Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Medula

Artikel Review: Aktivitas Antibakteri dan Antioksidan Tanaman Baru Cina (Artemisia Vulgaris L.) Suci Ainu Sella; Triyandi, Ramadhan; Afriyani, Afriyani; Iqbal, Muhammad
Medula Vol 14 No 4 (2024): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v14i4.1071

Abstract

Herbal medicines and their active ingredients have been a trusted source of treatment since ancient times. Herbal products with raw plant parts or bioactive compounds are increasingly in demand in the treatment of disease. Diseases caused by pathogenic bacteria have become an unresolved problem due to bacterial mutations that cause bacteria to be resistant to antibiotic agents. Long used as a medicinal plant, recent studies show that mugwort (Artemisia vulgaris L.) exhibits antioxidant, hypolipidemic, analgesic, antibacterial, antifungal, and hypotensive properties with chemical compounds such as flavonoids, sesquiterpene lactones, coumarins, acetylene, phenolic acids, organic acids, sterols, vitamins (ascorbic acid), monoterpenes, and sesquiterpenes. The content of mugwort (Artemisia vulgaris L.) can be used as a source of natural antioxidants, which can be used as ingredients for cosmetics, food supplements, and medicines. This plant can inhibit the growth of the bacteria Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis, Klebsiella pneumoniae, Enterococcus sp., Propionibacterium acnes, and Staphylococcus epidermidis. From the literature, it is known that a 0.1% concentration of the test extract was able to inhibit bacterial growth, and a 5% concentration of methanol extract showed the best inhibition of bacterial growth with an inhibitory zone diameter of 24–25 mm. Plant antioxidant activity was tested using the DPPH method and the ORAC method. The best IC50 value was in the methanol extract, namely 4.3 µg/mL, with an ascorbic acid IC50 of 2.9 µg/mL. Meanwhile, the ORAC value was 5700 (µmol trolox EQ/g extract).
Potensi Tanaman Obat pada Penyakit Diabetes Melitus Dan Komplikasinya: Artikel Review Elisabeth Elva Monika; Triyandi, Ramadhan; Afriyani, Afriyani; Rahayu, Ihsanti Dwi; Iqbal, Muhammad
Medula Vol 14 No 4 (2024): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v14i4.1073

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan kelainan metabolisme yang ditandai dengan hiperglikemia, yang dapat menyebabkan komplikasi mikrovaskuler dan makrovaskuler. Dalam rangka pencegahan dan pengobatannya, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tanaman obat dan kandungannya yang mempunyai efek terhadap pasien diabetes melitus, menganalisis dampak penggunaannya, dan memastikan tanaman mampu mengobati komplikasi diabetes melitus. Dalam tulisan ini, metode yang digunakan adalah mengidentifikasi dan mengevaluasi temuan relevan tanaman obat diabetes melitus dari artikel, memanfaatkan mesin pencari Google dan Google Scholar dengan kriteria inklusi meliputi artikel penelitian yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir (2013 - 2023), full-text. artikel penelitian yang mudah diunduh, dan artikel ditulis dalam bahasa Inggris atau bahasa Indonesia. Hasil literatur ini menunjukkan bahwa beberapa tanaman obat seperti Bawang Putih ( Allium sativum ), Teh Hijau ( Camellia Sinensis ), Daun Kelor ( Moringa Oleifera ), Daun Sirsak ( Annona muricata ), Jahe ( Zingiber officinale ), dan Kumis Kucing ( Orthosiphon stamineus Benth.) ditemukan mengandung berbagai senyawa bioaktif dengan efek positif dalam menurunkan kadar gula darah, melindungi organ yang berhubungan dengan diabetes, dan mengurangi risiko komplikasi. Temuan ini memberikan landasan yang kuat bagi pengembangan terapi herbal sebagai pendekatan alternatif atau komplementer dalam pengobatan diabetes melitus.