Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

THE DIFFERENCE IN CRITICAL THINKING SKILLS WITH THE MODEL OF GUIDED DISCO VERY LEARNING (GDL) AND PROBLEM BASED LEARNING (PBL) IN THE BASIC ACCOUNTING SUBJECT FOR CLASS X ACCOUNTING STUDENT IN PUBLIC VHS 46 JAKARTA Shidiq, Muhammad; Mardi; Sumiati, Ati
Jurnal Pendidikan Ekonomi, Perkantoran, dan Akuntansi Vol. 1 No. 2 (2020): Jurnal Pendidikan Ekonomi, Perkantoran, dan Akuntansi
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nowadays, student’s critical thinking skills are still considered low, even though this is really needed in 21st century education. This is because learning is still done classically (lectures), so that students have not been maximized in discover knowledge and solving problems. This research aims to describe of Critical Thinking Skills, Guided Discovery Learning (GDL), problem based learning (PBL), to examine the difference in critical thinking skills with model of Guided Discovery Learning (GDL) and Problem Based Learning (PBL). The research conducted in public VHS 46 Jakarta. The method used in this research is experimental method. The research design used True Experimental Design with Posttest Only Control Design. Data collection techniques using a questionnaire instrument. Hypothesis testing using SPSS 26 shows that the value of Sig. (2-tailed) is 0,021 or smaller than 0,05, it can be concluded that H0 rejected and H1 is accepted. The conclusion from result of this research, there are differences in critical thinking skills with Guided Discovery Learning (GDL) and Problem Based Learning (PBL) in Basic Accounting Subject of Class X Accounting Student in Public VHS 46 Jakarta, which the GDL model has a bigger effect than the PBL model on critical thinking skills.
Crude Palm Oil (CPO) Quality Analyze of Elais guineensis at Palm Oil Mill PT. Sinar Pandawa, Labuhanbatu Regency (Based on Free Fatty Acid Levels, Water Content, and Impurities) Shidiq, Muhammad; Lestari, Widya; Saragih, Siti Hartati Yusida
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 8, No 2: Jurnal Pembelajaran Dan Biologi Nukleus Juli 2022
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpbn.v8i2.2705

Abstract

The primary need for cooking oil or edible oil, the demand for cooking oil raw materials increases from year to year, this increase forces producers of crude palm oil (CPO) to compete to produce quality CPO products. PT. Sinar Pandawa, which is located in the Sennah plantation village, Batang downstream district, Labuhan Batu district, is one of the companies that produce CPO. Therefore, this study aims to determine the quality of CPO PT. Sinar Pandawa has good quality by using an analysis process of free fatty acid levels, namely the amount of free fatty acids resulting from hydrolysis and fat oxidation reactions, water content, namely the amount of water content in CPO and levels of impurities are foreign substances that do not dissolve. The method used in this research is titration using 0.1 NaOH solution for analysis of free fatty acid levels. The oven is open for moisture analysis i.e. heating the sample until the remaining water evaporates. Gravimetry for analysis of impurities content by filtering the sample using Whatman filter paper. The results show that the quality of CPO at PT. Sinar Pandawa which has the highest levels of fatty acids at 5.08%, water content of 0.35% and dirt content of 0.034%. The results of the analysis that has been carried out stated that the quality of CPO PT. Sinar Pandawa has not met the quality standards of SNI. The high value of each parameter, namely free fatty acid content, water content and dirt content with test values in accordance with SNI-2901-2006 maximum free fatty acid content of 5%, 0.25% water content and 0.25% dirt content indicates a lack of quality. CPO produced by PT. Sinar Pandawa due to lack of quality control
Museum Permainan Tradisional sebagai Media Pembelajaran Nilai-Nilai Pancasila Shidiq, Muhammad; Zaini Alif, Mohamad
PANGGUNG Vol 35 No 3 (2025): Estetika, Identitas, dan Digitalisasi: Praktik Seni dan Budaya Nusantara dalam P
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v35i3.3607

Abstract

Learning media is an important element of the educational process. However, contemporary education tends to place less emphasis on values and character development. Most learning media are developed primarily for content delivery, with limited attention to attitudinal or character-building dimensions. Therefore, this study examines the use of traditional toy museums as a medium for learning Pancasila values. Traditional toy museums were selected for their effectiveness as learning media, especially in teaching culture and human values. This study employed a qualitative method using purposive sampling and a naturalistic approach, with visitors to the traditional toy museum as the research subjects. The research data was obtained through questionnaires, interviews, and observations. By integrating museums and traditional toys, this study aims to create a learning medium that not only delivers content but also effectively instills values. The results of this study provide a theoretical basis for positioning museums as learning media for students in both formal and non-formal contexts.
Pelatihan Penggunaan Aplikasi Market Place Popular Untuk Pemasaran Online Produk UMKM Di Wilayah Lebakmuncang- Ciwidey Meylani, Linda; MARSUKI, AMINAH INDAHSARI; Hanan, Naufal; Nokie, Richo; Chandra, William; Shidiq, Muhammad
Charity : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025): Charity-Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : PPM Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Pelatihan tentang pemasaran digital sangat berperan dalam mengoptimalkan keunggulan dan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, terutama di wilayah pedesaan seperti Desa Lebakmuncang, Kabupaten Bandung, yang menghadapi masalah dengan pemahaman teknologi yang rendah. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital untuk memasarkan produk mereka melalui platform online, termasuk pembuatan toko virtual, pengelolaan produk, dan implementasi taktik pemasaran digital. Pelatihan dilakukan dengan cara yang melibatkan partisipasi, dimulai dengan survei awal untuk menilai kebutuhan peserta, kemudian diakhiri dengan pembuatan modul pelatihan yang relevan. Sesi praktis memungkinkan peserta untuk segera menerapkan pengetahuan yang diperoleh. Penilaian setelah pelatihan menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam pemahaman dan keterampilan peserta, dengan 90,91% memberikan tanggapan positif mengenai relevansi materi.  Program ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional, daya saing, dan pendapatan UMKM di Desa Lebakmuncang. Oleh karena itu, pelatihan ini dianggap sebagai strategi yang efektif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, memungkinkan UMKM untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan memperluas jangkauan pasar mereka, yang nantinya bisa berkontribusi pada peningkatan ekonomi yang berkelanjutan di tingkat desa.
Perbandingan Berbagai Aliran Dan Macam-Macam Ideology Dalam Pendidikan Merlita, Lilis; Shidiq, Muhammad; Kardiyo, Kardiyo; Ramedlon, Ramedlon; Syamsudin, Syamsudin
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.18798

Abstract

Artikel ini membahas perbandingan berbagai aliran dan macam-macam ideologi dalam pendidikan, yang memiliki pengaruh besar terhadap pendekatan dan implementasi sistem pendidikan di berbagai negara. Penelitian ini mengkaji ideologi-ideologi pendidikan seperti liberalisme, konservatisme, pragmatisme, dan idealisme, serta bagaimana masing-masing aliran tersebut membentuk tujuan, metode, dan kurikulum pendidikan. Selain itu, artikel ini juga memaparkan bagaimana perbedaan ideologi pendidikan dapat menciptakan variasi dalam pengajaran dan pembelajaran serta bagaimana pengaruhnya terhadap perkembangan peserta didik dan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif digunakan untuk menganalisis literatur yang relevan dan membandingkan prinsip-prinsip dasar dari setiap ideologi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa setiap aliran pendidikan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, yang berdampak pada efektivitas pendidikan dalam konteks yang berbeda. Artikel ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pendidik, pembuat kebijakan, dan akademisi untuk memahami dan mengintegrasikan aspek-aspek positif dari berbagai aliran ideologi pendidikan dalam rangka menciptakan sistem pendidikan yang inklusif dan adaptif
Perkembangan Kesenian Beluk di Desa Ciapus Banjaran Shidiq, Muhammad; Rizki, Bangbang Muhammad
PANGGUNG Vol 31 No 3 (2021): Budaya Ritual, Tradisi, dan Kreativitas
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v31i3.1626

Abstract

Soepandi (1985, hlm. 23) menyatakan bahwa seni Beluk merupakan bentuk seni suara bebas dengan pupuh sebagai sumber rumpaka yang banyak dinyanyikan dengan nada yang tinggi. Selain itu, menurut Aep Yanyan (Praktisi Beluk) Beluk secara bahasa memiliki arti “Celuk” atau memanggil. Hal ini berdasarkan kebiasaan masyarakat peladang pada zaman dahulu yang menggunakan suara tinggi dan meliuk untuk berkomunikasi dan agar dapat terdengar dari kejauhan. Kesenian Beluk inilah yang akan menjadi fokus penjabaran dalam tulisan ini. Metode yang digunakan untuk menjelaskan kesenian ini adalah dengan kualitatif deskriptif, yang mana penulis akan menjelaskan bagaimana kesenian ini dipertunjukan dalam kehidupan masyarakat di Desa Ciapus, Banjaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. I Made Wirartha (2006, hlm. 155) menyatakan bahwa metode analisis deskriptif kualitatif adalah menganalisis, menggambarkan, dan meringkas berbagai kondisi, situasi dari berbagai data yang dikumpulkan berupa hasil wawacara atau pengamatan mengenai masalah yang diteliti yang terjadi di lapangan. Kesenian Beluk merupakan kesenian hasil karya budaya manusia akan kebutuhan berkomunikasi pada zaman dahulu. Kesenian ini lahir atas inisiatif warga yang butuh saling berkomunikasi kala sedang bertani atau berladang.
Mainan Tradisional: Media Aktivitas Fisik dan Penanaman Nilai Pancasila Kepada Anak Alif, Mohamad Zaini; Shidiq, Muhammad
PANGGUNG Vol 34 No 1 (2024): Artistik dan Estetik pada Rupa, Tari, dan Musik
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v34i1.2460

Abstract

Pendidikan adalah satu aspek yang perlu selalu berkembang dan dikembangkan untk kelangsungan hidup manusia. Pasalnya, kehidupan manusia pun selalu berkembang dan memunculkan kebutuhan dan keharusan baru seiringnya. Namun demikian, perkembangan bukan melulu mengenai membuka hal baru dan mencipta kebaruan. Kebaruan bisa tercipta dari ilmu makna zaman dahulu atau teknologi yang digunakan pada masa lampau. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan Mainan Tradisional. Faktanya, mainan tradisional bukan hanya sebuah alat hiburan anak, namun juga media pendidikan karakter anak. Lebih dari itu, karena karakteristiknya, semua mainan tradisional selalu dikaitkan dengan aktivitas fisik anak sehingga secara tidak langsung menjadi wahana anak untuk meningkatkan kemampuan fisiknya. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Objek penelitian sendiri adalah anak dengan menyasar pada analisis perubahan tingkah laku anak menuju pengamalan nilai Pancasila sekaligus mengarah pada aktivitas fisik anak untuk peningkatan kesehatannya.
THE USE OF ARTIFICIAL INTELLIGENCE-BASED CHAT-GPT AND ITS CHALLENGES FOR THE WORLD OF EDUCATION; FROM THE VIEWPOINT OF THE DEVELOPMENT OF CREATIVE WRITING SKILLS Shidiq, Muhammad
PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY Vol 1, No 1 (2023): First International Conference on Education, Society and Humanity
Publisher : PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artificial Intelligence is a system with the same intelligence as humans and is characterized by the ability to learn, adapt, solve problems, make decisions, and understand human language. Artificial Intelligence provides many conveniences in the world of education, such as using several systems such as virtual mentors, voice assistants, innovative content, smart classrooms, automatic assessment, and personalized learning. However, on the other hand, there is the ChatGPT system, an AI-based chatbot with the ability to produce text in various formats—whether formal, informal, or creative writing—that poses challenges in the world of education. The ease of ChatGPT in processing information from text input reduces the originality of work, so it tends to be uncreative. The ability of the Chat-GPT system to understand human language makes it very easy to write creatively, such as writing poems, short stories, novels, or other types of writing whose quality is equivalent to human work. Using the study of creative writing theory, this article aims to discuss the ChatGPT system and its impact on students' lack of creativity in writing skills. This article uses qualitative methods with library research data collection techniques by analyzing scientific journals and other articles relevant to the discussion.