Kholidin, Afif
Sekolah Tinggi Agama Islam Islamic Centre Demak

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Manajemen Pembelajaran pada Mata Pelajaran PAI untuk Anak Autis di Tingkat Sekolah Dasar Kholidin, Afif; Mas'ad, Mas'ad
QUALITY Vol 9, No 1 (2021): QUALITY
Publisher : Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/quality.v9i1.9014

Abstract

AbstractThis research aim know the management of PAI learning for autistic children in SDLB Sunan Kudus. This type of research is a qualitative descriptive research. The data collection techniques apply observation, interview, and documentation. From the data obtained, analysed by using the triangulation method. The findings of this research are the management applying of PAI learning for autistic children that showed by planning which prepared everyday and in accordance with the preparing procedure of PPI. The next, organizing of planning that has been prepared by providing resources who complement autistic children’s needs and adapting to their conditions. And than, organize the existing resources into PAI learning by importing simplified material and adapted to the conditions of autistic children in their daily lives. The evaluation of PAI learning is use the process evaluation and products evaluation during the learning is going on continuously with giving descriptive notes value.AbstrakPenelitian bertujuan untuk mengetahui manajemen pembelajaran PAI pada anak autis di SDLB Sunan Kudus. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang diterapkan adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari data yang diperoleh kemudian dilakukan analisis dengan metode triangulasi. Adapun temuan penelitian ini adalah manajemen yang diterapkan dalam pembelajaran PAI pada anak autis ditunjukkan dengan perencanaan yang disusun setiap hari dan sesuai dengan prosedur penyusunan PPI. Perencanaan yang sudah disusun selanjutnya dilakukan pengorganisasian dengan menyediakan sumber daya yang memenuhi kebutuhan dan sesuai dengan kondisi mereka. Dari sumber daya yang ada diorganisasikan ke dalam pembelajaran PAI dengan cara memasukkan materi PAI yang sudah disederhanakan dan disesuaikan dengan kondisi anak-anak autis ke dalam kegiatan sehari-hari. Evaluasi pembelajaran PAI dilakukan dengan cara evaluasi proses dan evaluasi produk selama pembelajaran berlangsung secara terus-menerus dengan memberikan nilai dalam bentuk catatan deskriptif.
Manajemen Pembelajaran pada Mata Pelajaran PAI untuk Anak Autis di Tingkat Sekolah Dasar Afif Kholidin; Mas'ad Mas'ad
QUALITY Vol 9, No 1 (2021): QUALITY
Publisher : Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/quality.v9i1.9014

Abstract

AbstractThis research aim know the management of PAI learning for autistic children in SDLB Sunan Kudus. This type of research is a qualitative descriptive research. The data collection techniques apply observation, interview, and documentation. From the data obtained, analysed by using the triangulation method. The findings of this research are the management applying of PAI learning for autistic children that showed by planning which prepared everyday and in accordance with the preparing procedure of PPI. The next, organizing of planning that has been prepared by providing resources who complement autistic children’s needs and adapting to their conditions. And than, organize the existing resources into PAI learning by importing simplified material and adapted to the conditions of autistic children in their daily lives. The evaluation of PAI learning is use the process evaluation and products evaluation during the learning is going on continuously with giving descriptive notes value.AbstrakPenelitian bertujuan untuk mengetahui manajemen pembelajaran PAI pada anak autis di SDLB Sunan Kudus. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang diterapkan adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari data yang diperoleh kemudian dilakukan analisis dengan metode triangulasi. Adapun temuan penelitian ini adalah manajemen yang diterapkan dalam pembelajaran PAI pada anak autis ditunjukkan dengan perencanaan yang disusun setiap hari dan sesuai dengan prosedur penyusunan PPI. Perencanaan yang sudah disusun selanjutnya dilakukan pengorganisasian dengan menyediakan sumber daya yang memenuhi kebutuhan dan sesuai dengan kondisi mereka. Dari sumber daya yang ada diorganisasikan ke dalam pembelajaran PAI dengan cara memasukkan materi PAI yang sudah disederhanakan dan disesuaikan dengan kondisi anak-anak autis ke dalam kegiatan sehari-hari. Evaluasi pembelajaran PAI dilakukan dengan cara evaluasi proses dan evaluasi produk selama pembelajaran berlangsung secara terus-menerus dengan memberikan nilai dalam bentuk catatan deskriptif.
From Majelis Taklim to Majelis Selawat: Tracing the Cultural Transformation of Islamic Preaching in Java Kholidin, Afif; Supriyadi, Supriyadi; Mu'min, Ma'mun; Kodriyah, Ida Nur Lailatul
Indonesian Journal of Islamic Religion and Culture Vol. 1 No. 2 (2024): Edisi II, Desember 2024
Publisher : Institut Agama Islam Al-Fatimah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cultural evolution has occurred in various aspects of community life, including religious practices. In Indonesia, religious study groups (majlīs taʻlīm) and prayer groups (majlīs ṣalāwāt) are two forms of religious activities that play an important role in the spiritual development of Muslims. However, recently, prayer groups (majlīs ṣalāwāt) have become more popular than religious study groups (majlīs taʻlīm). This study aims to examine the cultural evolution in the religious practices of the Muslim community in Indonesia, focusing particularly on the transition from religious study groups to prayer groups. The study was conducted using a literature review method, collecting data from various relevant sources. The results show that this shift is influenced by several factors, including the appeal and interactivity of prayer group activities, their emotional impact, ease of understanding, and the strengthening of the communities involved. Furthermore, technological advancements and new media have accelerated the spread and popularity of prayer groups, particularly among the younger generation. The impact of this evolution includes changes in the function and tone of religious studies, the integration of music into spiritual activities, and the emergence of new forms of cultural expression that blend tradition and modernity. This study provides insight into how social and cultural changes shape religious practices and the spiritual identity of Muslims in Indonesia
Transformasi Pemikiran Pendidikan Islam di Indonesia dan Kontribusinya terhadap Sistem Pendidikan Nasional Kholidin, Afif; Masturin; Kodriyah, Ida
Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 3 (2025): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjpi.v2i3.1543

Abstract

Artikel ini membahas dinamika transformasi pemikiran pendidikan Islam di Indonesia sejak era Orde Lama, Orde Baru, hingga era Reformasi, serta kontribusinya terhadap sistem pendidikan nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi historis dan kepustakaan untuk menelusuri perkembangan konseptual, kelembagaan, dan kebijakan pendidikan Islam di berbagai periode sejarah. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemikiran pendidikan Islam mengalami perkembangan signifikan dari pendekatan tradisional berbasis pesantren menuju model yang lebih modern, inklusif, dan interdisipliner. Tokoh-tokoh seperti KH. Hasyim Asy’ari, KH. Ahmad Dahlan, Harun Nasution, dan Azyumardi Azra turut memberi kontribusi penting dalam merumuskan paradigma pendidikan Islam yang relevan dengan tantangan zaman. Kontribusi pendidikan Islam terhadap sistem pendidikan nasional tercermin dalam integrasi kurikulum, penguatan karakter keislaman, serta pembentukan lembaga pendidikan tinggi Islam. Meskipun demikian, tantangan seperti dikotomi ilmu, kesenjangan kualitas, dan kebutuhan pembaruan pedagogi masih menjadi isu yang harus diatasi. Artikel ini merekomendasikan perlunya pengembangan pendidikan Islam yang berkelanjutan dan kontekstual untuk memperkuat sistem pendidikan nasional yang berdaya saing dan berakar pada nilai-nilai keislaman.