaha tercapai.
Minuman Fermentasi Kulit Buah Naga: Optimasi Formulasi Menggunakan Response Surface Methodology (Rsm)- Central Composite Design (Ccd) Fadhila, Putu Tessa; Sasmita, Irene Ratri Andia; Kusumasari, Findi Citra; Kurniawati, Emi; Mardiyanto, Mohammad
Media Pertanian Vol 10, No 1 (2025): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/mp.v10i1.14742

Abstract

Kulit buah naga memiliki potensi untuk memberikan manfaat kesehatan dan nilai tambah pada produk pangan. Saat ini, ada permintaan yang terus meningkat untuk produk fermentasi yang berasal dari sumber non-susu, sehingga penelitian tentang minuman fermentasi dari kulit buah naga dapat menjadi solusi yang menarik dan berkelanjutan dalam industri makanan dan minuman fungsional. Tujuan Penelitian untuk mengetahui formulasi optimum minuman fermentasi dari kulit buah naga berdasarkan respon pH dan total BAL yang dihasilkan. Metode pada penelitian ini berupa Responce Surface Methodology dengan desain penelitian Central Composite Design (RSM-CCD) 2 faktor yaitu faktor 1 berupa konsentrasi gula aren (nilai minimum 10% dan maksimum 30%) dan faktor 2 berupa konsentrasi kulit buah naga (nilai minimum 20% dan maksimum 60%).  Proses optimasi dilakukan untuk mendapatkan formula terbaik, dengan hasil menunjukkan formulasi konsentrasi kulit buah naga sebesar 20% dan konsentrasi gula 10% yang menghasilkan nilai respon hasil verifikasi untuk derajat keasaman (pH) sebesar 3,72 dan total Bakteri Asam Laktat sebesar 139,67x10-7 cfu/ml, serta nilai desirability sebesar 0,523. Penelitian ini menambah hasanah ilmu mengenai formulasi meinuman fermentasi kulit buah naga.
Pengaruh Waktu Ekstraksi terhadap Karakteristik Pektin Limbah Kulit Kopi Robusta (Coffea canephora) Brilliantina, Aulia; Kusumasari, Findi Citra; Fadhila, Putu Tessa; Sasmita, Irene Ratri Andia
RADIKULA: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 2 (2023): RADIKULA - Desember 2023
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/radikula.v2i2.3655

Abstract

Limbah kulit kopi robusta memiliki kandungan pektin yang cukup besar dan dapat dimanfaatkan pada berbagai sektor. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh waktu ekstraksi terhadap karakteristik pektin limbah kulit kopi robusta yang dihasilkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan memvariasikan waktu ekstraksi (30 menit, 60 menit, dan 90 menit). Waktu ekstraksi terbaik diperoleh pada waktu ekstraksi 60 menit dengan rendemen pektin yang dihasilkan sebesar 11,9%, kadar air 14%, berat ekivalen 1086 mg, kadar metoksil 3,1% serta kadar asam galakturonat 19,29%. Pektin yang dihasilkan termasuk dalam kategori pektin dengan kadar metoksil rendah. Selain itu berat ekivalen pektin belum memenuhi standar yang telah ditetapkan IPPA (International Pectins Producers Association).
Chemical And Microbiological Properties Of Fermented Dragon Fruit Peel Beverages Sasmita, Irene Ratri Andia; Fadhila, Putu Tessa; Kusumasari, Findi Citra; Mardiyanto, Mohammad; Kurniawati, Emi
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 25 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v25i2.6104

Abstract

Dragon fruit peel is rich in bioactive compounds such as betacyanin, betasianidin, polyphenols, and dietary fiber, which can potentially provide health benefits and added value to food products. This research aimed to determine the best formulation of fermented dragon fruit peel beverages based on chemical and microbiology characteristics. The fermentation process is a method for increasing the availability of nutrients in food, as well as creating new compounds that are beneficial for human health. Currently, there is a growing demand for fermented products originating from non-dairy sources, so research on fermented beverages from dragon fruit peel could be an interesting and sustainable solution in the functional food and beverage industry. Chemical analysis in the research conducted includes analysis of reducing sugar, total titratable acidity, and pH, while microbiological analysis was in the form of total lactic acid bacteria. The factor used in this research was the concentration of dragon fruit peel (20%, 40%, 60% and 80%). The results showed that the best formulation was 40% sugar concentration based on reducing sugar (2,92±0,023%,) total titratable acidity (0,27±0,015%), pH (3,53±0,025), and total lactic acid bacteria (4.8 x 109 CFU/ml)
Pengaruh Daging Ayam Broiler yang Dimarinasi menggunakan Bubuk Kayu Manis (Cinnamomum Burmannii) terhadap Sifat Fisikokimia pada Suhu Ruang: The Effect of Broiler Chicken Meat Marinated Using Cinnamon (Cinnamomum Burmannii) Powder on the Physicochemical Properties at Room Temperature Utomo, Satrio Budi; Sasmita, Irene Ratri Andia
Journal of Food Industrial Technology Vol. 3 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Journal of Food Industrial Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofit.v3i1.6845

Abstract

Marinasi daging ayam broiler menggunakan rempah-rempah dapat memperbaiki karakteristik daging. Rempah seperti kayu manis memiliki kandungan senyawa sinamaldehid yang berpotensi memengaruhi mutu daging ayam, terutama pada aspek fisikokimia seperti pH, keempukan, dan susut masak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh marinasi kayu manis terhadap sifat fisikokimia daging ayam broiler dalam suhu ruang. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 Perlakuan dan 3 Ulangan. Perlakuan yang digunakan berupa perbedaan konsentrasi bubuk kayu manis, yaitu K1 (0%), K2 (1%), K3 (2%), K4 (3%), dan K5 (4%). Data dianalisis menggunakan uji ANOVA, Hasil yang didapatkan pada parameter pH mengalami penurunan seiring dengan penambahan konsentrasi bubuk kayu manis, penurunan paling signifikan didapat pada konsentrasi 4% (K5) dengan nilai 5.80 dibandingkan sampel kontrol (K1). Sementara itu, marinasi bubuk kayu manis tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap aspek keempukan dan susut masak.. Nilai keempukan didapatkan pada rentang 50,16 – 50,10 N. Sedangkan, parameter susut masak berkisar antara 29,03% - 33,15%.
IoT-Based Soil Monitoring System untuk Pemantauan Real-Time Kelembapan dan Hara Tanah Kopi dalam Pertanian Presisi Rohman, Hanif Fatur; Brilliantina, Aulia; Sasmita, Irene Ratri Andia; Kusumasari, Findi Citra; Slamet, Ahmad Haris Hasanuddin
ORYZA: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 15 No 1 (2026): ORYZA: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/oz.v15i1.4239

Abstract

Pemantauan kondisi tanah yang akurat dan berkelanjutan merupakan prasyarat penting dalam pengelolaan tanaman kopi, khususnya pada sistem budidaya skala rakyat yang menghadapi variabilitas kondisi tanah dan iklim. Penelitian ini bertujuan mengembangkan IoT-Based Soil Monitoring System untuk pemantauan real-time kelembapan dan hara tanah kopi dalam kerangka pertanian presisi. Sistem dirancang dengan arsitektur terintegrasi yang terdiri atas node sensor berbasis mikrokontroler ESP8266, yang mengintegrasikan Capacitive Soil Moisture Sensor v1.2, Soil NPK Sensor RS485, sensor pH E201-C, serta sensor suhu DS18B20. Data dikumpulkan secara periodik, dikirim melalui jaringan Wi-Fi menggunakan protokol HTTP ke server berbasis XAMPP dengan basis data MySQL, dan divisualisasikan melalui dashboard web secara real-time. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu bekerja secara stabil dalam mengirimkan dan merekam data, ditunjukkan oleh variasi pengukuran yang relatif rendah, yaitu nitrogen sebesar 43,7±1,5 mg/kg, fosfor 27,2±1,3 mg/kg, dan kalium 32,5±1,2 mg/kg, serta parameter pendukung berupa pH tanah 6,6, kadar air 40,1%, dan suhu tanah 28,4°C. Konsistensi antara data real-time dan data historis berpenanda waktu menunjukkan tidak adanya kehilangan data (data loss) serta integritas sistem yang baik selama periode pengujian. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengembangan sistem pemantauan tanah multi-parameter berbasis IoT yang terintegrasi, stabil, dan aplikatif untuk kondisi perkebunan kopi rakyat. Sistem ini mampu menyediakan data kondisi tanah secara real-time dan terdokumentasi, sehingga berpotensi mendukung pengambilan keputusan berbasis data dalam pengelolaan air dan hara pada sistem pertanian presisi.