Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis Hermeneutika Maskot Osi dan Ji Paku Kusuma; Dharsono Dharsono; Martinus Dwi Marianto; Guntur Guntur
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 37 No 3 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v37i3.1889

Abstract

Osi and Ji are city mascots that were inaugurated at the end of 2016 by the city government of Malang in conjunction with the celebration of its 103rd anniversary. The mascots which are resulted from a contest were made by Papang Jakfar and won through several stage stages process including presentation from hundreds of participants. This brings its own fascination as the use of mascots as city icons has not been so popular in Indonesia due to the complex composition of its creation process, from its relationship with the culture, resources, community characteristic to infrastructure facilities of a city. This complexity is summed up in the form of a city mascot as a paradox. Form in hermeneutics is text and can be viewed polisemically, so interpretation becomes a central problem. Thus, hermeneutics aims to verstehen (comprehend) through the method of abduction, not just interpreting. Interpretation is always a reconstruction of the meaning of a text. Analysis with hermeneutics method becomes an immanent part in the mascot's profanity as a design product, mascot's form is an entity created from the results of thinking in design that is loaded with consideration and ability of a qualified individual. Osi and Ji mascots are specifically analyzed by applying Paul Ricouer's theory of Hermeneutics, in which hermeneutics can be brieflydefined as a theory or philosophy of interpretation of meaning that analyzes the various symbols in its form. The objective of the research is to analyze more deeply and interpret the existing circumstances or relationships, ongoing processes, ongoing effects or emerging phenomena, since the results of the Osi and Ji analysis generate to a new knowledge formed from various entities.
Konservasi Rumah Gadang Minangkabau dalam Ekspresi Kriya Seni Rizwel Zam; Guntur Guntur; Timbul Raharjo
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 6 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v4i6.4182

Abstract

Makalah ini melaporkan penciptaan karya seni sebagai upaya revitalisasi keberadaan rumah gadang Minangkabau, Indonesia.  Karya ini merupakan ekspresi simbolik yang diwujudkan dengan konsep konservasi dalam upaya mempertahankan keberadaan, fungsi, dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya yang diekspresikan melalui bentuk-bentuk yang menggambarkan rumah gadang melalui garapan karya kriya seni.  Pendekatan yang digunakan dalam melahirkan karya ini berupa pendekatan kreatif yang memadukan apresiasi dan interpretasi terhadap obyek sumber inspirasi. dan tema dinamika keberadaan rumah gadang yang diwujudkan dengan metode eksplorasi, perancangan, dan pembentukan.  Karya dibuat menggunakan tembaga dalam bentuk pelat yang dibentuk dengan teknik assembling dan penyatuannya dengan pengelasan, di samping itu beberapa karya dipadukan dengan medium lain berupa kayu dan kaca.  Dinamika keberadaan rumah gadang diimajinasikan dan divisualisasikan melalui bentuk tiga dimensional dengan garapan berupa bentuk-bentuk meruncing sebagai penggambaran karakter sumber ide yaitu gonjong, dan bentuk-bentuk yang menggambarkan badan dan tiang rumah rumah gadang.  Hasilnya adalah karya-karya ekspresi sebagai reinterpretasi dinamika keberadaan rumah gadang dengan nilai-nilai yang terkandung didalamnya yang diekspresikan dalam narasi visual melalui karya kriya seni.
Adat Kawin Cai dalam Karya Fotografi Dokumenter Sigit Setya Kusuma; Guntur .; Seno Gumira Ajidarma
Jurnal MAVIB Vol 5 No 1 (2024): MAVIB Journal - Februari 2024
Publisher : Universitas Raharja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33050/mavib.v5i1.2983

Abstract

Tradisi merupakan warisan budaya yang diturunkan dari generasi ke generasi, diteruskan melalui lisan, tulisan, maupun praktik praktik yang dilakukan secara terus menerus. Tradisi sering kali menjadi identitas budaya dari suatu kelompok masyarakat atau komunitas. Peranan masyarakat menjadi sangat penting dalam upaya mempertahankan dan melestarikan kebudayaan disekitarnya. Tradisi Kawin Cai, salah satu kebudayaan lokal yang ada di daerah Kuningan, Jawa Barat, dipilih sebagai objek pada perancangan ini karena semakin sedikitnya orang yang mengetahui tradisi ini. Dengan tujuan untuk mengedukasi masyarakat khususnya generasi muda sebagai salah satu upaya mempertahankan warisan budaya dengan memvisualisasikan serangkaian proses dari tradisi Kawin Cai melalui fotografi dokumenter. Dalam proses perancangannya menggunakan teknik fotografi dokumenter dengan mengimplementasikan Metode EDFAT (Entire, Detail, Frame, Angle, Time) untuk menghasilkan gambar yang dapat bercerita, serta dapat menampilkan keadaan sebenarnya di lapangan. Hasil yang disajikan berupa visualisasi serangkaian proses dari ritual adat Kawin Cai melalui fotografi dokumenter. Diharapkan perancangan ini dapat menjadi sarana informasi dalam upaya memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat dan dapat menjadi inspirasi bagi perancangan karya selanjutnya.
KREASI LAMPU TAMAN TERAKOTA BERKARAKTER LOKAL UNTUK KUATKAN CITRA DESA WISATA PETUNGSEWU PROGRAM DESA MITRA Ponimin Ponimin; Rudi Irawanto; Guntur Guntur
JURNAL IMAJINASI Vol 8, No 1 (2024): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v8i1.53946

Abstract

Perancangan produk lampu terakota untuk unsur estetik eksterior taman kawasan rest area Desa Petungsewu bertujuan untuk menciptakan visual artistik dalam memperkuat daya tarik wisata. Produk tersebut dapat terlaksana dengan baik karena kerja kolaboratif bersama tim pelaksana program Desa Mitra LPPM UM dan masyarakat mitra Desa Petungsewu. Hasil kreasi dari perancangan produk tersebut juga untuk memperkuat tampilan artistik kawasan tersebut. Metode yang diterapkan untuk mencapai tujuan meliputi langkah-langkah kreatif seni: (1) Proses persiapan kegiatan dengan berkoordinasi bersama tim kreatif pelaksana program PKM LPPM UM dengan masyarakat Desa Mitra. (2) Kegiatan kreasi; yang meliputi kegiatan persiapan alat dan bahan, perancangan desain produk lampu terakota, dilanjutkan dengan pembuatan produk lampu taman terakota dengan material lokal tanah liat Malang, yang meliputi proses pembuatan ornamen produk lampu taman, proses penjemuran dan pembakaran produk lampu taman terakota. (3) Proses display  karya hasil kreasi. Pada akhir kegiatan kreatif dilakukan evaluasi untuk memperoleh masukan terkait apa saja yang penting untuk disempurnakan. Sehingga hasil kreasi ini agar dapat bermanfaat untuk mitra Desa Petungsewu.
Keramik Takalar 1981-2010: Ragam Bentuk dan Perubahan Irfan Irfan; Dharsono Dharsono; SP. Gustami SP. Gustami; Guntur Guntur
PANGGUNG Vol 29 No 1 (2019): Pegeseran Estetik Dalam Seni Budaya Tradisi Masa Kini
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v29i1.815

Abstract

ABSTRACTThe pottery in Takalar regency, South Sulawesi province, has been existed for hundreds of years and has become part of a community cultural life. The study aims to identify the changes ofvarious ceramic forms and design from 1981 to 2010. This periodisation is chosen because in the 1980s the Department of Industry and Trade had supervised craftsmen in Takalar, which has given significant changes in the development of ceramics in the area. The method employed is a qualitative method with a multidisciplinary approach, including history and ethnography. To analysis the data, the research uses interactive techniques (Miles dan Hubermen, 1992). The research site covers three districts: Sandi, Pabbatangan, and Pakalli. The study shows there are significant changes in ceramic forms and design from 1980 to 2010. Based on the classification used, the changes are divided into three periods: traditional forms (1981-1990), transition forms (1991-2000), and modern forms (2001-2000). These changes are caused by the open attitude of the craftsman to outside agencies, such as Disperindag (government), universities, and consumers. These outside parties have influenced artisans to develop ceramic designs by introducing new shapes and values, including foreign cultures.Keywords: ceramic development, design and form changes, and craftsmentABSTRAKKeberadaan keramik di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, telah berlangsung selama ratusan tahun dan menjadi bagian kehidupan sosial budaya masyarakatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ragam bentuk dan perubahan desain keramik sejak tahun 1981 hingga tahun 2010. Periodisasi ini dipilih sebab sejak tahun 1980-an Disperindag telah membina perajin keramik di Takalar yang telah memberi dampak perubahan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan multidisiplin, yakni sejarah dan etnografi. Lokasi penelitian terbagi ke dalam tiga kecamatan, dengan lokasi sentra di Sandi, Pabbatangan, dan Pakalli. Adapun analisis data menggunakan teknik interaktif (Miles dan Hubermen, 1992). Hasil penelitian menunjukkan telah terjadi perubahan bentuk sejak tahun 1981 hingga tahun 2010. Klasifikasi berdasarkan perubahan bentuk terbagi pada tiga periode, yakni tradisional (1981-1990), transisi (1991-2000), dan modern (2001-2010). Perubahan desain disebabkan para perajin bersikap terbuka terhadap pihak eksternal seperti Disperindag, perguruan tinggi, dan konsumen. Pihak eksternal memperkenalkan bentuk dan nilai baru, termasuk unsur budaya luar, membimbing, dan mempengaruhi para perajin agar mengembangkan desain keramik.Kata kunci: perkembangan keramik, perubahan bentuk dan desain, perajin 
Inovasi pada Morfologi Motif Parang Batik Tradisional Jawa Guntur Guntur
PANGGUNG Vol 29 No 4 (2019): Keragaman Seni dan Inovasi Estetik
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v29i4.1051

Abstract

ABSTRACTThis article discusses art innovation, especially the parang motive of traditional Javanese batik. Parang motive innovation seeks to identify changes and developments related to the main motives, inside motives (Javanese: isen), and supporting motives. Parang motif innovations also attempt to identify structural aspects or patterns of composing the primary motives, isen, and supporting motives, and colour-setting patterns. The approach used is comparative morphological parang motifs. Aspects of visual and structural forms of parang motives are compared with one another. The data sources used are the two primary literatures on traditional Javanese batik, which discusses parang motifs. The research results showed that the parang motives of traditional Javanese batik showed changes and developments or innovations. Parang motive innovations occur in the main motive elements, isen motives, and supporting motives. The parang motif innovation also occurs in the processing of parang forms and colouring patterns on fabrics.Keywords: art innovation, morphology, parang motif, Javanese traditional batikABSTRAKArtikel ini membahas tentang inovasi seni, khususnya motif parang batik tradisional Jawa. Inovasi motif parang berupaya mengidentifikasi perubahan dan perkembangan terkait motif utama, motif isian (Jawa: isen), dan motif pendukung. Inovasi motif parang juga berupaya mengidentifikasi aspek struktural atau pola penyusunan motif utama, isen, dan pendukung serta pola penyusunan warna. Pendekatan yang digunakan adalah komparatif morfologis motif parang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan sampel sebanyak duabelas motif parang. Aspek bentuk visual dan struktural motif parang diperbandingkan satu dengan yang lain. Sumber data yang digunakan adalah dua pustaka utama batik tradisional Jawa yang membahas tentang motif parang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif parang batik tradisional Jawa mengalami perubahan dan perkembangan atau inovasi. Inovasi motif parang terjadi pada elemen motif utama, motif isen, dan motif pendukung. Inovasi motif parang juga terjadi pada pengolahan bidang parang dan pola pewarnaan pada kain.Kata kunci: inovasi seni, morfologi, motif parang, batik tradisional Jawa