Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Perempuan di Provinsi Riau Anannty, Sindy Febriana; Kusuma, Airlangga Surya; Fairuz, Cantika Deanda; Syawalita, Naia; Avianti, Dina; Caroline, Fadiah Syifa
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 2, No 12 (2025): July 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study aims to analyze the factors that influenced the participation rate of women in the labour force in Riau Province from 2012 to 2022. The design of the study uses quantitative methods with double linear regression analysis. Objects of research include Women’s Workforce Participation Rate (TPAKP), Average Age of Women in School (RLSP), Provincial Minimum Wage (UMP), and Women’ s Productive Age (UPP). The sample of the research consists of secondary data obtained from various official sources with a total of 40 data. The research contributes originality in the regional economic context, with regard to the participation of women in the labour force in Riau Province.
Perubahan Karakter Pengangguran di Era Digital Tantangan dan Implikasi Kebijakan Untuk Pertumbuhan Inklusif Syahbani, Rafli; Dyas, Azhalia; Arinda. P, Nabilla; Rayi. E, Syafa’; Revalina, Aisyah; Kusuma, Airlangga Surya
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 2, No 12 (2025): July 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of the digital era has brought significant changes to the labor market dynamics, including the characteristics of unemployment in Indonesia. Digitization creates new opportunities as well as complex challenges, especially for individuals who do not yet possess adequate technological skills. This research aims to analyze the changing character of unemployment in the digital age, with a focus on the phenomenon of internships as a company strategy in reducing operational costs and its impact on labor welfare. Through a qualitative approach based on the literature study, it was found that modern apprenticeship systems often do not provide permanent employment guarantees, creating risks of precarity for the young workforce. Additionally, inequality of access to digital training and technology education widens the skills gap between workers. The study highlights the importance of formulating more adaptive and inclusive policies to respond to the challenges of the digital age, including protecting the rights of apprenticeship workers, strengthening digital literacy, and improving access to skills training. Thus, inclusive economic growth can be achieved.
Sosialisasi Dan Edukasi Pasar Modal Syariah Bagi Pengurus Masjid Kementerian/Lembaga Dan BUMN Kusuma, Airlangga Surya; Faizi, Faizi; Widodo, Purwanto; Levianto, Jubei
Jurnal Pustaka Dianmas Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/dianmas.v5i1.5604

Abstract

Pasar modal syariah di Indonesia masih relatif kecil meskipun Indonesia merupakan negara dengan penduduk mayoritas Muslim. Salah satu permasalahan yang menghambat perkembangan pasar modal syariah adalah rendahnya pemahaman mengenai pasar modal syariah. Oleh karena itu, perlu dilakukan pelatihan untuk meningkatkan pemahaman pasar modal syariah di masyarakat. Agar lebih efektif, pelatihan tersebut sebaiknya ditujukan ke pihak-pihak yang memiliki pengaruh di masyarakat, seperti pengurus masjid. Dengan pelatihan tersebut pemahaman pengurus masjid terkait pasar modal syariah dapat meningkat, dan pengurus masjid dapat meneruskan pemahaman tersebut ke masyarakat luas. Untuk melaksanakan pelatihan tersebut, tim pengabdian UPN Veteran Jakarta selanjutnya bekerja sama dengan Forum Silaturrahim Takmir Masjid Kementerian/Lembaga dan BUMN mengadakan sosialisasi pasar modal syariah bagi pengurus masjid. Metode kegiatan pengabdian ini menggunakan metode ceramah yang selanjutnya dilanjutkan dengan sesi diskusi. Hasil dari kegiatan pelatihan ini adalah pengurus masjid memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap pasar modal syariah. Selanjutnya diharapkan pengurus masjid dapat meneruskan pengetahuan mengenai pasar modal syariah kepada masyarakat luas sehingga pemahaman mengenai pasar modal syariah di masyarakat juga meningkat.
ANALISIS KEGIATAN PUBLIC RELATION PEMERINTAH DESA CIMANGGU DALAM MENANGGULANGI PANDEMI COVID-19 Kusumastuti, Retno Dyah; Maryam, Siti; Kuswanti, Ana; Kusuma, Airlangga Surya
KOMUNIKATA57 Vol. 2 No. 2 (2021): KOMUNIKATA57
Publisher : FISIP IBI-K57 Prodi Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/kom57.v2i2.272

Abstract

Kegiatan public relation merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah untuk melindungi masyarakat dari bahaya pandemi Covid-19, termasuk pemerintah desa. Fokus dari penelitian ini adalah mengenai kegiatan public relation Pemerintah Desa Cimanggu dalam rangka penanganan krisis pandemi Covid-19. Fenomena ini dikaji karena kegiatan public relation yang dilakukan oleh pemerintah desa juga memiliki peran penting dalam mengatasi pandemi Covid-19 di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan lebih lanjut mengenai kegiatan public relation Pemerintah Desa Cimanggu dalam menanggulangi pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Data yang digunakan merupakan data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah melalui wawancara dan kajian literatur. Metode analisis data yang digunakan yaitu reduksi, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil penelitian menemukan bahwa Pemerintah Desa Cimanggu menerapkan bauran jenis-jenis komunikasi tertentu pada kegiatan public relation dalam menanggulangi pandemi Covid-19, yaitu komunikasi diseminasi, komunikasi melalui opinion leader, komunikasi interpersonal, dan komunikasi visual.
SOSIALISASI DAN EDUKASI FINTECH PEMBIAYAAN SYARIAH BAGI PENGURUS MASJID KEMENTERIAN/LEMBAGA DAN BUMN Faizi, Faizi; Kusumastuti, Retno Dyah; Kusuma, Airlangga Surya; Widodo, Purwanto; Levianto, Jubei
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.35123

Abstract

Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam memiliki potensi yang besar menjadi pusat pengembangan keuangan syariah, termasuk fintech pembiayaan syariah. Namun perkembangan fintech pembiayaan syariah sendiri masih relatif kecil. Salah satu permasalahan yang menghambat perkembangan fintech pembiayaan syariah adalah rendahnya tingkat literasi fintech syariah masyarakat. Selain itu masyarakat juga masih menganggap fintech pembiayaan syariah sama dengan pinjol ilegal yang memiliki reputasi buruk. Oleh karena itu, perlu dilakukan sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman fintech pembiayaan syariah di masyarakat. Agar lebih efektif, sosialisasi tersebut sebaiknya ditujukan ke pihak-pihak yang memiliki pengaruh di masyarakat, seperti pengurus masjid. Diharapkan dengan sosialisasi tersebut, pemahaman pengurus masjid terkait fintech pembiayaan syariah dapat meningkat, dan pengurus masjid dapat meneruskan pengetahuan mengenai fintech pembiayaan syariah ke masyarakat luas. Untuk melaksanakan sosialisasi tersebut, tim pengabdian UPN Veteran Jakarta selanjutnya bekerjasama dengan Forum Silaturrahim Takmir Masjid Kementerian/Lembaga dan BUMN untuk mengadakan sosialisasi fintech pembiayaan syariah bagi pengurus masjid. Metode kegiatan pengabdian ini menggunakan metode ceramah sebagai metode untuk sosialisasi fintech pembiayaan syariah, yang selanjutnya dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Kedepannya diharapkan pengurus masjid dapat meneruskan pengetahuan mengenai fintech pembiayaaan syariah ke masyarakat luas, sehingga pemahaman fintech pembiayaan syariah di masyarakat juga meningkat.
SOSIALISASI DAN EDUKASI LEMBAGA PEMBIAYAAN SYARIAH BAGI PENGURUS MASJID KEMENTERIAN/LEMBAGA DAN BUMN Kusumastuti, Retno Dyah; Faizi; Kusuma, Airlangga Surya
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 4 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i4.28309

Abstract

ABSTRACT Indonesia, where the majority of the population is Muslim, has great potential to become a center for the development of Islamic finance, including Islamic financing institutions. However, the development of Islamic financing institutions themselves is still relatively small. One of the problems hindering the development of Islamic financing institutions is the low level of public Islamic financial literacy. In addition, the community also still considers Islamic financing institutions to be the same as conventional financing institutions. Therefore, it is necessary to conduct training to improve the understanding of Islamic financing institutions in the community. To be more effective, the training should be aimed at those who have influence in society, such as mosque administrators. It is hoped that with this training, the understanding of mosque administrators regarding Islamic financing institutions can increase, and mosque administrators can pass on knowledge about Islamic financing institutions to the wider community. To carry out the training, the UPN Veterans Jakarta service team then collaborated with the Forum for Mosque Administrators of Ministries/Agencies and State-Owned Enterprises to hold socialization of Islamic financing institutions for mosque administrators. This service activity method uses the lecture method as a method for socializing Islamic financing institutions, which is then followed by a question and answer session. In the future, it is hoped that mosque administrators will be able to pass on knowledge about Islamic financing institutions to the wider community so that understanding of Islamic financing institutions in the community will also increase. ABSTRAK Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam memiliki potensi yang besar menjadi pusat pengembangan keuangan syariah, termasuk lembaga pembiayaan syariah. Namun perkembangan lembaga pembiayaan syariah sendiri masih relatif kecil. Salah satu permasalahan yang menghambat perkembangan lembaga pembiayaan syariah adalah rendahnya tingkat literasi keuangan syariah masyarakat. Selain itu masyarakat juga masih menganggap lembaga pembiayaan syariah sama dengan lembaga pembiayaan konvensional. Oleh karena itu, perlu dilakukan pelatihan untuk meningkatkan pemahaman lembaga pembiayaan syariah di masyarakat. Agar lebih efektif, pelatihan tersebut sebaiknya ditujukan ke pihak-pihak yang memiliki pengaruh di masyarakat, seperti pengurus masjid. Diharapkan dengan pelatihan tersebut, pemahaman pengurus masjid terkait lembaga pembiayaan syariah dapat meningkat, dan pengurus masjid dapat meneruskan pengetahuan mengenai lembaga pembiayaan syariah ke masyarakat luas. Untuk melaksanakan pelatihan tersebut, tim pengabdian UPN Veteran Jakarta selanjutnya bekerjasama dengan Forum Silaturrahim Takmir Masjid Kementerian/Lembaga dan BUMN untuk mengadakan sosialisasi lembaga pembiayaan syariah bagi pengurus masjid. Metode kegiatan pengabdian ini menggunakan metode ceramah sebagai metode untuk sosialisasi lembaga pembiayaan syariah, yang selanjutnya dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Kedepannya diharapkan pengurus masjid dapat meneruskan pengetahuan mengenai lembaga pembiayaan syariah ke masyarakat luas, sehingga pemahaman mengenai lembaga pembiayaan syariah di masyarakat juga meningkat.
Sosialisasi Kewirausahaan Sosial untuk Anggota Majelis Ta’lim Baitturahman Cipete Selatan Soeratin, Harry Zacharias; Kusuma, Airlangga Surya; Handoko, Irfan; Priambodo, Ary; Adams, Ravi
Jurnal Pustaka Dianmas Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/dianmas.v5i2.6688

Abstract

This community service activity aims to enhance the understanding and awareness of the Majelis Ta’lim Baitturahman Cipete Selatan members regarding the concept and implementation of social entrepreneurship. Social entrepreneurship is a strategic approach to strengthening community economic independence and promoting sustainable social welfare. The activity was conducted on Wednesday, November 26, 2025, at the Majelis Ta’lim Baitturahman Hall, South Cipete, South Jakarta, with 20 participants. The implementation used a participatory approach involving interactive lectures, group discussions, and a simulation of community-based social business model design. The materials were developed based on a value-based social entrepreneurship framework. The results revealed that the participants gained a deeper understanding of the importance of integrating spiritual, social, and economic values into social entrepreneurship practices. Participants also identified potential social enterprises within their communities, such as culinary businesses, handicraft production, and digital skills training. This program demonstrates that religious institutions, such as Majelis Ta’lim, can serve as agents of social transformation through productive economic activities rooted in Islamic values and communal benefits.
Sosialisasi dan Edukasi Sukuk bagi Pengurus Masjid Kementerian/Lembaga dan BUMN Kusuma, Airlangga Surya; Faizi, Faizi; Widodo, Purwanto; Levianto, Jubei
Jurnal Pustaka Dianmas Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/dianmas.v5i2.6553

Abstract

The sukuk market in Indonesia is still facing problems, even though Indonesia is a Muslim-majority country. One of the problems that hinders the development of the sukuk market is the poor understanding of sukuk. Therefore, training is needed to improve the community’s understanding of sukuk. To be more effective, the training should be aimed at parties that influence the community, such as mosque administrators. With this training, mosque administrators’ understanding of sukuk can be increased, and mosque administrators can pass on this understanding to a wider community. To carry out the training, the UPN Veteran Jakarta community service team collaborated with the Mosque Administrator Forum of Ministries/Institutions and SOEs to socialize sukuk for mosque administrators. The community service activity used a lecture method, followed by a discussion session. The result of this training is that mosque administrators have a better understanding of sukuk. Furthermore, mosque administrators should pass on knowledge about sukuk to the wider community.
Modal Manusia: Sebuah Telaah Kritis Jubei Levianto; Airlangga Surya Kusuma
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 6 No. 3 (2025): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v6i3.8963

Abstract

Studi mengenai modal manusia sudah berlangsung selama 54 tahun. Selama 54 tahun tersebut terdapat pergeseran mengenai konsep modal manusia, dimana modal manusia bukan lagi sesuatu yang hanya memberikan manfaat bagi individu saja, namun juga mampu memberikan keunggulan bagi perusahaan. Dinamika dalam studi mengenai modal manusia selanjutnya melahirkan pendekatan mikro dan pendekatan makro dalam studi mengenai modal manusia. Selain itu dinamika dalam studi mengenai modal manusia juga menghasilkan pengklasifikasian modal manusia sebagai modal manusia umum dan modal manusia spesifik. Meskipun studi mengenai modal manusia sudah berlangsung selama 54 tahun, studi mengenai modal manusia masih memiliki kelemahan pada pengukuran variabel modal manusia itu sendiri serta penggunaan istilah modal manusia oleh periset dengan definisi yang berbeda – beda. Periset mengenai modal manusia juga terjebak pada pendekatan mikro dan pendekatan makro saja, namun belum banyak mengkaji mengenai interaksi dinamika modal manusia pada berbagai level analisis yang berbeda. Oleh karena itu di masa depan masa depan akan lebih baik jika riset mengenai modal manusia dilakukan secara multilevel sehingga interaksi antara dinamika modal manusia di berbagai level analisis dapat dipahami dengan lebih baik.
Strategies for Improving Food Security in Remote and Outermost Island Areas Levianto, Jubei; Kusuma, Airlangga Surya; Warsidi, Warsidi
Journal La Sociale Vol. 7 No. 1 (2026): Journal La Sociale
Publisher : Borong Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journal-la-sociale.v7i1.2752

Abstract

Food security in remote and outermost islands is an increasingly urgent strategic issue in the context of sustainable development in Indonesia. This study aims to analyze the challenges, strategies, and policy implications of food security in these regions using a literature review method. A total of 21 scholarly articles and policy documents (2021–2025) were critically reviewed based on the FAO’s five-pillar framework: availability, access, utilization, stability, and sustainability/agency. Findings reveal that limited local production, high food distribution costs, dietary shifts from traditional foods to low-nutrition imports, climate vulnerability, and low community participation are the main drivers of food insecurity. The latest FSVA 2025 data indicates national improvement, with food-vulnerable areas reduced from 92 districts (2024) to 81 (2025). The Food Security Index (IKP 2024) also highlights persistent vulnerability pockets, particularly in small and outermost islands. In response, the National Food Agency (NFA) has strengthened the Diverse, Nutritious, Balanced, and Safe Food Program (B2SA) in 809 locations and accelerated the implementation of the Free Nutritious Meal (MBG) program in 3T areas such as Morotai and Nias Selatan. These initiatives prioritize the use of local food resources (fish, maize, horticultural products) and the establishment of MBG kitchens that comply with nutrition and food safety standards. The most relevant strategies for the Indonesian context include local food diversification (sago, maize, cassava, fish, moringa), agroforestry, blue food governance, strengthening local institutions, and integrating national programs such as the sea toll and MBG