Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PANGAN HEWANI SEBAGAI PENCEGAH STUNTING DI DESA KLEGENREJO KECAMATAN KLIRONG KABUPATEN KEBUMEN Dwi Evadewi, Fani; Rahardjo, Susilo; Sukmaningsih, Tri; Sulistyaningtyas , Sulistyaningtyas
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56681/wikuacitya.v4i1.335

Abstract

Pangan asal hewani merupakan sumber gizi yang baik bagi kesehatan tubuh. Kesadaran masyarakat akan pentingnya pangan asal hewani masih relatif rendah terutama bagi masyarakat yang memiliki tingkat perekonomian dan pendapatan dibawah rata-rata. Hal tersebut akan berdampak juga terhadap konsumsi harian rumah tangga terutama jenis makanan yang diberikan ke anak-anak. Nilai gizi yang tidak seimbang berdampak pada penurunan kemampuan belajar, penurunan konsentrasi, stunting dan yang terburuk adalah berujung pada kematian anak. Stunting dapat terjadi sebagai akibat kekurangan gizi terutama pada saat 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). HPK dimulai sejak janin dalam kandungan hingga usia dua tahun. Kabupaten Kebumen memiliki angka stunting yang relatif cukup tinggi pada tahun 2020 yaitu sebesar 15,34%. Berdasarkan hasil survei Kementerian Kesehatan Republik Indonesia angka tersebut mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2021 turun menjadi 12, 14% dan turun lagi menjadi 10,23% pada 2022 hingga di bulan Juli 2024 di angka 9,88%. Penurunan angka stunting tersebut masih perlu diupayakan lagi oleh Pemkab Kebumen bersama seluruh stakeholder, serta merupakan bukti keseriusan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) bersama pihak-pihak terkait. Melalui kegiatan sosialisasi ini masyarakat lebih memahami apa itu stunting, penyebabnya, dan cara mencegahnya melalui konsumsi pangan bergizi, termasuk pangan hewani, meningkatnya kesadaran masyarakat tentang konsumsi pangan hewani dalam pola makan keluarga, terutama untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak pada masa pertumbuhan dan berkurangnya kesalahpahaman atau mitos tentang pangan hewani, seperti anggapan bahwa pangan hewani tidak penting atau sulit diakses serta dalam jangka panjang, angka prevalensi stunting menurun karena masyarakat menerapkan pola makan bergizi dengan memperhatikan kebutuhan pangan hewani.
KAJIAN PENAMPILAN RODUKTIVITAS BROILER PADA TIPE KANDANG OPEN HOUSE DAN SEMI CLOSE HOUSE DI KABUPATEN SLEMAN, YOGYAKARTA Ripa, Ardi; Supranoto, Supranoto; Evadewi, Fani Dwi; Sukmaningsih, Tri
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 8, No 2 (2024): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v8i2.17981

Abstract

Ayam broiler merupakan jenis ayam yang dibudidayakan secara intensif untuk produksi daging, dengan populasi di Indonesia meningkat dari 2,89 miliar pada tahun 2021 menjadi 3,17 miliar pada tahun 2022. Daging broiler kaya akan protein dan memiliki harga yang ekonomis, menjadikannya sumber protein hewani yang penting. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan performa broiler pada dua sistem kandang, yaitu open house dan semi close house, di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah survei dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot tubuh (BW) dan rata-rata pertumbuhan harian (ADG) lebih tinggi pada sistem kandang open house (62,91 gr) dibandingkan dengan semi close house (59,4 gr), meskipun keduanya tidak mencapai standar perusahaan. Faktor-faktor seperti kelembaban, suhu, konsumsi pakan, manajemen kandang, dan stres akibat kepadatan kandang berpengaruh terhadap pertumbuhan ayam. Meskipun nilai Feed Conversion Ratio (FCR) dan Index Performance (IP) tidak menunjukkan perbedaan signifikan, FCR pada kandang open house lebih rendah (1,49) dibandingkan semi close house (1,53), menunjukkan efisiensi pakan yang lebih baik. Secara keseluruhan, kedua tipe kandang memenuhi standar produktivitas, namun kandang open house menunjukkan performa yang lebih baik dalam hal ADG.
Evaluasi Kualitas Internal dan Eksternal Telur Ayam Kampung yang Diawetkan dengan Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Supranoto Supranoto; Fani Dwi Evadewi; Tri Sukmaningsih; Rosanti Rosanti
JURNAL RISET RUMPUN ILMU HEWANI Vol. 4 No. 2 (2025): Oktober : JURRIH: JURNAL RISET RUMPUN ILMU HEWANI
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrih.v4i2.7720

Abstract

Free-range chicken eggs are a source of high-value animal protein but are susceptible to quality deterioration during storage. This study aimed to evaluate the effect of Averrhoa bilimbi L. leaf extract concentration and storage duration on the internal quality (Egg White Index, Egg Yolk Index, Haugh Unit, yolk color) and pH of free-range chicken eggs. An experimental method was employed using a Completely Randomized Design (CRD) with a 4 x 4 factorial pattern. The first factor was leaf extract concentration (0%, 5%, 10%, 15%), and the second factor was storage duration (7, 14, 21, and 28 days). The results showed that immersion in 5% Averrhoa bilimbi L. leaf extract significantly maintained internal egg quality compared to the control up to 14 days of storage. This treatment produced optimal values for the Egg White Index, Egg Yolk Index, Haugh Unit, and yolk color score, while also inhibiting the pH increase indicative of egg spoilage. However, an excessively high concentration (15%) resulted in physical quality degradation. It is concluded that Averrhoa bilimbi L. leaf extract has potential as an effective natural preservative for maintaining the freshness of free-range chicken eggs, with the best concentration at 5% for short- to medium-term storage.
Trends and Challenges in Sustainable Broiler Farming in Sudan Modawy Abdelgader Elbasheer Altayb; Fani Dwi Evadewi
Journal of Sustainable Livestock Vol. 1 No. 1 (2025): Journal of Sustainable Livestock
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, Wijayakusuma Purwokerto University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63859/jsl.v1i1.13

Abstract

This study on sustainable broiler farming in Sudan uses a mixed-methods approach, combining primary data from 250 farms (multistage stratified sampling) with 10 years of secondary data to analyze trends and challenges. Quantitative analysis shows the sector is dominated by small-scale farms (65%). The average flock size is 1,200 birds with a 35-day cycle, and feed accounts for 60% of costs. Temporal analysis reveals 3.2% annual production growth (reaching 150 million birds in 2023), but high market price volatility (SD 12%) and an average mortality rate of 8.5%, driven by diseases like Newcastle and avian influenza. Mortality is strongly correlated with poor biosecurity (r = 0.68). Regression models confirm that biosecurity, feed quality, and water management significantly impact mortality. Only 40% of farms meet the sustainability threshold. Qualitative interviews highlight persistent challenges: limited access to quality feed (protein), water scarcity, poor cold chain logistics, and policy gaps. Modeling confirms a 20% biosecurity improvement could reduce mortality by 2%. The study concludes that despite sector growth, significant structural challenges in resource management (feed, water), disease control, and policy must be addressed to achieve sustainability.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG TALAS BENENG (Xanthosoma undipes K.Koch) TERHADAP WARNA, RASA DAN KEKENYALAN BAKSO DAGING SAPI Fani Dwi Evadewi; Indri Handayani; Sari Tuswati; Wida Nurnaningsih
MEDIA PETERNAKAN Vol. 25 No. 2 (2023): Media Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan. Unwiku, Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63859/mp.v25i2.13

Abstract

Penelitian ini berjudul ‘‘ PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG TALAS BENENG TERHADAP WARNA, RASA DAN KEKENYALAN BAKSO DAGING SAPI ’’. Perumusan masalah yang diajukan adalah : Bagaimanakah pengaruh penambahan tepung talas beneng terhadap warna, rasa, dan kekenyalan bakso daging sapi. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung talas beneng terhadap warna, rasa, dan kekenyalan bakso daging sapi. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah, dengan empat taraf perlakuan. Berdasarkan pembahasan pada penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa (1) Perubahan warna bakso daging sapi yang diberi perlakuan penambahan tepung talas beneng dengan dosis tiga persen menghasilkan bakso yang lebih abu-abu daripada penambahan tepung talas beneng dengan dosis dua persen. (2) Perubahan rasa bakso daging sapi yang diberi perlakuan penambahan tepung talas beneng dengan dosis tiga persen menghasilkan bakso yang jauh lebih enak daripada penambahan tepung talas beneng dengan dosis dua persen. (3) Bakso daging sapi yang dengan penambahan tepung talas beneng dengan dosis nol, dua, tiga, dan lima persen menghasilkan kekenyalan bakso yang tidak berbeda nyata. Kata kunci : bakso daging sapi, kekenyalan, rasa, tepung talas beneng, warna.
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN DAN PERENDAMAN TELUR ITIKDENGAN SARI DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa Blimbi L.) TERHADAPKUALITAS INTERNAL TELUR Fauzi, Aliefnur; Herijanto, Soegeng; Evadewi, Fani Dwi
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 3 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan telur itik dalam sari daun belimbing wuluh terhadap indeks putih telur (IPT), indeks kuning telur (IKT) dan bobot susut. Penelitian ini dilaksankan mulai tanggal 8 Mei – 8 Juni 2025, di laboratorium Fakultas Peternakan Universitas Wijayakusuma Purwokerto. Materi penelitian yang digunakan adalah 72 butir telur itik, 2.025 ml sari daun belimbing wuluh dan air. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dua factorial dengan dasar rancangan acak lengkap (RAL). Factor A sebagai perlakuan atau dosis sari P0 (tanpa perendaman), P1 (dosis sari 15% + perendaman 24jam), P2 (dosis sari 15% + perendaman 48jam), P3 (dosis sari 15% + perendaman 72jam), dan Faktor B sebagai lama penyimpanan yaitu LP1 (lama penyimpanan 10 hari), LP2 (lama penyimpanan 20 hari), LP3 (lama penyimpanan 30 hari) dengan masing- masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah indeks putih telur (IPT), indeks kuning telur (IKT) dan bobot susut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama waktu penyimpanan telur itik setelah direndam dengan sari daun belimbing wuluh selama 30 hari meningkatkan bobot susut (P<0,05); menurunkan kualitas indeks putih telur (P<0,05) dan menurunkan indeks kuning telur (P<0,05). Disarankan untuk menggunakan bahan lain selain sari daun belimbing wuluh karena sari daun belimbing wuluh tidak mampu mempertahankan kualitas telur ditinjau dari bobot susut, indeks putih telur (IPT) dan indeks kuning telur (IKT).