Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Peran Hutan Mangrove dalam Menanggulangi Dampak Perubahan Iklim di Wilayah Pesisir Indonesia Imburi, Christian Soleman; Angrianto, Rusdi; Tanur, Evelin Anggelina; Widodo, Imam; Sitompul, Gabriel Amadeus
Jurnal Geosains West Science Vol 2 No 03 (2024): Jurnal Geosains West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jgws.v2i03.1678

Abstract

Hutan mangrove merupakan ekosistem penting yang secara signifikan berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim, perlindungan pesisir, dan konservasi keanekaragaman hayati. Kajian literatur ini menganalisis peran hutan mangrove di Indonesia, dengan fokus pada kemampuan penyerapan karbon, jasa ekosistem, dan ancaman dari aktivitas manusia. Temuan menunjukkan bahwa mangrove menyerap karbon hingga lima kali lebih banyak dibandingkan hutan terestrial, dan berperan sebagai penyerap karbon yang sangat penting. Selain itu, mangrove juga berfungsi sebagai pelindung pantai dengan menstabilkan garis pantai, mengurangi erosi, dan melindungi masyarakat dari badai. Terlepas dari manfaat tersebut, hutan bakau di Indonesia mengalami degradasi yang signifikan akibat budidaya perikanan, pembangunan perkotaan, dan pembalakan liar. Upaya konservasi, termasuk kebijakan nasional dan inisiatif berbasis masyarakat, menunjukkan hasil yang menjanjikan tetapi membutuhkan penegakan hukum yang lebih kuat, pendanaan yang konsisten, dan keterlibatan masyarakat secara aktif. Studi ini menggarisbawahi perlunya pendekatan terpadu dari berbagai pemangku kepentingan untuk melestarikan hutan bakau sebagai aset penting dalam strategi ketahanan iklim Indonesia.
Efektivitas Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan untuk Mengurangi Risiko Bencana Alam di Indonesia May, Nunang Lamaek; Sutiharni, Sutiharni; Angrianto, Rusdi; Imburi, Christian Soleman; Tanur, Evelin Anggelina
Jurnal Geosains West Science Vol 2 No 03 (2024): Jurnal Geosains West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jgws.v2i03.1680

Abstract

Kerentanan Indonesia terhadap bencana alam diperparah oleh degradasi lingkungan, sehingga mendorong pelaksanaan program rehabilitasi lahan dan hutan untuk mengurangi risiko bencana. Studi ini mengevaluasi efektivitas program-program tersebut dalam memitigasi bencana di berbagai wilayah dengan menggunakan pendekatan analisis komparatif. Data dari laporan program, wawancara, dan metrik lingkungan dikumpulkan dari beberapa inisiatif rehabilitasi terpilih di Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat, diversifikasi pendanaan, strategi teknis yang sesuai dengan konteks, dan kolaborasi antarlembaga secara signifikan meningkatkan hasil program, yang mengarah pada pengurangan frekuensi dan tingkat keparahan bencana yang terukur. Namun, tantangan seperti keterbatasan pendanaan dan kendala pemeliharaan menghambat keberlanjutan program. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan adaptif yang berpusat pada masyarakat di daerah rawan bencana dan memberikan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti untuk memperkuat ketahanan bencana di Indonesia melalui restorasi ekologi.
PROPAGASI IN VITRO Dendrobium macrophyllum DI BERBAGAI MEDIA PERTUMBUHAN Worabay, Descarlo; Anwar, Arniana; Ariyani, Luh; Tanur, Evelin Anggelina; Rombe, Yunita Pare
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Perkebunan Vol 14 No 1 (2025): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/agro.v14i1.948

Abstract

Dendrobium macrophyllum adalah salah satu spesies anggrek yang berasal dari keluarga Orchidaceae Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh berbagai media pertumbuhan terhadap pertumbuhan eksplan D. macrophyllumdalam kultur in vitro. Empat media yang diuji meliputi MS (Murashige dan Skoog), ND (Nutrient Medium), NDM (New Doughasima Medium), dan NDMP (New Doughasima Medium Plus). Hasil analisis ANOVA menunjukkan bahwa media NDMP memberikan hasil terbaik dalam peningkatan jumlah tunas, pertambahan akar dan pertambahan tinggi. Hal ini menandakan perbedaan signifikan antara perlakuan media. Media NDMP, yang mengandung media dasar NDM diperkaya dengan ZPT berupa BA dan NAA sebagai auksin serta Kinetin sebagai sitokinin, mampu memicu pembelahan sel yang lebih tinggi, sedangkan media MS dan ND menunjukkan hasil yang kurang optimal. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemilihan media pertumbuhan yang tepat untuk propagasi in vitro D.macrophyllum, yang dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam budidaya anggrek. Hasil ini diharapkan dapat memberikan panduan bagi praktisi hortikultura dalam memilih media kultur yang sesuai untuk perbanyakan tanaman anggrek secara efektif.
Increasing Village Community Knowledge Through Socialization of the waste Independent Village Program Titin, Titin; Tonce, Yosef; S, Siktania Maria Dilliana; Tanur, Evelin Anggelina; Winarti, Thresia; Hamidah, Emmy
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 2 (2024): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i2.837

Abstract

Increasing population growth in an area is accompanied by an increase in the volume of waste produced. Waste is an item resulting from human activities and other living creatures that is no longer used. The waste produced in an area is basically determined by the activities of the people in that place. These activities include trade, housing, office, industrial, agricultural and other activities. An increase in waste volume that is not balanced by an integrated waste management system can cause problems in an area. The waste problem also occurs in Karangturi Village, Glagah District, Lamongan Regency, East Java. Referring to the conditions in Karangturi Village, Glagah District, where there is still a waste problem, Community Service activities are being carried out to increase the community's ability to manage waste independently. To overcome this problem, one alternative solution that can be implemented is by holding an independent waste village program to manage the use of household waste in realizing independent and sustainable development in Karangturi Village, Glagah District, Lamongan Regency, East Java. Therefore, the aim of this community service is to see the potential for increasing village community knowledge through the socialization of the Independent Waste Village Program in Karangturi Village, Glagah District, Lamongan Regency, East Java. To obtain the data used were observation and literature review. As a form of the author's thinking, several efforts and breakthroughs are offered, namely: 1.) Increasing the knowledge of the community who already know that household waste can be utilized so as to create community welfare, 2.) The role of utilizing household waste for the Karangturi Village community in realizing sustainable village development is to improve the quality of life to be cleaner and healthier.
Increasing Village Community Knowledge Through Socialization of the waste Independent Village Program Titin, Titin; Dilliana, Siktania Maria; Tonce, Yosef; Tanur, Evelin Anggelina; Winarti, Thresia
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 2 (2024): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i2.838

Abstract

Increasing population growth in an area is accompanied by an increase in the volume of waste produced. Waste is an item resulting from human activities and other living creatures that is no longer used. The waste produced in an area is basically determined by the activities of the people in that place. These activities include trade, housing, office, industrial, agricultural and other activities. An increase in waste volume that is not balanced by an integrated waste management system can cause problems in an area. The waste problem also occurs in Karangturi Village, Glagah District, Lamongan Regency, East Java. Referring to the conditions in Karangturi Village, Glagah District, where there is still a waste problem, Community Service activities are being carried out to increase the community's ability to manage waste independently. To overcome this problem, one alternative solution that can be implemented is by holding an independent waste village program to manage the use of household waste in realizing independent and sustainable development in Karangturi Village, Glagah District, Lamongan Regency, East Java. Therefore, the aim of this community service is to see the potential for increasing village community knowledge through the socialization of the Independent Waste Village Program in Karangturi Village, Glagah District, Lamongan Regency, East Java. To obtain the data used were observation and literature review. As a form of the author's thinking, several efforts and breakthroughs are offered, namely: 1.) Increasing the knowledge of the community who already know that household waste can be utilized so as to create community welfare, 2.) The role of utilizing household waste for the Karangturi Village community in realizing sustainable village development is to improve the quality of life to be cleaner and healthier.
Impact Analysis of Human Activities on Mangrove Conservation in Coastal Sulawesi Tanur, Evelin Anggelina; Imran, Hamzah Al; Angrianto, Rusdi; May, Nunang Lamaek; Anwar, Arniana
West Science Nature and Technology Vol. 2 No. 01 (2024): West Science Nature and Technology
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsnt.v2i04.742

Abstract

Mangrove ecosystems are invaluable coastal habitats that provide essential ecological services and support diverse flora and fauna. However, human activities have increasingly threatened the sustainability of these ecosystems, particularly in regions like Coastal Sulawesi, Indonesia. This qualitative analysis investigates the impact of human activities on mangrove conservation in Coastal Sulawesi, employing semi-structured interviews, participant observation, and document analysis. The study reveals that drivers such as aquaculture expansion, unsustainable logging, pollution, and coastal development are contributing to mangrove degradation. Stakeholder perspectives vary, with local communities emphasizing the importance of mangroves for livelihoods and culture, while government officials stress the need for balancing conservation with economic development. Existing conservation efforts include protected area designation, community-based management projects, and awareness-raising campaigns. Collaborative action involving government, NGOs, academia, and local communities is essential to promote sustainable mangrove conservation in Coastal Sulawesi.
Peran Hutan Mangrove dalam Menanggulangi Dampak Perubahan Iklim di Wilayah Pesisir Indonesia Imburi, Christian Soleman; Angrianto, Rusdi; Tanur, Evelin Anggelina; Widodo, Imam; Sitompul, Gabriel Amadeus
Jurnal Geosains West Science Vol 2 No 03 (2024): Jurnal Geosains West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jgws.v2i03.1678

Abstract

Hutan mangrove merupakan ekosistem penting yang secara signifikan berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim, perlindungan pesisir, dan konservasi keanekaragaman hayati. Kajian literatur ini menganalisis peran hutan mangrove di Indonesia, dengan fokus pada kemampuan penyerapan karbon, jasa ekosistem, dan ancaman dari aktivitas manusia. Temuan menunjukkan bahwa mangrove menyerap karbon hingga lima kali lebih banyak dibandingkan hutan terestrial, dan berperan sebagai penyerap karbon yang sangat penting. Selain itu, mangrove juga berfungsi sebagai pelindung pantai dengan menstabilkan garis pantai, mengurangi erosi, dan melindungi masyarakat dari badai. Terlepas dari manfaat tersebut, hutan bakau di Indonesia mengalami degradasi yang signifikan akibat budidaya perikanan, pembangunan perkotaan, dan pembalakan liar. Upaya konservasi, termasuk kebijakan nasional dan inisiatif berbasis masyarakat, menunjukkan hasil yang menjanjikan tetapi membutuhkan penegakan hukum yang lebih kuat, pendanaan yang konsisten, dan keterlibatan masyarakat secara aktif. Studi ini menggarisbawahi perlunya pendekatan terpadu dari berbagai pemangku kepentingan untuk melestarikan hutan bakau sebagai aset penting dalam strategi ketahanan iklim Indonesia.
Efektivitas Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan untuk Mengurangi Risiko Bencana Alam di Indonesia May, Nunang Lamaek; Sutiharni, Sutiharni; Angrianto, Rusdi; Imburi, Christian Soleman; Tanur, Evelin Anggelina
Jurnal Geosains West Science Vol 2 No 03 (2024): Jurnal Geosains West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jgws.v2i03.1680

Abstract

Kerentanan Indonesia terhadap bencana alam diperparah oleh degradasi lingkungan, sehingga mendorong pelaksanaan program rehabilitasi lahan dan hutan untuk mengurangi risiko bencana. Studi ini mengevaluasi efektivitas program-program tersebut dalam memitigasi bencana di berbagai wilayah dengan menggunakan pendekatan analisis komparatif. Data dari laporan program, wawancara, dan metrik lingkungan dikumpulkan dari beberapa inisiatif rehabilitasi terpilih di Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat, diversifikasi pendanaan, strategi teknis yang sesuai dengan konteks, dan kolaborasi antarlembaga secara signifikan meningkatkan hasil program, yang mengarah pada pengurangan frekuensi dan tingkat keparahan bencana yang terukur. Namun, tantangan seperti keterbatasan pendanaan dan kendala pemeliharaan menghambat keberlanjutan program. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan adaptif yang berpusat pada masyarakat di daerah rawan bencana dan memberikan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti untuk memperkuat ketahanan bencana di Indonesia melalui restorasi ekologi.