Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Mie Daun Kelor untuk Meningkatkan Gizi dan Ekonomi Masyarakat di Desa Palongan Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep Hopid, Hopid; Hamzah, Amir; Rahman, Sindi Arista; Wahyuni, Purwati Ratna; Santosa, Ribut
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 5 No 1 (2024): Karya Kesehatan Journal of Community Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v5i1.1213

Abstract

Daun kelor tersebar di wilayah Kabupaten Sumenep terutama di lahan tegalan yang sengaja ditanam pinggir lahan dengan produksi yang melimpah dan belum dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan gizi pangan dan ekonomi masyarakat. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang manfaat daun kelor, memperkenalkan mie daun kelor sebagai pangan alternatif yang lebih sehat dan bergizi serta untuk menambah penghasilan masyarakat. Metode kegiatan ini terdiri dari persiapan, pelaksanaan (penyuluhan dan praktek) dan evaluasi. Hasil pengabdian menunjukkan antusiasme dan minat masyarakat sangat tinggi dalam mengikuti kegiatan pelatihan, peserta mendapat pengetahuan dan keterampilan tentang cara pembuatan mie daun kelor yang penuh gizi dan nutrisi yang sangat baik dan berguna bagi kesehatan serta dapat membuka usaha kuliner mie berbahan baku daun kelor.
Strategi dan Saluran Pemasaran Rengginang Lorjuk Produksi Desa Prenduan Hopid, Hopid
DIALEKTIKA: Jurnal Ekonomi dan Ilmu Sosial Vol 8 No 1 (2023): Dialektika : Jurnal Ekonomi dan Ilmu Sosial
Publisher : Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/dialektika.v8i1.2319

Abstract

Rengginang lorjuk is one of the many typical snacks of Sumenep which is very famous, the marketing of rengginang lorjuk has penetrated outside the area marketed by marketing institutions, namely large merchants, and retailers to meet consumer demand. The high demand for rengginang lorjuk is due to the taste, aroma, and ingredients used being very preferred by consumers compared to rengginang produced outside the Sumenep area. The purpose of this study was to analyze effective marketing strategies and channels. This research method uses a qualitative descriptive approach to examine marketing strategies and channels with the object of research producers and marketing institutions in Prenduan Village. Primary data collection used observation and interview methods while secondary data were obtained from literature studies related to this study.  The results showed that the marketing strategy applied by producers is product strategy, cooperation strategy, and price strategy. The marketing channel for the first Prenduan Village production is from producer to wholesaler to retailer then consumer, second from producer to retailer to retailer then consumer, third from producer to retailer then consumer, and fourth from producer to retailer then consumer.
INOVASI TEKNOLOGI RAMAH LINGKUNGAN DALAM PRODUKSI BATIK ORGANIK MANGROVE DAN PENGEMBANGAN DESA WISATA KEBUNDADAP TIMUR Hastri, Evi Dwi; Romadhan, Siddik; Hopid, Hopid
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i3.62625

Abstract

In line with the development direction of Kebundadap Timur Village and the effort to improve the local economy through mangrove tourism development, the community can enhance their economic resilience by creating sustainable employment and entrepreneurship opportunities, such as through ecotourism and the downstream processing of mangroves into organic batik. The potential of mangroves is evident from the diversity of species found in Kebundadap Timur Village, with no fewer than 22 mangrove species recorded. The downstream development of mangroves as the village’s main potential represents a crucial strategy to strengthen market share positioning, increase profitability, and contribute positively to local economic development. This strategy extends beyond the tourism industry to include the batik industry, which is designed to be competitive at local, national, and even global levels. The Women's Empowerment Group (PKK) of Kebundadap Timur Village is engaged in the management of organic mangrove batik, while the Village-Owned Enterprise (BUMDesa) Pasopati focuses on managing mangrove educational tourism. The methodological approach to addressing partner issues involved different focus areas: Partner 1 faced challenges in production and marketing, while Partner 2 needed solutions in promotion and destination development. The outcomes of this initiative include: (1) increased quantity of natural dye and organic hand-drawn batik products by Partner 1, with production achievement rising from 0% to 100%; (2) successful marketing of mangrove-based organic batik through partnership cooperation and digital marketing by Partner 1, also reaching 100% achievement; and (3) increased income-generating activities from WMK tourism through digital promotion and enhanced tourist attraction development by Partner 2, with monthly revenue increasing from IDR 3,000,000 to IDR 5,950,000.Sejalan dengan arah pengembangan Desa Kebundadap Timur dan melihat pada peningkatan Ekonomi Lokal melalui pengembangan wisata mangrove, masyarakat dapat meningkatkan ekonomi lokal dengan menciptakan lapangan kerja dan kewirausahaan berkelanjutan, seperti ekowisata, dan hilirasisi mangrove menjadi batik organik. Potensi mangrove dapat dilihat dari beragamnya jenis mangrove di Desa Kebundadap Timur yakni tidak kurang dari 22 jenis mangrove. Hilirisasi mangrove sebagai potensi utama Desa Kebundadap Timur merupakan strategi penting untuk memperkuat posisi pangsa pasar, meningkatkan profitabilitas, dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan ekonomi lokal. Tidak hanya pada industri pariwista, namun pada industri batik yang dirancang untuk mampu bersaing secara lokal, nasional, hingga global. Kelompok PKK Desa Kebundadap Timur bergerak di bidang tata kelola batik organik mangrove sedangkan Bumdesa Pasopati bergerak di bidang tata kelola eduwisata mangrove. Tahapan metode yang dilakukan untuk memberikan solusi pada permasalahan mitra yakni pada Mitra-1 di bidang produksi dan pemasaran, sedangkan permasalahan mitra-2 yakni pada bidang promosi dan pengembangan destinasi. Luaran kegiatan sebagai hasil yang diperoleh yaitu peningkatan Kuantitas produk pewarna dan batik tulis organik (Mitra 1) berhasil memproduksi dengan capaian dari 0% menjadi 100%, Pemasaran batik organik Mangrove dengan adanya kemitraan kerjasama dan pemasaran digital (Mitra 1) berhasil dengan capaian dari 0% menjadi 100%, dan Peningkatan Income Generating Wisata WMK dengan promosi digital dan pengembangan daya tarik destinasi wisata (Mitra 2) sebelum kegiatan sebesar Rp.3.000.000,-/bulan dan setelah kegiatan Rp.5.950.000,-/bulan.