Aorta, Dian Tias
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STRATEGI PERGURUAN TINGGI DALAM MENGEMBANGKAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PADA MASA PANDEMI Aorta, Dian Tias; Wahyuningsih, Diah
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 19 No 1 (2021): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v19i1.687

Abstract

Kegiatan yang terbatas pada masa pendemi menjadi problem pada dunia pendidikan. Kegiatan yang tidak maksimal dan kurang mencapai pada sasaran dari tujuan pendidikan tersebut. Perguruan tinggi sebagai lembaga yang setiap tahunnya mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa. Awal corona menyebar kebijakan tentang KKN pada mahasiswa mengalami perubahan dan adaptasi kondisi. Perbaikan pada program KKN yang terbatas pada linkungan sendiri sehingga ada kebijakan baru untuk melakukan kegiatan secara terbatas. Strategi kampus dalam mensiasati hal ini adalah dengan memberikan kesempatan untuk melakukan kegiatan dilingkup dalam kota sendiri dan memilih lokasi sendiri. Inovasi dan berfikir kreatif dari mahasiswa diperlukan dengan bimbingan dosen secara virtual. Kegiatan yang terutama dilakukan oleh mahasiswa adalah pembinaan anak TPA dalam membaca al-qur’an secara baik dan membuka les mata pelajaran free. Selain kegiatan tersebut ada juga kegiatan peningkatan pada UKM kecil untuk dikembangkan. Desa Sukoharjo memiliki destinasi wisata yang perlu dikembangkan pada sektor UKMnya terutama.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR ABSTRAK PADA PEMBELAJARAN PAI BERBASIS SAINS Wahyuningsih, Diah; Aorta, Dian Tias
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 19 No 1 (2021): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v19i1.688

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media terhadap kemampuan berpikir abstrak tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar PAI siswa aspek kognitif, kognitif proses dan afektif Penelitian ini menggunakan kuasi eksperimental (quation experimental). Populasi penelitian adalah siswa kelas VII SMP AFA, sebanyak 2 kelas. Sampel penelitian ditentukan secara acak dengan teknik cluster random sampling sebanyak dua kelas. Kelas eksperimen 1 menggunakan media riil/ alat praktik langsung dan kelas eksperimen 2 menggunakan media animasi flash. Teknik pengumpulan data menggunakan metode angket, lembar observasi dan tes. Uji hipotesis penelitian menggunakan anava tiga jalan dengan desain faktorial 2x2x2. Dari hasil uji hipotesis data hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) ada pengaruh penggunaan media pembelajaran terhadap prestasi kognitif, kognitif proses dan afektif; 2) ada pengaruh kemampuan berpikir abstrak tinggi dan rendah terhadap prestasi kognitif, kognitif proses dan afektif; 3) ada interaksi antara penggunaan media pembelajaran dengan kemampuan berpikir abstrak terhadap prestasi belajar kognitif dan kognitif proses, sedangkan untuk afektif tidak ada.
PENDAMPINGAN KEWIRAUSAHAAN PEMBUATAN PMT BAGI KADER POSYANDU DALAM MENDUKUNG PROGRAM STUNTING Werdani, Kusuma Estu; Asyfiradayati, Rezania; Aorta, Dian Tias; Rochan, Tsabitha Al’tsani Miftakhu; Rudisty, Bunga Cintantya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.22951

Abstract

Abstrak: Pemberian makanan tambahan (PMT) dalam kegiatan posyandu merupakan upaya yang harus dilakukan untuk mendukung pemenuhan gizi balita. Akan tetapi, kader posyandu menghadapi tantangan karena keterbatasan dana yang disediakan oleh pemerintah untuk pembuatan PMT tersebut. Kader posyandu harus mengatasi masalah tersebut agar tetap bisa memberikan PMT dengan kualitas gizi yang optimal dengan melakukan iuran mandiri. Padahal, sebagian besar kader posyandu bekerja sebagai ibu rumah tangga. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) adalah pendampingan kader posyandu untuk mengembangkan usaha pembuatan PMT posyandu melalui kegiatan penyuluhan, pemberian modal usaha, dan pendampingan pengembangan usaha. Tahapan kegiatan yang dilakukan antara lain penyiapan media kesehatan, penyuluhan kesehatan, pembentukan struktur pengurus usaha PMT, pembuatan PMT, dan evaluasi perkembangan usaha PMT. Sasaran kegiatan adalah seluruh kader posyandu Desa Mentoro, Pacitan, sebanyak delapan orang dari 25 orang yang diundang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyuluhan tentang PMT bermanfaat untuk peningkatan pemahaman kader kesehatan tentang pembuatan PMT berbahan dasar lokal yang padat gizi. Evaluasi pengembangan usaha pembuatan PMT menunjukkan adanya hasil yang signifikan ditunjukkan dengan adanya peningkatan sebesar 11,44% selama empat bulan dari modal awal yang diberikan. Kualitas PMT lebih terjamin karena pembelian bahan makanan dan pengolahannya dilakukan secara mandiri dengan pemantauan yang baik. Rekomendasi untuk pengelolaan dana usaha dalam jangka panjang perlu untuk ditingkatkan perencanaannya agar dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.Abstract: Providing additional food (PMT) in integrated service post (namely "posyandu") activities is an effort that must be made to support the nutritional needs of toddlers. However, posyandu cadres need more funds from the government to create the PMT. Posyandu cadres must overcome this problem so that they can continue to provide PMT with optimal nutritional quality by making independent contributions. In fact, most of the posyandu cadres work as housewives. The aim of community service activities (PkM) is to assist posyandu cadres in developing the business of making PMT posyandu through counseling activities, providing business capital, and business development assistance. The stages of activities carried out include preparing health media, health education, establishing a PMT business management structure, creating a PMT, and evaluating the development of the PMT business. The target of the activity was all posyandu cadres in Mentoro Village, Pacitan, eight of the 25 people invited. The results of the activity show that education about PMT is helpful in increasing health cadres' understanding of making PMT from local, nutrient-dense ingredients. Evaluation of the development of the PMT manufacturing business showed significant results, demonstrated by an increase of 11.44% over four months from the initial capital provided. The quality of PMT is more guaranteed because the purchasing of food ingredients and their processing are carried out independently with good monitoring. Recommendations for long-term management of business funds need to be improved in order to provide sustainable benefits.