Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Hubungan Kejadian Flour Albus dengan Tingkat Kecemasan terhadap Infeksi Maternal pada WUS Eko Sri Wulaningtyas; Evita Widyawati
Journal of Ners and Midwifery Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v5i2.ART.p123-128

Abstract

Kecemasan adalah perasaan tidak nyaman atau ketakutan besar yang tidak pasti, yang terjadi sebagai reaksi terhadap sesuatu yang dialami oleh seseorang, seperti masalah kesehatan. Salah satu masalah kesehatan yang penting bagi wanita adalah fluor albus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kejadian fluor albus dan kecemasan terhadap kejadian infeksi maternal pada wanita di Desa Campurejo, Kabupaten Kediri. Desain penelitian adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wanita di Kecamatan Campurejo sebanyak 227 wanita, sedangkan sampel diambil dengan menggunakan purposive sampling. Pengukuran variabel dilakukan melalui kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil analisis adalah x2 = 10,996>9,488, menunjukkan bahwa ada hubungan antara prevalensi fluor albus dan kecemasan terhadap terjadinya infeksi maternal pada wanita di Desa Campurejo, Kabupaten Kediri. Wanita yang memasuki usia subur diharapkan menjaga kebersihan organ reproduksi.
The Role of Health Workers in Realizing Community Independence to Prevent Non-Communicable Diseases in Campurejo Community Health Center, Kediri City Is Fadhillah; Evita Widyawati; Nurita Nilasari
Journal of Ners and Midwifery Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v8i1.ART.p113-120

Abstract

This study aimed to determine the understanding of health care towards social phenomena related to the dominance of non-communicable diseases which were increased in the community and to identify what efforts were made by health workers in preventing non-communicable diseases. The long-term goal of this study was to control the risk factors for PTM in Indonesia, especially in Campurejo Health Center, Mojoroto District, Kediri City. This study used a qualitative method with 72 populations and 10 samples. The data was collected through purposive sampling and in-depth interviews. The study informants were health workers from Kediri city health office, health workers at the Campurejo Health Center, community leaders and health cadres. The data analysis used interactive qualitative methods (Milles and Hebberman) and the instrument was recorder. The results of the study showed the concept of objectivation in opposing the flow of public understanding of PTM could be seen from the results of the socialization conducted by health workers. This new fact could be seen from one of the efforts of health workers in disseminating PTM in society. Other forms of socialization that were still general in nature could be seen in a variety of activity formats, for example: early detection, health promotion, counseling, mobile Posbindu, and door to door systems. The five micro activities were derived from the grand design of socialization in the perspective of social construction theory as a form of externalization by health workers.
PERAN BIDAN DALAM MENINGKATKAN IMUNITAS BALITA PADA MASA PANDEMI COVID 19 DI DUSUN KLANDERAN KABUPATEN KEDIRI Duwi Lestari, Restu; Fadhillah, Is; Widyawati, Evita
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 5 No 2 (2021): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v5i2.17425

Abstract

ABSTRAK Merebaknya pandemi Covid-19 di Indonesia juga berdampak terhadap kesehatan, salah satunya yaitu pada pelayanan kesehatan sehingga menyebabkan banyaknya penurunan imunitas pada masyarakat yang dialami juga oleh balita. Salah satunya adalah peristiwa yang terjadi di dusun Klanderan Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri, dimana pada bulan Juni 2020 angka kesakitan pada Balita terutama pada ISPA terjadi peningkatan yang cukup signifikan yaitu dari 118 balita, terjadi kenaikan dari 43% menjadi 64%. Oleh karenanya sangat dibutuhkan peran bidan yang berkaitan erat dengan peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak dalam meningkatkan imunitas pada balita terutama pada masa pandemi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman tenaga bidan dalam menghadapi tingkat imunitas balita di masa pandemi, sehingga perlu dilakukan upaya atau tindakan apa saja yang harus dilakukan agar imunitas balita tetap terjaga terutama di Dusun Klanderan Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam, Hasil penelitian diperoleh Peran bidan yang dilakukan sebagai upaya peningkatan imunitas balita di masa pandemic covid 19 memiliki beragam program kegiatan diantaranya Pemberian Makanan Tambahan dan Vitamin, Penanganan Stunting di Masa Pandemi Covid 19, Sosialisasi Melalui Media Sosial, System door to door. Pada empat mikro kegiatan ini merupakan turunan dari grand design sosialisasi dalam perspektif teori konstruksi sosial sebagai bentuk dari eksternalisasi oleh tenaga bidan menuju balita sehat melalui peningkatan imunitas di masa pandemi COVID 19
HUBUNGAN PERAN SUAMI TERHADAP KECEMASAN IBU PADA PERSALINAN KALA II DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CAMPUREJO KOTA KEDIRI Widyawati, Evita; Farasari, Poppy; Oktaviana, Friska
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 8 No 1 (2024): Volume 8 No 1 April 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v8i1.22546

Abstract

Fase yang sangat mengkhawatirkan dalam persalinan yaitu fase pembukaan lengkap sampai dengan lahirnya bayi. Banyak hal yang mengkhawatirkan muncul dalam pikiran ibu, seperti takut bayi cacat, takut harus operasi dan takut persalinan lama. terjadinya partus lama dapat menjadi resiko kematian ibu saat dan pasca-persalinan, partus lama dapat diantisipasi dengan memberi peran psikologis salah satunya dengan adanya peran suami. Peran suami pada saat persalinan dapat menimbulkan efek positif terhadap persalinan, yaitu dapat menurunkan morbiditas, menguramgi rasa sakit, mempersingkat persalinan, dan menurunkan angka persalinan dengan operasi termasuk bedah Caesar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran suami terhadap kecemasan ibu pada proses persalinan kala Desain pada penelitian ini adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross- sectional, dengan menggunakan teknik purposive sampling diperoleh sampel sebanyak 30 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner peran suami dan kuesioner Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRS-A). Hasil penelitian yang dilakukan terhadap 30 responden didapatkan sebagian besar responden peran suami memiliki kriteria mendukung yaitu sebanyak 23 responden (76.7%), sebagian besar responden kecemasan ibu bersalin kala II kriteria ringan yaitu sebanyak 23 responden (76.7%). Analisis dengan uji Chisquare didapatkan p value 0.000< α 0.05, ada hubungan peran suami dengan dengan Kecemasan Ibu bersalin Kala II di Wilayah Kerja Campurejo Kota Kediri. Peran suami sangat penting untuk mendukung proses persalinan ibu, dengan peran suami dapat merigankan kecemasan ibu dalam proses persalinan kala II, sebaiknya ibu bersalin selalu mendapatkan peran suami saat proses persalinan
Health Education Affected the Anxiety Levels of Pregnant Women In Facing Childbirth Widyawati, Evita; Oktaviana, Friska; Sundari
Journal of Ners and Midwifery Vol 12 No 3 (2025)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v12i3.ART.p242-248

Abstract

Indonesian women within the 20-to-44-year age bracket are particularly vulnerable to experiencing depression or anxiety in the context of vaginal childbirth, with a reported risk of 10% to 25%. Of this cohort, a notable proportion, specifically 10% to 15%, may experience these psychological difficulties as complications during the delivery process, and the risk of anxiety in caesarean section patients is 15-25%. This was pre-experimental research with a One-Group Pretest and Posttest design. The sample was 40 respondents taken by a Non-Random Sampling technique; Accidental Sampling. This research was conducted October 15 - November 10 2023. The instrument used a questionnaire sheet. A Wilcoxon test was employed for data analysis, demonstrating a significant decrease in anxiety levels after an educational intervention. The mean anxiety score decreased from 2.74 before education to 1.83 afterward, yielding a p-value of 0.001 (which is less than the significance level of 0.05). These results underscore the importance of healthcare providers delivering more comprehensive education on anxiety management to pregnant women facing childbirth, with the aim of alleviating pre-delivery fear and apprehension.
Transformation Of Postpartum Mothers' Knowledge Through Infant Massage Counseling Intervention Farasari, Poppy; Widyawati, Evita; Oktaviana, Friska; Putri, Oktaviana Manda
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 1 (2026): Volume 12 No 1 Januari 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i1.22766

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan kesehatan ibu dan anak di Indonesia menunjukkan pentingnya optimalisasi tumbuh kembang bayi melalui stimulasi dini. Pijat bayi merupakan salah satu bentuk stimulasi taktil yang memberikan manfaat bagi perkembangan fisik dan psikologis bayi. Namun, fenomena di masyarakat menunjukkan masih rendahnya pengetahuan ibu nifas tentang teknik pemijatan yang benar dan aman. Pengetahuan merupakan domain fundamental dalam membentuk perilaku praktik perawatan bayi yang optimal. Keterbatasan pemahaman ibu dapat berisiko pada penerapan teknik yang tidak tepat dan berpotensi membahayakan bayi.Tujuan: Menganalisis pengaruh penyuluhan pijat bayi terhadap peningkatan pengetahuan ibu nifas di Ruang M RSUD Dr. I Tulungagung.Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Sampel dipilih secara purposive sampling sejumlah 30 ibu nifas yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi penyuluhan. Penyuluhan dilakukan selama 30 menit menggunakan media leaflet dan demonstrasi dengan boneka. Analisis data menggunakan uji paired t-test dengan tingkat signifikansi α = 0,05.Hasil: Sebelum penyuluhan, 73,3% responden memiliki pengetahuan kurang dan tidak ada yang berpengetahuan baik. Setelah penyuluhan, terjadi peningkatan signifikan dengan 26,7% responden mencapai pengetahuan baik dan 46,7% mencapai kategori cukup. Hasil uji statistik menunjukkan p-value 0,000 α 0,05 yang membuktikan adanya pengaruh signifikan penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan ibu nifas.Kesimpulan: Penyuluhan pijat bayi terbukti efektif meningkatkan pengetahuan ibu nifas secara signifikan, dengan peningkatan paling tinggi pada aspek hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemijatan bayi. Kata Kunci: Penyuluhan, Pijat Bayi, Pengetahuan, Ibu Nifas, Stimulasi Taktil ABSTRACT Background: The development of maternal and child health in Indonesia shows the importance of optimizing infant growth and development through early stimulation. Infant massage is a form of tactile stimulation that provides benefits for physical and psychological development of infants. However, phenomena in society show that postpartum mothers' knowledge about correct and safe massage techniques is still low. Knowledge is a fundamental domain in shaping optimal infant care practice behavior. Limited maternal understanding can pose risks to improper technique implementation that potentially endangers infants.Purpose: To analyze the effect of infant massage counseling on improving knowledge of postpartum mothers in M Ward of Dr. I Hospital Tulungagung.Methods: This study used descriptive analytical design with One Group Pretest-Posttest Design. Samples were selected using purposive sampling of 30 postpartum mothers who met inclusion criteria. Data collection used questionnaires to measure knowledge levels before and after counseling intervention. Counseling was conducted for 30 minutes using leaflet media and demonstration with dolls. Data analysis used paired t-test with significance level α = 0.05.Results: Before counseling, 73.3% of respondents had poor knowledge and none had good knowledge. After counseling, there was significant improvement with 26.7% of respondents achieving good knowledge and 46.7% reaching sufficient category. Statistical test results showed p-value 0.000 α 0.05 proving significant effect of counseling on improving postpartum mothers' knowledge. Conclusion: Infant massage counseling proved effective in significantly improving postpartum mothers' knowledge, with the highest improvement in aspects of considerations that must be observed in infant massage. Keywords: Counseling, Infant Massage, Knowledge, Postpartum Mothers, Tactile Stimulation