Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PROSES COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGELOLAAN DANA DESA La Ode Islamy; Rininta Andriani
Jurnal Administrasi Negara Vol 28 No 1 (2022): Jurnal Administrasi Negara
Publisher : Politeknik STIA LAN Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33509/jan.v28i1.1678

Abstract

The authority of the village government in managing the Village Fund in principle is the right of the village government which is adjusted to the priority needs of the community based on the principle of justice. The village government is given full authority every year to set priorities for the use of village funds for the development and empowerment of village communities. Therefore, collaboration is an absolute thing for village government do considering all limited resources and capabilities and networks they have to support the implementation of programs or policies. The purpose of this research is to illustrate the collaborative governance process in managing village funds that focuses on Face to Face Dialogue, Trust Building, Commitment to Processes, Shared Understanding, and Intermediate Outcomes. The method used is qualitative with the support of data analysis techniques, including data collection, data reduction, and data presentation, as well as conclusion drawing. The significance of this research is expected to be able to contribute to the development of collaboration   theory in village government management while, practically it is expected to contribute ideas, especially regarding the management of village funds carried out by collaborative governance. The results of the study show that the established dialogue, both formally and informally, builds mutual trust with each other so as to generate benefits for the community. This is based on a commitment to share understanding and knowledge about village fund management.
Gaya Kepemimpinan Transformasional Parabela Dalam Pengembangan Pariwisata Di Kabupaten Buton Zainul Abidin; Syahrul Hidayat; La Ode Syaiful Islamy
Jurnal Reformasi Administrasi : Jurnal Ilmiah untuk Mewujudkan Masyarakat Madani Vol 8, No 2: SEPTEMBER 2021
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31334/reformasi.v8i2.1800

Abstract

This study aims to analyze the transformational leadership style of parebela in tourism development in Buton Regency. This study seeks to explore and understand the parabel leadership style, therefore this study uses a qualitative approach. The results show that Parabela's leadership style has four characteristics, namely having ideal influence, providing inspirational motivation, providing intellectual stimulation, and giving individual attention. Therefore, parabels can be categorized as having a transformational leadership style.
DESAIN KELEMBAGAAN DALAM KOLABORASI PENCEGAHAN KEMATIAN IBU SAAT PERSALINAN Rininta Andriani; La Ode Syaiful Islamy
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 2 (2020): J-KESMAS Volume 6, Nomor 2, Nopember 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jkesmas.v6i2.1878

Abstract

Efforts to prevent maternal death during childbirth have become a serious concern of the government and society. Many factors cause maternal death; one of the factors is the lack of access to good services for maternal health, especially the punctuality of emergencies caused by being late in making decisions to get treatment, the second is late arriving at health facilities, and the third is late in getting adequate and appropriate treatment. The efforts to prevent maternal death during childbirth can be made by collaborating to design institution collaborative of maternal death prevention at first. The purpose of this research was to describe the collaborative institution design of maternal death prevention during childbirth in South Buton Regency using a qualitative method with a phenomenological approach, data collected through observation, interviews, and document study and analyzed with the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. The result showed that in designing the institution, this could be seen from society's large participation based on equality and sharing of understanding from the collaborative actors. The establishment of a limited forum resulted from discussions carried out, which was legitimated in terms of basic rules of collaboration supporter that combined between customary regulations and customs of ancestors and applicable statutory regulations.
IMPLEMENTASI MODEL PRAKTIK KEPERAWATAN PROFESIONAL DI RSUD KOTA BAUBAU La Ode Syaiful Islamy; Zainul Abidin; Rinita Andriani; Henni Arisanti
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 10, No 1 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.185 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v10i1.388

Abstract

Latar belakang: Implementasi Model Praktik Keperawatan Profesional (MPKP) di Rumah Sakit bertujuan untuk meningkatkan dan mewujudkan mutu pelayanan keperawatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menguraikan bagaimana implementasi kebijakan MPKP di ruang rawat inap RSUD Kota Baubau.Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan Studi Kasus.Hasil: Hasil penelitian  menunjukkan dari sisi struktur model praktik keperawatan profesional (MPKP) dari semua tahapan-tahapan model praktik keperawatan profesional (MPKP) yang terlaksana dengan baik hanya pembentukan tim dan Hand Over, sedangkan pre conference, post conference dan ronde keperawatan tidak terlaksana dengan baik. Dari sisi proses implementasi model praktik keperawatan profesional di RSUD Kota Baubau menggunakan metode keperawatan primer modifikasi tim tetapi belum sesuai dengan standar sebab masih terbatasnya sumber daya manusia baik ketua tim maupun anggota yang mempunyai pendidikan Ners yang masih kurang. Dari sisi penerapan nilai-nilai profesional telah dilaksanakan dengan baik seperti  memperlakukan pasien dengan baik, keluarga pasien sebagai mitra dan menghargai otonomi pasienKata kunci : Implementasi kebijakan, Model Praktik Keperawatan Profesional.  Abstract Background: The implementation of the Professional Nursing Practice Model (MPKP) at the Hospital aims: to improve and realize the quality of nursing services. This study aims to describe how the implementation of the MPKP policy in the inpatient ward of Baubau City Hospital. Method: The research design used was qualitative research with a Case Study approach. Result: The results showed that in terms of the structure of the professional nursing practice model (MPKP) of all the stages of the professional nursing practice model (MPKP) that were carried out well only team formation and Hand Over, while the pre-conference, post conference and nursing rounds were not well implemented. In terms of the process of implementing the professional nursing practice model in Baubau City Hospital using the team's primary nursing method but not yet in accordance with the standard because there are still limited human resources both team leaders and members who have less Ners education. In terms of the application of professional values, it has been well implemented such as treating patients well, the patient's family as partners and respecting patient autonomy Keywords: Policy implementation, Professional Nursing Practice Model. 
Konflik Pengurusan Kepemilikan Tanah di Kota Baubau Wa Ode Nikmatia; La Ode Syaiful Islamy; La Ode Abdul Munafi
Administratio Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Volume 11, Nomor 2, Agustus 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Program Pascasarjana, Universitas Dayanu Ikhsanuddin, Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.828 KB) | DOI: 10.55340/administratio.v11i2.1044

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konflik pengelolaan kepemilikan lahan di Kota Baubau. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, kepustakaan dan dokumentasi. Analisis data deskriptif yang lebih menekankan pada analisis proses penyimpulan induktif dan analisis dinamika hubungan antar fenomena yang diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik kepemilikan tanah di Kota Baubau dapat dilihat dalam dua dimensi yaitu konflik horizontal seperti sering terjadinya sengketa antar warga tentang kepemilikan tanah di Kecamatan Betoambari, proses penyelesaian konflik antar warga dalam hal kepemilikan tanah yang baik melalui mediasi oleh pegawai Kantor Badan Pertanahan dan proses di pengadilan untuk mendapatkan keputusan yang adil berdasarkan bukti-bukti dan kesaksian dari saksi-saksi tanah dan nada upaya penertiban kepemilikan tanah di Kecamatan Betoambari untuk menghindari konflik tanah yang semakin meluas. Konflik vertikal seperti konflik kepemilikan tanah antara pemerintah daerah dengan masyarakat di Kecamatan Betoambari yang disebabkan oleh saling klaim antara warga kelurahan Lipu dengan pemerintah Kota Baubau, upaya pencegahan konflik kepemilikan tanah dan upaya penertiban konflik pertanahan dengan cara melakukan mediasi baik secara langsung bertemu dengan masyarakat, maupun pertemuan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Baubau, meskipun mediasi tersebut tidak menghasilkan keputusan yang memuaskan oleh masyarakat kelurahan Lipu, sehingga persoalan konflik kepemilikan tanah tersebut harus dibawa ke pengadilan untuk memutuskan kepemilikan tanah yang sebenarnya. Keputusan pengadilan memenangkan pemerintah Kota Baubau sebagai pemilik tanah yang sah berdasarkan bukti-bukti dan keterangan dari para saksi.
Kinerja Badan Pengawas Pemilu dalam Pelaksanaan Pemilu Tahun 2019 di Kabupaten Buton Selatan Suharjono Suharjono; Rahmawati Rahmawati; La Ode Syaiful Islamy H.
Administratio Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Volume 11, Nomor 3, Desember 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Program Pascasarjana, Universitas Dayanu Ikhsanuddin, Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.117 KB) | DOI: 10.55340/administratio.v11i3.1051

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan mengekspalanasi kinerja Bawaslu Kabupaten Buton Selatan dalam pelaksanaan pemilu tahun 2019. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Peneliti berperan sebagai instrumen utama. Sumber data yaitu data primer dan data sekunder, informan dipilih dengan menggunakan teknik purposif sampling. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknis data dianalisis dengan menyiapkan data dan mengorganisir data, mereduksi data dan menyajikan data. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan uji kredibilitas, transfermabilitas, dependabilitas dan konformabilitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertama kinerja Bawaslu dalam penyelenggaraan pemilu tahun 2019 telah dilaksanakan secara baik dengan tetap mengacu pada tugas pokok dan fungsinya, namun terdapat pengawas pemilu pada tingkat desa yang belum memahami tugas pokok dan fungsinya dengan baik. Kedua Bawaslu dalam penyelenggaraan pemilu masih memiliki keterbatasan inovasi. Inovasi Bawaslu dalam pelaksanaan pemilu lebih pada inovasi layanan publik dan itupun masih terbatas. Trik dan strategi untuk mensukseskan pemilu masih sebatas pengawasan dan tindakan yang selama ini pernah dilakukan oleh Bwaslu. Ketiga Bawaslu Buton Selatan telah bekerja sesuai dengan jadwal dan ketentuan waktu pengawasan, pencegahan dan penindakan pelanggaran pemilu, namun waktu yang digunakan terbatas sehingga keputusan yang diambil cenderung dipaksakan. Keputusan diambil terkadang memaksakan keadaan dan kurang memperhatikan kondisi yang berdampak buruk pada keputusan. Keempat Keakuratan kinerja Bawaslu Buton Selatan dalam melakukan pengawasan, pencegahan dan penindakan sudah akurat walaupun masih terdapat kekurangan. Kelima Bawaslu menjalin kerjasama yang baik dengan pihak Kepolisian Kabupaten Buton, Kejaksaaan, Gakkumdu, organisasi kemasyarakat lainnya.
Stunting policy convergence model in South Buton Regency La Ode Syaiful Islamy Hisanuddin; Rininta Andriani; La Ode Farid Akhyar Hisanuddin
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 8, No 3 (2023): September
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v8i3.1001

Abstract

Stunting is not only related to health problems, but it is related to various other conditions that do not directly affect health, such as low productivity of human resources. The right policy implementation model will greatly assist in preventing stunting in society. This study aimed to model the convergence of local government policies in stunting prevention efforts by paying attention to organizational and inter-organizational behavior, lower control behavior, and target group behaviour. The study used a qualitative design with a phenomenological approach. The data were collected through in-depth interviews with 14 informants, while the secondary data came from the relevant regional apparatus organizations data. Then it was analyzed in several stages, namely the stage of data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of this study were that behaviour and between organizations form a commitment to contribute to stunting prevention, then at the behavioural level the organization really understood the role and function in carrying out stunting prevention and control programs, and the behaviour of the target group showed different responses positively and negatively. So that, it could be concluded consistency of policy implementers must determine shared commitments and common goals in stunting prevention.
Model Collaborative Governance dalam Pengelolaan Dana Desa La Ode Syaiful Islamy; Rininta Andriani; Eka Purnama Hanafi
Kainawa: Jurnal Pembangunan dan Budaya Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : Balitbangda Kota Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46891/kainawa.2.2020.81-94

Abstract

Pengelolaan dana desa, baik itu Dana Desa maupun Anggaran Dana Desa, pemerintah desa perlu melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak. Keterbatasan kemampuan, sumber daya maupun jaringan yang menjadi faktor pendukung terlaksananya suatu program atau kebijakan, mendorong pemerintah untuk melakukan kerja sama dengan berbagai pihak sehingga dapat terjalin kerja sama kolaboratif dalam mencapai tujuan program atau kebijakan. Adanya keterlibatan berbagai pihak memiliki potensi untuk memajukan desa dengan mengolaborasi sumber daya yang dimiliki oleh berbagai pihak. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan model collaborative governance dalam pengelolaan dana desa di Desa Lipulalongo, menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan studi dokumen serta dianalisis dengan tahapan data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengelolaan dana desa di Desa Lipulalongo Kecamatan Labobo Kabupaten Banggai Laut Sulawesi Tengah dilakukan dengan kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, kepolisian dan swasta. Kolaborasi dilakukan karena keterbatasan kemampuan dan sumber daya yang dimiliki oleh pemerintah Desa Lipulalongo. Untuk melihat hal-hal yang dianggap sangat penting yang dapat dijadikan prioritas, pemerintah melakukan musyawarah dari tingkat dusun (Musdus) kemudian ditingkat desa (Musdes).
FUNGSI PENGAWASAN INTERNAL OLEH APARAT PENGAWASAN INTERN PEMERINTAH (APIP) PADA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BUTON SELATAN Muhamad Gazali; La Ode Islamy Hisanuddin; Rasmuin
Governance Vol. 12 No. 2 (2024): Governance: Jurnal Ilmu Pemerintahan
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Islam "45" Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/governance.v12i2.9573

Abstract

This research aims to describe and analyze the supervisory function Government Internal Oversight Apparatus (APIP) in preventing budget misuse in the South Buton Regency Regional Government. The theory used is the theory expressed by Winardi, namely the concept of supervisory formulation which consists of establishing standards or bases for supervision, examining the results achieved, comparing implementation with standards, determining differences if there are differences, and correcting deviations with corrective actions. This research uses a qualitative descriptive approach with data collection techniques through interviews, observations and document studies, which are then analyzed using interactive techniques from Miles and Huberman which consist of data collection, data reduction, data presentation and conclusion drawing. The Government's Internal Supervision Apparatus (APIP) in preventing budget abuse in the South Buton Regency Regional Government can operate by carrying out quality assurance activities including audits (financial audits, performance audits and audits for specific purposes), evaluation, monitoring, socialization of supervision, education/training, guidance, and consultancy as well as communication of supervision results through supervision results reports. This function is carried out in Financial audits carried out at 15 risk-based SKPDs, performance audits at the fisheries service, probity audits at 5 strategic packages, BOS fund management audits at education units, and village financial management audits and the most effective review activities are carried out as a preventive measure such as review of budget activity plans, review of self-estimated prices, and expenditure budget plans.
Efektivitas Program Percepatan Penurunan Stunting di Kota Baubau Hasnawati, Hasnawati; Ramadhan, Syahril; Islamy H., La Ode Syaiful
Administratio Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Volume 12, Nomor 3, Desember 2023
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Program Pascasarjana, Universitas Dayanu Ikhsanuddin, Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/administratio.v12i3.1506

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan efektivitas program intervensi gizi sensitif percepatan penurunan stunting di Kota Baubau, dengan menggunakan indikator efektivitas program berupa ketepatan sasaran program, sosialisasi program, tujuan program dan pemantauan program. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, melalui proses wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian menggunakan data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan ditentukan menggunakan metode purposive sampling yang kemudian ditetapkan sebanyak 6 (enam) orang. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, penyajian data, reduksi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas program percepatan penurunan stunting di Kota Baubau melalui program intervensi gizi sensitif berdasarkan indikator ketepatan sasaran program, sosialisasi program, pencapaian tujuan program dan pemantauan program disimpulkan sudah berjalan dengan efektif. Hal ini ditandai dengan keberhasilan Pemerintah Kota Baubau mencegah terjadinya kasus stunting baru sebagaimana tujuan program intervensi gizi sensitif yang menjadi fokus penelitian ini yakni meminimalisir atau sebagai tindakan pencegahan sejak dini terhadap resiko stunting. Meskipun demikian, dari aspek capaian organisasi pelaksana program intervensi gizi sensitif masih terdapat beberapa program intervensi gizi sensitif yang masih perlu ditingkatkan yaitu akses air minum dan sanitasi, kuota masyarakat penerima manfaat PKH, dan pembentukan kelompok masyarakat tani. Selain itu, perlu ada penyamaan persepsi antar organisasi pemerintah daerah pelaksana program intervensi gizi sensitif mengenai sasaran program yang dilaksanakan. Juga perlu adanya upaya penguatan atau pemberdayaan aspek social ekonomi masyarakat khususnya bagi masyarakat kelompok miskin dan rentang.