Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP KEMBALINYA MENSTRUASI PADA IBU MENYUSUI Idah Ayu Wulandari, S.SiT., M.Keb.; Ni Wayan Manik Parwati
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1676.491 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v4i2.248

Abstract

Latar Belakang: Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif kepada bayi dapat digunakan sebagai salah satu metode kontrasepsi yang disebut dengan amenohrea laktasi. Ibu yang memberikan ASI secara eksklusif umumnya mengalavsmi penundaan waktu kembalinya menstruasi dibandingkan dengan yang tidABSTRAKLatar Belakang: Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif kepada bayi dapat digunakan sebagai salah satu metode kontrasepsi yang disebut dengan amenohrea laktasi. Ibu yang memberikan ASI secara eksklusif umumnya mengalami penundaan waktu kembalinya menstruasi dibandingkan dengan yang tidak memberikan ASI Eksklusif.  Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pengaruh pemberian ASI eksklusif waktu kembalinya menstruasi pada ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas II Denpasar Barat. Metodologi: Jenis penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian adalah adalah ibu menyusui yang melakukan pemeriksaan di Bidan Praktek Mandiri (PMB) yang mempunyai bayi umur 6-1 tahun yang berada di bawah wilayah kerja Puskemas II Denpasar Barat dengan pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Hasil: Terdapat hubungan yang sangat signifikan anatara pemberian ASI Ekslusif dengan kembalinya mentruasi pada ibu (P<0,001), dengan kekuatan hubungan yang kuat (r=656) dan arah korelasi yang negatif. Simpulan: PMB selaku tenaga kesehatan diharapkan lebih meningkatkan dalam pemberian informasi mengenai ASI Eksklusi beserta kiat-kiat ibu dalam memperbanyak produksi ASI dan cara penyimpanan ASI serta masyarakat khususnya keluarga dari ibu yang sedang menyusui dapat memberikan support kepada ibu menyusui agar mampu memberikan ASI Eksklusif kepada bayinya.Kata Kunci: ASI Eksklusif, Kembalinya Menstruasi  ABSTRACTBackground: Exclusive breastfeeding can be used as a contraceptive method. Mothers who give exclusive breastfeeding usually had delay to get menstruation compared to those who do not provide exclusive breastfeeding. The aims: To determine the effect of exclusive breastfeeding on the return of menstruation to breastfeeding mothers in the Denpasar Barat II PHC. Methodology: This was an observational study with a cross sectional design. The sample was breastfeeding mothers who examined at the Independent Practice Midwife (PMB) under the working Denpasar Barat II PHC who had babies aged 6-1 years by using consecutive sampling technique. Results: There was a very significant relationship between exclusive breastfeeding and the return of menstruation to the mother (P <0.001), with a strong relationship strength (r = 656) and a negative correlation. Conclusion: PMB as a health worker is expected to further improve the provision of information about exclusive breastfeeding along with tips for mothers to increase milk production and how to store breast milk; and for the community especially for families of breastfeeding mothers can provide support for breastfeeding mothers to be able to provide exclusive breastfeeding to their babies.Key Word: Exclusive Breastfeeding, Return of Menstruationak memberikan ASI Eksklusif.  Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pengaruh pemberian ASI eksklusif waktu kembalinya menstruasi pada ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas II Denpasar Barat. Metodologi: Jenis penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian adalah adalah ibu menyusui yang melakukan pemeriksaan di Bidan Praktek Mandiri (PMB) yang mempunyai bayi umur 6-1 tahun yang berada di bawah wilayah kerja Puskemas II Denpasar Barat dengan pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Hasil: Terdapat hubungan yang sangat signifikan anatara pemberian ASI Ekslusif dengan kembalinya mentruasi pada ibu (P<0,001), dengan kekuatan hubungan yang kuat (r=656) dan arah korelasi yang negatif. Simpulan: PMB selaku tenaga kesehatan diharapkan lebih meningkatkan dalam pemberian informasi mengenai ASI Eksklusi beserta kiat-kiat ibu dalam memperbanyak produksi ASI dan cara penyimpanan ASI serta masyarakat khususnya keluarga dari ibu yang sedang menyusui dapat memberikan support kepada ibu menyusui agar mampu memberikan ASI Eksklusif kepada bayinya. 
Hubungan Motivasi dan Dukungan Keluarga dengan keikutsertaan prenatal yoga pada ibu hamil Ni Wayan Manik Parwati; Idah Ayu Wulandari
MIDWINERSLION : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol. 5 No. 1 (2020): Midwinerslion Jurnal Kesehatan STIKES Buleleng
Publisher : STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.682 KB) | DOI: 10.52073/midwinerslion.v5i1.136

Abstract

This study aims to analyze the relationship of motivation and family support with prenatal yoga. This study uses correlation analytic design with cross sectional approach. The sample in this study was pregnant women who met the inclusion criteria of 124 respondents. Data collection tool is a questionnaire. Bivariate analysis with Chi Square correlation test. Bivariate analysis between motivation and family support has a significant relationship with participation in prenatal yoga, all variables have a p value <0.001. Motivation and family support have a significant relationship with participation in prenatal yoga.
Hubungan Pemanfaatan Buku KIA dengan Pengetahuan Ibu Tentang Deteksi Dini Pertumbuhan dan Perkembangan Balita di Adaptasi Tatanan Kehidupan Baru Ni Wayan Manik Parwati; Idah Ayu Wulandari; Jaba P Rahguslyani Budarsana
MIDWINERSLION : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol. 5 No. 2 (2020): Midwinerslion Jurnal Kesehatan STIKES Buleleng
Publisher : STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.076 KB) | DOI: 10.52073/midwinerslion.v5i2.189

Abstract

Abstrak: Adaptasi tatanan kehidupan baru disusun sesuai dengan kebutuhan dasar tumbuh kembang dan kesehatan anak. Upaya pemenuhan kebutuhan dasar tumbuh kembang dan kesehatan anak harus tetap berjalan sesuai jadwal bagi seluruh anak Indonesia. Penggunaan Buku KIA merupakan salah satu strategi pemberdayaan masyarakat terutama keluarga untuk memelihara kesehatannya dan mendapatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak yang berkualitas Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pemanfaatan buku KIA dengan pengetahuan ibu tentang deteksi dini tumbuh kembang di masa adaptasi kebiasaan baru. Penelitian ini menggunakan design analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian adalah ibu yang mempunyai balita yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 124 responden. Alat pengumpulan data adalah kuesioner yang dibagikan secara online melalui google form. Analisis univariat didapatkan 74,2% responden dapat memanfaatkan buku KIA dengan baik dan 63,7% memiliki pengetahuan baik tentang deteksi dini tumbuh kembang pada balita. Analisis bivariat dengan uji korelasi Chi Square. Analisis bivariat antara pemanfaatan buku KIA memiliki hubungan yang signifikan dengan pengetahuan ibu tentang deteksi dini pertumbuhan dan perkembangan balita memiliki nilai p value < 0,001. Abstract: The adaptation of new normal is arranged according to the basic needs of children's growth-development and health. The efforts to meet the basic needs of children's growth and development must continue according to the schedule for all Indonesian children. The use of MCH Handbook is one of the community empowerment strategies, especially families to maintain their health and get quality maternal and child health services. This study aims to analyze the correlation between the use of MCH Handbook and the knowledge of mothers about early detection of growth and development during the adaptation of new normal. This study employed a correlation analytic design with a cross sectional approach. There were 124 mothers who had children under five who met the inclusion criteria recruited as the sample. The data were collected by using questionnaire that was distributed through google form. The finding of Univariate analysis found that 74.2% of respondents used the MCH handbook well and 63.7% respondents had good knowledge about early detection of growth and development in children under five. The bivariate analysis using Chi Square correlation test showed that there were significant correlation with a p value <0.001 between the use of MCH handbook with mother knowledge about early detection of growth and development in children under five.
DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL MENGHADAPI PERSALINAN PADA PANDEMI COVID 19 DI PROVINSI BALI Idah Ayu Wulandari; Ni Wayan Manik Parwati
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmkm.v7i1.2993

Abstract

Stressor pada kehamilan trimester III akan bertambah karena harus mengawali mempersiapkan persalinan baik secara fisik maupuan emosional. Saat ini stressor ibu hamil menjelang persalinan juga ditambah dengan adanya pandemic Covid 19 yang telah menyebabkan morbiditas dan mortalitas yang cukup tinggi dan tentunya hal ini menimbulkan kecemasan. Oleh karena itu dukungan keluarga sangat diperlukan oleh ibu hamil. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dukungan keluarga dengan tinkat kecemasan ibu hamil menghadapi persalinan pada pandemi COVID 19 Di Provinsi Bali. Penelitian ini adalah penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu hamil Trimester III di Provinsi Bali dengan teknik cluster sampling sebanyak 124 orang. Alat pengumpul data berupa kuesioner, data dianalisis dengan menggunakan rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mempunyai dukungan keluarga yang sedang (70,2%) dan tidak mengalami kecemasan (87,1%). Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan tinkat kecemasan ibu hamil menghadapi persalinan pada pandemi COVID 19 Di Provinsi Bali (p value<0,05). Diharapkan bidan lebih sering mengenai pentingnya dukungan keluarga dalam mendukung ibu hamil dalam menghadapi persalinan dan keluarga dapat memberikan dukungan secara kompleks.
DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL MENGHADAPI PERSALINAN PADA PANDEMI COVID 19 DI PROVINSI BALI Idah Ayu Wulandari; Ni Wayan Manik Parwati
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmkm.v7i1.2993

Abstract

Stressor pada kehamilan trimester III akan bertambah karena harus mengawali mempersiapkan persalinan baik secara fisik maupuan emosional. Saat ini stressor ibu hamil menjelang persalinan juga ditambah dengan adanya pandemic Covid 19 yang telah menyebabkan morbiditas dan mortalitas yang cukup tinggi dan tentunya hal ini menimbulkan kecemasan. Oleh karena itu dukungan keluarga sangat diperlukan oleh ibu hamil. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dukungan keluarga dengan tinkat kecemasan ibu hamil menghadapi persalinan pada pandemi COVID 19 Di Provinsi Bali. Penelitian ini adalah penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu hamil Trimester III di Provinsi Bali dengan teknik cluster sampling sebanyak 124 orang. Alat pengumpul data berupa kuesioner, data dianalisis dengan menggunakan rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mempunyai dukungan keluarga yang sedang (70,2%) dan tidak mengalami kecemasan (87,1%). Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan tinkat kecemasan ibu hamil menghadapi persalinan pada pandemi COVID 19 Di Provinsi Bali (p value<0,05). Diharapkan bidan lebih sering mengenai pentingnya dukungan keluarga dalam mendukung ibu hamil dalam menghadapi persalinan dan keluarga dapat memberikan dukungan secara kompleks.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU VULVA HYGIENE SAAT MENSTRUASI DENGAN KAPARAHAN PRURITUS VULVAE Ni Kadek Devariyani Swantari; I Gede Putu Darma Suyasa; Ni Wayan Manik Parwati
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM STIKes ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/jmakia.v12i2.217

Abstract

ABSTRAK Pengetahuan dan perilaku vulva hygiene saat menstruasi sangat penting dimiliki remaja putri untuk mencegah terjadinya masalah pada genetalia seperti pruritus vulvae. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan perilaku vulva hygiene saat menstruasi dengan tingkat keparahan kejadian pruritus vulvae pada remaja putri. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini sebanyak 314 orang dengan jumlah sampel 192 orang. Teknik pengambilan sampel dengan teknik non probability sampling menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan secara online menggunakan kuesioner dengan google formulir dan dianalisis dengan Spearman’s Rho Correlation. Hasil temuan menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan vulva hygiene cukup (41,2%), tingkat perilaku vulva hygiene baik (51,0%), dan tingkat keparahan kejadian pruritus vulvae ringan (43,2%) pada siswi SMP Widyasakti. Dari 79 responden yang memiliki tingkat pengetahuan vulva hygiene cukup, sebanyak 33 (41,8%) responden mengalami pruritus vulvae dengan tingkat keparahan ringan. Dan dari 98 responden yang memiliki tingkat perilaku vulva hygiene baik, sebanyak 44 (44,9%) mengalami pruritus vulvae dengan tingkat keparahan ringan. Kesimpulan pada penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan vulva hygiene saat menstruasi dengan tingkat keparahan kejadian pruritus vulvae. Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat perilaku vulva hygiene saat menstruasi dengan tingkat keparahan kejadian pruritus vulvae.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN TENAGA PENOLONG PERSALINAN PADA IBU HAMIL TM III DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MOGANG KABUPATEN SAMOSIR TAHUN 2021 Ni Wayan Manik Parwati; Christine Elisabeth Sianipar; Ni Made Ayu Yulia Raswati Teja
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM STIKes ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/.v12i2.238

Abstract

ABSTRAK Salah satu indikator yang menggambarkan kesejahteraan masyarakat di suatu negara adalah Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi dan Balita (AKB dan AKABA). Hasil SUPAS tahun 2015 AKI di Indonesia sebesar 305 per 100.000 kelahiran hidup. Komplikasi dan kematian maternal serta bayi baru lahir sebagian besar terjadi pada masa disekitar persalinan. Salah satu penyebabnya adalah persalinan yang ditolong oleh tenaga non kesehatan yang tidak memiliki kompetensi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan tenaga penolong persalinan pada ibu hamil TM III di Wilayah Kerja Puskesmas Mogang Kabupaten Samosir Tahun 2021. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Analitik Korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu hamil TM III yang ada di wilayah kerja Puskesmas Mogang. Sampel pada penelitian ini adalah semua ibu hamil TM III yang memenuhi kriteria inklusi yang berjumlah 54 orang. Teknik pengambilan sampling yang digunakan adalah total sampling. Hasil penelitian dengan menggunakan batas kemaknaan statistik yaitu P value < 0,05 ditemukan beberapa variabel yang menunjukkan hubungan yang bermakna yaitu pendidikan, pengetahuan, sikap, aksesibilitas dan dukungan keluarga terhadap pemilihan tenaga penolong persalinan, dan tidak ditemukan hubungan yang bermakna pada variabel umur, paritas, pemeriksaan kehamilan dan dukungan tenaga kesehatan. Simpulan dari penelitian diperoleh proporsi responden yang memilih tenaga kesehatan sebagai tenaga penolong persalinan berjumlah 66,7% dan 33,3% memilih non tenaga kesehatan, faktor-faktor yang memiliki hubungan dalam pemilihan tenaga penolong persalinan adalah faktor predisposisi (pendidikan, pengetahuan dan sikap), faktor pendukung (aksesibilitas) dan faktor pendorong (dukungan keluarga).
Hubungan Antara Literasi Kesehatan Mental Depresi Dan Stigma Diri Dengan Sikap Mencari Bantuan Masalah Kesehatan Mental Pada Mahasiswa Keperawatan Di Institut Teknologi Dan Kesehatan Bali Ni Luh Putu Fumika Venaya Dewi; I Ketut Alit Adianta; Ni Wayan Manik Parwati
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v6i2.438

Abstract

AbstrakLatar Belakang: Pandemi COVID-19 telah menimbulkan permasalahan kesehatan mental mahasiswa. Penelitian sebelumnya menyikapi sikap pencarian bantuan yang rendah menjadi perhatian serius selama pandemi dengan beberapa faktor penghalang seperti stigma diri dan literasi kesehatan mental.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan literasi kesehatan mental depresi dan stigma diri dengan sikap mencari bantuan (help seeking) masalah kesehatan mental pada Mahasiswa Keperawatan di Institut Teknologi dan Kesehatan Bali. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik korelatif dengan metode pendekatan Cross Sectional, menggunakan 353 sampel yang dipilih dengan teknik Stratified Random Sampling di Institut Teknologi dan Kesehatan Bali. Instrumen penelitian yang digunakan saat pengumpulan data menggunakan tiga kuesioner yaitu Depresion Literacy (D-Lit),Self Stigma Of Mental Health (SSOH),dan Mental Health Seeking Attitude Scale (MHSAS) yang diisi sendiri oleh responden secara online melalui google form serta analisa data yang digunakan yaitu uji Spearman Rho.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa keperawatan memiliki literasi kesehatan mental depresi yang tinggi dengan stigma diri sedang, sikap mencari bantuan masalah kesehatan mental yang kurang baik, terdapat hubungan antara stigma diri dengan sikap mencari bantuan masalah kesehatan mental dengan nilai p value=0.014 dan r=0.131 dan tidak adanya hubungan antara literasi kesehatan mental depresi dengan sikap mencari bantuan masalah kesehatan mental dengan nilai p value= 0.897dan r = 0.007.Kesimpulan: Stigma diri menjadi faktor penghalang yang signifikan dalam proses pencarian bantuan masalah kesehatan mental sehingga perlunya melakukan upaya pengurangan stigma diri pada mahasiswa saat melakukan pencarian bantuan. Kata Kunci: Literasi,Stigma Diri,Sikap,Kesehatan Mental    Abstract Background: The COVID-19 pandemic has caused mental health problems for students. Previous research addressing the low attitude of seeking help became a serious concern during the pandemic with several barrier factors such as self-stigma and mental health literacy. The purpose of this study was to determinethe correlation between mental health literacy depression and self-stigma with the help-seeking attitude of mental health problems in nursing students at the Institute of Health Sciences Bali.Method: This study employed a correlative analytic research design with a Cross-Sectional approach, using 353 samples selected by the Stratified Random Sampling technique at the Institute of Health Sciences Bali. The data were collected using three questionnaires, namely Depression Literacy (D-Lit), Self-stigma of Mental Health (SSOH), and Mental Health Seeking Attitude Scale (MHSAS) questionnaires. Those were filled out by respondents online via google form and the data analysis. Used is Spearman Rho test.Results: Findings indicated that nursing students had high depression of mental health literacy with moderate self-stigma and poor attitude in seeking help for mental health problems; there was a correlation between self-stigma and attitude in seeking help for mental health problems (p-value = 0.014 and r = 0.131). Moreover, there was no correlation between the depression of mental health literacy and the attitude of seeking help for mental health problems (p-value = 0.897 and r = 0.007).Conclusion: Self-stigma is a significant barrier factor in seeking help for mental health problems; hence it is necessary to make efforts to reduce self-stigma in students when seeking help. Keywords:Literacy, Self-Stigma, Attitude, Mental Health    
Karakteristik Dan Persepsi Ibu Balita Tentang Pemanfaatan Buku KIA Sebagai Deteksi Dini Tumbuh Kembang Balita Di Masa Adaptasi Tatanan Hidup Baru Ni Wayan Manik Parwati; Idah Ayu Wulandari; Putu Ayu Ratna Darmayanti
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 11 No 2 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.326 KB) | DOI: 10.37413/jmakia.v11i2.177

Abstract

ABSTRAK Tatanan hidup baru selama pandemi COVID-19 juga berdampak pada pelayanan kesehatan untuk balita terutama dalam hal pemantauan deteksi dini tumbuh kembang balita. Pemanfaatan buku KIA sebagai deteksi dini tumbuh kembang balita menjadi hal yang harus diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan persepsi ibu balita tentang pemanfaatan buku KIA. Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini 124 responden di kota Denpasar menggunakan analisis uji Chi Square. Hasil Penelitian menunjukkan karakteristik umur responden paling banyak umur 26-30 tahun (36,3%), jumlah anak 1 (42,8%), pendidikan menengah (52,4%) dan tidak bekerja (33,1%). Sebagian besar responden memiliki persepsi yang positif (77.4%) serta mampu memanfaatkan buku KIA sebagai deteksi dini tumbuh kembang balita dengan baik (74,2%). Terdapat hubungan antara karakteritik umur (p=0,075) jumlah anak (p<0,001), pendidikan (p=0,001) dan persepsi (p=0,02) dengan pemanfaatan buku KIA, sedangkan karakteristik pekerjaan ibu tidak berhubungan dengan pemanfaatan buku KIA sebagai deteksi dini pertumbuhan dan perkembangan (p=0,131). Ibu yang memiliki balita diharapkan menggunakan buku KIA dengan optimal sebagai deteksi dini tumbuh kembang balita agar kedepannya perkembangan anak tidak terhambat.
Hubungan Pengetahuan Dan Perilaku Vulva Hygiene Saat Menstruasi Dengan Keparahan Pruritus Vulvae Ni Kadek Devariyani Swantari; I Gede Putu Darma Suyasa; Ni Wayan Manik Parwati
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.467 KB) | DOI: 10.37413/jmakia.v12i2.217

Abstract

Pengetahuan dan perilaku vulva hygiene saat menstruasi sangat penting dimiliki remaja putri untuk mencegah terjadinya masalah pada genetalia seperti pruritus vulvae. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan perilaku vulva hygiene saat menstruasi dengan tingkat keparahan kejadian pruritus vulvae pada remaja putri. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini sebanyak 314 orang dengan jumlah sampel 192 orang. Teknik pengambilan sampel dengan teknik non probability sampling menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan secara online menggunakan kuesioner dengan google formulir dan dianalisis dengan Spearman’s Rho Correlation. Hasil temuan menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan vulva hygiene cukup (41,2%), tingkat perilaku vulva hygiene baik (51,0%), dan tingkat keparahan kejadian pruritus vulvae ringan (43,2%) pada siswi SMP Widyasakti. Dari 79 responden yang memiliki tingkat pengetahuan vulva hygiene cukup, sebanyak 33 (41,8%) responden mengalami pruritus vulvae dengan tingkat keparahan ringan. Dan dari 98 responden yang memiliki tingkat perilaku vulva hygiene baik, sebanyak 44 (44,9%) mengalami pruritus vulvae dengan tingkat keparahan ringan. Kesimpulan pada penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan vulva hygiene saat menstruasi dengan tingkat keparahan kejadian pruritus vulvae. Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat perilaku vulva hygiene saat menstruasi dengan tingkat keparahan kejadian pruritus vulvae.