Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Strategi Peningkatan Promosi Benteng Keraton Buton Sebagai Objek Pariwisata Kota Baubau Nurhartati, Nurhartati; Asmiddin, Asmiddin; Majid, Abdul
Jurnal Barata Indonesia : Studi Administrasi & Kebijakan Publik Volume 1, Nomor 2, September 2024
Publisher : LeRin - UNIDAYAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/jbi.v1i2.1796

Abstract

Benteng Keraton Buton, terletak di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, merupakan situs bersejarah dengan potensi besar sebagai destinasi wisata budaya. Diakui sebagai benteng terluas di dunia oleh Guinness World Records dan MURI, kawasan ini tidak hanya menawarkan nilai sejarah dan keunikan budaya, tetapi juga panorama alam yang indah. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi promosi berbasis analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) guna mengoptimalkan daya tarik Benteng Keraton Buton. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan utama benteng ini meliputi arsitektur yang kokoh, nilai simbolis budaya, dan pengakuan internasional. Namun, kelemahan seperti keterbatasan anggaran, minimnya fasilitas memadai, dan rendahnya promosi menjadi tantangan yang perlu diatasi. Peluang yang dapat dimanfaatkan mencakup dukungan pemerintah untuk pengembangan wisata budaya dan tren wisata budaya yang meningkat, sementara ancaman meliputi persaingan dengan objek wisata lain serta kurangnya kesadaran masyarakat lokal terhadap pelestarian benteng. Strategi promosi yang diusulkan meliputi pemanfaatan media sosial dan digital untuk promosi kreatif, penyelenggaraan event budaya, serta peningkatan infrastruktur ramah lingkungan. Selain itu, pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat lokal sebagai pemandu wisata dan pelaku ekonomi kreatif menjadi elemen kunci keberhasilan. Dengan mengadopsi strategi ini, Benteng Keraton Buton dapat menjadi destinasi wisata budaya unggulan yang mendukung pelestarian budaya lokal dan memberikan kontribusi signifikan terhadap ekonomi daerah.
Implementasi Kebijakan Pengelolaan Persampahan Rumah Tangga di Kota Baubau Ali, Yudi Darmadi Arif; Asmiddin, Asmiddin; Ramadhan, Syahril
Jurnal Riseta Soshum Vol. 1 No. 2 (2024): J Riseta Soshum
Publisher : B-CRETA Publisher (CV. Borneo Citra Kreatama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70392/jrs.v1i2.5160

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengelaborasi Implementasi Kebijakan Pengelolaan Persampahan Sampah Rumah Tangga di Kota Baubau. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder sumber data meliputi hasil wawancara dan data sekunder. Pengumpulan data diperoleh dari wawancara, observasi, studi dokumen, dan  triangulasi. Teknis awal yang dilakukan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pengelolaan persampahan di Kota Baubau telah di implementasikan namun belum tertata baik karena pengorganisasian meliputi penataan unit, sumber daya, dan metode sudah dilakukan namun pelaksanakan tugas kurang sesuai SOP, dan target kerja berdasarkan RPJMD mewujudkan Baubau yang maju, sejahtera dan berbudaya dalam pengelolaan lingkungan persampahan masih perlu dimaksimalkan. Interprestasi menyangkut pelaksanaan tugas kurang sesuai dengan ketentuan juklak dan juknis berdasarkan pedoman pengelolaan persampahan dari pemerintah Pusat dan peraturan Walikota Baubau nomor 43 Tahun 2019 tentang Tata cara pelaksanaan kewajiban pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampaah rumah tangga di Kota Baubau. Penerapan sudah dilaksanakan namun masih ada hambatan dalam pelaksanaannya seperti kurangnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan persampahan seperti pemilahan sampah rumah tangga anorganik dan organik, waktu pembuangan sampah ke TPS selalu terlambat.   
Efektivitas Pelaksanaan Program Stunting di Kabupaten Buton Tengah: Effectiveness of Stunting Program Implementation in Buton Tengah Regency Prasetyani, Reyni; Tenri, Andi; Asmiddin, Asmiddin
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 3 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i3.2461

Abstract

Stunting is a condition where a person has a height that is not in accordance with their age. The stunting condition in Buton Tengah Regency is one of the highest in Southeast Sulawesi Province. To find out the extent of the implementation of the stunting reduction program in Buton Tengah Regency, it is necessary to analyze the effectiveness of the stunting program with a decrease in the incidence of stunting in Buton Tengah Regency in 2023. This study is a non-experimental descriptive study by looking at the effectiveness of the stunting program with a decrease in the prevalence of stunting in Buton Tengah Regency in 2023. The results of the analysis show that there was an increase in the prevalence of stunting from 2022 to 2023, namely from 1621 stunting incidents to 1805 incidents. This shows that the stunting program in Buton Tengah Regency has not been effective in reducing the incidence of stunting as a whole in Buton Tengah Regency. However, the stunting program has been effective in reducing the incidence of stunting in three sub-districts, namely Gu, East Mawasangka, and Sangia Wambulu Districts. Keywords:          effectiveness, program, stunting   Abstrak Stunting adalah suatu kondisi seseorang memiliki keadaan tinggi badan yang tidak sesuai dengan umurnya. Kondisi stunting di Kabupaten Buton Tengah menduduki salah satu urutan tertinggi di Provinsi Sulawesi Tenggara. Untuk mengetahui sejauh mana implementasi program penurunan stunting di Kabupaten Buton Tengah, maka perlu dilakukan analisis efektivitas program stunting dengan penurunan angka kejadian stunting di Kabupaten Buton Tengah Tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non eksperimental dengan melihat efektivitas program stunting dengan penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Buton Tengah Tahun 2023. Hasil analisis menunjukkan bahwa terjadi kenaikan prevalensi stunting dari tahun 2022 ke tahun 2023, yaitu dari kejadian stunting sebesar 1621 menjadi sebesar 1805 kejadian. Hal ini menunjukkan bahwa program stunting di Kabupaten Buton Tengah belum efektif dalam menurunkan kejadian stunting secara menyeluruh di Kabupaten Buton Tengah. Namun, program stunting telah efektif menurunkan kejadian stunting di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Gu, Mawasangka Timur, dan Sangia Wambulu. Kata Kunci:         efektivitas, program, stunting
Silo Mentality in Stunting Reduction Programs in Southeast Sulawesi Abidin, Zainul; Asmiddin, Asmiddin; Parasit, La
Jurnal Administrasi Publik (Public Administration Journal) Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal Administrasi Publik (Public Administration Journal), December
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jap.v15i2.15714

Abstract

This article aims to analyze how silo mentality affects the effectiveness of stunting reduction program implementation in three regencys in Southeast Sulawesi: Buton, Central Buton, and South Buton. The problem is centered around silo mentality and it’s affects. To adress this issue theoretical references are employed. Data is collected through in-depth interviews and analysis of local policy documents. The study concludes that that silo mentality is manifested in the form of non-integrated planning, weak collaborative commitment between OPDs, fragmentation of information systems, and passive leadership towards cross sector work. Despite the existence of convergence planning documents, implementation in the field is still procedural and administrative, without substantive coordination. This finding reinforces public organization theory which states that institutional reform and organizational culture change are key prerequisites for cross sector policy success.