Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN TEKNIK PASCAPANEN DAN PENYIMPANAN SUSU SEGAR PETERNAK SAPI PERAH “SUMBER MULYO” DESA JUGO, KECAMATAN MOJO, KABUPATEN KEDIRI Solikin, Nur; Yuniati, Erna; Anifiatiningrum, Anifiatiningrum; Linawati, Linawati; Ariana, Melati; Fitria Ramadhani, Charisa
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/ztmk2h97

Abstract

Teknik pascapanen dan penyimpanan sangat mempengaruhi kualitas susu sapi. Kesalahan dalam penanganan pasca panen dan penyimpanan dan menyebabkan berubanya (menurun) kualitas susu yang dihasilkan peternak, sehingga pendapatan juga kurang maksimal. Keterbatasan pengetahuan dan teknologi sering kali mempengaruhi kualitas susu segar, sehingga diperlukan intervensi berupa edukasi dan pelatihan kepada masyarakat tentang teknik penyimpanan dan pengolahan susu yang dimungkinkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung pengembangan industri persusuan di daerah tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui wawasan dan keterampilan peternak sapi perah dalam penanganan pasca panen dan penyimpanan susu segar.  Metode kegiatan mengunakan pembelajaran orang dewasa (andragogi), Teknik pengukuran dilakukan dengan pre-test, pemaparan materi dan post-test. Kegiatan dilakukan bulan Oktober - November 2024 dengan subjek adalah anggota Kelompok Ternak Sapi Perah “Sumber Mulyo” Desa Jugo Kecamatan Mojo sebanyak 50 orang. Hasil menujukkan adanya peningkatan pengetahuan tentang teknik penanganan pasca panen dan penyimpanan susu segar dengan indicator nilai post-test rerata skor 85 kategori baik dibandingkan dengan nilai pre-test skor rerata 63 kategori cukup. Simpulan bahwa pelatihan yang diberikan berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dan diharapkan berkontribusi pada peningkatan kualitas susu serta peningkatan nilai ekonomi peternak.  
Pelatihan Pembuatan Urea Molasses Block (UMB) pada Kelompok Ternak ''Satria Kelud Perkasa" Desa Gadungan Kecamatan Wates Kabupaten Kediri Anifiatiningrum; Andaruisworo, Sapta; Yuniati, Erna; Solikin, Nur; Tanjungsari, Ardina; Fauzi, Moh. Mimbar; Rohman, Alfan Nur; Ariana, Melati; Reymonita, Ocha Meylda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol 5 No 1 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/dimastara.v5i1.27496

Abstract

The availability of quality feed for ruminant livestock remains a major challenge for smallholder farmers, especially during the dry season when forage resources become limited. One practical solution is the utilization of Urea Molasses Block (UMB) as a low-cost supplementary feed that is easy to produce and capable of improving feed intake and digestibility. This community service program aimed to enhance the knowledge and technical skills of members of the “Satria Kelud Perkasa” Livestock Group in Gadungan Village, Wates District, Kediri Regency through training on the production of UMB using locally available ingredients. The training was conducted using lectures, demonstrations, and hands-on practice. Program effectiveness was evaluated through pre-test and post-test assessments to measure participants’ knowledge improvement. The results showed a significant increase in participants’ understanding of the functions, composition, and production techniques of UMB. Participants successfully completed all stages of production—including weighing ingredients, mixing, molding, and drying—and produced UMB blocks with good physical quality that were readily accepted by livestock. The activity also strengthened the group’s independence in providing supplementary feed, thereby improving feed efficiency and the potential productivity of their ruminants. This program demonstrates that a participatory approach combined with simple technology transfer is highly effective in improving farmers’ skills and encouraging the adoption of innovations. It is expected that the livestock group will continue producing UMB independently and apply it sustainably in their ruminant feed management.