Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

The addition of egg yolk to the physiological saline extender improved the motility and viability of kampung rooster spermatozoa at cool temperatures Diba, Lucky; Suzanita Utama; Tjuk Imam Restiadi; Suherni Susilowati; Nusdianto Triakoso; Dwi Wijayanti
Ovozoa: Journal of Animal Reproduction Vol. 12 No. 2 (2023): Ovozoa: Journal of Animal Reproduction
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ovz.v12i2.2023.81-89

Abstract

The purpose of this study was to determine the motility and viability of kampung rooster (Gallus gallus domesticus) spermatozoa in 0.9% Sodium chloride (NaCl) solution as an extender with the addition of egg yolk at different concentrations at cool temperature (5°C). This study was performed using two 1.5 years old healthy local roosters. Semen was collected through massage in the morning. The pooled semen sample was divided into four treatment groups. In the T0 group the semen was diluted in 0.9% NaCl, while in the T1, T2 and T3 groups the semen was diluted in 0.9% NaCl added with 5, 10 and 15% egg yolk. The results showed that the motility and viability of spermatozoa decreased when stored at cool temperatures for ten hours (p <0.05). Semen of roosters stored at 5°C in saline solution without the addition of egg yolks showed the lowest motility and viability of spermatozoa (p <0.05). The addition of egg yolk into the saline extender increased the motility and viability of spermatozoa. Concentration of 15% egg yolk in saline solution resulted in the highest spermatozoa motility and viability when stored for up to 8 hours (p <0.05). However, motility and viability of spermatozoa at 10 hours of storage were not significantly different (p >0.05) with the addition of 10% and 15% egg yolks. Therefore, it could be concluded that the addition of 15% egg yolk into a saline solution as an extender could maintain the motility and viability of kampung rooster spermatozoa when stored at 5°C for 10 hours.
Peningkatan Kapasitas Aparat Penegak Hukum dalam Menangani Kasus Kekerasan Seksual di Kabupaten Nganjuk Klarisa Desi Ananta; Dwi Wijayanti; Myaskur; Ambodo, Triyo
Ngaliman: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Ngaliman. Agustus 2024
Publisher : Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/ngaliman.v3i2.1389

Abstract

Peningkatan kapasitas aparat penegak hukum (APH) dalam menangani kasus kekerasan seksual di Kabupaten Nganjuk merupakan langkah krusial untuk menciptakan sistem perlindungan yang efektif bagi korban. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelatihan yang diberikan kepada APH, dengan fokus pada pemahaman dinamika kekerasan seksual dan teknik wawancara yang sensitif terhadap korban. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif, yang melibatkan wawancara dengan APH dan tenaga kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pelatihan telah dilakukan, masih terdapat kekurangan dalam pemahaman APH mengenai hak-hak korban dan penanganan kasus yang tepat. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan berkala dan dukungan sumber daya untuk meningkatkan keterampilan APH dan tenaga kesehatan dalam memberikan layanan yang sesuai bagi korban kekerasan seksual. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi untuk pengembangan program pelatihan yang lebih efektif di masa mendatang.
Eksplorasi Peran Generasi Z dan Milenial dalam Akselerasi Ekonomi Hijau melalui Media Massa Alya Syifa Nurfadilah; Dwi Wijayanti; Raisa Irwansyah; Sri Mulyeni
Jurnal Manajemen Kewirausahaan dan Teknologi Vol. 3 No. 2 (2026): Juni : Jurnal Manajemen Kewirausahaan dan Teknologi
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jumaket.v3i2.1351

Abstract

In the increasingly growing digital era, mass media has a very significant role in shaping the mindsets, behaviors, and aspirations of the younger generation, especially Generation Z and Millennials. This research aims to explore the role of the young generation in accelerating the green economy through mass media. This article uses the qualitative method of literature study. The results of the study show that mass media, can be from traditional forms such as television and newspapers or digital such as social media and internet-based platforms, play a role as the main means in disseminating information about the concept of the green economy, Gen Z and Millennials have advantages in mastering digital technology, using social media, and advantages to make all digital content creativity to form activities and create a golden Indonesia 2045. It can be concluded that this study confirms that the abundance of information from the mass media will not automatically change the behavior of young people to be pro-environment if it is not supported by internal factors. A solid foundation of financial literacy and deep environmental awareness is needed so that the flow of information can be filtered wisely. This sustainable change in economic progress rejects the focus of viral content alone, but requires real collaboration between government regulations, transparency of industry players, and a consistent commitment from Generation Z and Millennials to transform digital discourse into concrete action.
Peran mind mapping berbasis budaya terhadap hasil belajar ips siswa sekolah dasar Dwian Damai Pamungkas; Dwi Wijayanti; Arya Dani Setyawan
Indonesian Journal of Learning and Educational Studies Vol. 3 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Learning and Educational Studies
Publisher : Piramida Akademi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62385/ijles.v3i2.223

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode Mind Mapping berbasis budaya pada hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) siswa kelas V di SDN Gelaran 1, Karangmojo, Gunungkidul. Latar belakang kajian ini didasarkan pada rendahnya hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPS yang ditunjukkan oleh nilai rata-rata ujian tengah semester yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Metode yang dipergunakan dalam kajian ini ialah eksperimen semu dengan desain kelompok kontrol non-ekuivalen. Subjek penelitian terdiri dari dua kelas, yakni kelas eksperimen yang diajar menggunakan metode Mind Mapping berbasis budaya serta kelas kontrol yang diajar dengan metode konvensional. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, serta tes pretest serta posttest. Hasil penelitian memperlihatkan jika penggunaan metode Mind Mapping berbasis budaya secara signifikan meningkatkan hasil belajar IPS siswa. Hal ini terlihat dari peningkatan nilai posttest pada kelas eksperimen dibandingkan kelas kontrol. Dengan demikian, metode Mind Mapping berbasis budaya terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman serta daya ingat siswa pada materi IPS. Kajian ini merekomendasikan penggunaan metode ini dalam pembelajaran IPS untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan serta bermakna