Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Kajen

Analisis Kadar Kafein Pada Produk Bubuk Kopi Murni Yang Dihasilkan Di Kabupaten Pekalongan Menggunakan Metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC) Alfa Izzatina Rahmawati; Wirasti; Herni Rejeki
E-Jurnal Kajen Vol 5 No 01 (2021): Kajen:Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan Vol. 5 No. 1
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv5i01.6

Abstract

Kafein termasuk salah satu jenis alkaloid golongan metil xantin yang terdapat dalam kopi. Efek kafein timbul akibat adanya stimulasi pada sistem syaraf pusat. Efek samping lain bila kafein dikonsumsi secara berlebihan adalah menyebabkan rasa gugup, gelisah, tremor, insomnia, hipertensi, mual serta kejang. Berdasarkan FDA (Food and Drug Administration), dosis kafein yang diizinkan adalah 100-200 mg/hari. Sedangkan menurut SNI 01-7152-2006, batas maksimal dosis kafein pada makanan dan minuman ialah 150 mg/hari atau 50 mg/sajian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar kafein dalam produk bubuk kopi murni yang dihasilkan di Kabupaten Pekalongan dengan menggunakan metode HPLC. Metode HPLC yang digunakan adalah HPLC fase terbalik dengan fase diam oktadesil silika C18 dan fase gerak dari campuran pelarut aquabidestilata dan metanol (50:50). Kecepatan alir yang digunakan adalah 2,0 mL/menit dengan volume injeksi 20 µL pada detektor UV 274 nm. Jumlah sampel yang dianalisis adalah 13 produk bubuk kopi murni. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa kadar kafein dalam 13 produk bubuk kopi murni yang dihasilkan di Kabupaten Pekalongan yang dianalisis telah memenuhi syarat SNI 01-7152-2006.
Manajemen Logistik Obat di Instalai Farmasi Rumah Sakit berdasarkan Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit Tahun 2019 Dewi Herdina Puspasari; Yulian Wahyu Permadi; Wirasti
E-Jurnal Kajen Vol 5 No 02 (2021): Kajen:Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan Vol. 5 No. 2
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv5i02.5

Abstract

Pelayanan Kefarmasian merupakan salah satu kegiatan yang ada di Rumah Sakit salah satunya yaitu kegiatan bersifat manajerial seperti pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai serta kegiatan pelayanan farmasi klinik. Manajemen logistik obat digunakan agar tidak terjadi kekosongan obat akibat dari manajemen yang kurang tepat dari Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit tahun 2019. Metode pengolahan data yaitu dengan membandingkan informasi akhir data yang diperoleh dengan Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit Tahun 2019 bertempat di 4 Rumah Sakit se-Kabupaten Pemalang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kesesuaian manajemen logistik obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit dengan peraturan yang telah dibuat. Diperoleh hasil penelitian dengan pengelolaan manajemen logistik terlihat sudah sesuai namun pada proses penyimpanan masih terdapat kurangnya sarana dan prasarana yang belum memadai dalam pelaksanaanya.