Sinaga, Sumiati
Institut Teknologi Kesehatan Dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

GAMBARAN KEMAMPUAN AMBULASI DINI POST OPERASI PADA PASIEN FRAKTUR EKSTREMITAS BAWAH DI RUANG PERAWATAN BEDAH RSUD dr. ABDUL RIVAI BERAU Damanik, Chrisyen; Sinaga, Sumiati; Rosalina, Sara
Jurnal Keperawatan Wiyata Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan ITKes Wiyata Husada Samarida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jkw.v5i2.1460

Abstract

Latar Belakang: Penyebab masalah keperawatan post tindakan operasi fraktur ekstremitas bawah adalah gangguan ambulasi atau aktivitas berjalan yang kemudian disertai dengan oedema, keterbatasan luas gerak sendi, dan penurunan kekuatan otot. Kemampuan ambulasi pada pasien post operasi akibat fraktur ekstremitas bawah menjadi dasar dalam menentukan intervensi keperawatan lebih lanjut. Tindakan paling umum dilakukan oleh perawat di RSUD dr. Abdul Rivai pada pasion post operasi fraktur ekstremitas bawah diantaranya adalah latihan miring kanan dan miring kiri. Tujuan: Untuk menganalisa gambaran kemampuan ambulasi post operasi pada pasien fraktur ekstremitas bawah di ruang perawatan bedah RSUD dr. Abdul Rivai Berau. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan mendeskripsikan gambaran kemampuan pasien ambulasi post oporasi dengan fraktur ekstremitas bawah beserta variabel lain yang mendukungnya, menggunakan 26 responden. Hasil: Kategori ambulasi 6-8 jam terbanyak 42.3% (11 responden) yaitu mampu menggerakkan kaki dan mengkontraksikan otot kaki, kategori ambulasi 12-24 jam terbanyak 57.7% (15 responden) yaitu mampu duduk dengan posisi kaki tergantung dan kategori ambulasi >24 jam terbanyak 65.4% (17 reponden) yaitu dapat melakukan mobilisasi sederhana dengan bantuan. Kesimpulan: Ambulasi >24 jam terbanyak pada responden yang dapat mobilisasi sederhana dengan bantuan 65.4% (17 responden) dan dengan mobilisasi sederhana secara mandiri 34.6% (9 responden).
Pengaruh Pemberian Hindmilk Terhadap Peningkatan Berat Badan (BB) Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Malinau Denny Kristiani Denny Kristiani; Aries Abiyoga; Desy Ayu Wardhani; Sumiati Sinaga
JURNAL KESEHATAN KARTIKA Vol. 21 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Kartika
Publisher : Faculty of Health Science and Technology, University of Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jkkes.v21i1.476

Abstract

Background: Low birth weight (LBW) is a global health issue with a prevalence that remains high; approximately 20 million babies per year fall into the LBW category, including in Indonesia. LBW infants are at risk of serious complications and long-term growth and developmental disorders. Objective: This study aims to analyze the effect of hindmilk administration on weight gain in LBW infants at the Malinau District General Hospital. Methods: This study used a quasi-experimental design with a pretest-posttest one-group design. The sample consisted of 14 LBW infants in the Perinatology Ward of Malinau District General Hospital, selected using purposive sampling. Results: The average birth weight of the low birth weight infants before receiving hindmilk was 2082.14 grams. After the hindmilk intervention, the average infant weight increased to 2143.57 grams with a standard deviation of 364.64 grams; the range of infant weights increased from 1440 grams to 2590 grams. The results of the Paired Sample T-Test showed a p-value of 0.001 (p < 0.05), indicating a statistically significant difference between body weight before and after the intervention. Conclusion: There is a significant effect of Hindmilk administration on weight gain in low birth weight infants at Malinau Regional General Hospital. Therefore, Hindmilk administration can be recommended as an effective nutritional intervention in the management of low birth weight infants, particularly in areas with limited resources.
EFEKTIVITAS POLYETHYLENE PLASTIC WRAPPING DALAM MEMPERTAHANKAN STABILITAS SUHU TUBUH PADA BAYI BERAT LAHIR RENDAH Sumiati Sinaga; Ayu Listianie
Menara Medika Vol 9, No 1 (2026): VOL 9 No 1 SEPTEMBER 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v9i1.8251

Abstract

Pendahuluan: Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) berisiko tinggi mengalami hipotermia akibat imaturitas sistem termoregulasi dan terbatasnya cadangan lemak tubuh. Inkubator merupakan metode standar untuk mempertahankan suhu tubuh, namun memerlukan fasilitas dan sumber daya yang memadai. Polyethylene plastic wrapping dapat menjadi alternatif sederhana untuk mengurangi kehilangan panas dan membantu mempertahankan stabilitas suhu tubuh pada BBLR. Tujuan: Mengetahui efektivitas polyethylene plastic wrapping dalam mempertahankan stabilitas suhu tubuh pada bayi berat lahir rendah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest control group. Sampel berjumlah 18 bayi, terdiri atas 9 bayi pada kelompok intervensi dan 9 bayi pada kelompok kontrol. Sampel dipilih menggunakan teknik accidental sampling dengan kriteria inklusi bayi mengalami hipotermia, berat lahir 1500–2499 gram, dan mendapat persetujuan orang tua. Suhu tubuh diukur sebelum dan satu jam setelah intervensi menggunakan termometer digital. Analisis data dilakukan menggunakan paired t-test dan independent t-test. Hasil: Rata-rata suhu tubuh pada kelompok kontrol meningkat dari 35,86°C menjadi 36,38°C, sedangkan pada kelompok intervensi meningkat dari 35,47°C menjadi 36,73°C. Rata-rata peningkatan suhu tubuh pada kelompok kontrol sebesar 0,52°C dan pada kelompok intervensi sebesar 1,26°C. Terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (p0,001). Diskusi: Polyethylene plastic wrapping lebih efektif dalam mempertahankan stabilitas suhu tubuh BBLR dibandingkan perawatan standar inkubator. Penggunaan plastik polietilen membantu mengurangi kehilangan panas melalui evaporasi dan konveksi sehingga mendukung termoregulasi pada BBLR yang mengalami hipotermia Kata Kunci: Bayi Berat Lahir Rendah, Hipotermia, Polyethylene palstic wrapping