Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Relief: Journal of Craft

KREASI RANGKIANG PADA PENCIPTAAN KRIYA LOGAM Rafiq, Muhammad Ikhsan; Zam, Riswel; Hendra, Hendra
Relief : Journal of Craft Vol 3, No 1 (2023): Relief: Journal of Craft
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/relief.v3i1.4439

Abstract

Kreasi Rangkiang Pada Penciptaan Kriya Logam bersumber dari bentuk rangkiang sebagai tempat penyimpanan padi. Rangkiang yang merupakan bagian dari arsitektur Minangkabau. Bentuknya yang unik dengan keberadaannya saat ini memberi inspirasi dan menjadi dasar dalam penciptaan karya kriya logam. Bentuk dan unsur bangunan rangkiang dengan karakteristik tersendiri diambil tanpa menghilangkan bentuk aslinya. Garapan visual karya merepresentasikan dan menggambarkan serta menyampaikan pesan maupun kondisi serta keberadaan rangkiang saat ini melalui bentuk-bentuk visual yang menggambarkan keberadaan arsitekur yang sudah tua, tidak terawat,terabaikan,bahkan dibiarkan. Kreasi yang dilakukan pada karya dengan Menyusun bentuk rangkiang yang dicor logam yang disusun pada kerangka karya yang udah dibentuk. Rangkiang merupakan salah satu artefak lokal Minangkabau dalam bentuk arsitektur. Yang digunakan sebagai tempat menyimpan padi dan hasil panen lainnya. Bagian arsitekstur Minangkabau rangkiang memiliki bentuk yang menyerupai rumah gadang tetapi dengan ukuran yang lebih kecil, dengan bentuk atapnya terdiri dari dua gonjong berbahan ijuk.
Bentuk Kencung Beruk sebagai Ornamentasi pada Tas Kulit Syaputra, Opni; Zam, Riswel; Nofrial, Nofrial
Relief : Journal of Craft Vol 3, No 1 (2023): Relief: Journal of Craft
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/relief.v3i1.3052

Abstract

Kencung beruk merupakan tumbuhan liar yang memiliki bunga berbentuk kantong yang unik. Tumbuhan ini sumber inspirasi penciptaan karya berupa tas kulit yang dilahirkan berfungsi sebagai tas santai dan tas ransel. Metode yang digunakan dalam proses penciptaan sebagai berikut: tahap eksplorasi yaitu melakukan pengamatan atau observasi langsung pada tumbuhang kencung beruk yang dijadikan sebgai motif hias pada karya yang telah diciptakan dan tahap perancangan yaitu diawali dengang menuangkan ide dalam bentuk sketsa maupun desain. Adapun tahap perwujudan dalam proses sebuah karya yang pertama memilih sketsa yang sesuai dengan kosnep, membuat gambar kerja, mempersiapkan alat dan bahan, mengolah bahan, proses penggarapan karya sesuai hingga proses finishing. Konsep yang digunakan dalam karya ini adalah bentuk Kencung beruk dan dijadikan sebagai motif dalam pembuatan karya ini. Bahan yang digunakan dalam karya ini adalah kulit samak nabati, Kulit Crazy horse (samak krom), dan teknik yang dipakai dalam karya ini adalah teknik jahit manual dan jahit mesin. Hasil karya terdiri daritujuh buah karya yang dibuat dalam bentuk tas ransel tas ransel santai pria dan tas salempang. Adapun karya-karya tersebut diberi judul: Bagpack Pria, Tas Ransel Santai Pria, Tas Santai Pria, Tas Traveling Pria, Tas Salempang Pria, Tas Ransel Pria, Tas Santai Pria. Kata Kunci: Kencung beruk dan Tas Kulit
Bunga Kembang Sepatu Sebagai Motif Sulam Karya Dua Dimensi Mahyeninda, Jannatul; Zam, Riswel; Hendra, Hendra
Relief : Journal of Craft Vol 4, No 2 (2025): Relief: Journal of Craft
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/relief.v4i2.5584

Abstract

  Bunga kembang Sepatu lebih dikenal dengan bunga raya memiliki nama latin Hibiscus rosa sinensis berasal dari daerah tropis dan subtropic di Asia Timur dan Kepulauan Pasifik yang ditanam sebagai tanaman hias. Bunga ini merupakan tanaman yang mudah dijumpai pada kehidupan sehari-hari. Keindahan bunga ini menjadi inspirasi dalam penciptaan karya dalam bentuk sulaman yang merupakan tradisi yang ada di Sumatera Barat khususnya di daerah Nareh, Pariaman. Karya ini merupakan penggabungan antara seni tradisional dan seni modern serta mengembangkan kreasi dan kebudayaan di lingkungan masyarakat.Proses penciptaan karya ini menggunakan metode yang dikemukan Gustami terdiri dari tahap eksplorasi, perancangan, dan perwujudan dengan menggunakan beberapa teori yaitu kreasi, bentuk, fungsi, dan warna. Bunga kembang sepatu diwujudkan menjadi motif sulam karya dua dimensi menggunakan teknik sulam suji caia dan banang ameh dengan teknik tambahan pewarnaan pada kain dasar menggunakan pewarna batik. Karya-karya yang dihasilkan merupakan benda untuk penghias atau dekorasi ruangan sebagai pajangan dinding.Bunga kembang sepatu dijadikan sebagai motif utama dalam karya yang lahir dalam wujud karya dua dimensi yang berjumblah tujuh karya; berjudul Dari Kejauhan, Malam, Dari Waktu Kewaktu, Bergandengan, Berkelanjutan, Mencengkram Malam, dan Saling Melengkapi.Kata kunci: Bunga kembang sepatu, motif sulaman.   
KREASI KALIGRAFI ASMA’UL HUSNA PADA KRIYA KAYU Ahmad rivaldi, Ahmad Rivaldi; nofrial, nofrial; Ferawati, Ferawati; zam, riswel
Relief : Journal of Craft Vol 4, No 2 (2025): Relief: Journal of Craft
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/relief.v4i1.5375

Abstract

 ABSTRAKKarya ini mengangkat kreasi kaligrafi Asma’ul Husna pada kriya kayu dengan menggunakan khat Tsuluth. Asma’ul Husna, yang terdiri dari 99 nama-nama Allah, mengandung makna yang sangat dalam, mencerminkan sifat-sifat Tuhan yang Maha Esa. Setiap nama dalam Asma’ul Husna mengandung pesan spiritual yang dapat menjadi petunjuk hidup bagi umat manusia. Pemilihan kayu sebagai media dalam pembuatan karya ini memberikan sentuhan alami yang memperkaya dimensi estetika dan filosofi yang terkandung dalam setiap nama Allah. Gaya khat Tsuluth dipilih karena memiliki karakteristik goresan yang elegan dan melengkung, yang mampu menggambarkan keindahan serta kebesaran Tuhan dengan cara yang dinamis namun terstruktur. Karya ini tidak hanya berfokus pada nilai estetika, tetapi juga mengajak penikmat untuk merenungkan makna spiritual dari setiap nama Allah yang ditulis.  Penciptaan karya ini menggunakan teori fungsi, dan teori estetis. Metode penciptaan karya seni melalui tiga tahap, tahap eksplorasi dengan mencari referensi melalui studi pustaka maupun lapangan. Tahapan perancangan dengan membuat gambar rancangan melalui gambar sketsa alternatif dan desain gambar. Tahap perwujudan menggunakan bahan kayu surian, dengan teknik ukir pahat ketinggian sedang, dan finishing menggunakan tinta printer yang dilapis memakai melamin lack clear doff dan penyajian karya merupakan metode yang digunakan dalam mengenalkan hasil karya seni kepada masyarakat luas sebagai media dakwah. Karya berupa kaligrafi dua dimensi, yang diciptakan sebanyak tujuh karya, yaitu: Al Hakiim, Al Wadud, Al Kariim, Ar Rahman, Al Lathiif, Ar Rahiim, dan Al Wakiil.