Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

تطوير الوسيلة التعليمية كتاب الوسادة (soft book) لترقية استيعاب المفردات في تعليم اللغة العربية Lestari, Wiji; Azizah, Nikmatul; Rubeda, Syukril Agaba Kalis; Al-am, Maftah Rozani
International Conference on Humanity Education and Society (ICHES) Vol. 3 No. 1 (2024): Third International Conference on Humanity Education and Society (ICHES)
Publisher : FORPIM PTKIS ZONA TAPAL KUDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

الوسيلة مهم جدا في عملية التعليم لدى استخدام الوسيلة يجعل التعليم جذابا و الفصل حيا و يؤدي إلى سهولة الفهم حتى تحقيق هدف التدريس، أما إحدى الوسيلة في تعليم اللغة العربية لترقية استيعاب المفردات بشكل الوسيلة التعليمية كتاب الوسادة. المنتج المتطور لكتاب الوسادة (soft book) يشمل على بعض الأدوات كمثل قماش و دكرون و الصورة. وأهداف البحث فيها: أ) لمعرفة كيفية تطوير الوسيلة التعليمية كتاب الوسادة (soft book) لترقية استيعاب المفردات في تعليم اللغة العربية . ب) لمعرفة فعّاليّة الوسيلة التعليمية من كتاب الوسادة (soft book) لترقية استيعاب المفردات في تعليم اللغة العربية. أما إستخدام هذا البحث بمنهج البحث التطوير بنموذج ADDIE تتكون من خمس المراحل هي التحليل و التصميم و التطوير و التنفيذ و التقييم. وطريقة جمع البيانات بالملاحظة و المقابلة و الإستبانة و الاختبار. و النتيجة من تحكيم خبير مادة المفردات بنسبة 82% و تحكيم من خبير تصميم الوسائل التعليمية بنسبة 88 % وتحكيم من خبير تعليم اللغة العربية بنسبة 87% . و النتيجة من تجربة المنتج باستخدام t-test بطريقة spss يدل على tabel < t hitung t هي 5195 <2030حتى تطوير الوسيلة التعليمية كتاب الوسادة (soft book) تكون فعالية لتطبيق على تعليم اللغة العربية.
Gambaran Self Esteem Warga Binaan Dengan Kasus Penyalahgunaan NAPZA di Rutan Mayliyan, Ahmad Khodhi; Marizza, Herlina Mia; Azizah, Nikmatul; Budiarto, Eka
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Orang-orang yang menggunakan napza terutama yang berada didalam rutan dapat mempengaruhi harga diri (self esteem) pada individu tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran self esteem pada warga binaan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan deskripsi menggunakan pendekatan crossectional. teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Alat ukur menggunakan kusioner self esteem dari Rosenberg. Hasil dari penelitian ini didapatkan rata-rata skor self esteem pada kasus penyalahgunaan napza adalah 25,24.
Deteksi Dini Kesehatan Jiwa Remaja sebagai Upaya Pencegahan Early Psikosis: Self Esteem dan Self Efficacy Remaja Budiarto, Eka; Azizah, Nikmatul; Lidiyawati, Herlina; Rahayu, Rita
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja menjadi kelompok rentan yang dapat mengalami masalah kesehatan jiwa seperti early psikosis. Pencegahan masalah kesehatan jiwa dapat dilakukan dengan melakukan deteksi dini kesehatan jiwa remaja. Program pengabdian masyarakat dilakukan untuk mendeteksi secara dini tingkat self esteem dan self efficacy remaja sebagai upaya mencegah early phychosis. Program pengabdian masyarakat dilakukan secara online di salah satu sekolah menengah negeri di Kabupaten Pekalongan dengan melibatkan sebanyak 251 peserta. Pengabdian dilakukan dengan membagikan leaflet tentang perkembangan remaja yang didiskusikan melalui whatsapp grup dengan peserta. Pengukuran tingkat self esteem dan self efficacy dilakukan setelah remaja mendapatkan leflet tersebut sebagai upaya deteksi dini kesehatan jiwa remaja. Pengukuran self esteem menggunakan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSE). Pengukuran self efficacy menggunakan General Self-Efficacy Scale (GSE). Data hasil pengukuran disajikan dalam bentuk deskriptif. Hasil pengabdian masyarakat diperoleh bahwa 51,39% remaja memiliki self esteem yang rendah dan 53,39% remaja memiliki self efficacy yang rendah. Deteksi kesehatan jiwa remaja diperoleh bahwa rata-rata remaja yang terlibat dalam program pengabdian masyarakat ini masih lebih dari 50% memiliki self esteem dan self efficacy yang rendah. Oleh karena itu, perlu upaya dalam meningkatkan self esteem dan self efficacy remaja agar remaja dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dalam mencapai identitas dirinya sebagai remaja dan mencegah terjadinya masalah psikososial seperti early psikosis.
Layanan Dasar Bimbingan dan Konseling untuk Meningkatkan Sikap Kejujuran Peserta Didik SMK Negeri 5 Surabaya Firmansyah, Guruh Mayonk; Wiyono, Bambang Dibyo; Azizah, Nikmatul
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejujuran menjadi salah satu karakter penting yang harus ditanamkan sejak di bangku pendidikan, salah satunya di SMK Negeri 5 Surabaya. Berdasarkan hasil analisis AKPD menunjukkan bahwa peserta didik memiliki permasalahan mengenai kebiasaan meyontek ketika ujian. Maka dari itu peneliti membuat sebuah penelitian tindakan bimbingan konseling dengan tujuan mengetahui penerapan layanan dasar bimbingan dan konseling untuk meningkatkan sikap kejujuran peserta didik SMK Negeri 5 Surabaya. Penelitian ini dilaksanakan dua siklus dengan mengukur evaluasi hasil dari tiap siklus yang ada. Setiap siklus menggunakan metode layanan problem based learning. Layanan dasar yang digunakan pada siklus satu adalah layanan bimbingan klasikal dan bimbingan kelompok, sedankan siklus dua hanya menggunakan layanan bimbingan klasikal. Hasilnya adalah penerapan layanan dasar bimbingan dan konseling dapat meningkatkan sikap kejujuran peserta didik SMK Negeri 5 Surabaya.
Peran Sarana-Prasarana dalam Peningkatkan Mutu Pendidikan di Madrasah Aliyah Pembangunan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Aminusyai, Achmad Fachrurozi; Ta’rifin, Ahmad; Fitrianingsih, Sri Eka; Istiqomah, Nurul; Azizah, Nikmatul; Nida, Khoirun
IEMJ: Islamic Education and Management Journal Vol. 1 No. 1 (2024): IEMJ: Islamic Education and Management Journal
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ki Ageng Pekalongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64994/iemj.v1i1.1

Abstract

This research was conducted at MA Pembangunan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, aiming to identify the condition and role of facilities and infrastructure in improving the quality of education at Madrasah Aliyah (MA) Pembangunan UIN Syarif Hidayatullah. The method used is descriptive qualitative, including field surveys, interviews with stakeholders, and analysis of data from various sources. The results show that the availability of adequate facilities and infrastructure has a positive correlation with improving the quality of learning and the ability of students to achieve a proper and technology-based education. This study concludes that investment in facilities and infrastructure development should be prioritized by schools to improve educational progress. Recommendations include increased budgets, comprehensive planning and community involvement in the development process to ensure local needs are met and sustainability is assured.
Transformasi Sakralitas dan Intimitas di Era Digital: Menimbang Pernikahan Virtual dalam Perspektif Sosio-Yuridis: The Transformation of Sacrality and Intimacy in the Digital Era: Understanding Virtual Weddings from a Socio-Legal Perspective Fauziyah, Ita Ma’rifatul; Azizah, Nikmatul
Besari: Journal of Social and Cultural Studies Vol. 3 No. 1 (2025): Besari: Journal of Social and Cultural Studies
Publisher : PC Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71155/besari.v3i1.119

Abstract

The digital age has fostered the emergence of virtual marriage, posing unprecedented legal and socio-cultural challenges. This study examines the socio-cultural implications of digital marriage and analyzes the transformation of ritual meaning in the era of mediatization. Utilizing a qualitative approach with thematic analysis and case studies from various Indonesian regions, this research evaluates how technology redefines the concepts of "sacredness" and "presence" through the lens of Randall Collins' interaction ritual chains and Erving Goffman's dramaturgy. Findings reveal that while technology offers accessibility and efficiency, it also triggers the deinstitutionalization of marriage, where traditional rites of passage are transformed into mediatized projects oriented toward social visibility and the "experience economy." The study concludes that the success of virtual rituals depends on the ability of participants to synchronize their focus and emotional energy despite physical distance. Recommendations include the development of a flexible socio-legal framework that acknowledges digital intimacy while preserving the fundamental essence of the marriage institution as a communal pillar. Era digital memicu fenomena pernikahan virtual yang menghadirkan tantangan hukum dan sosial-budaya baru. Penelitian ini bertujuan mengkaji implikasi sosial-budaya pernikahan digital dan menganalisis transformasi makna ritual dalam era mediatisasi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis tematik dan studi kasus dari berbagai wilayah di Indonesia, studi ini mengevaluasi bagaimana teknologi mendefinisikan ulang konsep "kesakralan" dan "kehadiran" melalui lensa teori rantai ritual interaksi Randall Collins dan dramaturgi Erving Goffman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun teknologi menawarkan aksesibilitas dan efisiensi, ia juga memicu deinstitusionalisasi pernikahan, di mana ritus peralihan tradisional berubah menjadi proyek mediatisasi yang berorientasi pada visibilitas sosial dan "ekonomi pengalaman." Studi ini menyimpulkan bahwa keberhasilan ritual virtual bergantung pada kemampuan partisipan untuk menyinkronkan fokus dan energi emosional meskipun terpisah secara fisik. Rekomendasi yang diajukan meliputi pengembangan kerangka sosial-hukum yang fleksibel yang mengakui intimitas digital sambil tetap mempertahankan esensi fundamental institusi pernikahan sebagai pilar komunitas.