Sekar, Ahda Yunia
Unknown Affiliation

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : eProceedings of Art

PEMANFAATAN KALENG BEKAS MATERIAL ALTERNATIF CAP BATIK DENGAN VISUAL ORGANIS UNTUK MENGHASILKAN MOTIF BATIK KONTEMPORER Merzylia, Vanessa Artha; Sekar, Ahda Yunia; Oetari, Jeng
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cap batik merupakan pengembangan untuk mempermudah danmempercepat proses pembuatan batik. Penggunaan cap batik dari Material kalengbekas ini dinilai ramah lingkungan dengan teruji coba kelayakannya untuk digunakansebagai alat pengganti canting batik. Batik cap menawarkan kelebihan dalam prosespembuatan motif yang terstruktur dan modern. Oleh karena itu, penelitiansebelumnya menunjukan bahwa pengolahan material kaleng bekas ini dapat diolahmenjadi cap batik dan penelitian ini bisa mengembangkan material kaleng bekas inimenjadi visual batik kontemporer dengan meng eksplorasi menjadi bentuk organisdengan visual inspirasi batik Hokokai. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakanmetode pengumpulan data kualitatif yang bersumber dari landasan teori, observasi,wawancara dan eksplorasi. Hasil akhir penelitian ini akan di fokuskan padapengembangan teknik pengecapan pada batik kontemporer menggunakan alatalternatif cap kaleng bekas dengan motif cap yang menjadikan inspirasi visual daribatik Hokokai yang akan dikomposisikan sesuai dengan landasan teori dan keoptimalan dalam komposisi ukuran cap yang diaplikasikan pada lembaran kain.Kata kunci: Alat Alternatif Cap, Motif, Batik Kont
PEMANFAATAN KALENG BEKAS SEBAGAI MATERIAL ALTERNATIF CAP BATIK UNTUK MENGHASILKAN BATIK KONTEMPORER INSPIRASI VISUAL GARIS Mona, Jihan Laily Astridya; Sekar, Ahda Yunia; Oetari, Jeng
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengusung inovasi dalam pengembangan alat cap batik denganmemanfaatkan kaleng bekas sebagai material alternatif dari cap konvensional berbahantembaga atau kuningan. Permasalahan yang diangkat berfokus pada bagaimanamemanfaatkan material limbah menjadi alat yang layak pakai serta menghasilkan motif batikkontemporer dengan inspirasi visual garis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menciptakanalat cap alternatif dan mengembangkan motif batik kontemporer berbasis garis seperti garislurus, lengkung, zig-zag, dan putus-putus. Metode yang digunakan bersifat kualitatif denganpendekatan eksploratif melalui observasi teknis, uji coba pengecapan malam pada kain, dananalisis visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kaleng bekas memiliki sifat fleksibel,ringan, tahan panas, dan mudah dibentuk, sehingga memungkinkan penciptaan motif yangpresisi dan efisien. Komposisi motif repetitif berbasis garis dapat menciptakan tampilan batikyang modern dan ekspresif, sesuai dengan nilai estetika batik kontemporer.Kata kunci: batik kontemporer, material alternatif cap batik, motif garis
PENERAPAN METODE DESAIN PARTISIPATORIS DALAM PENCIPTAAN MOTIF BATIK TERINSPIRASI BANGUNAN ARSITEKTUR KHAS BANDUNG BERSAMA GHD Maharani, Anna Tantia; Sekar, Ahda Yunia; Putri, Shella Wardani
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan kain batik masih terus dilakukan hingga saat ini, pengembangannya dapat berupa teknik, penggunaan bahan, penggunaan alat hingga motifnya yangsemula tradisional menjadi lebih modern ataupun kontemporer. Penelitian ini bertujuanuntuk membantu pengrajin batik di Griya Harapan Difabel (GHD) dalam mengembangkanbatik dengan meningkatkan keterampilan pada tahap pra produksi batik yang berupatahap-tahap membuat motif, sehingga tahapan pra produksi tersebut menjadi lebihsistematis dan dapat mempermudah proses pembuatan batik serta dapat membantumenghasilkan lebih banyak varian motif, terlebih GHD membutuhkan motif batik yangterinspirasi dari bangunan arsitektur khas Bandung. Penelitian ini dilakukan denganmenggunakan metode desain partisipatoris dimana terdapat keterlibatan mitra ataupengguna (pengrajin batik GHD) secara aktif dalam proses desain dan pengambilankeputusan, serta peran peneliti yaitu sebagai fasilitator. Metode desain partisipatoris inimemiliki 3 tahapan, yaitu initial exploration of work, discovery, dan prototype, penelitiandilakukan dengan membuat workshop mengenai langkah-langkah pembuatan motifkepada pengrajin batik GHD yang juga terbagi menjadi 3 tahap yaitu pembuatanmoodboard, pembuatan motif, dan komposisi motif. Penelitian dilakukan menggunakanmetode kualitatif dengan luaran berupa sketsa desain motif batik dengan inspirasibangunan arsitektur khas Bandung Gedung Sate, modul dan poster langkah-langkahpembuatan motif.Kata Kunci: Arsitektur Khas Bandung, Batik, Griya Harapan Difabel, Motif, Partisipatoris.
PENERAPAN DESAIN PARTISIPATORIS DALAM PENCIPTAAN MOTIF BATIK INSPIRASI IKON KESENIAN TASIKMALAYA BERSAMA GRIYA HARAPAN DIFABEL Mukhlishah, Andi Nurul; Sekar, Ahda Yunia; Putri, Shella Wardhani
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik merupakan kekayaan budaya Indonesia yang bernilai seni tinggi. Seiringdengan berjalannya waktu, batik terus berevolusi, baik dari segi desain, teknik produksi,maupun tujuan penggunaannya. Salah satu contoh pengembangan batik adalahpengembangan batik dengan menerapkan metode desain partisipatoris, metode inidilakukan dengan melibatkan mitra pada prosesnya. Metode desain partisipatoris ini telahditerapkan Universitas Telkom saat melaksanakan pengabdian masyarakat pelatihanpembuatan batik pewarna alam pada tahap produksi di Griya Harapan Difabel. Namun,setelah dilakukan wawancara, didapati bahwa belum ada penelitian yang menerapkanmetode desain partisipatoris pada tahap pra produksi, khususnya tahap penciptaan motifdi Griya Harapan Difabel. Berdasarkan hal ini, penulis melakukan penelitian di GriyaHarapan Difabel menggunakan metode desain partisipatoris dengan tujuan untukmenciptakan motif batik yang terinspirasi dari ikon kesenian Tasikmalaya. Dalampenelitian ini diterapkan metode kualitatif, sementara data diperoleh dari hasil studiliteratur, observasi, wawancara, dan workshop. Luaran dari penelitian ini berupa moduldan poster langkah-langkah membuat motif, serta sketsa desain motif yang disusunmenggunakan komposisi motif batik berdasarkan data yang diperoleh melalui penerapanmetode desain partisipatoris.Kata kunci: desain partisipatoris, Griya Harapan Difabel, ikon kesenian Tasikmalaya, motif batik.
PENERAPAN TEKNIK BORDIR PADA PAKAIAN READY TO WEAR DENGAN MOTIF HIAS DAYAK KALIMANTAN TENGAH Tarung, Dinda Anugerah Pengasih; Yuningsih, Sari; Sekar, Ahda Yunia
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pindahnya  Ibukota  Indonesia ke Provinsi Kalimantan  Timur membuat sorotan terhadap pulau ini meningkat. Hal ini berpotensi untuk meningkatkan pariwisata daerah di bidang fashion, salah satunya juga untuk provinsi Kalimantan Tengah. Fashion menjadi salah  satu  hal  yang  dimanfaatkan  untuk  pariwisata  di  provinsi  tersebut,  yaitu  dengan menerapkan motif Dayak pada pakaian. Hanya saja motif-motif tersebut belum banyak diterapkan pada pakaian-pakaian modern. Motif Dayak cukup sering dibuat dengan teknik bordir kerena industri bordir sudah berkembang di daerah Kalimantan Tengah, khusunya di ibukota yaitu Palangka Raya. Oleh karena itu, maka ditemukanlah peluang dari industri bordir  yang  sudah  berkembang,  yang  dimanfaatkan  untuk  menerapkan  motif  Dayak Kalimantan Tengah pada pakaian ready to wear menggunakan teknik bordir. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menerapkan teknik bordir pada pakaian ready towear  modern  dengan  motif  hias  Dayak  Kalimantan  Tengah.  Penelitian ini dilakukandengan metode kualitatif, yang pengumpulan datanya dilakukan secara wawancaraonline, observasi pengrajin bordir, membaca buku, jurnal, dan artikel. Hasil  akhir  dari penelitian  ini berupa pakaian ready to wear yang diterapkan pengembangan dari motif hias khas Dayak dengan teknik bordir dalam tampilan modern. Kata kunci: ready to wear, bordir, motif, dayak, kalimantan tengah
PENGEMBANGAN MOTIF BATIK METODE MODULAR INSPIRASI MOTIF ZODIAK DENGAN MEMANFAATKAN MATERIAL ALTERNATIF KERTAS SEBAGAI CANTING CAP Sari, Ayu Setia; Sekar, Ahda Yunia; Yuningsih, Sari
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik merupakan salah satu teknik pembuatan kain, yang sudah ada sejak zamankerajaan. Pada umumnya asal batik dibedakan berdasarkan ragam hias dan warna. Ciriragam hias yang mendasar pada batik adalah motifnya yang memiliki sifat pengulangan.Sehingga penulis, melihat adanya potensi untuk mengembangkan motif batik denganmetode modular. Dengan konsep modular ini, berbagai motif dapat dibentuk melaluidesain cap sederhana dengan susunan komposisi yang baik tanpa harus membuat caplebih besar, selain dapat menciptakan motif yang beragam, Teknik ini merupakanpengembangan dari teknik cap konvensional. Penelitian ini bertujuan untukmengembangkan motif batik yang sejak dahulu diketahui memiliki sifat ragam hiaspengulangan menjadi motif modular dengan memanfaatkan material alternatif sebagaibahan canting capnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatifdengan melakukan observasi tidak langsung mengenai objek peneitian, studi literaturmelalui buku, jurnal, artikel, dan referensi lainnya terakit penelitian, serta metodeeksplorasi motif modular. Hasil dari penelitian ini berupa kebaruan visual motif batik dilembaran kain dengan metode cap modular dengan inspirasi motif zodiak, yangselanjutnya lembaran kain tersebut dijadikan sebagai material utama dalam perancanganproduk fashion. Kebaruan motif tersebut berdasarkan inspirasi gambar, denganinspirasinya adalah zodiak.Kata kunci: batik, motif modular, canting cap alternatif, zodiak
PENGOLAHAN MOTIF DARI GAMBAR ODGJ DENGAN TEMA Devi, Avilia Chika; Sekar, Ahda Yunia; Siagian, Marissa Cory Agustina
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ODGJ  merupakan    seseorang  yang  mengalami  gangguan  yang  menjadi sekumpulan  gejala  yang  berpengaruh  pada  cara  menjalankan  fungsi  hidup  sebagai manusia  normal.  Salah  satunya  faktor  penyebab  gangguan  jiwa  adalah  keluarga.  Yang terdapat dalam penelitian  sebelumnya oleh  Yayu Yuningsih  sebelumnya yang berjudul <Pengolahan Motif dengan Inspirasi Hasil Gambar Pengidap Gangguan Jiwa Menggunakan Teknik Batik= ditemukan visualisasi gambar <Kekerasan dalam rumah tangga= yangdigambarkan oleh ODGJ. Kekerasan didapatkan membuat mereka mengalami gangguan jiwa sehingga harus di rehabilitasi pada yayasan yang berada di Tasikmalaya yaitu Yayasan Mentari  Hati.  Pada  penelitian  sebelumnya  menggunakan  teknik  batik  untuk mengembangkan gambar dari ODGJ menjadi motif. Adanya peluang penggunaan teknik lain untuk mengembangkan gambar yang dibuat ODGJ menjadi sebuah kebaruan motif dengan teknik block printing. Block printing memiliki arti sebagai proses cetak mencetak menggunakan objek untuk membuat kesan bertinta diatas kain. Block printing memiliki hasil  cetak  tidak  sempurna  sama  seperti  hasil  gambar  ODGJ. Metode  Penelitian  yang digunakan penulis pada penelitian ini ialah curiosity, dengan adanya penelitian ini penulis berharap motif  yang  dibuat  diatas  lembaran  kain menggunakan  teknik  block  printing dapat menjadi inovasi kebaruan motif pada perkembangan dunia fashion dan tekstil, yang dimana  lembaran  kain  tersebut  juga  dapat  dikembangkan menjadi  sebuah  rancangan produk fashion. Kata kunci: ODGJ, KDRT, motif, block printing
PERANCANGAN MOTIF TERINSPIRASI DARI KARYA ODGJ SEBAGAI PEMENUH KEBUTUHAN DESAIN MERCHANDISE DARMABAKTI YAYASAN ODGJ "EFATA" DENGAN TEKNIK BLOCK PRINTING Natali, Rahel Grasita; Sekar, Ahda Yunia; Siagian, Marissa C. A.
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bagi para penghuni yayasan, membantu ODGJ menyalurkan emosi. A k t i v i t a s  suplemen,  dalam  hal ini  menggambar  memunculkan  karakteristik  dan  gagasan  yang dimiliki pengidap ODGJ. Tiap elemen karya berasal dari memori, cerita serta karakteristik lebih mudah tersampaikan melalui visual dan berpotensi diolah lebih lanjut. Hasil karya dari para ODGJ dari Yayasan  Efata berpotensi untuk dikembangkan menjadi motif dan produk yang memiliki nilai lebih untuk kemudian dapat dipergunakan demi kepentingan Yayasan  Efata.  Pembuatan  motif  dan  produk,  mengimplementasikan  block  printing sebagai teknik pengaplikasian motif. Menggunaan metode observasi secara langsung di Yayasan  Efata  dan wawancara  bersama  narasumber,  serta  studi  literasi  dari  sumber tertulis  sebagai  sumber  data  yang  mendukung  dasar  penelitian.  Dengan dikembangkannya motif ini peneliti berharap Yayasan Efata mendapatkan identitas yang authentic berupa buah tangan atau merchandise, dari karya mereka sendiri, serta dapat dipergunakan untuk kebutuhan penggalangan dana untuk Yayasan Efata.  Kata kunci: block printing, darma bakti, motif, ODGJ
PENGOLAHAN KULIT BAWANG MERAH VARIETAS PODOMORO SEBAGAI PEWARNA ALAMI TEKSTIL DENGAN PROSES LAKE PIGMENT Shafa, Fakhira Syahla Attaya; Takao, Gina Shobiro; Sekar, Ahda Yunia
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang merah merupakan bahan masakan yang sering digunakan pada setiapmasakan Indonesia, dibuktikan berdasarkan data oleh Badan Pusat Statistik (BPS)produksi bawang merah di Indonesia pada tahun 2022 mencapai sebanyak 1,97 juta ton.tingginya jumlah produksi, tinggi juga kulit bawang merah yang terbuang, umumnyapemanfaatan kulit bawang tidak dilakukan, seringnya hanya berakhir terbuang dan takterpakai. Pada kulit bawang merah terkandung senyawa zat pewarna yang disebutAntosianin dan Flavonoida, Kandungan zat warna pada kulit bawang merah berpotensiuntuk dimanfaatkan sebagai pewarna alami tekstil, dikarenakan sumbernya yangmelimpah di Indonesia. Banyaknya kulit bawang merah yang dihasilkan, maka, dilakukanpercobaan pembuatan pewarna alami dengan kulit bawang merah menggunakan prosesLake pigment guna menambah nilai tanaman itu sendiri maupun sebagai sumber pewarnaalami terbarui. Kata kunci: Kulit Bawang Merah, Lake Pigment, Pewarna Alami.