Claim Missing Document
Check
Articles

UPAYA PROMOTIF MENYUKSESKAN ASI EKSKLUSIF DENGAN SOSIALISASI BUKU PANDUAN PIJAT OKSITOSIN PADA PRAKTIK MANDIRI BIDAN (PMB) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS III DENPASAR UTARA Ni Putu Sri Haryati; Parwati, Ni Wayan Manik; Wulandari, Idah Ayu
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v2i1.443

Abstract

Bayi baru lahir perlu mendapatkan perawatan yang optimal sejak lahir, salah satunya adalah Air Susu Ibu (ASI). Semua perempuan mempunyai potensi untuk memberikan ASI kepada anaknya, namun tidak semua ibu postpartum dapat langsung mengeluarkan ASI. Berbagai kendala bisa timbul dalam upaya memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi. Metode yang digunakan untuk memecahkan permasalahan tersebut adalah meningkatkan cakupan ASI Eksklusif dengan memberikan solusi yaitu sosialisasi buku panduan pijat oksitosin. Pemahaman bidan dan adanya buku panduan, diharapkan dapat meningkatkan pelaksanaan pijat oksitosin pada ibu menyusui di masyarakat sebagai upaya meningkatkan produksi ASI. Pelaksanaan kegiatan sosialisasi buku panduan telah dilaksanakan di secara daring dengan melibatkan Puskesmas III Denpasar Utara dan 10 PMB di wilayah kerjanya. Untuk mengukur perubahan pengetahuan dilakukan pre dan post test. Penyampaian materi penyuluhan melalui video, PPT dan check list. Dengan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan para bidan diharapkan dapat memberikan informasi dan mengajarkan para ibu tentang pijat oksitosin di wilayahnya masing-masing. Kata kunci : Sosialisasi, pijat oksitosin, PMB
Kelas Antenatal: Persepsi Dan Dukungan Suami Terhadap Keikutsertaan Ibu Hamil Heryani, Putu Trisna; Parwati, Ni Wayan Manik; Darmayanti, Putu Ayu Ratna
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v8i1.544

Abstract

Latar belakang: Di Indonesia, penyebab tidak langsung kematian ibu salah satunya adalah ketidaksiapan ibu untuk menjalani persalinan. Program kelas antenatal merupakan upaya untuk membantu ibu dalam untuk mempersiapkan persalinan. Persepsi dan dukungan suami menjadi faktor penting dalam keikutsertaan ibu hamil dalam kelas antenatal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara persepsi dan dukungan suami dengan keikutsertaan ibu hamil dalam kelas antenatal di Puskesmas Tembuku II. Metode: Desain cross-sectional digunakan dalam penelitian ini dengan melibatkan 113 ibu hamil trimester III yang dipilih secara total sampling. Data di kumpulkan menggunakan kuesioner lalu dianalisis dengan uji Spearman Rank.  Hasil: Persepsi ibu hamil sebagian besar kurang yaitu 48 orang (42,5%), dukungan suami sebagian besar rendah 51 orang (45,1%), dan keikutsertaan ibu hamil sebagian besar kurang aktif yaitu 58 orang (51,3%). Ada hubungan positif kuat yang signifikan antara persepsi dengan keikutsertaan dan hubungan dukungan suami dengan keikutsertaan (p=0,001, r persepsi ibu hamil= 0,53, dan r dukungan suami= 0,74). Kesimpulan: Persepsi dan dukungan suami berperan penting dalam keikutsertaan ibu hamil mengikuti kelas antenatal. Peningkatan pendidikan dan dukungan bagi ibu hamil serta peran aktif suami dalam memberikan dukungan emosional dan praktis selama kehamilan diperlukan. Program pendidikan seperti kampanye penyuluhan kesehatan, dan penyediaan layanan yang memadai untuk mendukung peran aktif pasangan dalam perawatan prenatal. Kata Kunci :  Dukungan Suami, Keikutsertaan Kelas Antenatal, Persepsi  
Efektivitas Pijat Punggung Oleh Suami terhadap Penurunan Skor EPDS Pada Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas 1 Denpasar Selatan Ariani, Niluh Linda; Parwati, Ni Wayan Manik; Dwiyanti, Ni Kadek Neza
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 15 No 1 (2024): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v15i1.349

Abstract

Masa nifas merupakan masa setelah lahirnya plasenta dan berakhir ketika organ kandungan pulih seperti sebelum hamil. Pada masa nifas, ibu akan mengalami adaptasi fisik dan psikologi seperti fase taking in,taking hold dan letting go. Adapun beberapa gangguan psikologis pada ibu nifas seperti kecemasan, postpartum blues atau depresi postpartum. Pijatan punggung adalah salah satu cara untuk mengatasi kecemasan yang dirasakan oleh ibu agar ibu menjadi lebih tenang. Tujuan : penelitian ini untuk mengetahui efektivitas pijat punggung oleh suami terhadap penurunan skor EPDS di wilayah kerja Puskesmas 1 Denpasar Selatan. Metode : motode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pre–exsperimental design dengan pendekatan one group pretest dan posttest menggunakan media video dengan teknik pengumpulan data menggunakan EPDS. Populasi pada penelitian ini sebanyak 30 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dari bulan April s/d Mei 2023. Hasil : hasil yang diperoleh skor EPDS pada ibu nifas sebelum diberikan pijat punggung oleh suami memperoleh nilai median 8.50, skor EPDS pada ibu nifas setelah diberikan perlakukan berupa pijat punggung oleh suami memperoleh nilai median 7.00. Uji statistic menggunakan uji Wilcoxon Rank diperoleh p-value 0,000 < 0,05 sehingga Ha diterima. Kesimpulan : pijat punggung efektif diberikan pada ibu nifas untuk menurunkan skor EPDS. Kata Kunci : Pijat Punggung, Depresi postpartum
Depresi Postpartum: Studi Retrospektif dengan Menganalisis Dukungan Suami Saat Persalinan Gayatri, Ni Luh Putu; Parwati, Ni Wayan Manik; Dwiyanti, Ni Kadek Neza; Haryati, Ni Putu Sri
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v14i2.291

Abstract

The postpartum period is a vulnerable period which can cause psychological disorders. One of them is postpartum depression. Generally, postpartum depression happened 13%. One of the social supports which influence during labor is husband support. However, not all of husband can give these supports. The objective is To determine the correlation between husband support during labor and postpartum depression incidence on postpartum mother. This study employed analytical correlation design. It was analyzed by using Spearman Correlation Test to determine the correlation with retrospective approach by using questionnaire. The data were collected by using total sampling technique in April- May 2023. There were 54 postpartum mothers recruited as the samples starting day 7-42 days in the working area of Public Health Center I South Denpasar. The result of spearman correlation test showed there was no correlation between husband support during labor and postpartum depression (p-value = 0,137 > 0,05). It showed 11% of mothers had risk of postpartum depression caused by less of husband support during labor. Depression incidence is not only influenced by internal factors but also external factor such as husband support. Husband support is not only needed during labor, but also it can be done everyday during postpartum. It is very important to reduce postpartum depression. Keywords: Experience, Postpartum Mother, Husband Support, Postpartum Depression
Hubungan Postpartum Blues dengan Kualitas Hidup pada Ibu Nifas di Denpasar Parwati, Ni Wayan Manik; Haryati, Ni Putu Sri; Wulandari, Idah Ayu; Gayatri, Ni Luh Putu
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v15i2.373

Abstract

Women who have finished giving birth will enter the puerperium. There are several types of disorders that occur during this period, one of which is postpartum blues. The postpartum period can change several characteristics of the mother such as psychological conditions, emotional, social, sexual and spiritual changes. This is experienced by all postpartum mothers and is unique in the critical complex period including quality of life. The purpose of this study was to determine the relationship between postpartum blues and quality of life in postpartum mothers. This research is a correlation analytic study with a cross sectional design. This research was conducted in the city of Denpasar in the month August-October 2022.The population in this study were all postpartum mothers in Denpasar City using cluster sampling. The data collection tool used in this study was a questionnairestandard developed by Cox, et.al. namely the Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). The data that has been collected is tested for normality with the Kolmogorov-Smirnov test with a p value <0.05 so that the data is not normally distributed. Test using Spearman's rho non-parametric statistical test. The results and conclusions in this study were obtained P value <0.001 and r = -744 which indicates that there is a close relationship between postpartum blues and the quality of life of postpartum women.
Hubungan Pengetahuan Dan Perilaku Vulva Hygiene Saat Menstruasi Dengan Keparahan Pruritus Vulvae Swantari, Ni Kadek Devariyani; I Gede Putu Darma Suyasa; Ni Wayan Manik Parwati
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/jmakia.v12i2.217

Abstract

Pengetahuan dan perilaku vulva hygiene saat menstruasi sangat penting dimiliki remaja putri untuk mencegah terjadinya masalah pada genetalia seperti pruritus vulvae. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan perilaku vulva hygiene saat menstruasi dengan tingkat keparahan kejadian pruritus vulvae pada remaja putri. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini sebanyak 314 orang dengan jumlah sampel 192 orang. Teknik pengambilan sampel dengan teknik non probability sampling menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan secara online menggunakan kuesioner dengan google formulir dan dianalisis dengan Spearman’s Rho Correlation. Hasil temuan menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan vulva hygiene cukup (41,2%), tingkat perilaku vulva hygiene baik (51,0%), dan tingkat keparahan kejadian pruritus vulvae ringan (43,2%) pada siswi SMP Widyasakti. Dari 79 responden yang memiliki tingkat pengetahuan vulva hygiene cukup, sebanyak 33 (41,8%) responden mengalami pruritus vulvae dengan tingkat keparahan ringan. Dan dari 98 responden yang memiliki tingkat perilaku vulva hygiene baik, sebanyak 44 (44,9%) mengalami pruritus vulvae dengan tingkat keparahan ringan. Kesimpulan pada penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan vulva hygiene saat menstruasi dengan tingkat keparahan kejadian pruritus vulvae. Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat perilaku vulva hygiene saat menstruasi dengan tingkat keparahan kejadian pruritus vulvae.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN TENAGA PENOLONG PERSALINAN PADA IBU HAMIL TM III DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MOGANG KABUPATEN SAMOSIR TAHUN 2021 Parwati, Ni Wayan Manik; Elisabeth Sianipar, Christine; Yulia Raswati Teja, Ni Made Ayu
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/.v12i2.238

Abstract

ABSTRAK Salah satu indikator yang menggambarkan kesejahteraan masyarakat di suatu negara adalah Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi dan Balita (AKB dan AKABA). Hasil SUPAS tahun 2015 AKI di Indonesia sebesar 305 per 100.000 kelahiran hidup. Komplikasi dan kematian maternal serta bayi baru lahir sebagian besar terjadi pada masa disekitar persalinan. Salah satu penyebabnya adalah persalinan yang ditolong oleh tenaga non kesehatan yang tidak memiliki kompetensi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan tenaga penolong persalinan pada ibu hamil TM III di Wilayah Kerja Puskesmas Mogang Kabupaten Samosir Tahun 2021. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Analitik Korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu hamil TM III yang ada di wilayah kerja Puskesmas Mogang. Sampel pada penelitian ini adalah semua ibu hamil TM III yang memenuhi kriteria inklusi yang berjumlah 54 orang. Teknik pengambilan sampling yang digunakan adalah total sampling. Hasil penelitian dengan menggunakan batas kemaknaan statistik yaitu P value < 0,05 ditemukan beberapa variabel yang menunjukkan hubungan yang bermakna yaitu pendidikan, pengetahuan, sikap, aksesibilitas dan dukungan keluarga terhadap pemilihan tenaga penolong persalinan, dan tidak ditemukan hubungan yang bermakna pada variabel umur, paritas, pemeriksaan kehamilan dan dukungan tenaga kesehatan. Simpulan dari penelitian diperoleh proporsi responden yang memilih tenaga kesehatan sebagai tenaga penolong persalinan berjumlah 66,7% dan 33,3% memilih non tenaga kesehatan, faktor-faktor yang memiliki hubungan dalam pemilihan tenaga penolong persalinan adalah faktor predisposisi (pendidikan, pengetahuan dan sikap), faktor pendukung (aksesibilitas) dan faktor pendorong (dukungan keluarga).
Hubungan Pernikahan Dini Dengan Kejadian Baby Blues Syndrome Di Desa Sidetapa Diantari, Komang Sri; Parwati, Ni Wayan Manik; Haryati, Ni Putu Sri
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v16i1.420

Abstract

The postpartum period involves many changes, both physical and psychological. Mothers may experience feelings of sadness related to their baby, a condition known as postpartum blues or baby blues. The purpose of this study is to determine the relationship between early marriage and the incidence of baby blues syndrome in young mothers. Since the postpartum period requires comprehensive care, there are times when mothers experience feelings of sadness related to their baby, referred to as baby blues syndrome. This study is an observational analysis utilizing a cross-sectional approach.This research was conducted in Sidetapa Village, Banjar District, Buleleng Regency, Bali, from October to November 2024, using a total sampling technique with 45 respondents. The data collection tool employed was the Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) questionnaire. The analysis utilized the Spearman's Rho statistical test. The results of the study were gathered from 45 surveyed individuals; the majority were aged 20-35 years, totaling 21 individuals (46.7%), 25 individuals had completed high school (55.6%), 29 individuals were unemployed (64.4%), 40 individuals earned less than the minimum wage (88.9%), 27 individuals were primipara (having given birth once) (60%), 33 individuals were married before the age of 20 (73.3%), and 31 individuals experienced baby blues syndrome (68.9%).The results of the statistical test using Spearman Rho, with a p-value of 0.000, are less than the established threshold of < 0.05, thus Ha is accepted. There is a relationship between early marriage and the incidence of baby blues syndrome among young mothers in Sidetapa Village, Banjar District, Buleleng Regency.
PENGARUH SENAM OTAK TERHADAP PERKEMBANGAN BALITA DI TPA UNIK DAYCARE Dewi Anggereni, Ni Made; Parwati, Ni Wayan Manik; Neza Dwiyanti, Ni Kadek; Diah Laksmi Dewi, Ni Komang
Jurnal Midwifery Update (MU) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Midwifery Update (MU)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jmu.v7i1.194

Abstract

A child's growth and development are inseparable from gross and fine motor skills. Optimal child development is achieved with appropriate stimulation. Children who receive focused and regular stimulation develop faster than those who receive little or no stimulation. Stimulation can be done through brain exercise. The purpose of this study was to determine the effect of brain exercises on toddler development at Unik Daycare. This study employed a quantitative study using a pre-experimental design in the form of a one-group pretest-posttest design. In this study, 34 respondents were recruited as a sample through a non-probability sampling in the form of total sampling. Data were collected using the KPSP questionnaire and the Brain Exercise SOP and analyzed using the Wilcoxon signed-rank test. Findings indicated that the pre-test results showed that most respondents (31 respondents or 91.2%) had questionable toddler development based on the KPSP. The post-test results after brain exercises showed that most respondents (32 respondents or 94.1%) had appropriate toddler development based on the KPSP. Analysis of the effect of brain exercises on toddler development yielded a p-value of 0.001 < 0.05. The study concludes that brain exercises have an effect on toddler development at Unik Daycare. This research can provide input for the community to apply brain exercise methods at home to optimize children's growth and development. Keywords: Toddler Development, Brain Exercises
Edukasi Melalui Video: Upaya Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Postpartum Blues Suprapto, Sentot Imam; Ellina, Agusta Dian; Parwati, Ni Wayan Manik; Wisnawa, I Nyoman Dharma
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v5i1.781

Abstract

ABSTRAK Postpartum blues merupakan masalah psikologis yang sering dialami ibu pada masa nifas dan dapat berdampak negatif terhadap kesehatan ibu maupun perkembangan bayi jika tidak ditangani sejak dini. Salah satu upaya pencegahan yang efektif adalah pemberian edukasi kesehatan pada ibu hamil trimester III. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai pencegahan postpartum blues melalui media edukasi berbasis video.  Metode pelaksanaan dilakukan dengan penyuluhan interaktif, pemutaran video edukasi, serta sesi diskusi dan tanya jawab. Partisipan dalam pengabdian ini adalah 24 ibu hamil yang datang pada kelas hamil di Puskesmas III Denpasar Utara. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan melalui kuesioner sederhana serta ujian efektivitas video dengan uji wilcoxon. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil mengenai faktor risiko, tanda dan gejala, serta strategi pencegahan postpartum blues. Adapun hasil dari penyuluhan sebelum diberikan video edukasi sebagian besar responden (70,8%) memiliki pengetahuan cukup tentang postpartum blues sedangkan setelah diberikan edukasi sebagian besar mitra memiliki pengetahuan baik yaitu 83,3%. Hasil analisis perbedaan menggunakan uji wilcoxon didapatkan perbedaan pengetahuan ibu hamil sebelum dan sesudah diberikan edukasi tentang postpartum blues dengan nilai p-value sebesar <0,001.  Terjadi peningkatan pengetahuan ibu hamil setelah diberikan edukasi mengenai postpartum blues. Diharapkan ibu hamil dapat lebih proaktif mencari informasi terkait kesehatan psikologis pada masa nifas, serta memperkuat dukungan emosional dan sosial untuk mencegah munculnya postpartum blues. Bagi tenaga kesehatan khususnya pemegang program KIA, disarankan untuk menjadikan edukasi dengan media video mengenai pencegahan postpartum blues sebagai bagian dari program rutin antenatal care (ANC) dan kelas ibu hamil.   Kata kunci : Video, edukasi, ibu hamil, postpartum blues