Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pemberdayaan Kader dan Keluarga dalam Penerapan Pemberian Makanan Pendamping Asi pada Bayi 6-24 Bulan di Kampong Subulussalam Utara Ningsih, Rahayu; Amra, Ricca Nophia; Bancin, Fitriani; Rambe, Rizka Sititah; Angriani, Riana; Harahap, Asrika Sari
Journal Liaison Academia and Society Vol 2, No 3 (2022): September 2022
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v2i3.796

Abstract

Pada bayi dan anak, kekurangan gizi akan menimbulkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang apabila tidak diatasi secara dini dapat berlanjut hingga dewasa. Usia 0 - 24 bulan merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang pesat, sehingga kerap diistilahkan sebagai periode emas sekaligus periode kritis. Periode emas dapat terwujudkan apabila pada masa ini bayi dan anak memperoleh asupan gizi yang sesuai untuk tumbuh kembang optimal. Sebaliknya apabila bayi dan anak pada masa ini tidak memperoleh makanan sesuai kebutuhan gizinya, maka periode emas akan berubah menjadi periode kritis yang akan mengganggu tumbuh kembang bayi dan anak, baik pada masa ini maupun masa selanjutnya. Pasca enam bulan pemberian ASI saja tidak cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan makanan bayi. Pemberian ASI saja pada usia pasca enam bulan hanya akan memenuhi sekitar 60-70% kebutuhan bayi. Sedangkan yang 30-40% harus dipenuhi dari makanan pendamping atau makanan tambahan. Sementara itu pemberian makanan pendamping ASI yang tidak tepat dalam kualitas dan kuantitasnya dapat menyebabkan bayi menderita gizi kurang. Makanan pendamping ASI (MP-ASI) harus diberikan pada umur yang tepat sesuai kebutuhan dan daya cerna bayi. Makanan pendamping (MP-ASI) sebaiknya diberikan pada bayi diatas umur 6 bulan karena sistem pencernaannya sudah relatif sempurna. Keadaan kurang gizi pada bayi dan balita disebabkan karena kebiasaan pola pemberian makanan pendamping ASI yang tidak tepat. Ketidaktahuan tentang cara pemberian makanan bayi dan anak serta adanya kebiasaan yang merugikan kesehatan, secara langsung dan tidak langsung menjadi penyebab utama terjadinya masalah kurang gizi pada anak, khususnya pada anak usia dibawah 2 tahun
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar untuk Penanganan Kegawatdaruratan Obstetri Rambe, Rizka Sititah; Angriani, Riana
Journal Liaison Academia and Society Vol 2, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v2i1.812

Abstract

Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) untuk Penanganan Kegawatdaruratan Obstetri merupakan sebuah program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan dalam menangani kondisi kegawatdaruratan obstetri. Kegawatdaruratan obstetri adalah kondisi medis yang membutuhkan penanganan segera untuk menyelamatkan ibu dan janin. Pelatihan ini difokuskan pada pemberian pemahaman dan keterampilan praktis mengenai teknik-teknik BHD yang relevan dengan keadaan kegawatdaruratan obstetri, seperti perdarahan, preeklampsia, dan persalinan macet. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini meliputi sesi teori, demonstrasi, serta simulasi praktik di lapangan dengan melibatkan tenaga medis seperti bidan, perawat, dan dokter. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan serta kemampuan praktis peserta. Hasil dari pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan tenaga kesehatan dalam memberikan penanganan yang cepat dan tepat saat menghadapi kegawatdaruratan obstetri, sehingga dapat menurunkan angka morbiditas dan mortalitas ibu serta janin. Dengan pelatihan ini, diharapkan pula tercipta budaya kesiapsiagaan dalam menangani kasus-kasus kegawatdaruratan yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi wanita di masyarakat.
Peningkatan Pengetahuan Remaja Putri tentang Kesehatan Reproduksi dan Persiapan Kehamilan Sehat Rambe, Rizka Sititah; Amra, Ricca Nophia
Journal Liaison Academia and Society Vol 1, No 3 (2021): Desember
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v1i3.817

Abstract

Kesehatan reproduksi dan persiapan kehamilan sehat merupakan aspek penting dalam menjaga kualitas hidup remaja putri dan generasi mendatang. Pengetahuan yang cukup mengenai topik ini dapat membantu remaja putri untuk membuat keputusan yang sehat dan bertanggung jawab. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang kesehatan reproduksi dan pentingnya persiapan kehamilan sehat. Program ini dilaksanakan melalui sosialisasi, pelatihan, dan diskusi interaktif yang melibatkan peserta remaja putri di sebuah komunitas. Materi yang disampaikan mencakup siklus reproduksi, kesehatan organ reproduksi, tanda dan gejala gangguan reproduksi, serta langkah-langkah yang perlu diambil untuk persiapan kehamilan yang sehat. Selain itu, kegiatan ini juga membahas pentingnya pola makan sehat, kebugaran tubuh, dan pemeriksaan medis pra-kehamilan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman remaja putri terkait isu-isu kesehatan reproduksi dan persiapan kehamilan. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam menciptakan generasi muda yang sehat, sadar akan kesehatan reproduksi, dan siap menghadapi tantangan dalam merencanakan kehamilan yang sehat. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman remaja putri tentang pentingnya kesehatan reproduksi dan kesiapan kehamilan sehat. Hal ini terlihat dari hasil pre-test dan post-test, di mana peserta menunjukkan peningkatan skor setelah pelatihan dengan nilai rata-rata 37,03 %. Selain itu, diskusi interaktif dan simulasi praktik yang dilakukan mampu membangun kesadaran remaja putri akan pentingnya peran mereka dalam menjaga kesehatan reproduksi sebagai investasi untuk kehidupan di masa mendatang.
Penyuluhan Upaya Peningkatan Pemahaman tentang Pentingnya Imunisasi pada Bayi di Desa Gosong Telaga Barat Kecamatan Singkil Utara Bancin, Fitriani; Rambe, Rizka Sititah; Amra, Ricca Nophia; Angriani, Riana; Ningsih, Rahayu; Noviana, Irma; Maqfirah, Ulfa; Harahap, Asrika Sari
Journal Liaison Academia and Society Vol 3, No 3: September 2023
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v3i3.797

Abstract

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah menyusun program sebagai usaha yang dilakukan untuk menekan penyakit yang dapat dicegah 2 dengan Imunisasi (PD3I) pada anak antara lain Program Pengembangan Imunisasi (PPI) pada anak sejak tahun 1956. Program imunisasi merupakan salah satu upaya untuk melindungi penduduk terhadap penyakit tertentu. Program imunisasi diberikan kepada populasi yang dianggap rentan terjangkit penyakit menular, yaitu bayi, anak usia sekolah, wanita usia subur, dan ibu hamil. Setiap bayi wajib mendapatkan lima imunisasi dasar lengkap yang terdiri dari satu dosis HB0, satu dosis BCG, tiga dosis DPT-HB-Hib, empat dosis polio, dan satu dosis campak. Keberhasilan bayi dalam mendapatkan lima jenis imunisasi dasar diukur melalui indikator imunisasi dasar lengkap sebagai landasan untuk mencapai komitmen internasional yaitu Universal Child Immunization (UCI), UCI secara nasional dicapai pada tahun 1990, yaitu cakupan DPT-Hb-Hib 3, Polio 3 dan Campak minimal 80% sebelum umur 1 tahun, sedangkan cakupan untuk DPT-Hb-Hib 1, polio 1 dan BCG minimal 90%. Terdapat 2-3 juta kematian anak di dunia setiap tahunnya dapat dicegah dengan pemberian imunisasi, namun sebanyak 22,6 juta anak di seluruh dunia tidak terjangkau imunisasi rutin
Pemberdayaan Kader dan Keluarga dalam Penerapan Piramida Gizi Seimbang dan Pemantauan Tumbuh Kembang Balita Sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Kecamatan Simpang Kiri Kota Subulussalam Bancin, Fitriani; Rambe, Rizka Sititah; Amra, Ricca Nophia; Angriani, Riana; Ningsih, Rahayu
Journal Liaison Academia and Society Vol 3, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v3i1.808

Abstract

Berdasarkan data dari RisKesDas Tahun 2018 menemukan bahwa proporsi bayi yang lahir stunting (panjang badan 48 cm) adalah sebesar 20,2%, sementara pada kelompok balita terdapat 37,2% yang menderita stunting. Untuk menanggulangi stunting, harus dilakukan deteksi dan intervensi sedini mungkin yaitu dengan melakukan pemantauan pertumbuhan secara ketat melalui penimbangan bayi/balita di posyandu setiap bulan (RisKesDas, Tahun 2018). Stunting di Indonesia pada tahun 2018 disebabkan oleh asupann gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi dan dapat terjadi mulai janin masih dalam kandungan dan baru nampak saat anak berusia 2 tahun (KemenKes RI, 2018). Salah satu faktor yang berperan dalam maraknya stunting ini adalah kurangnya asupan nutrisi pada 1.000 hari pertama anak (mulai sejak janin sampai anak berusia 2 tahun), rendahnya cakupan ASI eksklusif, pemenuhan gizi keluarga terutama gizi balita dan ibu hamil, karena stunting berpotensi memperlambat perkembangan otak, rendahnya kemampuan belajar, dan risiko serangan penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi hingga obesitas, dan pemberian asupan gizi yang adekuat agar membantu dalam menurunkan angka kejadian stunting 29,5%.
Sosialisasi Edukasi Kesehatan Personal Hygiene Saat Mestruasi pada Remaja Putri di Pesantren Hidayatullah Kecamatan Simpang Kiri Kota Subulussalam Rambe, Rizka Sititah; Bancin, Fitriani; Amra, Ricca Nophia Amra; Angriani, Riana; Ningsih, Rahayu
Journal Liaison Academia and Society Vol 3, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v3i1.809

Abstract

Remaja adalah penduduk dalam rentang usia 10-19 tahun, menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 25 tahun 2021. Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) jumlah penduduk remaja putri berusia 10-19 tahun pada tahun 2019 adalah 22 juta jiwa atau sekitar 9% dari total populasi. Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju ke dewasa, bukan hanya dalam arti psikologis tetapi juga dalam arti fisik. Salah satu hal terkait kesehatan fisik yang perlu diperhatikan adalah menjaga kebersihan organ reproduksi wanita. Hasil data survey yang dilakukan World Health Organization (WHO) pada tahun 2018 bahwa sekitar 75% perempuan di Dunia pasti akan mengalami keputihan, sedangkan wanita di Eropa yang mengalami keputihan sebesar 25%, remaja putri di Indonesia dari 23 jt jiwa brusia 15-18 than 83% mengalami keputihan (Melina, 2021). Prevalensi di Indonesia mengenai infeksi saluran reproduksi akibat kurangnya personal Hygiene masih cukup tinggi. Hal ini dapat disebabkan karena kurangnya informasi tentang vulva hygiene. Remaja putri beranggapan bahwa kebersihan arean kewanitaan merupakan hal yang tabu. Pengetahuan remaja tentang peronal hygiene akan mempengaruhi sikap dan perilaku hidup bersih dan sehat.
Pemberdayaan Kader Posyandu dalam Pencegahan dan Penanganan Anemia pada Ibu Hamil Ningsih, Rahayu; Rambe, Rizka Sititah
Journal Liaison Academia and Society Vol 1, No 1 (2021): Juni
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v1i1.815

Abstract

Pemberdayaan kader Posyandu dalam pencegahan dan penanganan anemia pada ibu hamil sangat penting untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia, dengan dampak negatif terhadap kesehatan ibu, janin, dan kelahiran. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana pemberdayaan kader Posyandu dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan peran mereka dalam mengatasi anemia pada ibu hamil. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara dan observasi terhadap kader Posyandu di beberapa desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan kader Posyandu, melalui pelatihan dan pembekalan tentang anemia, diet yang sehat, serta pentingnya konsumsi suplemen, dapat meningkatkan kemampuan kader dalam memberikan informasi kepada ibu hamil. Selain itu, kader Posyandu juga berperan dalam memantau status kesehatan ibu hamil dan memberikan dukungan sosial. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kapasitas kader melalui pelatihan berkelanjutan dan penguatan peran kader dalam komunitas untuk pencegahan dan penanganan anemia pada ibu hamil.
Pangaruh Siklus Menstruasi terhadap Dismenorea Rambe, Rizka Sititah; Ningsih, Rahayu
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol 4, No 3: September 2024
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v4i3.858

Abstract

Dismenorea merupakan gangguan menstruasi yang berupa nyeri yang disertai kram dan terpusat di bagian perut bawah, dan disertai nyeri punggung bawah, mual muntah, sakit kepala, serta diare. Dismenorea pada remaja banyak disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya adalah usia menarche, siklus menstruasi, riwayat keluarga dan lama menstruasi. Prevalensi dismenorea di Indonesia 64,25%, diantaranya 54,89% mengalami dismenorea primer dan 9,36% mengalami dismenorea sekunder. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor Yang Memengaruhi Kejadian Dismenorea Pada Remaja Putri Di SMA Negeri 1 Simpang Kiri Kota Subulussalam Tahun 2024. Penelitian ini bersifat analitik korelasional dengan desain cross sectional menggunakan data primer dan data sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri yang ada di SMA Negeri 1 Simpang Kiri Kota Subulussalam. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling berjumlah 83 responden. Alat ukur yang digunakan adalah Kuesioner. Hasil analisa statistik dengan menggunakan uji chi-square didapatkan nilai P-value Usia Menarche (0,0230,05), Siklus Menstruasi (0,0460,05), Riwayat Keluarga (0,0160,05) dan Lama Menstruasi (0,0880,05). Maka dapat disimpulkan Usia Menarche, Siklus Menstruasi, Riwayat Keluarga dan Lama Menstruasi secara signifikan memengaruhi kejadian dismenorea pada remaja putri di SMA Negeri 1 Simpang Kiri Kota Subulussalam Tahun 2024. Diharapkan dari hasil penelitian ini dapat meningkatkan informasi, pengetahuan tentang faktor yang memengaruhi kejadian dismenorea pada remaja putri.
Pengaruh Pelvic Rocking Dengan Birth Ball terhadap Kemajuan Persalinan Kala I Fase Aktif Maulida, Husna; Sutrisna, Eka; Wahyuni, Yenni Fitri; Rambe, Rizka Sititah; Ardilla, Arista
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 3 (2025): Juni 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i3.1869

Abstract

Partus lama dapat menimbulkan angka kesakitan dan angka kematian ibu dan bayi meningkat, sehingga diperlukan upaya untuk mencegah terjadinya partus lama, salah satunya dengan metode nonfarmakologi Pelvic Rocking dengan Birth Ball yang dapat memperlancar kemajuan persalinan, sehingga memudahkan percepatan persalinan. Tujuan penelitian ini adalah Untuk menganalisis pengaruh pelvic rocking dengan brith ball terhadap kemajuan persalinan kala I fase aktif di PMB Martini, Amd. Keb Kabupaten Aceh Utara. Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi eksperimental, dengan posttest only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu bersalin di PMB Martini, Amd. Keb dengan jumlah sampel sebanyak 30 ibu bersalin kala I fase aktif yang dibagi kedalam 2 kelompok (intervensi dan kontrol), Teknik pengambilan sampel menggunakan Consecutive sampling dan analisa data menggunakan mann whitney test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pelvic rocking dengan birth ball berpengaruh signifikan terhadap kemajuan persalinan kala I fase aktif dengan nilai p value 0,019 (< 0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode pelvic rocking dengan birth ball dapat dimanfaatkan sebagai strategi untuk mempercepat proses persalinan.