Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Optimizing Social Engagement Through Community-Based English Education: a Case Study of Beraban English Club at Nuanu Social Fund Ganang Aditiyo Prakoso; I Wayan Adi Pratama; Zevania Damayanti Iskandar
International Journal of Travel, Hospitality and Events Vol. 5 No. 1 (2026): International Journal of Travel, Hospitality and Events
Publisher : The Postgraduate School of Tourism Sahid Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56743/ijothe.v5i1.737

Abstract

This study explores the optimization of social engagement strategies through a community-based English education program Beraban English Club implemented by Nuanu Social Fund in Beraban Village, Tabanan, Bali. Utilizing a qualitative-descriptive research approach, data were collected through participatory observation, pre-test and final-test evaluation, in-depth interviews, and activity documentation involving 7 active youth participants from Karang Taruna GAPERA and key stakeholders from Nuanu Social Fund. Drawing on experiential learning theory (Kolb, 1984), the study examined how participatory and community-based learning approaches could enhance emotional involvement, peer collaboration, and contextual learning experiences. The results demonstrate that while social engagement levels remained moderate due to external factors related to local customs and responsibilities, the program achieved significant improvements in English proficiency (from 61% to 82%, representing a 34% increase) and strengthened community connections. The study identifies critical factors influencing engagement success, including participant recruitment methods, scheduling considerations relative to local cultural calendars, and the importance of personalized motivational strategies. These findings contribute to understanding how educational social events can effectively combine language skill development with sustainable community social impact. This research offers both theoretical implications for community learning models and practical recommendations for future initiatives by Nuanu Social Fund and similar social organizations seeking to enhance youth empowerment through culturally-sensitive, participatory education programs.
PEMBERDAYAAN KADER BANK SAMPAH SEBAGAI BRAND AMBASSADOR UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT DALAM PEMILAHAN SAMPAH DI DESA BENGKEL, TABANAN Nelsye Lumanauw; I Gede Dody Okta Biantara; Ganang Aditiyo Prakoso
BINA CIPTA Vol 4 No 2 (2025): BINA CIPTA
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46837/binacipta.v4i2.66

Abstract

Program Pemberdayaan Kader Bank Sampah sebagai Brand Ambassador untuk Meningkatkan Kesadaran Masyarakat dalam Pemilahan Sampah di Desa Bengkel, Tabanan dilaksanakan sebagai upaya menjawab permasalahan rendahnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah. Hanya sekitar 30% warga yang aktif mengikuti program Bank Sampah, sementara data menunjukkan bahwa dari 4.745 ton sampah masuk ke TPS3R Bestari pada tahun 2024, hanya 158,05 ton (3,33%) yang berhasil terkelola. Kegiatan pengabdian ini berfokus pada peningkatan kapasitas kader Bank Sampah melalui pelatihan public speaking, pemanfaatan media sosial, manajemen keuangan dasar, serta penerapan teknologi mobile point of sale (mPOS) dan Teba Modern. Metode yang digunakan mencakup persiapan, sosialisasi, pelatihan, penerapan inovasi, serta pendampingan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada keterampilan kader, dengan skor rata-rata pre-test dan post-test naik 25 poin pada pelatihan public speaking dan 27 poin pada pelatihan media sosial. Kader juga berhasil menghasilkan aset konten edukatif, menyusun rencana anggaran sederhana, serta menggunakan template pencatatan semi-digital. Penerapan mPOS meningkatkan transparansi pencatatan transaksi, sedangkan Teba Modern mendorong pengelolaan sampah organik di tingkat rumah tangga. Program ini tidak hanya memperkuat peran kader sebagai agen perubahan dalam kampanye pemilahan sampah, tetapi juga memberikan dampak sosial-ekonomi melalui peningkatan kapasitas, pendapatan, dan kesadaran masyarakat. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), indikator kinerja utama perguruan tinggi, serta pengembangan model pengelolaan sampah berbasis komunitas di tingkat desa.
PELATIHAN PUBLIC SPEAKING DALAM EVENT OLEH POLITEKNIK INTERNASIONAL BALI Leonardo Gunawan; Jery Christianto; Ganang Aditiyo Prakoso
BINA CIPTA Vol 4 No 2 (2025): BINA CIPTA
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46837/binacipta.v4i2.78

Abstract

Pelatihan Public speaking dalam Event yang diselenggarakan oleh Politeknik Internasional Bali (PIB) bertujuan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi publik masyarakat, khususnya dalam konteks penyelenggaraan acara. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring pada 9 Mei 2025 melalui platform Zoom, dengan melibatkan 55 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia. Metode pelatihan mencakup sesi teori, praktik, dan diskusi interaktif. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai teknik public speaking, seperti struktur pidato, vocal delivery, dan penggunaan bahasa tubuh. Survei kepuasan peserta mencatat nilai rata-rata 4,7/5,0 untuk materi dan pembawaan, serta 4,4/5,0 untuk waktu penyelenggaraan. Kegiatan ini tidak hanya mendukung pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi tetapi juga membuka peluang kerja sama berkelanjutan antara PIB dan Masyarakat.
Exclusive Cultural Event Strategies for Advancing Sustainable Tourism in Bali Ganang Aditiyo Prakoso; Yuliana Yuliana; Victor Bangun Mulia
Jurnal Pariwisata Nusantara (JUWITA) Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pariwisata Nusantara
Publisher : PROGRAM STUDI PARIWISATA SYARAH, FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/juwita.v5i1.15415

Abstract

Purpose: This research aims to analyze strategies for developing exclusive cultural events to support sustainable tourism in Bali by focusing on cultural preservation, community involvement, and quality visitor experiences rather than increasing tourist numbers alone. Method: This study uses a qualitative case study approach. Data were collected through in-depth interviews with five experts in event management and tourism. The data were then analyzed using the SWOT framework to identify strengths, weaknesses, opportunities, and threats related to the implementation of exclusive cultural events in Bali. Result: The findings show that Bali has strong advantages, such as authentic cultural heritage, a well-known destination image, and institutional support. Opportunities also come from the growing global demand for quality tourism and collaboration across sectors. However, challenges remain, including limited human resource capacity, lack of technological innovation, and the continued dominance of mass tourism trends. Contribution: This research contributes to event management and tourism studies by showing that curated, immersive, and community-based cultural events can become an effective strategy for sustainable tourism development. The findings can help policymakers, tourism stakeholders, and event organizers design tourism programs that protect culture, strengthen local communities, and improve destination sustainability.