Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Gambaran Sanitasi Lingkungan Permukiman Pesisir Kampung Sungai Enam Laut Kecamatan Bintan Timur Sapitri, Desti; Diansafitri, Mutia; Pitriyanti, Luh
Jurnal Kesehatan Lingkungan Mapaccing Vol. 3 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/mpc.v3i2.2196

Abstract

Sanitasi lingkungan di kawasan pesisir masih menjadi permasalahan mendasar yang berdampak pada kesehatan masyarakat, terutama di wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi dan keterbatasan akses terhadap sarana sanitasi dasar. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan seperti diare, ISPA, dan penyakit kulit. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi sanitasi lingkungan permukiman pesisir di Kampung Sungai Enam Laut, Kecamatan Bintan Timur. Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian meliputi 33 rumah dengan 45 kepala keluarga, dan seluruh populasi dijadikan sampel dengan metode total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh rumah (100%) memenuhi syarat lokasi, namun tidak ada yang memenuhi syarat drainase dan pengelolaan air limbah. Sebanyak 85,7% rumah tidak memenuhi syarat penyediaan air bersih, 96,4% rumah tidak memenuhi syarat pengelolaan sampah, dan 46,4% rumah tidak memenuhi syarat pembuangan kotoran manusia. Kondisi fisik rumah menunjukkan bahwa 14,3% rumah memiliki pencahayaan tidak memenuhi syarat, 96,4% kelembapan berlebih, 85,7% suhu melebihi standar, 71,4% ventilasi tidak memenuhi syarat, serta 21,4% rumah padat penghuni. Kualitas fisik air bersih tidak memenuhi syarat pada 71,4% rumah. Disimpulkan bahwa sanitasi lingkungan permukiman pesisir Kampung Sungai Enam Laut belum memenuhi standar kesehatan lingkungan, terutama pada aspek drainase, air bersih, dan pengelolaan limbah. Diperlukan intervensi berkelanjutan melalui edukasi masyarakat, penyediaan jamban sehat, dan pengembangan sistem sanitasi komunal ramah lingkungan untuk mencegah dampak kesehatan akibat kondisi sanitasi yang buruk.
Efektifitas Variasi Pupuk Cair dengan Bioaktivator Sisa Buah dan Sayuran Terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai Rawit Simbolon, Veronika Amelia; Diansafitri, Mutia
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 5, No 2 (2021): JIK-Oktober Volume 5 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v5i2.463

Abstract

Kurangnya unsur hara dalam tanah dapat menurunkan produktivitas tanaman. Kondisi tanah di daerah KotaTanjungpinang kurang baik dijadikan sebagai lahan pertanian memiliki tanah yang kurang baik untuk dijadikan lahan pertanian, karena tanah didaerah Tanjungpinang berwarna kuning, berbatu dan mengandung bauksit, sehingga memiliki kesuburan yang sangat rendah. Upaya penyehatan tanah dengan memanfaatkan sampah organik menjadi pupuk organik cair untuk peningkatan kesuburan media tanam. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui efektivitas variasi pupuk cair dengan bioaktivator sisa buah dan sayuran terhadap pertumbuhan tanaman cabai rawit. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Rancangan dasarnya adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan pola faktorial 2 x 4 dengan 3 kali pengulangan. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil penelitian diketahui terdapat perbedaan rata-rata tinggi batang, jumlah daun dan lebar daun diantara jenis pupuk yang digunakan. Kesimpulan penelitian adalah pupuk limbah cair cucian beras lebih baik dibandingkan dengan pupuk cair limbah tahu, hal ini diketahui berdasarkan rata – rata tinggi batang, jumlah daun dan lebar daun lebih besar pada perlakuan pupuk cair cucian beras. Saran penelitian diharapakan dilakukan pengukuran pada kondisi lingkungan tempat dilakukan penanaman, guna mengetahui faktor lingkungan yang mempengaruhi proses pertumbuhan tanaman.
Risiko Penularan DBD Berdasarkan Maya Index di Kelurahan Batu 9 Kecamatan Tanjungpinang Timur Kota Tanjungpinang Kurnia, Risman; Diansafitri, Mutia; Hanum, Ulfa
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 6, No 1 (2022): JIK-April Volume 6 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v6i1.490

Abstract

Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kota Tanjungpinang terjadi 346 kasus pada tahun 2019. Kasus  DBD yang masih cukup tinggi menunjukkan bahwa upaya pengendalian dan pemberantasan  vektor DBD masil  belum optimal. Setiap penduduk yang tinggal di wilayah ini berisiko tertular DBD. Maya index  dapat menganalisa risiko penularan DBD dan tempat perkembangbiakan potensial Aedes Aegypti  di suatu wilayah. Tujuan dari penelitian ini yaitu menggambarkan Maya Index dan container pada rumah tangga di wilayah Kelurahan Batu 9 Kota Tanjungpinang. Metode penelitian ini observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua rumah warga yang terdapat di Kelurahan Batu 9. Sampel penelitian terdiri dari 100 rumah. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Analisis Maya Index menggunakan Breeding Risk Index dan  Hygiene Risk Index.  Jumlah container yang di observasi yaitu sebanyak 383 buah di Kelurahan Batu 9. Container  yang  berpotensi menjadi tempat  perkembangbiakan nyamuk yaitu container ember dan dispenser. Status Maya Index dikategorikan kepada kategori tinggi yang ditentukan berdasarkan kategori Breeding Risk Index dan Hygiene risk index. Berdasarkan Maya Index menunjukkan Kelurahan Batu 9 memili risiko yang tinggi terhadap penularan DBD dan juga   sebagai tempat perkembangbiakan nyamuk. Masyarakat di Kelurahan Batu 9 diharapkan melakukan pemberantasan sarang nyamuk dan  program 4M plus dengan menguras  penampungan air, mengubur barang bekas, menutup tempat penampungan air dan memantau larva secara rutin.
Identifikasi Keberadaan Mikroplastik Pada Ikan Tamban (Sardinella fimbriata) di Pelabuhan Bongkar Muat Tanjung Moco Fakhira, Nabila Yasmin; Simbolon, Veronika Amelia; Diansafitri, Mutia
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 25, No 1 (2026): Februari 2026 (In process)
Publisher : Master Program of Environmental Health, Faculty of Public Health, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkli.78366

Abstract

Latar belakang Pencemaran sampah plastik dan mikroplastik telah menjadi krisis lingkungan global dengan Indonesia sebagai penyumbang terbesar kedua di dunia. Mikroplastik tidak hanya mencemari air dan sedimen, tetapi juga organisme hidup, termasuk ikan tamban (Sardinella fimbriata). Potensi kontaminasi pada ikan tamban yang ditangkap di perairan Pelabuhan Bongkar Muat Tanjung Moco, Tanjungpinang tinggi karena pengelolaan sampah yang belum memadai di area sekitar. Tujuan dari studi ini adalah untuk menganalisis keberadaan, bentuk dan kelimpahan mikroplastik yang terkandung dalam spesimen ikan tamban di Pelabuhan Bongkar Muat Tanjung Moco.Metode: Jenis penelitian ini deskriptif dan menggunakan 30 sampel ikan tamban tangkapan nelayan di Pelabuhan Bongkar Muat Tanjung Moco. Penelitian dilaksanakan bulan Januari hingga Juni 2025. Penelitian ini menerapkan prosedur dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) sebagai acuan utama dengan penambahan H2O2 30% dan FeSO4 dan diobservasi menggunakan lembar observasi. Analisis data dari penelitian ini yaitu univariat.Hasil: Sebanyak 25 dari 30 sampel ikan tamban (83,33%) terdapat mikroplastik di saluran pencernaannya, dengan total 53 partikel mikroplastik didominasi bentuk fiber, diikuti film, fragmen, dan pelet dengan rata-rata kelimpahan mikroplastik 1,76.Simpulan: Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa ikan tamban (Sardinella fimbriata) di Pelabuhan Bongkar Muat Tanjung Moco telah terkontaminasi mikroplastik dengan bentuk mikroplastik yang dominan ialah fiber. Masyarakat diharapkan mengurangi penggunaan dan membuang sampah plastik secara bertanggung jawab. Pemerintah perlu mengawasi pengelolaan sampah plastik dan mengedukasi masyarakat tentang bahaya mikroplastik ABSTRACT Title: Identification of Microplastics in Tamban Fish (Sardinella fimbriata) at The Bongkar Muat Tanjung Moco Port Background: Plastic and microplastic pollution has become a global environmental crisis, with Indonesia being the world's second-largest contributor. Microplastics not only contaminate water and sediment but also living organisms, including the fimbriata sardinella (Sardinella fimbriata). There is a high potential for contamination in fimbriata sardinella caught in the waters of Tanjung Moco Cargo Port in Tanjungpinang due to inadequate waste management in the surrounding area. The objective of this study is to analyze the presence, morphology, and abundance of microplastics contained in Tamban fish (Sardinella sp.) specimens at the Tanjung Moco Cargo Port.Method: This was a descriptive study using 30 samples of fimbriata sardinella caught by fishermen at Tanjung Moco Cargo Port. The research was conducted from January to June 2025. Microplastic identification was conducted based on NOAA standards, involving the application of 30% H2O2 and FeSO4. All findings were documented in observation sheets, followed by univariate data analysis.Result: Results showed that 25 out of 30 fimbriata sardinella samples (83.33%) had microplastics in their digestive tracts, with a total of 53 microplastic particles. The dominant shape was fiber, followed by film, fragments, and pellets, with an average microplastic abundance of 1.76.Conclusion: Based on this study, it can be concluded that fimbriata sardinella (Sardinella fimbriata) at Tanjung Moco Cargo Port were contaminated with microplastics, with the dominant shape being fiber. The public is expected to reduce their plastic use and dispose of plastic waste responsibly. The government needs to monitor plastic waste management and educate the public about the dangers of microplastics