Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Panggung

Museum Permainan Tradisional sebagai Media Pembelajaran Nilai-Nilai Pancasila Shidiq, Muhammad; Zaini Alif, Mohamad
PANGGUNG Vol 35 No 3 (2025): Estetika, Identitas, dan Digitalisasi: Praktik Seni dan Budaya Nusantara dalam P
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v35i3.3607

Abstract

Learning media is an important element of the educational process. However, contemporary education tends to place less emphasis on values and character development. Most learning media are developed primarily for content delivery, with limited attention to attitudinal or character-building dimensions. Therefore, this study examines the use of traditional toy museums as a medium for learning Pancasila values. Traditional toy museums were selected for their effectiveness as learning media, especially in teaching culture and human values. This study employed a qualitative method using purposive sampling and a naturalistic approach, with visitors to the traditional toy museum as the research subjects. The research data was obtained through questionnaires, interviews, and observations. By integrating museums and traditional toys, this study aims to create a learning medium that not only delivers content but also effectively instills values. The results of this study provide a theoretical basis for positioning museums as learning media for students in both formal and non-formal contexts.
Perkembangan Kesenian Beluk di Desa Ciapus Banjaran Shidiq, Muhammad; Rizki, Bangbang Muhammad
PANGGUNG Vol 31 No 3 (2021): Budaya Ritual, Tradisi, dan Kreativitas
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v31i3.1626

Abstract

Soepandi (1985, hlm. 23) menyatakan bahwa seni Beluk merupakan bentuk seni suara bebas dengan pupuh sebagai sumber rumpaka yang banyak dinyanyikan dengan nada yang tinggi. Selain itu, menurut Aep Yanyan (Praktisi Beluk) Beluk secara bahasa memiliki arti “Celuk” atau memanggil. Hal ini berdasarkan kebiasaan masyarakat peladang pada zaman dahulu yang menggunakan suara tinggi dan meliuk untuk berkomunikasi dan agar dapat terdengar dari kejauhan. Kesenian Beluk inilah yang akan menjadi fokus penjabaran dalam tulisan ini. Metode yang digunakan untuk menjelaskan kesenian ini adalah dengan kualitatif deskriptif, yang mana penulis akan menjelaskan bagaimana kesenian ini dipertunjukan dalam kehidupan masyarakat di Desa Ciapus, Banjaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. I Made Wirartha (2006, hlm. 155) menyatakan bahwa metode analisis deskriptif kualitatif adalah menganalisis, menggambarkan, dan meringkas berbagai kondisi, situasi dari berbagai data yang dikumpulkan berupa hasil wawacara atau pengamatan mengenai masalah yang diteliti yang terjadi di lapangan. Kesenian Beluk merupakan kesenian hasil karya budaya manusia akan kebutuhan berkomunikasi pada zaman dahulu. Kesenian ini lahir atas inisiatif warga yang butuh saling berkomunikasi kala sedang bertani atau berladang.
Mainan Tradisional: Media Aktivitas Fisik dan Penanaman Nilai Pancasila Kepada Anak Alif, Mohamad Zaini; Shidiq, Muhammad
PANGGUNG Vol 34 No 1 (2024): Artistik dan Estetik pada Rupa, Tari, dan Musik
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v34i1.2460

Abstract

Pendidikan adalah satu aspek yang perlu selalu berkembang dan dikembangkan untk kelangsungan hidup manusia. Pasalnya, kehidupan manusia pun selalu berkembang dan memunculkan kebutuhan dan keharusan baru seiringnya. Namun demikian, perkembangan bukan melulu mengenai membuka hal baru dan mencipta kebaruan. Kebaruan bisa tercipta dari ilmu makna zaman dahulu atau teknologi yang digunakan pada masa lampau. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan Mainan Tradisional. Faktanya, mainan tradisional bukan hanya sebuah alat hiburan anak, namun juga media pendidikan karakter anak. Lebih dari itu, karena karakteristiknya, semua mainan tradisional selalu dikaitkan dengan aktivitas fisik anak sehingga secara tidak langsung menjadi wahana anak untuk meningkatkan kemampuan fisiknya. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Objek penelitian sendiri adalah anak dengan menyasar pada analisis perubahan tingkah laku anak menuju pengamalan nilai Pancasila sekaligus mengarah pada aktivitas fisik anak untuk peningkatan kesehatannya.