Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Sirok Bastra

PENGGUNAAN RADIKAL DALAM PEMAKNAAN KARAKTER HAN: PENDEKATAN STATISTIK LINGUISTIK Ayesa Ayesa
Sirok Bastra Vol 5, No 1 (2017): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.72 KB) | DOI: 10.37671/sb.v5i1.92

Abstract

Setiap karakter Han, atau yang dikenal dengan hanzi, memiliki radikal. Makalah ini menganalisis penggunaan radikal oleh penutur jati bahasa Indonesia yang berbicara bahasa Mandarin dalam memaknai hanzi. Prosedur penelitian kuantitatif dilakukan untuk melihat signifikansi penggunaan radikal dalam memaknai hanzi. Terdapat 49 penutur jati bahasa Indonesia yang juga mampu berbahasa Mandarin yang dijadikan responden dalam penelitian ini. Masing-masing responden diminta menebak arti enam hanzi yang mengandung radikal yang sering dijumpai, yaitu扌’tangan’. Hasil dari pemaknaan keenam hanzi tersebut dikaitkan dengan beberapa variabel, di antaranya latar belakang pekerjaan, pertimbangan responden dalam menggunakan radikal, kualitas durasi pemakaian, dan pertimbangan responden dalam menggunakan guratan lain dalam suatu karakter. Melalui analisis statistik, ditemukan bahwa semakin setuju pada penggunaan radikal dalam pemaknaan karakter Han, nilai yang diperoleh atau karakter yang bisa dimaknai semakin banyak. Makalah ini diharapkan dapat menunjukkan pengaruh penggunaan radikal dalam pemaknaan hanzi.
KOMPOSITUM DALAM BAHASA MANDARIN: TINJAUAN DALAM CERITA PENDEK 《狂人日记》KUÀNGRÉN RÌJÌ ‘CATATAN HARIAN SEORANG GILA’ Ayesa Ayesa
Sirok Bastra Vol 3, No 2 (2015): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.75 KB) | DOI: 10.37671/sb.v3i2.65

Abstract

Komposisi sebagai salah satu proses morfologi derivasional seringkali ditemukan di dalam bahasa Mandarin. Hal tersebut berkaitan dengan penggunaan karakter Han dalam bahasa Mandarin. Karakter Han tersebut berasal dari piktograf, sehingga terdapat satu arti dalam satu karakter. Pembentukan kata lebih dari satu silabel dalam bahasa Mandarin, seringkali terjadi melalui proses komposisi sehingga menghasilkan kompositum, yang salah satu konsekuensinya seringkali disandingkan dengan idiom. Penelitian ini menunjukkan bahwa sama halnya dalam bahasa Indonesia, kompositum bahasa Mandarin juga dapat mengandung makna nonidiomatis, semiidiomatis, dan idiomatis. Kompositum yang digunakan sebagai data penelitian diambil dari cerita pendek《狂人日记》Kuàngrén Rìjì ‘Catatan Harian Seorang Gila’. Melalui penelitian ini dapat diketahui bahwa meski berlatar belakang bahasa yang berbeda, proses derivasional komposisi juga dapat terjadi dalam bahasa Mandarin.
PENGARUH AKSEN BAHASA JAWA TERHADAP PEMBUNYIAN HURUF LETUP /d/ DALAM BAHASA INGGRIS Ayesa Ayesa
Sirok Bastra Vol 4, No 2 (2016): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.017 KB) | DOI: 10.37671/sb.v4i2.80

Abstract

Penutur asing bahasa Inggris seringkali dipengaruhi oleh aksen atau dialek bahasa ibunya dalam berbicara menggunakan bahasa Inggris. Hal ini menyebabkan terjadinya variasi bunyi pada huruf tertentu. Dalam bahasa Jawa bunyi letup /d/ terdengar lebih tebal dan seringkali terbawa dalam ujaran bahasa Inggris. Dalam tulisan ini, penulis akan memaparkan data bahwa aksen bahasa Jawa memengaruhi durasi suatu ujaran, khususnya dalam pembunyian huruf letup /d/. Pengaruh tersebut dilihat dalam pembunyian beberapa kata dalam bahasa Inggris. Terdapat dua subjek penelitian, subjek A adalah penutur asli bahasa Inggris sebagai pembanding atau tolak ukur durasi bunyi letup /d/ dan subjek B adalah penutur asing yang menguasai bahasa Inggris serta berbahasa ibu bahasa Jawa. Keduanya akan mengujarkan lima kalimat yang terdapat enam kata dengan huruf letup /d/ yang letaknya berbeda (awal, tengah, dan akhir). Penggolongan kata berunsur huruf d tersebut juga dikelompokkan berdasarkan adanya vokal tegang atau vokal kendur di sekitarnya. Dari hasil temuan, terdapat perbedaan durasi antara penutur asli dan penutur asing yang menyebabkan perbedaan variasi bunyi letup /d/.