Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Kemampuan pemacahan masalah matematis menggunakan model carousel feedback Salamah, Zalfaurrifdah Noo; Juariah; Rachmawati, Tika Karlina
Papanda Journal of Mathematics and Science Research Vol. 4 No. 2 (2025): Volume 4 Nomor 2 September 2025
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The background of this research is based on the results of a preliminary study and interviews with mathematics teachers at one of Bandung's public junior high schools where students' mathematical problem-solving abilities still need to be improved. This study aims to determine the difference in improvement between the mathematical problem-solving abilities of students who use the Carousel Feedback model and those who use the conventional model. This type of research is a quasi-experimental study. The population in this study were all students of class VIII. The sample in the study was taken from 2 classes using random sampling techniques, namely VIII C as the experimental class with 32 students, and class VIII B as the control class with 32 students. The data collection technique used a test device. The data analysis technique used a two-average test. If  is normally distributed and has a homogeneous variance, it is continued with an independent t-test. This study concluded that there is a difference in the improvement of mathematical problem-solving abilities of students who use the Carousel Feedback Learning Model with students who use the conventional learning model because the  value is greater than the  value. So  is rejected, meaning there is a difference in the increase in mathematical problem-solving abilities between students who use Carousel Feedback learning and students who use conventional learning
PENINGKATAN KUALITAS GURU MI ISLAMIYAH CIWARU MELALUI PROGRAM PEMBIMBINGAN BERBASIS PEMBELAJARAN DIFERENSIASI Juariah; Moh. Mahfud Efendi
Journal of Community Service Vol 8 No 1 (2026): JCS, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jcs.v8i1.390

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas guru MI Islamiyah Ciwaru melalui Program Pembimbingan Berbasis Pembelajaran Diferensiasi sebagai upaya mendukung implementasi Kurikulum Merdeka Berbasis Kurikulum Cinta yang diprogramkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemahaman dan keterampilan guru dalam mengakomodasi keberagaman kebutuhan belajar peserta didik serta menerapkan pembelajaran yang berpihak pada murid dan berlandaskan nilai kasih sayang. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahapan analisis kebutuhan, workshop pembelajaran diferensiasi, pendampingan penyusunan perangkat pembelajaran, implementasi di kelas, serta refleksi dan evaluasi. Peserta kegiatan berjumlah 20 orang guru MI Islamiyah Ciwaru. Metode yang digunakan bersifat partisipatif dan kolaboratif, dengan menempatkan guru sebagai subjek pemberdayaan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan pada pemahaman dan kompetensi guru. Berdasarkan hasil angket pre-test dan post-test, terjadi peningkatan rata-rata pemahaman guru tentang pembelajaran diferensiasi dari kategori cukup menjadi baik. Sebanyak ±80% guru mampu menyusun perangkat pembelajaran (modul ajar/RPP) berbasis diferensiasi yang mengintegrasikan nilai-nilai Kurikulum Cinta. Hasil observasi kelas menunjukkan adanya perubahan praktik pembelajaran, ditandai dengan penggunaan strategi diferensiasi konten, proses, dan produk, serta meningkatnya partisipasi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Selain itu, kegiatan refleksi menunjukkan tumbuhnya sikap positif guru terhadap pembelajaran inklusif dan kesadaran akan pentingnya pemetaan kebutuhan belajar siswa. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas guru dan praktik pembelajaran di MI Islamiyah Ciwaru. Program pembimbingan berbasis pembelajaran diferensiasi terbukti relevan dan efektif dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka Berbasis Kurikulum Cinta serta berpotensi untuk direplikasi dan dikembangkan pada madrasah lain dengan karakteristik serupa.
Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Peserta Didik SMP melalui Game Edukasi Math Tower Race Berbasis Roblox Aliyasari, Nadiya Rahma; Juariah; Sholihah, Wildatus; Sugilar, Hamdan
Jurnal PEKA (Pendidikan Matematika) Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal PEKA (Pendidikan Matematika)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/sthrzz46

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik yang menggunakan game edukasi Math Tower Race berbasis Roblox dibandingkan dengan peserta didik yang menggunakan pembelajaran konvensional. Metode yang digunakan adalah metode kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian adalah 60 peserta didik kelas VII di salah satu SMP Provinsi Jawa Barat, yang terbagi ke dalam kelas eksperimen (30 peserta didik) menggunakan Math Tower Race dengan model Game Based Learning, dan kelas kontrol (30 peserta didik) menggunakan pembelajaran konvensional. Pengumpulan data dilakukan melalui pretest dan posttest kemampuan pemahaman konsep matematis pada materi persamaan linear satu variabel. Analisis data menggunakan rumus dan uji Independent Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kelas eksperimen sebesar 0,75 (kategori tinggi), lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol dengan rata-rata sebesar 0,66 (kategori tinggi). Berdasarkan uji Independent Sample t-Test diperoleh nilai signifikansi dua arah sebesar 0,007 < 0,05, sehingga H₀ ditolak. Hal ini membuktikan bahwa terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis yang signifikan antara peserta didik yang menggunakan game edukasi Math Tower Race dan peserta didik yang menggunakan pembelajaran konvensional.