Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Pengaruh Upah Minimum, Investasi, dan Pertumbuhan Ekonomi terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Indonesia Tahun 2015–2023 Athallah, Narayana Alif; Kusuma, Airlangga Surya; Azzahra, Ratna Diva; Mukti, Dea Vanesya; Rionanda, Rayssa Az Zahra; Putri, Adelia Syafira; Rachmat, Fachri Aulia
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 2, No 11 (2025): June, 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh upah minimum, investasi asing langsung (FDI), dan pertumbuhan ekonomi (GDP) terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia selama periode 2001-2024. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linier berganda berbasis data time series, penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika ketenagakerjaan dalam konteks pembangunan ekonomi Indonesia. Data diambil dari Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Ketenagakerjaan, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan World Bank, dengan total 24 observasi tahunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upah minimum berpengaruh positif dan signifikan, dengan kenaikan 1% upah minimum meningkatkan penyerapan tenaga kerja sebesar 0,21%, mendukung teori efisiensi upah. Sebaliknya, FDI berpengaruh negatif signifikan, dengan peningkatan 1% FDI menurunkan penyerapan tenaga kerja sebesar 0,01%, karena dominasi sektor padat modal. Pertumbuhan ekonomi memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan, mengindikasikan adanya time lag atau struktur ekonomi yang kurang padat karya. Temuan ini menyarankan perlunya kebijakan upah minimum yang seimbang, pengalihan FDI ke sektor padat karya, dan strategi pertumbuhan ekonomi yang inklusif untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Perempuan di Provinsi Riau Anannty, Sindy Febriana; Kusuma, Airlangga Surya; Fairuz, Cantika Deanda; Syawalita, Naia; Avianti, Dina; Caroline, Fadiah Syifa
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 2, No 12 (2025): July 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study aims to analyze the factors that influenced the participation rate of women in the labour force in Riau Province from 2012 to 2022. The design of the study uses quantitative methods with double linear regression analysis. Objects of research include Women’s Workforce Participation Rate (TPAKP), Average Age of Women in School (RLSP), Provincial Minimum Wage (UMP), and Women’ s Productive Age (UPP). The sample of the research consists of secondary data obtained from various official sources with a total of 40 data. The research contributes originality in the regional economic context, with regard to the participation of women in the labour force in Riau Province.
Perubahan Karakter Pengangguran di Era Digital Tantangan dan Implikasi Kebijakan Untuk Pertumbuhan Inklusif Syahbani, Rafli; Dyas, Azhalia; Arinda. P, Nabilla; Rayi. E, Syafa’; Revalina, Aisyah; Kusuma, Airlangga Surya
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 2, No 12 (2025): July 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of the digital era has brought significant changes to the labor market dynamics, including the characteristics of unemployment in Indonesia. Digitization creates new opportunities as well as complex challenges, especially for individuals who do not yet possess adequate technological skills. This research aims to analyze the changing character of unemployment in the digital age, with a focus on the phenomenon of internships as a company strategy in reducing operational costs and its impact on labor welfare. Through a qualitative approach based on the literature study, it was found that modern apprenticeship systems often do not provide permanent employment guarantees, creating risks of precarity for the young workforce. Additionally, inequality of access to digital training and technology education widens the skills gap between workers. The study highlights the importance of formulating more adaptive and inclusive policies to respond to the challenges of the digital age, including protecting the rights of apprenticeship workers, strengthening digital literacy, and improving access to skills training. Thus, inclusive economic growth can be achieved.
Sosialisasi Dan Edukasi Pasar Modal Syariah Bagi Pengurus Masjid Kementerian/Lembaga Dan BUMN Kusuma, Airlangga Surya; Faizi, Faizi; Widodo, Purwanto; Levianto, Jubei
Jurnal Pustaka Dianmas Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/dianmas.v5i1.5604

Abstract

Pasar modal syariah di Indonesia masih relatif kecil meskipun Indonesia merupakan negara dengan penduduk mayoritas Muslim. Salah satu permasalahan yang menghambat perkembangan pasar modal syariah adalah rendahnya pemahaman mengenai pasar modal syariah. Oleh karena itu, perlu dilakukan pelatihan untuk meningkatkan pemahaman pasar modal syariah di masyarakat. Agar lebih efektif, pelatihan tersebut sebaiknya ditujukan ke pihak-pihak yang memiliki pengaruh di masyarakat, seperti pengurus masjid. Dengan pelatihan tersebut pemahaman pengurus masjid terkait pasar modal syariah dapat meningkat, dan pengurus masjid dapat meneruskan pemahaman tersebut ke masyarakat luas. Untuk melaksanakan pelatihan tersebut, tim pengabdian UPN Veteran Jakarta selanjutnya bekerja sama dengan Forum Silaturrahim Takmir Masjid Kementerian/Lembaga dan BUMN mengadakan sosialisasi pasar modal syariah bagi pengurus masjid. Metode kegiatan pengabdian ini menggunakan metode ceramah yang selanjutnya dilanjutkan dengan sesi diskusi. Hasil dari kegiatan pelatihan ini adalah pengurus masjid memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap pasar modal syariah. Selanjutnya diharapkan pengurus masjid dapat meneruskan pengetahuan mengenai pasar modal syariah kepada masyarakat luas sehingga pemahaman mengenai pasar modal syariah di masyarakat juga meningkat.
Modal Manusia: Sebuah Telaah Kritis Levianto, Jubei; Kusuma, Airlangga Surya
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 6 No. 3 (2025): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v6i3.8963

Abstract

Studi mengenai modal manusia sudah berlangsung selama 54 tahun. Selama 54 tahun tersebut terdapat pergeseran mengenai konsep modal manusia, dimana modal manusia bukan lagi sesuatu yang hanya memberikan manfaat bagi individu saja, namun juga mampu memberikan keunggulan bagi perusahaan. Dinamika dalam studi mengenai modal manusia selanjutnya melahirkan pendekatan mikro dan pendekatan makro dalam studi mengenai modal manusia. Selain itu dinamika dalam studi mengenai modal manusia juga menghasilkan pengklasifikasian modal manusia sebagai modal manusia umum dan modal manusia spesifik. Meskipun studi mengenai modal manusia sudah berlangsung selama 54 tahun, studi mengenai modal manusia masih memiliki kelemahan pada pengukuran variabel modal manusia itu sendiri serta penggunaan istilah modal manusia oleh periset dengan definisi yang berbeda – beda. Periset mengenai modal manusia juga terjebak pada pendekatan mikro dan pendekatan makro saja, namun belum banyak mengkaji mengenai interaksi dinamika modal manusia pada berbagai level analisis yang berbeda. Oleh karena itu di masa depan masa depan akan lebih baik jika riset mengenai modal manusia dilakukan secara multilevel sehingga interaksi antara dinamika modal manusia di berbagai level analisis dapat dipahami dengan lebih baik.
What is More Important on Gcg and Financial Performance: The Independent Commissioner or Affiliated Commissioner? Evidence from Indonesian Banks Simanjuntak, Jerry Marmen; Kusuma, Airlangga Surya
Journal of Social Commerce Vol. 5 No. 3 (2025): Journal of Social Commerce
Publisher : Celebes Scholar pg

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56209/jommerce.v5i3.178

Abstract

Traditionally, an independent Board of Commissioners (BoC) has been considered one of the most important pillars of Good Corporate Governance (GCG). However, unlike agency theory, stewardship theory proposes that BoCs originate from internal companies, and not from outsiders. Thus, this study aims to investigate the comparative importance of affiliated commissioners versus independent commissioners in moderating the relationship between GCG and financial performance in Indonesian banks. Using a sample of 37 Indonesian banks over a ten-year period (2013-2022), the research employed moderated regression analysis to examine these relationships while controlling for various bank-specific characteristics. The study confirms a significant positive relationship between GCG implementation and bank financial performance, as measured by Return on Assets (ROA). The most significant finding of this study relates to the moderating effects of board composition. When control variables are included in the analysis, both independent commissioners and affiliated commissioners demonstrate significant moderating effects on the GCG-performance relationship. However, several important nuances emerge: Independent commissioners show a slightly stronger moderating effect (-2.82455) than affiliated commissioners (-2.613125), suggesting that independent oversight provides marginally greater value in enhancing the effectiveness of GCG practices. Both types of commissioners contribute positively to the GCG-performance relationship, indicating that the traditional dichotomy between agency theory and stewardship theory may be overly simplistic in the Indonesian banking context.
ANALISIS KEGIATAN PUBLIC RELATION PEMERINTAH DESA CIMANGGU DALAM MENANGGULANGI PANDEMI COVID-19 Kusumastuti, Retno Dyah; Maryam, Siti; Kuswanti, Ana; Kusuma, Airlangga Surya
KOMUNIKATA57 Vol. 2 No. 2 (2021): KOMUNIKATA57
Publisher : FISIP IBI-K57 Prodi Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/kom57.v2i2.272

Abstract

Kegiatan public relation merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah untuk melindungi masyarakat dari bahaya pandemi Covid-19, termasuk pemerintah desa. Fokus dari penelitian ini adalah mengenai kegiatan public relation Pemerintah Desa Cimanggu dalam rangka penanganan krisis pandemi Covid-19. Fenomena ini dikaji karena kegiatan public relation yang dilakukan oleh pemerintah desa juga memiliki peran penting dalam mengatasi pandemi Covid-19 di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan lebih lanjut mengenai kegiatan public relation Pemerintah Desa Cimanggu dalam menanggulangi pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Data yang digunakan merupakan data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah melalui wawancara dan kajian literatur. Metode analisis data yang digunakan yaitu reduksi, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil penelitian menemukan bahwa Pemerintah Desa Cimanggu menerapkan bauran jenis-jenis komunikasi tertentu pada kegiatan public relation dalam menanggulangi pandemi Covid-19, yaitu komunikasi diseminasi, komunikasi melalui opinion leader, komunikasi interpersonal, dan komunikasi visual.
Does the Jakarta Islamic Index Reflect Efficient Market? Insights from Calendar Effects and Volatility Modelling Widodo, Purwanto; Faizi, Faizi; Kusuma, Airlangga Surya
Journal of Social Commerce Vol. 5 No. 3 (2025): Journal of Social Commerce
Publisher : Celebes Scholar pg

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56209/jommerce.v5i3.184

Abstract

This study examines the efficiency of the Jakarta Islamic Index (JII) by testing for anomalies such as the Day of the Week Effect, Monday Effect, Friday Effect, and Week-Four Effect, both under normal conditions and during the Covid-19 crisis. This study seeks to determine whether JII adheres to the Efficient Market Hypothesis (EMH) or exhibits predictable patterns in stock returns. The study utilizes daily return data from JII, covering periods before (January 2008–February 2020), during (March 2020–December 2022), and combined before and during the Covid-19 crisis. Stationarity tests (Augmented Dickey-Fuller and Philips–Perron) were conducted, followed by ARMA/ARIMA modelling to address autocorrelation and heteroscedasticity. ARCH-GARCH models, including EGARCH, TARCH, and PARCH, were employed to analyze the volatility and leverage effects. Dummy variables for trading days and weeks are used to test for anomalies.  The results confirm the presence of the day of the week, Monday, and Week four effects in JII returns, indicating market inefficiency. However, the Covid-19 crisis did not significantly alter return patterns, suggesting resilience in the Islamic stock market. The study also identifies asymmetric volatility responses, with EGARCH (1,1) being the most suitable model, following a non-normal distribution (GED). These findings align with some prior research but contrast with others, highlighting mixed evidence on market anomalies in Islamic indices.
SOSIALISASI DAN EDUKASI FINTECH PEMBIAYAAN SYARIAH BAGI PENGURUS MASJID KEMENTERIAN/LEMBAGA DAN BUMN Faizi, Faizi; Kusumastuti, Retno Dyah; Kusuma, Airlangga Surya; Widodo, Purwanto; Levianto, Jubei
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.35123

Abstract

Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam memiliki potensi yang besar menjadi pusat pengembangan keuangan syariah, termasuk fintech pembiayaan syariah. Namun perkembangan fintech pembiayaan syariah sendiri masih relatif kecil. Salah satu permasalahan yang menghambat perkembangan fintech pembiayaan syariah adalah rendahnya tingkat literasi fintech syariah masyarakat. Selain itu masyarakat juga masih menganggap fintech pembiayaan syariah sama dengan pinjol ilegal yang memiliki reputasi buruk. Oleh karena itu, perlu dilakukan sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman fintech pembiayaan syariah di masyarakat. Agar lebih efektif, sosialisasi tersebut sebaiknya ditujukan ke pihak-pihak yang memiliki pengaruh di masyarakat, seperti pengurus masjid. Diharapkan dengan sosialisasi tersebut, pemahaman pengurus masjid terkait fintech pembiayaan syariah dapat meningkat, dan pengurus masjid dapat meneruskan pengetahuan mengenai fintech pembiayaan syariah ke masyarakat luas. Untuk melaksanakan sosialisasi tersebut, tim pengabdian UPN Veteran Jakarta selanjutnya bekerjasama dengan Forum Silaturrahim Takmir Masjid Kementerian/Lembaga dan BUMN untuk mengadakan sosialisasi fintech pembiayaan syariah bagi pengurus masjid. Metode kegiatan pengabdian ini menggunakan metode ceramah sebagai metode untuk sosialisasi fintech pembiayaan syariah, yang selanjutnya dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Kedepannya diharapkan pengurus masjid dapat meneruskan pengetahuan mengenai fintech pembiayaaan syariah ke masyarakat luas, sehingga pemahaman fintech pembiayaan syariah di masyarakat juga meningkat.
SOSIALISASI DAN EDUKASI LEMBAGA PEMBIAYAAN SYARIAH BAGI PENGURUS MASJID KEMENTERIAN/LEMBAGA DAN BUMN Kusumastuti, Retno Dyah; Faizi; Kusuma, Airlangga Surya
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 4 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i4.28309

Abstract

ABSTRACT Indonesia, where the majority of the population is Muslim, has great potential to become a center for the development of Islamic finance, including Islamic financing institutions. However, the development of Islamic financing institutions themselves is still relatively small. One of the problems hindering the development of Islamic financing institutions is the low level of public Islamic financial literacy. In addition, the community also still considers Islamic financing institutions to be the same as conventional financing institutions. Therefore, it is necessary to conduct training to improve the understanding of Islamic financing institutions in the community. To be more effective, the training should be aimed at those who have influence in society, such as mosque administrators. It is hoped that with this training, the understanding of mosque administrators regarding Islamic financing institutions can increase, and mosque administrators can pass on knowledge about Islamic financing institutions to the wider community. To carry out the training, the UPN Veterans Jakarta service team then collaborated with the Forum for Mosque Administrators of Ministries/Agencies and State-Owned Enterprises to hold socialization of Islamic financing institutions for mosque administrators. This service activity method uses the lecture method as a method for socializing Islamic financing institutions, which is then followed by a question and answer session. In the future, it is hoped that mosque administrators will be able to pass on knowledge about Islamic financing institutions to the wider community so that understanding of Islamic financing institutions in the community will also increase. ABSTRAK Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam memiliki potensi yang besar menjadi pusat pengembangan keuangan syariah, termasuk lembaga pembiayaan syariah. Namun perkembangan lembaga pembiayaan syariah sendiri masih relatif kecil. Salah satu permasalahan yang menghambat perkembangan lembaga pembiayaan syariah adalah rendahnya tingkat literasi keuangan syariah masyarakat. Selain itu masyarakat juga masih menganggap lembaga pembiayaan syariah sama dengan lembaga pembiayaan konvensional. Oleh karena itu, perlu dilakukan pelatihan untuk meningkatkan pemahaman lembaga pembiayaan syariah di masyarakat. Agar lebih efektif, pelatihan tersebut sebaiknya ditujukan ke pihak-pihak yang memiliki pengaruh di masyarakat, seperti pengurus masjid. Diharapkan dengan pelatihan tersebut, pemahaman pengurus masjid terkait lembaga pembiayaan syariah dapat meningkat, dan pengurus masjid dapat meneruskan pengetahuan mengenai lembaga pembiayaan syariah ke masyarakat luas. Untuk melaksanakan pelatihan tersebut, tim pengabdian UPN Veteran Jakarta selanjutnya bekerjasama dengan Forum Silaturrahim Takmir Masjid Kementerian/Lembaga dan BUMN untuk mengadakan sosialisasi lembaga pembiayaan syariah bagi pengurus masjid. Metode kegiatan pengabdian ini menggunakan metode ceramah sebagai metode untuk sosialisasi lembaga pembiayaan syariah, yang selanjutnya dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Kedepannya diharapkan pengurus masjid dapat meneruskan pengetahuan mengenai lembaga pembiayaan syariah ke masyarakat luas, sehingga pemahaman mengenai lembaga pembiayaan syariah di masyarakat juga meningkat.