Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Workshop Model Pembelajaran Student-Centered Learning (SCL) pada Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pembelajaran (LP3) Universitas Sam Ratulangi, Manado Saroyo; Runtuwene, Max R.J.; Laoh, Olly E.H.; Lengkong, Johny P.; Pelle, Wilmy; Paturusi, Sary D.E.
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Lentera - Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/gprjg425

Abstract

Salah satu perubahan paradigma pembelajaran di perguruan tinggi ialah pergeseran pembelajaran berpusat pada dosen (teacher-centered learning/TCL) menuju pembelajaran berpusat pada mahasiswa (student-centered learning/SCL). Mulai tahun 2021, dengankeluarnya Keputusan Menteri No. 3/M/2021 tentang Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi, metode pembelajaran yang diperhitungkan dalam Indikator Kinerja Utama ialah metode pembelajaran pemecahan kasus (case method) atau pembelajaran kelompok berbasis proyek (team-based project). Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pembelajaran, Universitas Sam Ratulangi telah melaksanakan workshop model pembelajaran student-centered learning (SCL) dengan penekanan pada implementasi kedua metode pembelajaran di atas. Workshop dilaksanakan pada tanggal 13 sampai 14 Juni 2023, diikuti oleh 44 orang dosen. Workshop terdiri dari tahapan pretes, penyampaian materi, pendampingan, postes, dan penugasan. Hasil workshop menunjukkan bahwa: pengetahuan peserta telah meningkat dari 5,6 menjadi 7,6, sedangkan untuk keterampilan, rata-rata peserta memiliki kinerja baik. Dari hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa workshop model pembelajaran student-centered learning (SCL) pada Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pembelajaran (LP3) Universitas Sam Ratulangi, Manado telah meningkatkan pengetahuan dosen dalam merancang pembelajaran SCL, terutama penerapan metode pembelajaran pemecahan kasus (case method) atau pembelajaran kelompok berbasis proyek (team-based project).
Konsep Penerapan Corporate Social Responsibility (CSR) Terhadap Pembangunan di Kota Manado Wagiu, Mario; Lengkong, Johny P.; Waworundeng, Welly
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.13244

Abstract

Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan konsep di mana perusahaan secara sukarela berkontribusi terhadap pembangunan sosial, ekonomi, dan lingkungan di sekitar operasinya. Di Kota Manado, penerapan CSR memiliki dampak yang signifikan terhadap pembangunan kota. Pada tingkat sosial, perusahaan berperan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan menyediakan program pendidikan, kesehatan, dan kegiatan sosial lainnya. Ini membantu meningkatkan kesejahteraan dan memperkuat ikatan sosial di antara penduduk setempat. Secara ekonomi, perusahaan berkontribusi melalui penciptaan lapangan kerja, pelatihan keterampilan, dan pendukungan terhadap usaha mikro dan kecil. Hal ini membantu mengurangi tingkat pengangguran dan meningkatkan ekonomi lokal. Di sisi lingkungan, perusahaan menerapkan praktik ramah lingkungan, seperti pengelolaan limbah yang baik, konservasi sumber daya alam, dan mendukung keberlanjutan lingkungan hidup. Ini penting untuk menjaga kelestarian lingkungan alam Kota Manado. Namun, tantangan dalam penerapan CSR di Kota Manado termasuk koordinasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat untuk memastikan program CSR berdampak maksimal dan berkelanjutan. Diperlukan juga pemantauan dan evaluasi secara terus-menerus terhadap implementasi program CSR agar dapat mengukur dampaknya secara efektif. Dengan demikian, penerapan CSR di Kota Manado tidak hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan lingkungan, tetapi juga berpotensi sebagai model pembangunan berkelanjutan yang dapat diadopsi oleh kota-kota lain di Indonesia.