Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal DIDASKO

Paradigma Biblika, Teologis dan Ontologis Mengenai Perintisan Jemaat Mawikere, Marde Christian Stenly; Hura, Sudiria; Legi, Hendrik
DIDASKO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 4, No 1 (2024): Teologi dan Pendidikan Kristen (April 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Diaspora Wamena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52879/didasko.v4i1.105

Abstract

This research explores the fundamental differences between the concept of Church Planting and general approaches in contemporary church growth. The article highlights that church planting is driven by strong theological principles, putting church ontology as the cornerstone. It is presented that hermeneutics must precede methodology, and theology must precede anthropology. Readers are invited to explore the deeper and scholarly dimensions of Church Planting. Church planting involves planting congregations and emphasizing the ontological dimension closely related to evangelism, in accordance with biblical teachings. Qualitative research with a hermeneutic approach and theological studies reveals that the ontology of church planting is derived from the Bible, involving a proper understanding of church doctrine. This article makes an important contribution to the scholarly discourse on church planting, discussing theological, ontological, and finally methodological aspects as implications. This article makes an important contribution to the scholarly discourse on church planting, discussing theological, ontological, and finally methodological aspects as implications. The novelty of this study lies in an approach that emphasizes a deeper understanding of the concept of church planting, distinguishes it from the general approach to church growth, and highlights the urgency of church ontology as the main foundation in church planting, which then has implications in the methodology and practice of church evangelism.AbstrakPenelitian ini mengeksplorasi perbedaan fundamental antara konsep Perintisan Jemaat dan pendekatan umum dalam pertumbuhan gereja kontemporer.. Artikel menyoroti bahwa perintisan jemaat didorong oleh prinsip-prinsip teologi yang kuat, mengedepankan ontologi gereja sebagai landasan utama. Disajikan bahwa hermeneutik harus mendahului metodologi, dan teologi harus mendahului antropologi. Pembaca diundang untuk menjelajahi dimensi lebih mendalam dan ilmiah terkait Perintisan Jemaat. Perintisan jemaat melibatkan upaya menanam jemaat dan menekankan dimensi ontologis terkait erat dengan penginjilan, sesuai dengan ajaran Alkitab. Penelitian kualitatif dengan pendekatan hermeneutik dan kajian teologis mengungkapkan bahwa ontologi perintisan jemaat bersumber dari Alkitab, melibatkan pemahaman doktrin gereja yang tepat. Artikel ini memberikan kontribusi penting dalam wacana ilmiah mengenai perintisan jemaat, membahas aspek teologis, ontologis, dan terakhir aspek metodologis sebagai implikasinya. Artikel ini memberikan kontribusi penting dalam wacana ilmiah mengenai perintisan jemaat, membahas aspek teologis, ontologis, dan terakhir aspek metodologis sebagai implikasinya. Kebaharuan dari penelitian ini terletak pada pendekatan yang menekankan pemahaman yang lebih dalam terhadap konsep perintisan jemaat, membedakannya dari pendekatan umum dalam pertumbuhan gereja, serta menyoroti urgensi ontologi gereja sebagai landasan utama dalam perintisan jemaat, yang kemudian membawa implikasi dalam metodologi dan praktik penginjilan gereja.
Implikasi Metode Mengajar Bagi Guru Pendidikan Agama Kristen Legi, Hendrik
DIDASKO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 1, No 1 (2021): Teologi dan Pendidikan Agama Kristen (April 2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Diaspora Wamena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (829.826 KB) | DOI: 10.52879/didasko.v1i1.12

Abstract

ABSTRACTThe task of a Christian Religious Education teacher is not just to teach and prepare teaching materials, but a teacher is required to be able to create active, creative learning interactions and be able to design fun learning. Christian religious education teachers are not only tasked with transferring factual and conceptual knowledge to their students but Christian religious education teachers must think about how students can receive messages in their teaching and learning process. One of the reasons the learning process did not go as expected by the teacher was due to the inaccurate selection of teaching methods in the teaching and learning process. It cannot be denied that teaching methods also affect the ability of students to absorb learning material. Learning will be fun if the Christian Religious Education teacher chooses and uses various teaching methods in their teaching assignments. The research approach used is a descriptive approach, namely methods and research procedures that are Research Library by utilizing information sources from books and journals. This study aims to describe the implications of Christian religious education teaching methods for Christian religion teachers.Keywords: Christian Religion Teachers, Christian Religious Education, Teaching Methods. ABSTRAKTugas seorang guru Pendidikan Agama Kristen bukan hanya sekadar mengajar serta menyiapkan materi ajar, melainkan seorang guru dituntut untuk dapat menciptakan interaksi pembelajaran yang aktif, kreatif serta dapat mendisain pembelajaran yang menyenangkan. Guru pendidikan agama Kristen tidak hanya bertugas memindahkan pengetahuan faktual dan konseptual  kepada peserta didiknya tetapi guru pendidikan agama Kristen harus memikirkan bagaimana peserta didik dapat menerima pesan dalam proses belajar mengajarnya. Salah satu penyebab proses pembelajaran tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan oleh guru karena pemilihan metode mengajar yang kurang tepat dalam proses belajar mengajar Belajar dari Sang guru Agung,  Tuhan Yesus Kristus selalu menggunakan metode yang berbeda-beda ketika mengajar para murid maupun orang banyak. Tidak dapat dipungkiri bahwa metode mengajar ikut memengaruhi kemampuan peserta didik dalam menyerap materi pembelajaran. Pembelajaran akan menjadi menyenangkan apabila guru Pendidikan Agama Kristen memilih dan menggunakan metode mengajar yang variatif dalam tugas mengajarnya. Pendekatan  penelitian  yang digunakan  adalah metode pendekatan deskriptif, yaitu  metode dan prosedur penelitian yang bersifat Research Library  dengan memanfaatkan sumber-sumber informasi dari buku maupun jurnal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implikasi metode mengajar pendidikan agama Kristen bagi guru Agama Kristen.Kata kunci:  Guru Agama Kristen, Pendidikan Agama Kristen, Metode Mengajar.