Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Lentera Perawat

Penerapan Teknik Pernapasan Buteyko Pada Klien Asma Bronkial Dengan Pola Napas Tidak Efektif Dengan Pendekatan Homecare Ni Ketut Sujati; Lisdahayati; Shinta Ramadhona; M Agung Akbar
Lentera Perawat Vol. 3 No. 1 (2022): Lentera Perawat
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v3i1.163

Abstract

Penderita asma biasanya mengalami sesak napas dan batuk. Serangan asma biasanya terjadi secara tiba-tiba ditandai dengan suara napas yang berbunyi wheezing dan mengi. Bunyi mengi biasanya terdengar ketika penderita menghembuskan napas nya. Teknik pernapasan Buteyko merupakan salah satu alternatif pencegahan kekambuhan asma. Teknik pernapasan Buteyko dapat membantu mengurangi kesulitan bernapas dengan cara hiperventilasi. Tujuan Penelitian : Menggambarkan latihan pernapasan buteyko dalam asuhan keperawatan klien asma bronkial dengan pola napas tidak efektif. Metode Penelitian : Penelitian ini dengan desain studi kasus. Studi kasus ini dilaksanakan pada bulan bulan februari sampai dengan mei 2021. Subjek 2 orang yang menderita asma bronchial berumur 55 – 65 yang berobat ke puskesmas tanjung agung dan telah di diagnosa oleh dokter mengalami asma bronchial yang menunjukan tanda dan gejala dispnea, penggunaan otot bantu pernapasan, fase ekspirasi memanjang, dan pola napas abnormal. Hasil Penelitian : pada klien I sebelum dilakukan teknik pernapasan buteyko didapatkan hasil dispnea sedang, penggunaan otot bantu meningkat, pemanjangan fase ekspirasi meningkat, frekuensi napas sedang, dan nilai control pause 18 detik. Pada klien II sebelum dilakukan teknik pernapasan buteyko didapatkan hasil dispnea sedang, penggunaan otot bantu napas sedang, pemanjangan fase ekspirasi sedang, ortopnea sedang, frekuensi napas cukup membaik dan nilai control pause 17 detik. Kesimpulan : Teknik pernapasan buteyko berhasil untuk memperbaiki pola napas pada 2 penderita asma yang mengalami gangguan pola napas. Saran : Perlu dilakukan kajian lebih mendalam tentang teknik pernapasan buteyko dengan metoda yang lebih kompleks pada subjek yang lebih banyak
Manajemen Symptom oleh CareGiver dalam Home Care Meningkatkan Kemandirian Aktivitas Harian Klien Cuple Dengan kelumpuhan Ni Ketut Sujati; Elisa Dea Wahyuni; Supangat; M Agung Akbar
Lentera Perawat Vol. 4 No. 1 (2023): Lentera Perawat
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v4i1.180

Abstract

Tirah baring stroke biasanya berlangsung sangat lama, dan klien dirawat di rumah. Komplikasi yang dapat terjadi bisa berupa jatuh, kontraktur, nyeri, depresi dan luka dekubitus. keluhan tersebut hilang timbul dan  mengganggu kualitas hidup klien. Manajemen Symptom sangat penting diajarkan pada klien stroke. Tujuan : menggambarkan manajemen symptom klien couple stroke di area home care. Metode : Studi kasus dilaksanakan bulan April sampai dengan Mei 2022 dengan subjek sepasang suami-istri  menderita stroke berumur 50-65. Istri klien yang mengalami stroke diajarkan terapi massage, terapi dzikir, dan RoM.untuk kemudian melakukan sendiri sekaligus melatih suaminya. Hasil : pada klien couple diperoleh masalah sama sama mengalami nyeri akut, gangguan pola tidur, dan gangguan mobilitas fisik. Setelah dilakukan terapi massage, terapi dzikir, dan RoM pada kedua klien mengalami keluhan nyeri menurun, keluhan sering terjaga menurun, dan pergerakan ekstermitas meningkat. Kesimpulan :Manajemen symptom nyeri, gangguan tidur, dan mobilitas dengan intervensi  terapi massage, terapi dzikir dan RoM berhasil untuk memperbaiki Aktifitas Kebutuhan sehari hari seperti keluhan nyeri, keluhan tidur dan gangguan mobilitas fisik pada 2 penderita stroke yang mengalami nyeri, gangguan pola tidur, dan gangguan  mobilitas fisik. Saran: Kehadiran perawat memberikan home care service sangat diperlukan pada klien yang dirawat di rumah, terutama klien couple.
Penerapan Teknik Pernapasan Buteyko Pada Klien Asma Bronkial Dengan Pola Napas Tidak Efektif Dengan Pendekatan Homecare Sujati, Ni Ketut; Lisdahayati; Ramadhona, Shinta; Akbar, M Agung
Lentera Perawat Vol. 3 No. 1 (2022): Lentera Perawat
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v3i1.163

Abstract

Penderita asma biasanya mengalami sesak napas dan batuk. Serangan asma biasanya terjadi secara tiba-tiba ditandai dengan suara napas yang berbunyi wheezing dan mengi. Bunyi mengi biasanya terdengar ketika penderita menghembuskan napas nya. Teknik pernapasan Buteyko merupakan salah satu alternatif pencegahan kekambuhan asma. Teknik pernapasan Buteyko dapat membantu mengurangi kesulitan bernapas dengan cara hiperventilasi. Tujuan Penelitian : Menggambarkan latihan pernapasan buteyko dalam asuhan keperawatan klien asma bronkial dengan pola napas tidak efektif. Metode Penelitian : Penelitian ini dengan desain studi kasus. Studi kasus ini dilaksanakan pada bulan bulan februari sampai dengan mei 2021. Subjek 2 orang yang menderita asma bronchial berumur 55 – 65 yang berobat ke puskesmas tanjung agung dan telah di diagnosa oleh dokter mengalami asma bronchial yang menunjukan tanda dan gejala dispnea, penggunaan otot bantu pernapasan, fase ekspirasi memanjang, dan pola napas abnormal. Hasil Penelitian : pada klien I sebelum dilakukan teknik pernapasan buteyko didapatkan hasil dispnea sedang, penggunaan otot bantu meningkat, pemanjangan fase ekspirasi meningkat, frekuensi napas sedang, dan nilai control pause 18 detik. Pada klien II sebelum dilakukan teknik pernapasan buteyko didapatkan hasil dispnea sedang, penggunaan otot bantu napas sedang, pemanjangan fase ekspirasi sedang, ortopnea sedang, frekuensi napas cukup membaik dan nilai control pause 17 detik. Kesimpulan : Teknik pernapasan buteyko berhasil untuk memperbaiki pola napas pada 2 penderita asma yang mengalami gangguan pola napas. Saran : Perlu dilakukan kajian lebih mendalam tentang teknik pernapasan buteyko dengan metoda yang lebih kompleks pada subjek yang lebih banyak
Penerapan Teknik Moist Balance Pada Asuhan Keperawatan Luka Kaki Diabetes Sujati, Ni Ketut; Lisdahayati; Erlika, Yesifa; Akbar, M Agung
Lentera Perawat Vol. 3 No. 1 (2022): Lentera Perawat
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v3i1.164

Abstract

Penderita diabetes mellitus dapat mengalami gangguan pada syaraf (neuropati), memiliki resiko luka pada kaki, hingga mengalami amputasi disebabkan karena luka diabetik. Mengatasi masalah tersebut diperlukan perawatan luka modern dengan moist balance yang lebih efektif dibanding perawatan luka konvensional. Tujuan: melakukan penerapan teknik moist balance pada asuhan keperawatan luka kaki diabetes. Metode : Desain penelitian ini adalah studi kasus pada 2 orang klien dengan luka kaki diabetes. Asuhan keperawatan diberikan berfokus pada penerapan teknik Moist Balance dengan konsep TIME selama 3 kali kunjungan. Data disajikan dalam bentuk transkip dengan urutan proses keperawatan. Hasil : pengkajian menggunakan skor winners memudahkan perawat karena sudah terukur dan aspek yang di ukur telah memenuhi keseluruhan pengkajian luka. Diagnosis yang muncul diagnosis yang sama pada kedua kasus. Intervensi menggunakan prinsip TIME yang sangat efektif dalam merencanakan setiap langkah dalam perawatan luka. Manajemen biofilm ditekankan pada langkah Infection controle. Dalam memilih balutan yang tepat penulis menggunakan prinsip WEI (Wound helling, Epitelisasi, dan infection controle) pada pemilihan balutan walaupun dengan memperhatikan kondisi klien membeli dressing balutan yang dipilih. Penilaian efektivitas perawatan luka didapatkan kondisi luka sebelum dilakukan perawatan luka Moist Balance dan setelah dilakukan perawatan luka Moist Balance, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah perawatan luka dengan metode Moist Balance pada klien luka kaki diabetes. Saran : Perawatan luka Moist Balance dijadikan standar perawatan luka khususnya luka kaki diabetes untuk meningkatkan kualitas asuhan keperawatan  luka diabetes.
Manajemen Symptom oleh CareGiver dalam Home Care Meningkatkan Kemandirian Aktivitas Harian Klien Cuple Dengan kelumpuhan Sujati, Ni Ketut; Dea Wahyuni, Elisa; Supangat; Akbar, M Agung
Lentera Perawat Vol. 4 No. 1 (2023): Lentera Perawat
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v4i1.180

Abstract

Tirah baring stroke biasanya berlangsung sangat lama, dan klien dirawat di rumah. Komplikasi yang dapat terjadi bisa berupa jatuh, kontraktur, nyeri, depresi dan luka dekubitus. keluhan tersebut hilang timbul dan  mengganggu kualitas hidup klien. Manajemen Symptom sangat penting diajarkan pada klien stroke. Tujuan : menggambarkan manajemen symptom klien couple stroke di area home care. Metode : Studi kasus dilaksanakan bulan April sampai dengan Mei 2022 dengan subjek sepasang suami-istri  menderita stroke berumur 50-65. Istri klien yang mengalami stroke diajarkan terapi massage, terapi dzikir, dan RoM.untuk kemudian melakukan sendiri sekaligus melatih suaminya. Hasil : pada klien couple diperoleh masalah sama sama mengalami nyeri akut, gangguan pola tidur, dan gangguan mobilitas fisik. Setelah dilakukan terapi massage, terapi dzikir, dan RoM pada kedua klien mengalami keluhan nyeri menurun, keluhan sering terjaga menurun, dan pergerakan ekstermitas meningkat. Kesimpulan :Manajemen symptom nyeri, gangguan tidur, dan mobilitas dengan intervensi  terapi massage, terapi dzikir dan RoM berhasil untuk memperbaiki Aktifitas Kebutuhan sehari hari seperti keluhan nyeri, keluhan tidur dan gangguan mobilitas fisik pada 2 penderita stroke yang mengalami nyeri, gangguan pola tidur, dan gangguan  mobilitas fisik. Saran: Kehadiran perawat memberikan home care service sangat diperlukan pada klien yang dirawat di rumah, terutama klien couple.
Analysis of Factors Affecting the Incidence of Dermatitis Suryanda, Suryanda; Nelly Rustiati; Ni Ketut Sujati
Lentera Perawat Vol. 6 No. 1 (2025): January - March
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v6i1.404

Abstract

Dermatitis is inflammation of the skin (epidermis and dermis) as a response to the influence of exogenous or endogenous factors, causing clinical abnormalities in the form of polymorphic efflorescence (erythema, edema, papules, vesicles, scale, lichenification) and complaints of itching. This research is to analyze the factors that influence the incidence of dermatitis in residents of Lubuk Batang village, Ogan Komering Ulu Regency. The sample size of this study was 68 people, it was a cross-sectional study. The research variables were history of allergies, type of food, occupation, use of contact materials with the incidence of dermatitis. There is a significant relationship between history of allergies and the incidence of dermatitis p-value=0.001, there is a significant relationship between type of food and the incidence of dermatitis p. value = 0.001, there is a significant relationship between the use of chemical products and the incidence of dermatitis p. value = 0.003. Meanwhile, there was no significant relationship between type of work and the incidence of dermatitis because p. value = 0.762. The majority of Lubuk Batang village residents who experience dermatitis are due to a history of allergies to certain foods or chemicals or contact materials. Meanwhile, the work of the majority of village residents as rubber tappers also carries a high risk of developing dermatitis