Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP KUALITAS DAGING SAPI DI PASAR INDUK KABUPATEN SUMBAWA (STUDI KASUS DI PASAR SEKETENG) Sudirman, Sudirman; Yani, Ahmad; Amrullah, Amrullah; Budiman, Cecep; Sukarne, Sukarne; Alfatin, M. Fauzan
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 1 (2024): Jurnal Agroteksos April 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i1.1046

Abstract

Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui persepsi konsumen terhadap kualitas daging sapi di pasar Seketeng kota Sumbawa Besar. Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan 30 konsumen yang sedang membeli daging sebagai responden. Data hasil penelitian kemudian di analisis dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi yang menggunakan skala likert untuk pengukuran nilainya. Hasil penelitian ini kaitannya dengan kualitas daging sapi di pasar seketeng untuk sub variabel aman adalah “setuju” dengan jumlah bobot sebanyak 237. Kemudian hasil untuk persepsi konsumen terhadap kualitas daging sapi dengan sub variabel sehat juga “setuju” dengan jumlah bobot sebanyak 242. Begitu pula dengan hasil untuk persepsi konsumen terhadap kualitas daging sapi secara totalitas memiliki bobot sebanyak 479 yang dimana masuk dalam kategori “setuju”. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa persepsi konsumen terhadap kualitas daging sapi di Pasar Seketeng kota Sumbawa Besar adalah aman dan sehat.
ANALISIS PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI RUMPUT Pennisetum purpureum Cv. Mott DENGAN PEMBERIAN ABU SEKAM PADI DI LAHAN KERING R, Nuryadin; Amrullah, Amrullah; Hamdani, Asrul; Sukarne, Sukarne
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 2 (2024): Jurnal Agroteksos Agustus 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i2.1144

Abstract

Rumput Pennisetum purpureum cv Mott merupakan jenis rumput yang mempunyai produktivitas dan kandungan gizi yang cukup tinggi dengan kandungan protein 10-15%, serta memiliki palatabilitas yang tinggi bagi ternak ruminansia. Sekam padi ini dapat diolah menjadi abu sekam sebagai media tanam atau pupuk organik. Abu sekam padi mengandung silika sekitar 87% - 97% berat kering. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi rumput Pennisetum purpureum cv. Mott dengan pemberian abu sekam padi di lahan kering. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 4 blok atau kelompok. Menggunakan stek tanaman Pennisetum purpureum cv Mott sejumlah 96 stek yang berumur sekitar dua bulan. Perlakuan dalam penelitian, P0 yaitu rumput Pennisetum purpureum cv Mott tanpa abu sekam padi; P1 yaitu rumput Pennisetum purpureum cv Mott dengan 200 gr abu sekam padi; P2 yaitu rumput Pennisetum purpureum cv Mott dengan 300 gr abu sekam padi; dan P3 yaitu rumput Pennisetum purpureum cv Mott dengan 400 gr abu sekam padi. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan abu sekam padi sangat berbeda nyata (p<0,01) untuk parameter jumlah anakan dan tidak berbeda nyata (p>0.05) pada parameter tinggi tanaman dan panjang daun. Sedangkan untuk parameter produksi segar rumput Pennisetum purpureum cv Mott menunjukkan hasil berbeda nyata (P<0,05).
Pemanfaatan Limbah Pertanian Sebagai Sumber Pakan Ternak Ruminansia di Desa Saribaye Yusuf Akhyar Sutaryono; Harjono; Sukarne, Sukarne; Dwi Fitrianti
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i1.10264

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat yang dilaksanakan di Desa Saribaye Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat ini bertujuan untuk menambah pengetahuan, keterampilan serta kemampuan peternak dalam hal mengolah hijauan makanan ternak terutama limbah pertanian dalam bentuk silase maupun pakan fermentasi. Pelatihan pembuatan silase dan pakan fermentasi dari limbah pertanian dilakukan dengan penambahan stimulan bakteri asam laktat atau fermentor lainnya untuk menjamin keberhasilan peternak dalam membuat silase. Dengan peningkatan pengetahuan, keterampilan serta kemampuan peternak dalam mengelola pakan hijauan untuk ternaknya diharapkan dapat mengatasi masalah kekurangan pakan yang selalu dihadapi setiap tahunnya. Untuk itu, dalam kegiatan pengabdian ini peternak diberikan pelatihan pembuatan silase dan pakan fermentasi untuk menjamin ketersediaan pakan berkualitas sepanjang tahun. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan pendekatan/metode: ceramah, tertulis dan demonstrasi. Melalui metode ceramah disampaikan pemahaman dan penjelasan tentang cara membuat silase dan pakan fermentasi, metode tertulis disampaikan dengan memberikan brosur tentang teknologi pengolahan pakan hijauan dan limbah pertanian. Sedangkan metode demonstrasi, para peternak langsung mempraktikkan di bawah bimbingan tim tentang teknologi pakan hijauan dan limbah pertanian (cara membuat silase dan pakan fermentasi). Peserta dari kegiatan ini sebanyak 21 orang dengan antusiasme yang baik. Mereka berdiskusi secara interaktif dan sambil diberikan contoh demonstrasi pembuatan. Setelah kegiatan ini dilaksanakan peternak mampu mengatasi permasalahan ketersediaan pakan karena keterampilan pengolahan pakan yang mereka peroleh.
KONSTRUKSI DAN KLONING GEN CelE PENYANDI ENZIM SELULASE SEBAGAI KANDIDAT ENZIM BAGI INDUSTRI PANGAN DAN AGROINDUSTRI Sukarne, Sukarne; Hasma, Hasma; Jannah, Raudatul; Suryadi, Muhammad Aidil Fitriyan Fadjar; Unsunnidhal, Lalu
Pro Food Vol. 10 No. 1 (2024): Pro Food (Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan)
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/profood.v10i1.370

Abstract

Penelitian konstruksi dan kloning gen CelE, yang merupakan penyandi enzim selulase dari Ruminococcus plavefaciens, muncul sebagai respons terhadap kebutuhan mendesak akan sumber daya enzim yang efisien dalam industri pangan dan agroindustri. Enzim selulase, dengan fokus pada CelE, memiliki peran vital dalam proses degradasi selulosa, sebuah komponen utama dalam dinding sel tanaman. Keberadaan Ruminococcus plavefaciens sebagai sumber gen CelE menarik perhatian karena mikroorganisme ini terdapat dalam sistem pencernaan hewan ruminansia dan memiliki potensi besar untuk menghasilkan enzim selulase yang efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat dan mengkloning plasmid pET15b dengan gen CelE. Konfirmasi gen CelE pada DNA rekombinan dilakukan dengan metode identifikasi resistensi bakteri host pada media dengan antibiotik dan koloni PCR. Penelitian ini dilaksanakan dengan menerapkan metode sebagai berikut: Pelaksanaan Optimasi Kodon dan Konstruksi Plasmid Rekombinan (CelE), Persiapan Sel Kompeten, Transformasi Sel, Uji PCR Koloni Transforman Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian ini telah berhasil mendapatkan bakteri transforman yang diharapkan dengan hasil Uji PCR Koloni Transforman mendapatkan product size yang sesuai yaitu 205 bp, sehingga dapat disimpulkan plasmid pET15b dengan gen CelE yang telah dioptimasi berhasil dikonstruksi dan dikloning.
Carcass Quality, Production of Local Duck Meat and Edible Offals in Traditional Markets on Lombok and Sumbawa Islands Ariana, Tirta; Bulkaini, Bulkaini; Sumadi, I.K.; Syamsuhaidi, Syamsuhaidi; Sutaryono, Yusuf; Maskur, Maskur; Kisworo, Djoko; Sukarne, Sukarne
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29165/ajarcde.v7i2.266

Abstract

Carcass and meat production of local male ducks can be used as indicators to assess carcass quality. The purpose of this study was to determine the quality of carcasses, meat production and offal of male local ducks in traditional markets on the islands of Lombok and Sumbawa based on the Indonesian National Standard. The research material used 64 male local ducks aged 55-60 days with details of 36 coming from chicken slaughterhouses in Mataram City, 12 ducks from chicken slaughterhouses in West Lombok Regency, and 16 ducks from chicken slaughterhouses in Sumbawa Regency. Sampling of local male ducks from each sub-district was by using random sampling. The research data consisted of live weight, carcass weight, meat weight, carcass percentage, and offal percentage were analyzed using the Microsoft Excel program and SPSS version 16 software program regression correlation analysis. Data analysis showed that local male ducks slaughtered in traditional markets on the islands of Lombok and Sumbawa produced duck carcasses belonging to quality I as much as 51.16 ± 10.68% of the total sample, quality II as much as 37.71 ± 15.28% and quality III of 17.13 ± 6.85%. Pure local male duck meat products circulating in traditional markets on the islands of Lombok and Sumbawa are 43.96% and 44.82% respectively. Conclusion: Carcass quality and meat production of local male ducks in the traditional markets of the islands of Lombok and Sumbawa have met the Indonesian National Standard, namely live weight of 1,290 g, carcass percentage of 60.33%, and pure meat production of 44.25%.