Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : SELODANG MAYANG

TINJAUAN TEKNIS SUMBER POTENSI PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) PADA PAJAK OLAHRAGA PERMAINAN DAN KEBUGARAN Edi Susanto; Khairul Ihwan; Asniati Bindas
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol 9 No 2 (2023): JURNAL SELODANG MAYANG
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v9i2.319

Abstract

The trend of a healthy lifestyle is very important and must be applied in everyday life. By adopting a healthy lifestyle, people can improve their quality of life and avoid various diseases. Healthy lifestyle trends can be carried out with fitness sports activities at the gym. The fitness sports facilities such as the Fitness Center, Gymnastics Studio, and Futsal Field demonstrate that the trend of a healthy lifestyle has also become a part of the people of Indragiri Hilir Regency. The existence of this fitness facility, based on Law Number 1 of 2022 concerning financial relations between the central government and regional governments, is one of the regional tax objects. The results of this study conclude that the potential for local revenue sourced from certain goods and services tax (PBJT) for sports and fitness facilities has considerable potential. Apart from that, the PPh 21 WPOPDN Revenue Sharing Fund of 8.4% is also considered to have potential as a source of regional original income, which is worth looking at. Suggestions from research are that local governments need to prepare regulations related to PBJT regarding sports and fitness facilities. Furthermore, this study also suggests increasing awareness of instructors and trainers in sports and fitness facilities. Trend gaya hidup sehat menjadi suatu hal yang sangat penting dan harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, dengan menerapkan pola hidup yang sehat masyarakat dapat meningkatkan kualitas hidupnya dan terhindar dari berbagai penyakit, trend gaya hidup sehat dapat dilakukan dengan aktivitas olahraga fitness ditempat gym. Trend gaya hidup sehat juga telah menjadi bagian dari Sebagian masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir terbukti dengan hadirnya beberapa fasilitas olah raga kebugaran seperti Fitness Center, Sanggar Senam dan Lapangan Futsal. Keberadaan fasilitas kebugaran ini berdasarkan Undang-undang nomor 1 tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah merupakan salah satu Objek Pajak Daerah. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan potensi Pendapatan Asli Daerah bersumber Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) untuk Fasilitas Olahraga dan Kebugaran memiliki potensi yang cukup besar. Selain itu Dana Bagi Hasil PPh 21 WPOPDN sebesar 8,4% juga dinilai berpotensi sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah yang patut dilirik. Saran dari Penelitian yaitu Pemerintah Daerah perlu mempersiapkan regulasi terkait PBJT tentang fasilitas olahraga dan kebugaran. Selanjutnya penelitian ini juga menyarankan peningkatan raising awwareness terhadap Instruktur dan Trainer pada fasilitas olahraga dan kebugaran.
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA PT BUKALAPAK.COM TBK DENGAN MENGGUNAKAN RASIO KEUANGAN PERIODE 2021-2024 Nurlela Nurlela; Muhammad Fauzan; Asniati Bindas
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Selodang Mayang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v12i1.555

Abstract

This study aims to analyze the financial performance of PT Bukalapak.com Tbk using financial ratios during the period 2021–2024. The research method employed is a descriptive quantitative approach utilizing secondary data in the form of published annual financial statements of PT Bukalapak.com Tbk. Financial performance analysis is conducted through liquidity, solvency, and profitability ratios. Liquidity ratios are measured using the Current Ratio, Quick ratio, and Cash Ratio, solvency ratios are measured using the Debt to Asset Ratio and Debt to Equity Ratio, while profitability ratios are measured using Net Profit Margin, Return on Assets, and Return on Equity. The results indicate that PT Bukalapak.com Tbk demonstrates a very strong level of liquidity and solvency, reflecting the company’s ability to meet short-term obligations and its low dependence on debt financing. However, the company’s profitability performance shows significant fluctuations. In 2021 and 2022, the company recorded profits, while in 2023 and 2024 it experienced losses. This condition indicates that the company still faces challenges in managing operational costs and optimizing the utilization of assets and equity to generate sustainable profits. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan PT Bukalapak.com Tbk dengan menggunakan rasio keuangan selama periode 2021–2024. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan PT Bukalapak.com Tbk yang telah dipublikasikan. Analisis kinerja keuangan dilakukan melalui rasio likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas. Rasio likuiditas diukur menggunakan Current Ratio, Quick ratio, dan Cash Ratio, rasio solvabilitas diukur menggunakan Debt to Asset Ratio dan Debt to Equity Ratio, sedangkan rasio profitabilitas diukur menggunakan Net Profit Margin, Return on Assets, dan Return on Equity. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Bukalapak.com Tbk memiliki tingkat likuiditas dan solvabilitas yang sangat baik, yang mencerminkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek serta rendahnya ketergantungan terhadap pendanaan berbasis utang. Namun demikian, kinerja profitabilitas perusahaan mengalami fluktuasi yang cukup signifikan. Pada tahun 2021 dan 2022 perusahaan masih mencatat laba, sedangkan pada tahun 2023 dan 2024 perusahaan mengalami kerugian. Kondisi ini menunjukkan bahwa perusahaan masih menghadapi tantangan dalam mengendalikan biaya operasional serta mengoptimalkan pemanfaatan aset dan ekuitas untuk menghasilkan laba secara berkelanjutan.