Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : REFEREN

Elegi Cinta pada Puisi-Puisi di Akun Twitter @matapuisi Berdasarkan Tinjauan Psikologi Humanistik Abraham Maslow Achmad Abimubarok
REFEREN Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.999 KB) | DOI: 10.22236/referen.v1i1.9166

Abstract

Elegi dalam puisi saat ini bukan hanya menyoal pada kematian. Cinta juga ternyata sering menjadi muatan elegi pada puisi karena dalam peristiwa cinta juga terjadi kekalahan dan harapan. Tujuan pada penelitian ini adalah mengkaji fenomena elegi cinta dalam puisi di akun Twitter @matapuisi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis isi sebagai metodenya. Dalam upaya membantu memberikan pandangan yang lebih luas, penulis menggunakan pendekatan psikologi humanistik Abraham Maslow pada hierarki kebutuhan akan cinta dan kasih sayang. Hasil penelitan menyatakan bahwa puisi-puisi pada akun twitter @matapuisi memiliki muatan elegi cinta yang disebabkan oleh kekalahan dan harapan. Peristiwa yang tampak pada puisi bermuatan elegi kekalahan adalah kekalahan dalam mempertahankan cinta, penolakan komitmen, dan ketidakterimaan atas kenyataan cinta. Peristiwa lainnya yang tampak adalah harapan yang ternyata mampu menjadi elegi cinta. Beberapa puisi tidak tidak menunjukkan prasyarat dalam memenuhi kebutuhan cinta, namun itulah yang menjadi kekuatan dari elegi cinta pada puisi.
Gaya Bahasa Ironi Stand Up Comedy Mamat Al Katiri dalam Konten Youtube Somasi Kharisma Putri Cahyani; Yudha Tria Ariansyah; Achmad Abimubarok
REFEREN Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.418 KB) | DOI: 10.22236/referen.v1i2.10246

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk mengungkap gaya bahasa ironi yang digunakan oleh komika bernama Mamat Al Katiri dalam penampilan stand up comedy-nya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode analisis isi sebagaimana peneliti mencoba mengontruksikan pemahaman makna yang dimaksud pada penelitian untuk mengetahui makna sebenarnya dan juga sasaran yang dituju oleh si penutur. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah video Mamat Al Katiri dalam konten Somasi pada kanal Youtube Deddy Corbuzier. Teknik pengumpulan data yang dilakukan ada empat langkah yakni memirsa penampilan stand up comedy Mamat Al Katiri, menyiapkan instrumen untuk menelaah gaya bahasa ironi sesuai sasaran dan fungsinya, melakukan pencatatan tuturan bedasarkan instrumen, dan mengategorikan tuturan yang telah dicatat ke dalam instrumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya bahasa ironi yang digunakan oleh Mamat Al Katiri dalam stand up comedy-nya menyasar pada tiga pihak, yaitu pemerintah, individu, dan masyarakat. Selain itu, gaya bahasa ironi difungsikan atas dua hal, yaitu makna sebenarnya dan makna sebaliknya. Kajian ini memberikan gambaran bagaimana komedi bisa begitu bebas dan menjadikan lelucon tanpa pandang memandang dengan menggunakan gaya bahasa ironi yang menjadikan sindiran begitu halus namun tajam tanpa harus sarkas.
Nilai Karakter dalam Novel Tanah Surga Merah Karya Arafat Nur Siswanto, Aris; Abimubarok, Achmad
REFEREN Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/referen.v3i1.14926

Abstract

Nilai karakter masih menjadi prioritas dalam pengembangan sumber daya manusia di Indonesia, yang salah satu medianya adalah novel. Penelitian ini ditujukan untuk mendeskripsikan nilai karakter, seperti nilai religius, toleransi, cinta tanah air, rasa ingin tahu, jujur, menghargai prestasi, cinta damai, dan nasionalis di dalam novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur. Metode yang digunakan adalah analisis isi (content analysis) sebab penelitian ini berupaya mengungkap dan menganalisis teks yang tertuang di dalam novel secara mendalam. Pengumpulan data yang dilakukan menggunakan teknik baca-catat, artinya mendata teks-teks yang ditemukan lalu mendeskripsikannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini mengandung nilai-nilai karakter yang tergambarkan melalui tokoh-tokohnya. Pada nilai religius, novel ini banyak menggambarkan bentuk taat kewajiban sebagai manusia untuk beribadah dan menjalankan syariat Islam. Pada nilai nasionalis, novel ini menggambarkan apresiasi budaya, menjaga budaya, dan cinta tanah air. Pada nilai mandiri, novel ini menggambarkan keberanian tokoh-tokohnya dalam menggapai tujuan. Pada nilai gotong royong, novel ini menggambarkan tolong-menolong, solidaritas, dan empati. Pada nilai integritas, novel ini menggambarkan nilai keteladanan. Berdasarkan hasil tersebut, novel ini banyak memberikan gambaran nilai karakter dan sebagaimana mestinya karya sastra, novel ini dapat dijadikan salah satu media untuk menanamkan nilai karakter kepada masyarakat.
Representasi Nilai Sufistik pada Album Tanpa Aku Karya Panji Sakti: Analisis Tasawuf Al-Ghazali Putri, Alzly Auril Difria; Raharja, Rio Slamet; Abimubarok, Achmad
REFEREN Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/referen.v4i1.19110

Abstract

Penelitian ini berfokus pada analisis nilai sufistik dalam album Tanpa aku karya Panji Sakti. Tujuan utama dari penelitian ini adalah memberikan pemahaman makna dalam kajian nilai sufistik terhadap lirik di dalam album Tanpa aku karya Panji Sakti. Dalam penelitian ini menggunakan analisis isi dengan mengidentifikasi dan menganalisis nilai-nilai sufistik dalam album Tanpa Aku. Hasil penelitian menunjukkan bentuk nilai sufistik dalam pendekatan tasawuf menurut Al- Ghazali yang paling dominan ialah bentuk taubat dan mahabah. Dengan demikian dalam album Tanpa aku menggambarkan rasa cinta hamba yang menyadari bahwa bertaubat kepada- Nya merupakan bentuk taubat dengan pulang ke jalan yang benar dan hamba yang menyadari bahwa rasa kecintaan kepada-Nya merupakan bentuk paling indah dibanding cinta lainnya. Penelitian membuka ruang bagi penelitian-penelitian berikutnya terkait aspek sufistik dalam lirik-lirik lagu.