Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Meningkatkan Pengetahuan Siswa SMA dan SMK Di Bali Terkait Infeksi Menular Seksual pada Remaja Dwijastuti, Ni Made Sri; Aryasa, I Wayan Tanjung; Septiasari, Ni Putu Senshi; Dewi, I Gusti Agung Ayu Satwikha; Widiantari, Ni Putu; Putri, Ni Putu Puniari Eka
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i1.583

Abstract

Tingginya angka infeksi menular seksual di kalangan remaja menunjukkan adanya kebutuhan mendesak akan intervensi edukatif yang tepat sasaran. Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap perilaku seksual berisiko akibat minimnya pengetahuan dan pengaruh perubahan biologis serta sosial. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai infeksi menular seksual melalui penyuluhan kesehatan yang dilakukan secara sistematis di sepuluh sekolah menengah atas dan kejuruan di wilayah Bali. Metode yang digunakan adalah ceramah interaktif yang disertai sesi diskusi dan evaluasi pengetahuan peserta melalui pre-test dan post-test. Evaluasi dilakukan untuk mengukur tingkat partisipasi dan peningkatan pengetahuan peserta setelah menerima materi penyuluhan. Hasil menunjukkan bahwa lebih dari 75% peserta mengisi pre-test dan post-test dengan peningkatan skor rata-rata dari 85% menjadi 90%, yang mengindikasikan partisipasi aktif peserta telah melebihi ambang minimal yang ditetapkan, dan secara umum kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan peserta terkait infeksi menular seksual. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa penyuluhan kesehatan mampu berkontribusi dalam meningkatkan literasi kesehatan reproduksi remaja, meskipun masih diperlukan inovasi dalam metode penyampaian agar keterlibatan peserta dapat lebih maksimal dan berdampak. Dalam jangka panjang, penerapan model blended learning dan pelibatan pengajar sebaya diharapkan dapat memperkuat perubahan perilaku positif dan menurunkan insiden IMS secara berkelanjutan di kalangan remaja.
ANALYSIS OF PEMANGKU AND PENGAYAH BLOOD GLUCOSE LEVELS AT BESAKIH TEMPLE Dwijastuti, Ni Made Sri; Septiasari, Ni Putu Senshi; Dewi, I Gusti Agung Ayu Satwikha; Widiantari, Ni Putu; Putri, Ni Putu Puniari Eka
Meditory : The Journal of Medical Laboratory Vol 12, No 2 (2024): Meditory, Volume 12 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/meditory.v12i2.3568

Abstract

Background: Every year on Sasih Kedasa, Besakih Temple holds a series of ceremonies called Ida Bhatara Turun Kabeh. The ceremony is held annually for approximately one and a half months. The workload of Pemangku and Pengayah during the ceremony, with a long duration and repetitiveness, is considered to cause physical fatigue, which leads to increased stress and an increased tendency to eat poorly. Pemangku and Pengayah are also vulnerable to sunburn, coffee, sleep loss, and dehydration while on duty. These factors trigger diabetes and spikes in blood glucose levels (BGL). Aims: To analyze the BGL of Pemangku and Pengayah in Besakih temple. Methods: It is observational research with a cross-sectional approach. Data collection was carried out by Point of Care Testing (POCT), supported by interviews with 66 respondents to determine individual conditions. The results: One of the adult female respondents shows low BGL (48 mg/dl). High BGL (335,2 mg/dl on average) was obtained from five respondents: adult women, older women, and three elderly men. The rest of the respondents show normal BGL, which is 125,6 mg/dl on average. Conclusions: As many as 1,5% had low, 7,6% had high, and 90,9 % had normal BGL of 66 Pemangku and Pengayah at Besakih Temple.
THE RELATIONSHIP OF BREAKFAST HABITS WITH HEMOGLOBIN LEVELS IN CLASS XI STUDENTS AT SMA NEGERI 7 DENPASAR Satwikha Dewi, I Gusti Agung Ayu; Dwijastuti, Ni Made Sri; Septiasari, Ni Putu Senshi; Widiantari, Ni Putu; Eka Putri, Ni Putu Puniari
Meditory : The Journal of Medical Laboratory Vol 12, No 1 (2024): Meditory, Volume 12 No. 1 Tahun 2024
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/meditory.v12i1.3215

Abstract

Introduction: Hemoglobin levels are a clinical parameter in routine hematology examinations which are used to determine whether there are health problems. Adolescents need to pay attention to hemoglobin levels because hemoglobin levels are crucial for supporting the physical, mental and academic well-being of adolescents during this important phase of their growth and development. Method: This research method is observational research with a cross sectional approach. This research was conducted at SMA Negeri 7 Denpasar, Wednesday 24 May 2023. The sampling technique used was purposive sampling with a sample size of 42 students in class XI of SMA Negeri 7 Denpasar. Results: There were 8 students in class Students who did not have breakfast had normal and high hemoglobin levels, while students who had breakfast had low, normal and high hemoglobin levels. The results of the analysis using the Somers'D test showed that there was no relationship between breakfast habits and hemoglobin levels with p value = 0.188 or p 0.05. Conclusion: Breakfast habits do not directly affect hemoglobin levels.Keywords : breakfast, hemoglobin, teenager
THE DIFFERENCES OF HEMATOCRIT LEVEL IN IMMEDIATE AND DELAYED BLOOD SAMPLES ON MICROHEMATOCRIT METHOD Dwijastuti, Ni Made Sri; Damarta, I Ketut Ari; Widiantari, Ni Putu
Meditory : The Journal of Medical Laboratory Vol 11, No 2 (2023): Meditory Volume 11 No. 2 Tahun 2023
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/meditory.v11i2.3012

Abstract

Background:Hematology specimen examination should be performed at room temperature in less than 2 hours. Recommended specimen storage temperatures are in the range of 2- 6C. However, examining laboratory samples with uncertain storage time and temperature is often delayed.Aims:To determine the difference between the hematocrit values of blood samples examined immediately and those that were delayed for more than 2 hours at room temperature.Methods:This study was conducted from April to June 2023 at the Clinical Chemistry Laboratory of Universitas Bali Internasional. A total of 24 venous blood samples were grouped into three treatment groups that were stored for 3 hours (P1), 6 hours (P2), and 12 hours (P3) at room temperature (18-220C), and one control group was examined immediately. Data were analyzed using the Mann-Whitney U test (?=0.05).The results:Statistical tests showed that the comparison of control with P1 was not significantly different (p=0.313), while the comparison of control with P2 (p=0.003) and the control with P3 (p=0.000) was significantly different.Conclusions:There was no significant difference in hematocrit values between blood samples examined immediately and blood samples delayed for 3 hours. Significant differences in hematocrit values were shown in comparing blood samples examined immediately with blood samples delayed for 6 hours and examined immediately with blood samples delayed for 12 hours.
Ekstrak Daun Duku (Lansium Domesticum) Sebagai Alternatif Anti Semut Hama Pemukiman Dwijastuti, Ni Made Sri
Jurnal Kesehatan Lingkungan (JKL) Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jkl.v13i1.2431

Abstract

Semut sering ditemukan mencemari makanan dan minuman, dapat menyebabkan alergi, dan menjadi vektor penyakit karena berasosiasi dengan mikroorganisme patogen. Masyarakat umumnya menggunakan insektisida sintetik untuk mengendalikan gangguan semut. Berbagai dampak negatif yang ditimbulkan oleh penggunaan pestisida sintetik semakin mendorong pengembangan bahan aktif pengganti pestisida yang aman dan ramah lingkungan. Ekstrak daun duku (Lansium domesticum) yang mengandung senyawa triterpene terbukti efektif untuk mengusir bahkan membunuh nyamuk dewasa maupun jentik nyamuk. Namun penulis belum menemukan penelitian tentang potensi ekstrak daun duku untuk mengatasi hama pemukiman lainnya khususnya semut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak daun duku sebagai alternatif pengusir semut dan konsentrasi optimum ekstrak daun duku sebagai alternatif pengusir semut. Penelitian eksperimen ini menggunakan rancangan Randomized Posttest-only Control Group design. Konsentrasi ekstrak daun duku yang digunakan adalah 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25%. Uji statistik (uji Kruskal Wallis dan uji U Mann-Whitney) menunjukkan bahwa ekstrak daun duku berpotensi sebagai alternatif pengusir semut. Potensi maksimal ekstrak daun duku sebagai pengusir semut terdapat pada konsentrasi 25% yaitu 97,5%. Namun, konsentrasi 15% adalah konsentrasi optimum. Hal ini ditunjukkan dengan uji statistik yang menunjukkan perbedaan antara ekstrak daun duku pada konsentrasi 15%, 20%, dan 25% dengan kontrol positif tidak berbeda nyata.
PENYULUHAN DAN PENGUKURAN TINGKAT PERSONAL HYGIENE PADA SISWA SD SATHYA SAI DENPASAR Sri Dwijastuti, Ni Made; Aryasa, I Wayan Tanjung; Ayu Satwikha Dewi, I Gusti Agung; Senshi Septiasari, Ni Putu; Widiantari, Ni Putu; Puniari Eka Putri, Ni Putu
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i1.131-137

Abstract

Cacingan adalah salah satu penyakit di daerah beriklim tropis yang sering kali diremehkan dan diabaikan. Penyakit cacingan pada manusia disebabkan adanya infeksi cacing yang ditularkan melalui tanah (Soil Transmitted Helminth). Prevalensi cacingan di Indonesia umumnya masih tinggi dengan persentase 60-90%. Anak-anak yang berada dalam usia sekolah dasar adalah golongan yang paling berisiko mengalami infeksi ini. Penyuluhan mengenai cacingan serta perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) penting dilakukan utamanya kepada anak-anak sekolah dasar untuk mencegah cacingan. Oleh karena itu, Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis Universitas Bali Internasional melaksanakan penyuluhan kesehatan di SD Sathya Sai Denpasar untuk mengukur personal hygiene dan skrining risiko cacingan dari siswa di sekolah tersebut. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, wawancara dan pemeriksaan langsung. Berdasarkan hasil kegiatan, diketahui bahwa secara umum, para siswa sudah memiliki kebiasaan personal hygiene yang baik. Hasil pemeriksaan potongan kuku siswa menunjukkan tidak ditemukan telur cacing, yang berarti risiko cacingan pada siswa SD Sathya Sai tergolong rendah.
PEMERIKSAAN KADAR HEMOGLOBIN SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 7 DENPASAR, KOTA DENPASAR, PROVINSI BALI Satwikha Dewi, I Gusti Agung Ayu; Sri Dwijastuti, Ni Made; Senshi Septiasari, Ni Putu; Tanjung Aryasa, I Wayan; Widiantari, Ni Putu; Puniari Eka Putri, Ni Putu
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i3.1057-1062

Abstract

Hemoglobin adalah protein di dalam sel darah merah yang bertindak sebagai pembawa oksigen ke seluruh tubuh, dan kadar hemoglobin yang optimal adalah kunci untuk memastikan fungsi tubuh yang optimal. Hemoglobin juga berperan mendukung pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh. Pertumbuhan hemoglobin yang sehat pada masa remaja memiliki beberapa dampak penting pada kesehatan dan perkembangan anak-anak dan remaja. Program studi D IV Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Bali Internasional mengadakan pemeriksaan kadar hemoglobin secara gratis pada remaja di SMA Negeri 7 Denpasar, Provinsi Bali. Metode yang dilakukan dengan berkoordinasi dengan pihak sekolah seperti kepala sekolah dan guru, melakukan persiapan alat dan bahan pemeriksaan, melakukan pemeriksaan hemoglobin dengan metode Point  Of  Care  Testing (POCT), dan evaluasi kegiatan. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 24 Mei 2023 dan diikuti oleh 42 siswa SMA Negeri 7 Denpasar yang mejadi responden. Kadar hemoglobin siswa kelas XI SMA Negeri 7 Denpasar sebagian besar berada dalam batas normal sebanyak 21 orang. kegiatan ini diharapkan remaja memahami status kadar hemoglobin serta mampu meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup siswa muda serta meningkatkan potensi akademik dan sosial mereka.
Pengajaran Praktis Golongan Darah untuk Meningkatkan Kesadaran Kesehatan pada Siswa SD Dwijastuti, Ni Made Sri; Septiasari, Ni Putu Senshi; Dewi, I Gusti Agung Ayu Satwikha
UNBI Mengabdi Vol. 5 No. 2 (2024): UNBI Mengabdi Juli
Publisher : Universitas Bali Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34063/um.v5i2.424

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa SD tentang golongan darah dan pentingnya mengetahui golongan darah. Melalui ceramah dan praktik langsung pemeriksaan golongan darah, 23 siswa dari SD Sathya Sai Denpasar terlibat dalam kegiatan ini. Sebagian besar siswa menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai golongan darah setelah kegiatan, dengan beberapa dari mereka mampu mengidentifikasi golongan darah mereka sendiri. Kegiatan ini juga berkontribusi pada peningkatan keterampilan praktis siswa dalam melakukan pemeriksaan golongan darah. Hasil kegiatan menunjukkan pentingnya penerapan metode pendidikan yang melibatkan praktik langsung untuk meningkatkan pemahaman konsep medis pada anak-anak.   This service program aims to increase elementary school students' understanding of blood type and the importance of knowing blood type. Through lectures and hands-on blood group testing, 23 students from SD Sathya Sai Denpasar were involved in this activity. Most of the students showed a better understanding of blood type after the activity, with some of them being able to identify their own blood type. The activity also contributed to improving students' practical skills in conducting blood group checks. The results of the activity demonstrate the importance of implementing educational methods that involve hands-on practice to improve the understanding of medical concepts in children.
Peningkatan Pengetahuan dan Skrining Anemia pada Remaja Putri SMP Negeri 11 Denpasar Ida Bagus Oka Suyasa; Sarihati, I Gusti Ayu Dewi; Aprilia Rakhmawati; Dwijastuti, Ni Made Sri
ABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/abdikan.v4i4.6549

Abstract

Anemia is characterized by low Hemoglobin (Hb) levels, which is a major health problem affecting adolescent girls, with a prevalence that remains relatively high. Anemia in adolescent girls is largely caused by increased iron requirements during puberty and blood loss during menstruation. Untreated anemia can continue into pregnancy and affect the health of both mother and child. This activity aimed to educate and screen 40 female students at SMP Negeri 11 Denpasar for anemia. The methods used include health education through interactive counseling, Hb level screening using photometry, the formation of adolescent health cadres and data analysis using statistical tests to determine the increase in knowledge. The screening results showed that 9 participants had symptoms of anemia with Hb <12 g/dL. The counseling session successfully increased the participant’s knowledge significantly, with the average post-test score jumping from 56 to 76 compared to the pre-test results. Although the educational intervention proved to be effective in increasing knowledge about anemia, the importance of follow-up medical treatment and continuous monitoring is very much needed. This activity successfully increased adolescent girls’ knowledge about anemia. However, follow-up in the form of iron tablets and dietary changes is required. Continuous intervention with the involvement of families and schools is expected to reduce the prevalence of anemia and improve the health quality of adolescent girls in the area.
PEMERIKSAAN KADAR ASAM URAT DAN KOLESTEROL DI DESA SIBANGKAJA, KECAMATAN ABIANSEMAL, KABUPATEN BADUNG, PROVINSI BALI Senshi Septiasari, Ni Putu; Sri Dwijastuti, Ni Made; Satwikha Dewi, I Gusti Agung Ayu; Widiantari, Ni Putu; Puniari Eka Putri, Ni Putu
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 9 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i9.3177-3182

Abstract

Triple burden merupakan tiga masalah kesehatan penting yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah dan masyarakat Indonesia. Jenis penyakit tidak menular merupakan salah satu penyakit yang menjadi perhatian khusus pemerintah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh pemerintah adalah dengan rutin mengadakan kegiatan posyandu anak-anak, cek Kesehatan gratis dan program senam lansia. Berdasarkan hal tersebut Program Studi DIV Teknologi Laboratorium Medis melaksanakan tridarma perguruan tinggi dengan melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan melakukan pemeriksaan Kesehatan gratis pada warga Desa Sibangkaja, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung-Bali. Metode kegiatan dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu persiapan, pemeriksaan dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan Pengabdian Masyarakat Program Studi DIV Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Bali Internsional telah tercapai 100%. Jumlah peserta kegiatan ini sebanyak 74 orang. Warga Br. Piakan, Desa Sibangkaja sebagian besar memiliki kadar asam urat dan kolesterol normal dengan presentase 66,7% pada kadar kolesterol dan 66,2% pada kadar asam urat. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya cek Kesehatan secara rutin dan berkelanjutan agar dapat mendeteksi dini adanya resiko  penyakit tidak menular (PTM).