Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

GAMBARAN PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG PENCEGAHAN HIPERTENSI PADA LANSIA Kamsari, Kamsari; Musthofa, Ali; Firdaus, Ilham
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v14i2.298

Abstract

Latar belakang: Hipertensi pada lansia banyak terjadi di Kabupaten Indramayu data hipertensi di Indramayu menunjukkan angka 49.458 jiwa, dan di Wilayah Kerja Puskesmas Lelea menunjukan angka kejadian hipertensi pada lansia sebanyak 2.507 jiwa. Pencegahan hipertensi pada lansia dapat di dukung oleh pengetahuan keluarga yang baik karena lansia perlu mendapatkan bimbingan, dan arahan untuk melakukan pencegahan hipertensi. Tujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan keluarga tentang pencegahan hipertensi pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Lelea. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, populasi pada penelitian ini yaitu keluarga yang mempunyai lansia hipertensi yang berjumlah 2.507 responden, adapun teknik pengambilan sample menggunakan random sampling sebanyak 96 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Hasil: pengetahuan keluarga tentang pencegahan hipertensi pada lansia , sebanyak 52,6% responden dengan pengetahuan cukup, sebanyak 28,9% responden pengetahuan baik, dan sebanyak 17,5% responden pengetahuan kurang. Kesimpulan : pengetahuan keluarga di katagorikan cukup. Saran dari penelitian ini institusi kesehatan untuk lebih memberikan penyuluhan tentang pencegahan hipertensi agar keluarga mengatahui cara pencegahan hipertensi.
IDENTIFIKASI FAKTOR PENYEBAB KEPADATAN LALU LINTAS PADA JALAN ARTERI PRIMER: STUDI KASUS KOTA SEMARANG, KABUPATEN TANGERANG, KOTA PROBOLINGGO, KOTA BEKASI, DAN KOTA BANDUNG Firdaus, Ilham; Muttaqien, Abied Rizky Putra
Sustainable, Planning and Culture (SPACE) : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 5 No. 2 (2024): Sustainable, Planning and Culture (SPACE) : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/space.v5i2.6644

Abstract

Kemajuan aktivitas manusia memerlukan moda transportasi yang efisien untuk mendukung upaya tersebut. Ketika aktivitas pergerakan melampaui kapasitas infrastruktur jalan yang ada, dapat menyebabkan kemacetan lalu lintas, terutama di pusat kota besar. Penyebab kemacetan ini dapat dikaitkan dengan berbagai faktor, baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud. Selain itu, dampak kemacetan lalu lintas terhadap aktivitas manusia dapat menjadi signifikan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kepadatan lalu lintas di jalan arteri utama. Untuk mencapai hal ini, pendekatan kualitatif dengan studi literature review digunakan. Daerah yang diteliti dalam studi pustaka ini meliputi Kota Parepare, Kota Bekasi, Kota Bandung, Kota Semarang, Kota Tangerang, Kota Probolinggo, dan Kota Palu. Dari proses analisis didapatkan hasil bahwa kemacetan yang disebebkan oleh perubahan penggunaan lahan terjadi pada studi kasus di Kota Semarang dan Kota Bekasi. Kemudian untuk kemacetan yang disebebkan oleh jumlah kendaraan dan kinerja jalan terjadi pada studi kasus di Kota Tangerang, Kota Bekasi dan Kota Bandung. Untuk kemacetan yang disebabkan oleh hambatan samping terjadi pada studi kasus di Kota Tangerang dan Kota Probolinggo.
Analysis of Trip Generation Modeling in The Higher Education Area: A Case Study of UNISSULA, Semarang City Firdaus, Ilham; Putra Muttaqien, Abied Rizky
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol. 27 No. 1 (2025): Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v27i1/14077

Abstract

Semarang City, the capital of Central Java Province, has various activities, one of which is higher education. The location of higher education activities on main roads can increase road service (LOS). This study aims to model the number of trips to UNISSULA and alternative routes in the event of a flood. This study uses quantitative methods with multiple linear regression analysis. One dependent variable and eight independent variables will be modeled using SPSS 26—the number of respondents representing the movement of 398 people. Based on the analysis results, the LOS level of UNISSULA Road on weekdays is 0.22 for attraction and 0.21 for generation. Then, on weekends, the LOS level of UNISSULA Road is 0.16 for attraction and 0.16 for generation. In the Jalan Raya Kaligawe section, the LOS value is 0.50 on weekdays and 0.55 on weekends. The resulting regression model is Y weekday pull = 752.624 + 3.138X1 + 7.418X2, Y weekday generation = 3728.412-4.635X1-8.075X2, Y weekend pull = 270.00 + 3.117X1 + 5.979X2, and Y weekend generation = 2493.733-2.841X1-4.938X2. The resulting model can be used by urban planners and policymakers to optimize traffic management and reduce congestion in the UNISSULA area. The traffic management strategies that can be applied to the resulting model include optimizing public transport use, encouraging shared vehicles, developing pedestrian and bicycle infrastructure, travel time management, and increasing the capacity of alternative roads.
Praperadilan Penetapan Status Tersangka Dalam Dugaan Tindak Pidana Korupsi Firdaus, Ilham; Dewi, Anak Agung Sagung Laksmi; Karma, NI Made Sukaryati
Jurnal Analogi Hukum 366-371
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/ah.2.3.2020.366-371

Abstract

Abstract—Pretrial is the authority of the District Court about examining, deciding whether or not the arrest or detention is valid, whether or not the termination of the investigation or termination of the prosecution is legal, and the request for compensation or rehabilitation. The Constitutional Court has determined that new pretrial objects include the validity of the determination of suspects, searches and seizures. This research was conducted, namely to examine the challenges of the Court's decision Number 21 / PID.PRAP / 2017 / PN.DPS regarding the determination of the status of suspects in suspected corruption, while the problem is (1) on the basis of consideration of the judge who canceled the suspect's status? (2) What are the legal consequences of the pretrial decision? In this study, the author uses a normative legal research method and a statutory approach that uses a conceptual approach. The source of legal material is the primary legal material in the form of KUHAP, Law No. 20 of 2001, and Law No.48 of 2009, and secondary legal materials are literature and legal journals that have to do with problems, then analyzed qualitatively and presented in the form of analytical descriptive. The status of the suspect must be based on sufficient initial evidence or preliminary evidence, the provisions clearly stipulated by the Criminal Procedure Code. Determination of suspects in criminal acts of corruption must be proven by the existence of real state financial losses that have existed or arisen meaning, official audits issued by the BPK as a basis or reference to prove the existence of state financial losses (SEMA Number 4 in 2016). Proof and consideration see the absence or absence of sufficient initial evidence, it is not impossible due to the legal determination of the status of the suspect is not valid.
Harmonisasi Kewenangan Pemerintah dalam Pengelolaan Sawit Pasca UU Cipta Kerja di Bangka Belitung bhauliand, hezkiel triyoga; Firdaus, Ilham; Supriyadi; Foresti, Jhon Egi
Limbago: Journal of Constitutional Law Vol. 6 No. 1 (2026): Journal of Constitusional Law
Publisher : Universitas Jambi, Fakultas Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/limbago.v6i1.51920

Abstract

Penelitian ini mengkaji harmonisasi kewenangan pemerintah dalam pengelolaan kelapa sawit pasca berlakunya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Latar belakang penelitian ini bermula dari munculnya permasalahan tumpang tindih kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah yang menimbulkan penegakan hukum serta berkurangnya efektivitas pengawasan di tingkat daerah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskusikan kesesuaian kewenangan tersebut dengan prinsip otonomi daerah dalam konstitusi dan merumuskan model harmonisasi yang ideal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode hukum normatif dengan pendekatan empiris terbatas, meliputi kebijaksanaan peraturan perundang-undangan, perkara, dan sosio-legal. Hasil penelitian menunjukkan adanya disharmoni vertikal antara regulasi pusat dan daerah, terutama dalam hal perizinan dan pengawasan usaha perkebunan sawit. Kondisi ini mengakibatkan berkurangnya peran strategis pemerintah daerah dalam tata kelola sumber daya alam. Berdasarkan hasil analisis, penelitian ini merekomendasikan model kewenangan pembagian yang proporsional dan konstitusional agar pengelolaan sawit di Bangka Belitung berjalan lebih efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
bahasa inggris Firdaus, Ilham; Mukhroji; Khairuman
Jurnal Inotera Vol. 11 No. 1 (2026): January-June 2026
Publisher : LPPM Politeknik Aceh Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31572/inotera.Vol11.Iss1.2026.ID641

Abstract

The rapid development of information technology has encouraged improvements in public service delivery, particularly in the health sector. However, residents of Banda Aceh City still experience difficulties in accessing fast, accurate, and integrated information regarding the locations and services of health facilities. This study aims to design and develop a web-based health service information system integrated with a Geographic Information System (GIS) to support public access to health facility information and assist data management at the Aceh Health Office. The system was developed using the Waterfall model, which includes requirement analysis, system design, implementation, testing, and maintenance stages. The proposed system provides an interactive digital map displaying hospitals and community health centers (puskesmas), complete with facility details, service types, and route navigation features. System testing using the black box method indicates that all main system functionalities operate according to user requirements. The results show that the system improves accessibility to health service information and supports more efficient management of health facility data in Banda Aceh City.