Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

UJI AKTIVITAS EKSTRAK DAUN SECANG (Caesalpinia sappan L) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI ESCHERICHIA COLI Aba, Nurulvalia M; Hidayat, Muh; Yusuf, Siti Salma
Journal of Experimental and Clinical Pharmacy (JECP) Vol 1, No 2 (2021): Agustus, 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jecp.v1i2.239

Abstract

Tanaman Secang (Caesalpinia Sappan L) merupakan tanaman tradisional berasal dari Suku Caesalpiniaceae yang dipercaya oleh masyarakat dapat mengobati batuk berdarah, diare, darah kotor, penawar racun, dan gangguan sirkulasi darah. Penyelidikan fitokimia mengungkapkan bahwa ekstrak daun secang terdapat kandungan senyawa kimia di dalamnya terdapat senyawa saponin dan flavonoid. Penelitian dilakukan untuk memahami kemampuan antibakteri dari ekstrak daun secang Caesalpinia sappan L dalam menghambat perkembangan Eschericia coli. Metode uji aktivitas antibakteri yang digunakan adalah Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode difusi agar. Metode ekstraksi dilakukan yaitu maserasi dengan pelarut etanol 70%. Hasil menunjukan bahwa daun secang memiliki sifat antibakteri terhadap Eschericia coli dengan zona hambat pada variasi konsentrasi ekstrak yang digunakan yaitu 20%,40% dan 80% berturut-turut adalah 34,53 mm, 29,83 mm, dan 32,63 mm. Kesimpulan, ekstrak etanol daun secang mempunyai daya hambat sangat kuat pada konsentrasi 20% yaitu 34,53 mm terhadap pertumbuhan Eschericia coli.Kata Kunci: Tanaman Secang, antibakteri, Eschericia coli 
Uji Aktivitas Ekstrak Daun Secang (Caesalpinia sappan L) terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli Aba, Nurulvalia M; Hidayat, Muh; Yusuf, Siti Salma
Journal of Experimental and Clinical Pharmacy (JECP) Vol 1, No 2 (2021): August, 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jecp.v1i2.239

Abstract

Tanaman Secang (Caesalpinia Sappan L) merupakan tanaman tradisional berasal dari Suku Caesalpiniaceae yang dipercaya oleh masyarakat dapat mengobati batuk berdarah, diare, darah kotor, penawar racun, dan gangguan sirkulasi darah. Penyelidikan fitokimia mengungkapkan bahwa ekstrak daun secang terdapat kandungan senyawa kimia di dalamnya terdapat senyawa saponin dan flavonoid. Penelitian dilakukan untuk memahami kemampuan antibakteri dari ekstrak daun secang Caesalpinia sappan L dalam menghambat perkembangan Eschericia coli. Metode uji aktivitas antibakteri yang digunakan adalah Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode difusi agar. Metode ekstraksi dilakukan yaitu maserasi dengan pelarut etanol 70%. Hasil menunjukan bahwa daun secang memiliki sifat antibakteri terhadap Eschericia coli dengan zona hambat pada variasi konsentrasi ekstrak yang digunakan yaitu 20%,40% dan 80% berturut-turut adalah 34,53 mm, 29,83 mm, dan 32,63 mm. Kesimpulan, ekstrak etanol daun secang mempunyai daya hambat sangat kuat pada konsentrasi 20% yaitu 34,53 mm terhadap pertumbuhan Eschericia coli.Secang plant (Caesalpinia Sappan L) is a traditional plant that comes from the Caesalpiniaceae tribe which is believed to treat coughing up blood, diarrhea, dirty blood, antidote, and blood circulation disorders. Phytochemical investigations revealed that Secang leaf extract contains chemical compounds in it contains saponins and flavonoids. The research was conducted to understand the antibacterial ability of secang leaf extract  inhibiting the development of Eschericia coli. Test method The antibacterial activity used in this research was conducted using the agar diffusion method. Extraction method performed namely maceration with 70% ethanol solvent. The results show that the leaves Secang has antibacterial properties against Eschericia coli with zone Inhibition on the variation of the concentration of the extract used is 20%, 40% and 80% respectively are 34.53 mm; 29.83 mm; and 32.63 mm. In conclusion, the ethanol extract of secang leaves has a very high inhibitory power strong at a concentration of 20% is 34.53 mm on growth Escherichia coli.
Analisis Vo2Max Atlet Sisuliang Taekwondo Club Sukmawati, Nurul; Hidayat, Muh; Hakim, Hikmad; Arfanda, Poppy Elisano; Hudain, Muh Adnan
Jurnal Mahasiswa Pendidikan Olahraga Vol 6 No 1 (2025): Jumper: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Olahraga
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jumper.v6i1.3495

Abstract

Permasalahan dalam penelitian yaitu bagaimana Vo2max atlet Sisuliang Taekwondo Club. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Analisis Vo2max atlet Sisuliang Taekwondo Club. Populasinya adalah seluruh atlet sisuliang taekwondo club.Sampel yang digunakan adalah atlet sebanyak 20 orang terdiri dari 10 atlet putra dan 10 atlet putri melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui tes dan pengukuran MFT atau Bleep tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; tingkat Vo2max atlet Sisuliang Taekwondo Club berada pada kategori sedang dengan frekuensi terbanyak yaitu sebesar 60%, Sedangkan Vo2max atlet Sisuliang Taekwondo Club berada pada kategori kurang dengan frekuensi terbanyak pada yaitu sebesar 60% dan berdasarkan nilai rata-rata yaitu 35.3 ml/kg/min, sehingga dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan analisis Vo2max atlet Sisuliang Taekwondo Club berada pada kategori kurang.
SOSIALISASI PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PENGENALAN POTENSI PANGAN LOKAL DI DESA TAPALINNA, KECAMATAN MAMBI, KABUPATEN MAMASA Hamjan, Dewi Febriani; Nur, Hardianti; Utami, Widya; Binayanti, Binayanti; Aulia, Riska; Marlinda, Marlinda; Arkarna, Adiba; Lestari, Amanda Nurpuspita; Felisa, Nesa Ratu; Darmi, Darmi; Candra, Muh, Agung; Feri, Feri; Hidayat, Muh; Yegar, Yegar
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 11 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i11.2977

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem that impacts children's physical growth and cognitive development. In Mamasa Regency, the prevalence of stunting remains well above the WHO threshold, indicating the need for sustained intervention. Low nutritional knowledge and minimal use of local foods, such as tilapia, contribute to the worsening situation. Tilapia, however, boasts high nutritional content and has the potential to be an affordable and accessible nutritional solution. This activity aims to raise public awareness about stunting prevention by promoting the benefits of tilapia as a highly nutritious local food source that supports children's nutritional needs. The community service activity was carried out in Tapalinna Village using a participatory approach through observation, pre-tests, seminars, and interactive education. The main focus of the activity was promoting stunting prevention by introducing tilapia as a nutritious local food. The Community Service Program (PKM) activity demonstrated the significant potential of tilapia (Oreochromis niloticus) as a local protein source. Pre-tests revealed low understanding among participants about stunting and the importance of nutrition, particularly animal protein. Education through seminars and tilapia processing demonstrations successfully increased public knowledge and enthusiasm. Diversifying tilapia products is a solution to increase children's interest in consuming tilapia. Nutrition leaflets and practical recipes strengthened participants' understanding. The results of the activity demonstrated that an educational approach based on local food is effective in supporting stunting prevention. The use of tilapia as a nutritious local food increased community understanding and supported effective and sustainable stunting prevention.