Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Well Being

PENERAPAN INTERVENSI BUERGER ALLEN EXERCISE PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DALAM MENGATASI MASALAH PERFUSI PERIFER TIDAK EFEKTIF: PENERAPAN INTERVENSI BUERGER ALLEN EXERCISE PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DALAM MENGATASI MASALAH PERFUSI PERIFER TIDAK EFEKTIF Camelia, Dina; Roni, Faishol; Wijaya, Arif; Fitriyah, Erna Tsalatsatul; Amalia, Lulus Dian Ayu
WELL BEING Vol 7 No 1 (2022): Well Being
Publisher : LPPM STIKes Bahrul Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51898/wb.v7i1.158

Abstract

Diabetes mellitus is characterized by an increase in blood glucose levels. Patients with diabetes mellitus must perform self-care regularly to maintain normal blood glucose levels. High glucose levels will cause peripheral arterial disease (PAD) which usually affects the lower extremities. One way to prevent PAD is through physical exercise that involves the legs. The purpose of this scientific work is expected to be able to apply the Buerger Allen Exercise intervention in patients with type 2 diabetes mellitus in overcoming the problem of ineffective peripheral perfusion. This type of scientific research research is qualitative with a case study approach, the subjects used are two patients with ineffective peripheral perfusion nursing problems. The location of this research was in Arjosari Village, Pasuruan Regency, carried out for seven days every 15 minutes using data collection methods including assessment, determining diagnosis, intervention, implementation and evaluation. The results of the case study show that the Buerger Allen Exercise intervention can be used as physical exercise for people with type 2 diabetes mellitus at home. The conclusion from the results obtained related to the implementation of the Buerger Allen Exercise intervention in patients with type 2 diabetes mellitus can be proven by an increase in the Ankle Brachial Index value related to the Buerger Allen Exercise physical exercise.
PENGARUH PEMBERIAN TERAPI REBUSAN DAUN SALAM TERHADAP PENURUNAN KADAR ARTHRITIS GOUT PADA LANSIA DI DESA POJOK KULON, DUSUN POJOK KULON, KEC. KESAMBEN, KAB. JOMBANG: THE EFFECT OF BAY LEAF DECOCTION THERAPY ON THE REDUCTION OF GOUT ARTHRITIS LEVELS ON THE ELDERLY IN POJOK KULON VILLAGE, DUSUN POJOK KULON, KEC. KESAMBEN, KAB. JOMBANG Noraveri, Etika Dwi; Wijaya, Arif; Sudarso; Pratiwi, Tiara Fatma; Camelia, Dina
WELL BEING Vol 9 No 2 (2024): Well Being
Publisher : LPPM STIKes Bahrul Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51898/wb.v9i2.288

Abstract

Penyakit arthritis gout merupakan penyakit tulang yang ditandai dengan tingginya kadar asam urat di dalam tubuh yang mengakibatkan nyeri sendi. Penanganan yang kurang tepat dapat menyebabkan bahaya, sehingga dibutuhkan penatalaksanaan yang tepat salah satunya menggunakan obat herbal dengan terapi rebusan daun salam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian air rebusan daun salam terhadap penurunan kadar asam urat pada lansia di Desa Pojok Kulon, Dusun Pojok Kulon. Desain penelitian menggunakan analitik pra-eksperimental dengan pendekatan “one-group pre- post test design”. Populasi dalam penelitian adalah semua lansia yang mengalami arthritis gout, pengambilan sampel menggunakan purposive sampling berjumlah 30 responden. Instrumen penelitian pemberian air rebusan daun salam dengan lembar observasi dan pengukuran asam urat menggunakan GCU. Uji statistic penelitian menggunakan Paired T-Test. Hasil penelitian sebelum pemberian terapi rebusan daun salam seluruh lansia memiliki kadar asam urat tidak normal sebanyak 30 lansia (100%). Setelah pemberian air rebusan daun salam setiap pagi selama 5 hari, hampir seluruh lansia memiliki kadar asam urat normal sebanyak 22 lansia (73,3%). Uji statistik paired t-test didapatkan nilai p = 0,000 < 0,005, maka H1 diterima. Kesimpulan penelitian ini ada pengaruh pemberian terapi rebusan daun salam terhadap penurunan kadar arthritis gout pada lansia di Desa Pojok Kulon, usun Pojok Kulon
PENERAPAN KOMPRES AIR GARAM HANGAT PADA PASIEN RHEUMATOID ARTHRITIS DENGAN MASALAH KEPERAWATAN NYERI KRONIS: APPLICATION OF WARM SALT WATER COMPRESSES IN RHEUMATOID ARTHRITIS PATIENTS WITH CHRONIC PAIN NURSING PROBLEMS Arifillah, Farid Jafar; Camelia, Dina; Pratiwi, Tiara Fatma; Wijaya, Arif; Fitriyah, Erna Ts
WELL BEING Vol 9 No 2 (2024): Well Being
Publisher : LPPM STIKes Bahrul Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51898/wb.v9i2.290

Abstract

Rheumatoid arthritis adalah penyakit autoimun yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan tubuh sendiri, menyebabkan peradangan berkepanjangan pada sendi dan mengakibatkan nyeri yang berkepanjangan dapat menyebabkan ketidaknyamanan dalam aktivitas sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien rheumatoid arthritis dengan masalah keperawatan nyeri kronis  dengan menggunakan terapi kompres air garam hangat di UPT PSTW Jombang. Metode yang digunakan yaitu desain diskriptif studi kasus dengan metode asuhan keperawatan. Subyek yang digunakan dalam penelitian ini adalah 2 pasien yang memiliki rheumatoid arthritis dengan masalah keperawatan nyeri kronis, penelitian dilaksanakan selama 7 hari berturut-turut dengan intervensi kompres air garam hangat selama 15 – 20 menit dan sebelum maupun sesudah pemberian kompres hangat diukur skala nyeri menggunakan NRS, menggunakan pengumpulan data yang meliputi pengkajian, menentukan diagnosa, membuat intervensi, melakukan implementasi, dan mengevaluasi. Hasil studi kasus menunjukan bahwa pemberian terapi kompres air garam hangat dapat menjadi terapi alternatif untuk mengatasi nyeri kronis, nyeri mulai berkurang atau turun di hari ke 4 dari skala nyeri 6 turun menjadi skala nyeri 4. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kompres air garam hangat dapat dijadikan terapi non farmakologi pada pasien dengan rheumatoid arthritis yang mengalami masalah keperawatan nyeri kronis sehingga pasien terhindar dari kelumpuhan
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK DENGAN MASALAH KEPERAWATAN GANGGUAN MOBILITAS FISIK MENGGUNAKAN TERAPI RANGE OF MOTION (ROM) PASIF DI RUANG ABIMANYU RSUD JOMBANG: NURSING CARE FOR NON-HEMORRHAGIC STROKE PATIENTS USING PASSIVE RANGE OF MOTION (ROM) THERAPY IN THE ABIMANYU ROOM OF JOMBANG REGIONAL HOSPITAL Karmilasari, Elok Lintang; Camelia, Dina; Fitriyah, Erna Ts; Wahyudi, Yuyud; Wijaya, Arif
WELL BEING Vol 9 No 2 (2024): Well Being
Publisher : LPPM STIKes Bahrul Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51898/wb.v9i2.313

Abstract

Stroke non hemoragik terjadi akibat penyumbatan pada pembuluh darah otak yang disebabkan oleh penumpukan lemak/ kolestrol atau gumpalan darah yang mengeras di pembuluh darah sehingga dapat menyebabkan beberapa komplikasi seperti kehilangan fungsi motorik dan sensorik yang menyebabkan gangguan mobilitas fisik. Gangguan mobilitas fisik merupakan keterbatasan dalam gerakan fisik dari satu atau lebih ekstermitas. Penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien stroke non hemoragik dengan masalah keperawatan gangguan mobilitas fisik menggunakan terapi range of motion (ROM) pasif. Desain penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan pada 2 klien dengan penyakit dan msalah keperawatan yang sama dan dilakukan selama 6 hari berturut-turut. Hasil pada penelitian ini menunjukkan setelah dilakukan terapi range of motion (ROM) pasif dua kali sehari dengan durasi 10-15 menit setiap latihan selama 6 hari berturut-turut dapat meningkatkan kekuatan otot dan mengurangi kekakuan sendi pada klien stroke non hemoragik pada hari ke enam. Kesimpulan Terapi Range Of Motion (ROM) pasif efektif meningkatkan kekuatan otot dan mengurangi kekakuan sendi pada klien stroke non hemoragik
PENERAPAN INTERVENSI RANGE OF MOTION (ROM) PASIF EKSTERMITAS KIRI PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK DALAM MENGATASI MASALAH GANGGUAN MOBILITAS FISIK: PENERAPAN INTERVENSI RONGE OF MOTION (ROM) PASIF EKSTERMITAS KIRI PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK DALAM MENGATASI MASALAH GANGGUAN MOBILITAS FISIK Fitriyah, Erna Tsalatsatul; Camelia, Dina; Roni, Faishol; Wijaya, Arif; Maelani, Windy Silegar
WELL BEING Vol 7 No 2 (2022): Well Being Volume 7 Nomor 2
Publisher : LPPM STIKes Bahrul Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51898/wb.v7i2.156

Abstract

Stroke non hemoragik adalah suatu masalah utama dunia. Masalah yang munncul pada pasien stroke adalah adanya suatu masalah pada anggota gerat atau ekstermitas. Stroke non hemoragik disebabkan karena penderita memiliki riwayat penyakit terdahulunya adalah hipertensi atau diabetes. Tujuan dari penelitian ini diharapkan mampu melakukan penerepan intervensi ROM pasif ekstermitas kiri pada pasien stroke non hemoragik dalam mengatasi masalah gangguan mobilitas fisik. Jenis penelitian karya ilmiah ini adalah pendekatan rancangan deskriptif dengan pendekatan studi kasus, subyek yang digunakan yaitu dua pasien dengan masalah keperawatan gangguan mobilitas fisik. Lokasi penilitian dilakukan di Ruang Nakula RSUD Jombang, dilakukan selama tiga hari (tiga kali latihan selama sehari) menggunakan metode pengumpulan data meliputi pengkajian, menentukan diagnosis, membuat intervensi, melaksanakan implementasi, dan melakukan evalusi. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa pemberian latihan ROM pasif dapat menjadi latihan untuk penderita stroke non hemoragik saat di rumah. Kesimpulan bahwa penerapan pemberian latihan ROM pasif dapat dilakukan oleh perawat dalam melakukan upaya represif pada pasien stroke non hemoragik dengan masalah keperawatan gangguan mobilitas fisik untuk menghindari dari cacat permanen.