Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

KAJIAN PENAMPILAN RODUKTIVITAS BROILER PADA TIPE KANDANG OPEN HOUSE DAN SEMI CLOSE HOUSE DI KABUPATEN SLEMAN, YOGYAKARTA Ripa, Ardi; Supranoto, Supranoto; Evadewi, Fani Dwi; Sukmaningsih, Tri
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 8, No 2 (2024): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v8i2.17981

Abstract

Ayam broiler merupakan jenis ayam yang dibudidayakan secara intensif untuk produksi daging, dengan populasi di Indonesia meningkat dari 2,89 miliar pada tahun 2021 menjadi 3,17 miliar pada tahun 2022. Daging broiler kaya akan protein dan memiliki harga yang ekonomis, menjadikannya sumber protein hewani yang penting. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan performa broiler pada dua sistem kandang, yaitu open house dan semi close house, di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah survei dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot tubuh (BW) dan rata-rata pertumbuhan harian (ADG) lebih tinggi pada sistem kandang open house (62,91 gr) dibandingkan dengan semi close house (59,4 gr), meskipun keduanya tidak mencapai standar perusahaan. Faktor-faktor seperti kelembaban, suhu, konsumsi pakan, manajemen kandang, dan stres akibat kepadatan kandang berpengaruh terhadap pertumbuhan ayam. Meskipun nilai Feed Conversion Ratio (FCR) dan Index Performance (IP) tidak menunjukkan perbedaan signifikan, FCR pada kandang open house lebih rendah (1,49) dibandingkan semi close house (1,53), menunjukkan efisiensi pakan yang lebih baik. Secara keseluruhan, kedua tipe kandang memenuhi standar produktivitas, namun kandang open house menunjukkan performa yang lebih baik dalam hal ADG.
Evaluasi Kualitas Internal dan Eksternal Telur Ayam Kampung yang Diawetkan dengan Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Supranoto Supranoto; Fani Dwi Evadewi; Tri Sukmaningsih; Rosanti Rosanti
JURNAL RISET RUMPUN ILMU HEWANI Vol. 4 No. 2 (2025): Oktober : JURRIH: JURNAL RISET RUMPUN ILMU HEWANI
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrih.v4i2.7720

Abstract

Free-range chicken eggs are a source of high-value animal protein but are susceptible to quality deterioration during storage. This study aimed to evaluate the effect of Averrhoa bilimbi L. leaf extract concentration and storage duration on the internal quality (Egg White Index, Egg Yolk Index, Haugh Unit, yolk color) and pH of free-range chicken eggs. An experimental method was employed using a Completely Randomized Design (CRD) with a 4 x 4 factorial pattern. The first factor was leaf extract concentration (0%, 5%, 10%, 15%), and the second factor was storage duration (7, 14, 21, and 28 days). The results showed that immersion in 5% Averrhoa bilimbi L. leaf extract significantly maintained internal egg quality compared to the control up to 14 days of storage. This treatment produced optimal values for the Egg White Index, Egg Yolk Index, Haugh Unit, and yolk color score, while also inhibiting the pH increase indicative of egg spoilage. However, an excessively high concentration (15%) resulted in physical quality degradation. It is concluded that Averrhoa bilimbi L. leaf extract has potential as an effective natural preservative for maintaining the freshness of free-range chicken eggs, with the best concentration at 5% for short- to medium-term storage.
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN DAN PERENDAMAN TELUR ITIKDENGAN SARI DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa Blimbi L.) TERHADAPKUALITAS INTERNAL TELUR Fauzi, Aliefnur; Herijanto, Soegeng; Evadewi, Fani Dwi
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 3 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan telur itik dalam sari daun belimbing wuluh terhadap indeks putih telur (IPT), indeks kuning telur (IKT) dan bobot susut. Penelitian ini dilaksankan mulai tanggal 8 Mei – 8 Juni 2025, di laboratorium Fakultas Peternakan Universitas Wijayakusuma Purwokerto. Materi penelitian yang digunakan adalah 72 butir telur itik, 2.025 ml sari daun belimbing wuluh dan air. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dua factorial dengan dasar rancangan acak lengkap (RAL). Factor A sebagai perlakuan atau dosis sari P0 (tanpa perendaman), P1 (dosis sari 15% + perendaman 24jam), P2 (dosis sari 15% + perendaman 48jam), P3 (dosis sari 15% + perendaman 72jam), dan Faktor B sebagai lama penyimpanan yaitu LP1 (lama penyimpanan 10 hari), LP2 (lama penyimpanan 20 hari), LP3 (lama penyimpanan 30 hari) dengan masing- masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah indeks putih telur (IPT), indeks kuning telur (IKT) dan bobot susut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama waktu penyimpanan telur itik setelah direndam dengan sari daun belimbing wuluh selama 30 hari meningkatkan bobot susut (P<0,05); menurunkan kualitas indeks putih telur (P<0,05) dan menurunkan indeks kuning telur (P<0,05). Disarankan untuk menggunakan bahan lain selain sari daun belimbing wuluh karena sari daun belimbing wuluh tidak mampu mempertahankan kualitas telur ditinjau dari bobot susut, indeks putih telur (IPT) dan indeks kuning telur (IKT).