Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Analisis Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Pajanan Sulfur Dioksida (SO2) Pada Pekerja Ternak Ayam Petelur Di Kecamatan Bacukiki Kota Parepare Sari, Andi Winda; Amir, Rahmi; Muin, Herlina
J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol. 4 No. 2 (2021): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology)
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/htc.v4i2.4177

Abstract

Abstract: Analysis Of Environmental Health Risk Exposure Of Sulfur Dioxide (So2) In Layer Livestock Workers In Bacukiki District, Parepare City One of the chemicals found in chicken farms is SO2 gas which is colorless and has a sharp smell. The purpose of this study was to determine the risk analysis of environmental health of exposure to Sulfur Dioxide (SO2) in laying hens in the Bacukiki sub-district, Parepare City. The farm has 15,000 chickens and has been established since 1999 with 8 livestock workers. This research is a quantitative research in analytical form using the ARKL method and was carried out from June to July 2021 with a total sample of 8 people. Based on the sample, it was found that the maximum amount of SO2 in this farm was 0.2mg/m3 while the minimum amount was 0.1mg/m3. With an average amount of 0.1mg/m3. The RfC value obtained is 0.00620mg/kg/day, which means it is still within the safe quality standard value. Value of Intake Life Time and Real Time Also still meet the safe requirements. After calculating the Life Time and Real Time RQ, it is found that the Life Time RQ <1 calculation means it is risky so Risk Management needs to be done. The conclusion in this study is that in the Real Time calculation, all respondents are not at risk of having health problems due to SO2 exposure, while in the Life Time calculation it is found that RQ <1 which means all respondents are at risk of having health problems due to SO2 exposure. For Laying Chicken Livestock Workers, it is expected that they will be more concerned about health and special attention from the Environment Service and the Parepare City Health Office. Keywords: ARKL, SO2 exposure, laying hens Abstrak: Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Pajanan Sulfur Dioksida (So2) Pada Pekerja Ternak Ayam Petelur Di Kecamatan Bacukiki Kota Parepare. Salah satu bahan kimia yang ada di peternakan ayam adalah gas SO2 yang memiliki karakteristik tidak berwarna dan berbau tajam. Tujuan pada penelitian kali ini untuk mengetahui analisis risiko Kesehatan lingkungan pajanan Sulfur Dioksida (SO2) pada pekerja ternak ayam petelur yang berada di kecamatan bacukiki Kota Parepare. Peternakan tersebut memiliki ayam sebanyak 15.000 ekor dan telah berdiri sejak tahun 1999 dengan jumlah pekerja ternak sebanyak 8 orang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dalam bentuk analitik dengan menggunakan metode ARKL dan dilaksanakan dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan Juli tahun 2021 dengan jumlah sampel sebanyak 8 orang. Berdasarkan sampel yang ditemukan jumlah maksimal SO2 pada peternakan ini adalah 0,2mg/m3 sedangkan jumlah minimal adalah 0,1mg/m3. Dengan jumlah rata rata 0,1mg/m3. Adapun nilai RfC yang didapat yaitu sebesar 0,00620mg/kg/hari yang berarti masih dalam nilai baku mutu yang aman. Nilai Intake Life Time dan Real Time Juga masih memenuhi syarat aman. Setelah dilakukan perhitungan RQ Life Time dan Real Time di temukan pada perhitungan Life Time RQ <1 yang berarti berisiko sehingga perlu di lakukan Manajemen Risiko. Kesimpulan pada penelitian ini adalah pada perhitungan Real Time seluruh responden tidak berisiko memiliki gangguan kesehatan akibat pajanan SO2 sedangkan pada perhitungan Life Time di temukan RQ <1 yang berarti seluruh responden berisiko memiliki gangguan Kesehatan akibat pajanan SO2. Bagi Pekerja Ternak Ayam Petelur diharapkan agar lebih peduli terhadap kesahatan serta adanya perhatian khusus dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan Kota Parepare. Kata Kunci : ARKL, Pajanan SO2, Peternakan ayam petelur
Gambaran Gambaran Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Selama Pandemi Covid-19 Di Kelurahan Pangkajene Kecamatan Maritengngae Kabupaten Sidenreng Rappang Saleh, Akmal; Amir, Rahmi; Muin, Herlina
J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol. 4 No. 2 (2021): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology)
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/htc.v4i2.4188

Abstract

Abstract : Overview of Household Waste Management During the Covid-19 Pandemic in Pangkajene Village, Maritengngae District, Sidenreng Rappang Regency. Garbage is the remaining use of the benefits used by human needs. Human growth, which increases every year, cannot be separated from the largest contributor of waste in various regions. The purpose of this study is to find out the source of household waste, an overview of household waste management and the role of the government in handling household waste in Pangkajene Village, Maritengngae District, Sidenreng Rappang Regency. This research is a descriptive qualitative research, and uses an observational method which is carried out in the working area of ​​the Pangkajene Sidrap sub-district using an interview guide instrument. This study used 9 different informants. In this study, the sources of waste came from the daily activities of housewives and online shopping for teenagers, waste management was good using the 3R principles (reuse, reduce, and recycle), and the role of the government was also very good by distributing trash cans, providing officers and waste transport vehicles, TPS3R waste management sites, and provide TPS and TPA. Sources of waste come from the daily activities of housewives, waste management with the 3R principles (reuse, reduce, and recycle), and the government's role has been running as it should. The government must often conduct training so that the community's knowledge is more and more in managing household waste. Keywords: Waste, reuse, reduce, and recycle, government Abstrak : Gambaran Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Selama Pandemi Covid-19 Di Kelurahan Pangkajene Kecamatan Maritengngae Kabupaten Sidenreng Rappang. Sampah merupakan sisa pakai dari kemanfaatan yang digunakan oleh kebutuhan manusia. Pertumbuhan manusia yang setiap tahun bertambah, tidak lepas dari penyumbang sampah terbesar di berbagai daerah. Tujuan penelitian ini ntuk mengetahui sumber sampah rumah tangga, gambaran pengelolaan sampah rumah tangga dan peran pemerintah dalam penanganan sampah rumah tangga di Kelurahan Pangkajene Kecamatan Maritengngae Kabupaten Sidenreng Rappang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, dan menggunakan metode observasional yang dilaksanakan di cakupan wilayah kerja kelurahan Pangkajene Sidrap menggunakan instrumen panduan wawancara. Penelitian ini menggunakan 9 informan yang berbeda. Dalam penelitian ini diperoleh sumber sampah berasal dari kegiatan sehari-hari ibu rumah tangga dan belanja online pada remaja, pengelolaan sampah sudah baik dengan menggunakan prinsip 3R (reuse, reduce, dan recycle), dan peran pemerintah juga sangat baik dengan membagikan tong sampah, menyediakan petugas dan kendaraan pengangkut sampah, tempat pengelolaan sampah TPS3R, dan menyediakan TPS dan TPA. Sumber sampah berasal dari kegiatan sehari-hari ibu rumah tangga, pengelolaan sampah dengan prinsip 3R (reuse, reduce, dan recycle), dan peran pemerintah sudah berjalan sebagaimana mestinya. Pemerintah harus sering melakukan pelatihan agar pengetahuan masyarakat semakin banyak dalam mengelola sampah rumah tangga. Kata kunci : Sampah, reuse, reduce, recycle, pemerintah
Faktor Risiko Kejadian Kecelakaan Lalu Lintas di SMA Negeri 2 Kabupaten Sidrap Hafid, Reza Ratna Sari; Hengky, Henni Kumaladewi; Arfan, Arfianty; Muin, Herlina
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 17, No 2 (2022): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v17i2.2959

Abstract

Kecelakaan lalu lintas menjadi penyebab utama kematian dan cedera dan masalah kesehatan masyarakat yang berkembang di seluruh dunia, menyebabkan lebih dari 1,2 juta kematian di seluruh dunia setiap tahun. Dengan kemajuan modernisasi dan meningkatnya kepadatan sistem transportasi, jumlah kecelakaan l alu lintas meningkat, terutama di kalangan siswa sekolah menengah atas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kecelakaan lalu lintas pada siswa SMAN 2 Kabupaten Sidrap Tahun 2022. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Juni 2022 di SMA Negeri 2 Kabupaten Sidrap. Metode yang digunakan adalah metode analitik dengan pendekatan kuantitatif  desain cross sectional. Besar sampel adalah 91 siswa dan metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat (uji chi-square). Hasil penelitian ini, faktor yang berhubungan dengan kejadian kecelakaan lalu lintas pada siswa SMAN 2 Sidrap adalah perilaku berkendara (p=0,000) dan kondisi hujan (p=0,000). Sedangkan faktor yang tidak ada hubungan dengan kejadian kecelakaan pada siswa SMAN 2 Sidrap adalah pengetahuan (p=0,619), kelelahan (p=0,264), dan kondisi kendaraan (p=0,374). Disarankan kepada pelajar untuk memaksimalkan perilaku berkendara yang aman dengan membaca, menghadiri seminar, dan pelatihan.
Tingkat Kepuasan Pekerja Terhadap Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan di SPBE PT. Pinrang Gas Pratama Kab. Pinrang Sundary, Alya Oktavia; Usman, Usman; Nurlinda, Nurlinda; Muin, Herlina; Majid, Makhrajani
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v8i1.3280

Abstract

BPJS Ketenagakerjaan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai penyelenggara jaminansosial sangat erat kaitannya dengan para pekerja maupun pihak pemberi kerja ataupun korporasi, halini terlihat dalam hubungan yang berkaitan dengan pembayaran premi yang nantinya akan dibayarkanpihak korporasi untuk menjamin pekerjanya agar mendapatkan program jaminan sosial yangdiselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanatingkat kepuasan pekerja SPBE PT. Pinrang Gas Pratama terhadap pelayanan BPJS Ketenagakerjaandilihat dari kehandalan (reliability), jaminan (assurance), bukti fisik (tangibles), empati (emphaty) dandaya tanggap (responsiveness). Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatandeskriptif, dengan jumlah informan sebanyak 10 orang. Berdasarkan hasil penelitian dapatdisimpulkan bahwa kelima indikator terhadap kepuasan pekerja di SPBE PT. Pinrang Gas Pratamasudah cukup baik, namun masih ada beberapa indikator yang perlu ditingkatkan seperti halnya:kesopanan petugas dalam melayani pasien, meningkatkan fasilitas serta peralatan yang belum lengkap,dan cepat tanggap dalam menangani pasien agar tercipta sebuah kepuasan pasien yang menjadikepuasan pekerja dalam menggunakan BPJS Ketenagakerjaan. Saran dari penelitian ini yaitu penelitimenyarankan agar perlu adanya kegiatan sosialisasi oleh pihak BPJS Ketenagakerjaan terhadapnasabahnya agar peserta yang minim informasi bisa menikmati layanan BPJS Ketenagakerjaan tanpaadanya kendala
Pengaruh Kompetensi Dan Kompensasi Terhadap Kinerja Perawat Ruang Rawat Inap RS. Dr. Hasri Ainun Habibie Kota Parepare wulandari, Ade Erwini; Usman, Usman; Wahyuni Sari, Rasidah; Majid, Makhrajani; Muin, Herlina
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v8i1.3291

Abstract

Dalam suatu Rumah Sakit salah satu roda pelayanan kinerja perawat yang selalu dapat diandalakan dan menjadi tolak punggung dalam asuhan keperawatan, oleh sebab itu perawat yang bekerja di Rumah Sakit tentunya harus memiliki kompetensi yang sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Agar dapat berjalan selaras dan seimbang antara hak dan kewajiban maka akan dengan mudah terbentuknya system kinerja yang efektif dan efisien. Oleh sebab itu selain kompetensi perawat, Rumah Sakit juga perlu memperhatikan kompensasi atau timbal balik yang dapat diberikan kepada perawat sebagai motivasi untuk meningkatkan kinerjanya. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui Adakah pengaruh kompotensi dan kompensasi pada kinerja perawat di Rs DR. Hasri Ainun Habibie Kota Parepare. Desain Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional study. Subyek dalam penelitian ini adalah Perwat di ruang rawat inap kelas 2 dan 3 Rs DR. Hasri Ainin Habibie Kota Parepare. Dengan jumblah sampel sebanyak 30 orang perawat. Instrumen penelitian yang akan digunakan pada saat meneliti adalah memberikan kuesioner sebagai metode untuk mendapatkan responden. Analisis data digunakan secara Univariat dan Bivariat dengan uji Chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh antara kompetensi pada kinerja perawat Dan tidak ada pengaruh antara kompensasi pada kinerja perawat. Ada hubungan yang signifikan terhadap kompetensi pada kinerja perawat di Ruang Rawat inap RS DR. Hasri Ainun Habibie Kota Parepare dengan nilai P sebesar 0.033
Inovasi Eskrim Daun Kelor Upaya Pencegahan Stunting Desa Bunga, Kabupaten Pinrang Muin, Herlina; Sukardi, Nur Afifah; Irham, Irham; Yusuf, Williana; Rifkikah, Nur; Renita, Cindy; S, Nur Safira Zalzabila; Sena, Sena
NuCSJo : Nusantara Community Service Journal Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/0dqxdp41

Abstract

Pemerintah Indonesia saat ini secara aktif mengatasi masalah utama kekurangan gizi di masyarakat, khususnya stunting pada bayi, anemia pada ibu hamil, dan kekurangan energi kronis. Stunting adalah ketidakmampuan anak kecil untuk tumbuh akibat kekurangan gizi kronis. Pemicu utama gizi buruk adalah asupan makanan yang tidak mencukupi. Faktor utama ini biasanya disebabkan oleh permasalahan kemiskinan. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk 1) mengedukasi masyarakat tentang nilai manfaat daun kelor yang dikemas dalam bentuk Eskrim daun kelor untuk meningkatkan asupan gizi anak usia dini; 2) Mengedukasi masyarakat tentang inovasi daun kelor. 3) Untuk memahami nilai ekonomi olahan daun kelor dan mendorong masyarakat membudidayakan pohon kelor untuk memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari keluarganya. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan sosialisasi dan pembuatan untuk pemanfaatan daun kelor. Daun kelor dapat diolah menjadi Eskrim sehingga dapat menurunkan angka stunting di masyarakat. Pengabdian ini diawali dengan pemberian materi tentang stunting dan pemanfaatan daun kelor dalam berbagai olahan makanan. Melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Bunga semakin teredukasi tentang berbagai nilai positif daun kelor yang terdapat di lingkungannya. Sosialisasi pemanfaatan olahan daun kelor untuk menurunkan prevalensi stunting di Desa Bunga.
Konsep Literasi Lingkungan Pada Penambang Pasir Dalam Mewujudkan Sustainability Environmentdiindonesia: Literature Review Amir, Rahmi; Sari, Rasidah Wahyuni; Nurlinda; Muin, Herlina; Dwiyanti, Novita
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 23 No 2 (2023): Jurnal Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulo.v23i2.302

Abstract

Eksploitasi sumber daya alam akan menyebabkan perubahan kualitas lingkungan dengan tolak ukur atau ambang batas tertentu, pemanfaatan sumber daya alam lokal harus menghasilkan produksi untuk kemakmuran daerah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji konsep literasi pada penambang pasir dalam menjaga ketahanan lingkungan. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Hasil penelitian dari 9 artikel terkait ada 4 artikel yang membahas tentang konsep literasi lingkungan pada penambang pasir, serta 5 artikel lainnya membahas tentang kelestarian lingkunagn/ketahanan lingkungan. Pendidikan literasi lingkungan memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman dan tindakan yang berkelanjutan terhadap lingkungan bagi pelajar dan pekerja tambang pasir, termasuk kesadaran terhadap praktik-praktik yang bertanggung jawab dan penyesuaian terhadap regulasi lingkungan. Untuk mencapai keberlanjutan lingkungan di Indonesia, diperlukan langkah-langkah seperti penggunaan sumber daya terbarukan, perlindungan terhadap habitat alami, efisiensi energi dan sumber daya, pencegahan pencemaran, partisipasi masyarakat, dan kolaborasi antara berbagai pihak untuk menerapkan praktik penambangan yang berkelanjutan. Kata kunci : literasi lingkungan, tambang pasir, ketahanan lingkungan
Studi Ketimpangan Akses Pelayanan Kesehatan Peserta BPJS di Pedesaan dan Perkotaan Naser, Alhairina; Haniarti, Haniarti; Wahyuni Sari, Rasidah; Muin, Herlina; Nurlinda, Nurlinda
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i1.4006

Abstract

The disparity in access to health services between rural and urban areas is a challenge in the implementation of the National Health Insurance (JKN) program by BPJS Kesehatan. This study aims to determine the relationship between geographic, socioeconomic, and government policy factors on access to BPJS services in Curio District, Enrekang Regency. The study used a quantitative-descriptive approach with an accidental sampling technique on 88 respondents (44 rural and 44 urban). The results of the chi-square test showed that there was no significant relationship between geographic factors (p = 0.658) and government policies (p = 0.658) with access to BPJS services. However, there was a significant relationship between socioeconomic factors (education, occupation, income) and access to BPJS services (p = 0.03). The conclusion of this study is that inequality in access is more influenced by socioeconomic factors than geography and policies. Therefore, it is recommended that the government strengthen health literacy, build health infrastructure in rural areas, and increase the effectiveness of BPJS policy dissemination evenly. Efforts to equalize services need to be focused on strengthening economic capacity and educating the public to optimize the use of BPJS services in a fair manner
Faktor yang Memengaruhi Pasien Rawat Inap Pulang Atas Permintaan Sendiri di Puskesmas Teppo Nurfaiqa, Nurfaiqa; Usman, Usman; Nurlinda , Nurlinda; Muin, Herlina; Rusman , Ayu Dwi Putri
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i1.4014

Abstract

Discharge Against Medical Advice (DAMA) is a phenomenon where inpatients terminate their treatment before being medically declared recovered, which can increase the risk of complications and affect the quality of healthcare services. This study aims to analyze the factors causing inpatients to perform DAMA at Teppo Public Health Center, Pinrang Regency. This research employed a qualitative method with a phenomenological approach, involving eight DAMA patients, one nurse, and the head of the health center as informants, using in-depth interviews and observations for data collection. The data ware analyzed using MAXQDA software through coding and thematic analysis. The results revealed four main factors influencing patients to perform DAMA: patients' subjective perception of feeling better despite medically requiring further treatment, family support encouraging patients to go home due to economic reasons, home comfort, and trust in traditional medicine, psychological factors such as boredom, anxiety, restlessness, discomfort, and feelings of awkwardness during hospitalization, and socio-cultural factors including the belief that traditional medicine is more effective and the cultural preference for home-based recovery. This study recommends the need for patient and family education regarding the risks of DAMA, the enhancement of effective communication, and culturally responsive healthcare services to reduce the DAMA rate at Teppo Public Health Center.
Penerapan Kebijakan Kamar Rawat Inap Standar Di Rumah Sakit Di Kota Parepare Budiawan, Rainer Schumacher Rafael; Yusuf, Syarifuddin; Majid, Makharajani; Usman, Usman; Muin, Herlina
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i1.4017

Abstract

Equitable and high-quality healthcare is a fundamental right that must be fulfilled for all citizens. In an effort to reform the inpatient care system, which has long been considered unjust, the Indonesian government through BPJS Kesehatan has established the Standard Inpatient Class (KRIS) policy. This policy aims to equalize the standards of inpatient rooms in all hospitals regardless of the participant's economic status. This study aims to evaluate the readiness of hospitals in Parepare City in implementing the KRIS policy. The research uses a qualitative approach with observation techniques and in-depth interviews involving 12 informants from three hospitals: RS. Andi Makkasau, RS. dr. Hasri Ainun Habibie, and RS. Fatima. The aspects analyzed include facilities and infrastructure, management, human resources, and funding. The findings show that all hospitals have allocated 40–45% of beds to support KRIS and formed dedicated implementation teams. However, fulfillment of the 12 KRIS criteria still faces several challenges, especially regarding oxygen outlets and the nurse call system. The study concludes that despite technical and resource challenges, hospitals in Parepare City are generally ready to implement KRIS ahead of the national deadline in June 2025. Hospitals are advised to conduct in-depth analysis on unmet criteria, strengthen KRIS teams through training, broaden policy socialization, and optimize budgeting and time management strategies.