Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Analisis Faktor Resiko Terjadinya Hipertensi pada Warga Dusun Dungrejo, Desa Manjung, Kabupaten Wonogiri Dania .; Devi Amara Maritza; Dian Utami; Elvina Estelita; Enni Hazizah Pulungan; Cahyaning Setyo; Titik Setyaningsih
Nexus Kedokteran Komunitas Vol 7, No 1 (2018): Nexus Kedokteran Komunitas
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi adalah suatu keadaan ketika tekanan darah di pembuluh darah meningkat secara kronis.Data puskesmas Wonogiri I menunjukkan hipertensi menjadi salah satu penyakit tersering ditahun 2018 dengan jumlah 4.974 kasus, kasus terbanyak berada di Dusun Dungrejo, Desa Manjung.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kemungkinan terjadinya hipertensi oleh warga Dusun Dungrejo, Desa Manjung.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional , teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling independent . Hasil: Distribusi respondenlansia sebanyak 12 orang (75%), memiliki riwayat penyakit dahulu sebanyak 12 orang (75%), memiliki riwayat penyakit keluarga sebanyak 2 orang (15,4%), pekerjaan sebagai petani sebanyak 13 orang (84,6%), merokok sebanyak 4 orang (36,4%), mengonsumi alkohol sebanyak 0, memiliki gizi seimbang sebanyak 7 orang (46,7%), rutin olahraga sebanyak 6 orang (40%), dan memiliki BMI normal sebanyak 10 orang (66,7%). Uji statistik menggunakan uji chi square. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif yang signifikan antara faktor usia, riwayat penyakit dahulu, riwayat penyakit keluarga, pekerjaan, gizi seimbang, dan rutinitas olahraga, tetapi tidak terdapat pengaruh positif yang signifikan antara kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol serta BMI terhadap peluang terjadinya hipertensi di Dusun Dungrejo Desa Manjung Kabupaten Wonogiri.Kata Kunci: Age Factor; Past and Family Medical History; Occupation; Smoking and Alcohol; Exercise; Balanced Nutrition and BMI; Hypertension
KARAKTERISTIK INDUSTRI TAHU DI KECAMATAN PEKALONGAN KABUPATEN LAMPUNG TIMUR Edi Haryono; Dian Utami
Media Komunikasi Geografi Vol. 19 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v19i2.15588

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini mengkaji karakteristik industri tahu di Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur. Populasi yang digunakan sebanyak 25 industri. Metode penelitian yang digunakan yaitu survei. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, kuesioner, dokumentasi dan kepustakaan. Analisis data yang digunakan yaitu Analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan:1) Besar rata-rata modal yang digunakan pada sekali produksi tahu Rp 283.200, 2) Asal modal yaitu modal sendiri, 3) Rata-rata bahan mentah pada satu kali proses produksi adalah 33 Kg, 4) Bahan mentah yang digunakan berasal dari pembelian di Pasar Pekalongan dan Pasar Kota Metro, 5) Rata-rata jumlah tenaga kerja adalah 2 orang, 6) Asal tenaga kerja yaitu 72,13% merupakan anggota keluarga, 7) Rata-rata pengeluaran pembelian bahan bakar kayu dan solar sebulan yaitu Rp 748.800, 8) Pembelian bahan bakar kayu berasal dari Desa Sidodadi, Pekalongan, Adijaya, dan Tulusrejo. Pembelian bahan bakar solar berasal dari Pertamina dan Warung, 9) Rata-rata produksi tahu setiap satu kali produksi sebanyak 938 buah, 10) Transportasi yang digunakan untuk mengangkut kedelai adalah truk dan sepeda motor. Pemasaran hasil produksi tahu menggunakan sepeda motor, 11) Sistem pemasaran adalah dengan cara dijual sendiri oleh pengusaha dan dibeli oleh pedagang. Daerah pemasaran produksi tahu adalah pasar Kecamatan Pekalongan dan Pasar Kota Metro, 12) Rata-rata pendapatan industri tahu perbulan sebesar Rp 1799600. Kata Kunci: Karakteristik industri, industri tahu
Analisis Minat Belajar dan Aktivitas Belajar Melalui Model Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar Geografi Reka Junita; M.Thoha B Sampurna Jaya; Dian Utami
JPG (Jurnal Penelitian Geografi) Vol 7, No 4 (2019): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : JPG (Jurnal Penelitian Geografi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.941 KB)

Abstract

The problem in this study is most students geography scores are still under standard. This study aims to analyze (1) the effect of learning interests and learning activities through discovery learning model of the students geography learning outcomes of tenth grade students at SMA Negeri 1 Pesisir Selatan, (2) the differences between the students geography learning outcomes of tenth grade students at SMA Negeri 1 Pesisir Selatan by using discovery learning model and using lecture method. The method used in this research was the experimental method. The results of the study showed that (1) there was an effect of learning interests and learning activities through discovery learning model of the students geography learning outcomes of tenth grade students at SMA Negeri 1 Pesisir Selatan, and (2) there were differences between students geography learning outcomes of tenth grade students at SMA Negeri 1 Pesisir Selatan who used discovery learning model and used lecture method.Masalah dalam penelitian ini adalah sebagain besar nilai siswa pada mata pelajaran geografi masih dibawah kriteria ketuntasan minimum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) pengaruh minat belajar dan aktivitas belajar melalui model discovery learning terhadap hasil belajar geografi siswa kelas X SMA Negeri 1 Pesisir Selatan, (2) perbedaan hasil belajar geografi siswa kelas X SMA Negeri 1 Pesisir Selatan yang menggunakan model discovery learning dengan yang menggunakan motode ceramah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada pengaruh minat belajar dan aktivitas belajar melalui model discovery learning terhadap hasil belajar geografi siswa kelas X SMA Negeri 1 Pesisir Selatan, dan (2) ada perbedaan hasil belajar geografi siswa kelas X SMA Negeri 1 Pesisir Selatan yang menggunakan model discovery learning dengan yang menggunakan metode ceramah.Kata Kunci: aktivitas belajar, hasil belajar, minat belajar
Penilaian Potensi Objek Wisata Pulau Permata di Telukbetung Timur Kota Bandar Lampung Martanti Martanti; Zulkarnain Zulkarnain; Dian Utami
JPG (Jurnal Penelitian Geografi) Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : JPG (Jurnal Penelitian Geografi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.208 KB)

Abstract

This study was aimed to describe the potential of tourism object and determine the potential category of Permata Island tourism East Telukbetung Bandar Lampung City. This study used descriptive method. The object of this research was the assessment of the potential. data collecting used observation, interviews, and documentation. Analysis data used spatial analysis with scoring techniques. The results shows that Permata Island tourism object completely get score 45 which is included in medium potential. The potential scoring included the physical potential included in high potential, the accessibility included in medium potential, facilities include in medium potential, the infrastructures included in medium potential, and and the safety included in medium potential. Considering those reasons Permata Island is quite feasible to be develoved and becomes tourism object especially in Bandar Lampung City.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan potensi yang ada dan mengetahui kategori potensi objek wisata Pulau Permata di Telukbetung Timur Kota Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Objek dalam penelitian ini adalah penilaian potensi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan analisis keruangan dengan teknik scoring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa objek wisata Pulau Permata secara keseluruhan memperoleh rekapitulasi skor yaitu 45 dan termasuk dalam kategori potensi sedang. Penilaian potensi meliputi potensi fisik yang secara keseluruhan berpotensi tinggi, aksesibilitas secara keseluruhan berpotensi sedang, fasilitas secara keseluruhan berpotensi sedang, infrastruktur secara keseluruhan berpotensi sedang, dan keamanan secara keseluruhan berpotensi sedang. Berdasarkan hal tersebut objek wisata Pulau Permata layak untuk dikembangkan dan menjadi daerah tujuan wisata khususnya di Kota Bandar Lampung.Kata kunci: penilaian potensi, objek wisata, pulau permata
Usaha Pertanian Ubi Kayu di Desa Gaya Baru III Kecamatan Seputih Surabaya Lampung Tengah Zulviana Latifa Sari; Nani Suwarni; Dian Utami
JPG (Jurnal Penelitian Geografi) Vol 6, No 5 (2018): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : JPG (Jurnal Penelitian Geografi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.985 KB)

Abstract

The aim of this study is to examine the cassava farming business at Gaya Baru III village Seputih Surabaya Central Lampung. The method used is descriptive method. The population is 1.260 farmers. The data collection uses observation technique, structured interview and documentation. The analysis technique uses percentage table.  The result of this study showed that 1) The land area of cassava is categorized in the area of medium (77.46%). 2) The maintenance done by cassava farmers is not good enough (91.55%). 3) most of the production coast incurred by cassava farmers are medium (53,53%)  to low (46,56%). 4) The cassava production is classified into small production (69.01%). 5) Marketing is done by cassava farmers by selling to factory (76, 05%). 6) The income of cassava farmers is classified into high income (94, 36%).   Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji usaha pertanian ubi kayu di Desa Gaya Baru III Kecamatan Seputih Surabaya Lampung Tengah. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif. Populasi sebanyak 1.260 petani. Pengumpulan data melalui teknik observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Teknik analisis menggunakan tabel persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Luas lahan petani ubi kayu tergolong dalam luas lahan garapan sedang (77,46%). 2) Pemeliharaan yang dilakukan oleh petani ubi kayu tergolong kurang baik (91,55%). 3) Biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani ubi kayu tergolong sedang (53,53%) hingga rendah (46,56%). 4) Sebagian besar hasil produksi petani ubi kayu tergolong ke dalam hasil produksi kecil (69,01%). 5)Pemasaran dilakukan petani ubi kayu dengan menjual ke pabrik (76,05%). 6 Pendapatan petani ubi kayu tergolong ke dalam pendapatan tinggi (94,36%).Kata kunci: pertanian, ubi kayu, usaha
Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Talking Chips Terhadap Motivasi Dan Hasil Belajar Geografi Siswa Nyokro Mukti Wijaya; Pargito Pargito; Dian Utami
JPG (Jurnal Penelitian Geografi) Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : JPG (Jurnal Penelitian Geografi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (894.899 KB)

Abstract

The research aims to find out the difference of pretest of learning motivation and learning outcomes between experiment and control class, the difference of posttest of learning motivation and learning outcomes between experiment  and control class, the influence of using Talking Chips toward student’s learning motivation and learning outcomes. The research is quasi experiment wih pretest-posttest control group design. Instruments used are questionare and test. The data analysis used is Mann Whitney Test. Results of the research are (1) there isn't difference of pretest of learning motivation between experiment and control class, (2) there isn't difference of pretest of learning outcomes between experiment and control class, (3) there is difference of learning motivation posttest between experiment and control class, (4) there is difference of learning outcomes posttest between experiment and control class, (5) there is influnce of Talking Chips model toward learning motivation, and (6) there is influnce of Talking Chips model toward learning outcomes.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pretest motivasi dan hasil belajar antara kelas eksperimen dan kontrol, posttest motivasi dan hasil belajar antara kelas eksperimen dan kontrol, dan pengaruh Talking Chips terhadap motivasi dan hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan quasy experiment dengan pre-test post-test control group design. Instrumen yang dipakai adalah angket dan tes. Analisis data yang digunakan adalah uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) tidak terdapat perbedaan pretest motivasi belajar siswa antara kelas kontrol dan eksperimen, (2) tidak terdapat perbedaan pretest hasil belajar siswa antara kelas kontrol dan eksperimen, (3) terdapat perbedaan posttest motivasi belajar siswa antara kelas kontrol dan eksperimen, (4) terdapat perbedaan posttest hasil belajar siswa antara kelas kontrol dan eksperimen, (5) terdapat pengaruh Talking Chips terhadap motivasi belajar siswa, dan (6) terdapat pengaruh Talking Chips terhadap hasil belajar siswa.Kata Kunci: Hasil Belajar, Motivasi Belajar, Talking Chips
Hubungan Lingkungan Belajar Dengan Minat Belajar Mahasiswa Perguruan Tinggi Kota Bandar Lampung Tahun 2018 Rio Aringga; Pargito Pargito; Dian Utami
JPG (Jurnal Penelitian Geografi) Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : JPG (Jurnal Penelitian Geografi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.655 KB)

Abstract

The learning environment has psychological function, while interest is part of psychological aspects, then the discussion between both would be a scientific need. The Research was conducted on Zainal Abidin Street Bandar Lampung City has a formulation of the problem, is there a relationship between the learning environment and student learning interest. This study uses a survey method with quantitative approach, data will be analyzed with descriptive statistics. Based on the results of the sesearch, the conclusion obtained is there was a significant relationship between learning environment and student learning interest. Based on the responses of respondent for each indicator of the sub-variable learning environment and interest in learning, the position of the environment of Jl. Zainal Abidin is indicated that it has not succeeded yet to trigger learning interest.Lingkungan belajar mempunyai fungsi psikologis sedangkan minat adalah bagian dari aspek-aspek psikologis, maka bahasan megenai relasi antara keduanya kiranya menjadi suatu kebutuhan ilmiah. Penelitian yang dilaksanakan di Jl. Zainal Abidin Kota Bandar Lampung ini memiliki rumusan masalah adakah hubungan antara lingkungan belajar dengan minat belajar Mahasiswa. Penelitian ini menggunaan metode survey dengan pendekatan kuantitatif, data akan dianalisis dengan statistik deskripsi. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara lingkungan belajar dengan minat belajar mahasiswa. Dilihat dari tanggapan responden untuk setiap indikator dari sub variabel lingkungan belajar dan minat belajar, kedudukan lingkungan di kawasan Jl. Zainal Abidin terindikasi masih belum berperan sebagai pendorong minat belajar.Kata kunci: lingkungan belajar, minat belajar, pendidikan
Pengembangan Modul Materi Pengetahuan Dasar Geografi Kelas X Tahun 2019 Diah Mustika Sari; Sugeng Widodo; Dian Utami
JPG (Jurnal Penelitian Geografi) Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : JPG (Jurnal Penelitian Geografi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (916.763 KB)

Abstract

The research aims to (1) find out the development of basic geography knowledge modules as teaching material, (2) produce basic geography knowledge modules as teaching material, (3) investigate the effectiveness of basic geography knowledge modules as teaching at class social 2 SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung. This research used stages and developments from Borg Gall model. The results of research and development indicate the assessment of material experts, design experts, linguists that the resulting development module is suitable for use in learning. In the small group trials, the module feasibility assessment is very feasible, while the large group trials for the attractiveness of the modules fall into the attractive category and the ease of use of the modules falls into the easy category. Module effectiveness is obtained from post-test scores where the use of modules in learning is categorized as effective.Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui pengembangan modul materi pengetahuan dasar geografi sebagai bahan ajar, (2) menghasilkan modul materi pengetahuan dasar geografi sebagai bahan ajar, (3) mengetahui tingkat keefektifan modul materi pengetahuan dasar geografi sebagai bahan ajar di kelas X IPS 2 SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung. Metode penelitian ini menggunakan tahapan dalam peneltian dan pengembangan modul Borg Gall. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan penilaian dari ahli materi, ahli desain, ahli bahasa bahwa modul hasil pengembangan layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Pada uji coba kelompok kecil penilain kelayakan modul ialah sangat layak, sedangkan uji coba kelompok besar untuk kemenarikan modul masuk dalam kategori menarik dan kemudahan penggunaan modul masuk dalam kategori mudah. Keefektifan modul didapat dari nilai post tes dimana penggunaan modul dalam pembelajaran dikategorikan efektif.Kata kunci: pengembangan modul, pengetahuan dasar geografi, model borg gall 
Pengaruh Kemampuan Argumentasi Menggunakan Model PBL Terhadap Hasil Belajar Geografi Siswa SMAN 1 Terbanggi Besar Julius Siahaan; Pargito Pargito; Dian Utami
JPG (Jurnal Penelitian Geografi) Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : JPG (Jurnal Penelitian Geografi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.242 KB)

Abstract

This research aims to determine and analyze the differences in learning outcomes before and after treatment and the effect of the ability of argumentation using a problem based learning model. The research used a quasi-experimental design with one group pretest-poststest design. The research subjects were students of class XI IPS 5 and the object of the research was the ability to argue using a problem based learning model. Data collection techniques that used in research are observation, documentation, questionnaires and tests. Data analys that used are t-test and linear regression test with moderator. The results showed that (1) there were differences in the average geography learning outcomes between before and after the treatment, (2) there was an effect of 65% argumentation skills on learning outcomes and problem based learning model variables increased the influence of argumentation skills on learning outcomes reaching 74 %.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis perbedaan hasil belajar sebelum dan sesudah diberi perlakuan dan untuk mengetahui dan pengaruh kemampuan argumentasi menggunakan model problem based learning. Penelitian menggunakan eksperimen semu dengan desain one group pretest-posttest design. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPS 5 dan objek penelitian adalah kemampuan argumentasi menggunakan model problem based learning. Teknik pengumpulan data pada penelitian dengan menggunakan observasi, dokumentasi, kuesioner dan tes. Analisis data yang digunakan adalah uji t-test dan regresi linier dengan moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada perbedaan rata-rata hasil belajar geografi antara sebelum dan sesudah diberikan perlakuan, (2) terdapat pengaruh kemampuan argumentasi terhadap hasil belajar sebesar 65% dan variabel model problem based learning memperkuat atau meningkatkan pengaruh kemampuan argumentasi terhadap hasil belajar mencapai 74%.Kata kunci: hasil belajar, kemampuan argumentasi,  problem based learning
Keadaan Sosial Ekonomi Transmigran Asal Cilacap di Desa Karang Sari, Lampung Selatan 2018 Dian Novitasari; Edy Haryono; Dian Utami
JPG (Jurnal Penelitian Geografi) Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : JPG (Jurnal Penelitian Geografi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.943 KB)

Abstract

This study analyzed the social and economic conditions of transmigrants in Karang Sari Village, South Lampung Regency in 2018. The population in this study were 21 head of household. This research used descriptive method. Data collection techniques using observation, questionnaire, structured interviews, and documentation techniques. Data analysis using percentage and spatial analysis. The results of the study show that 1) The area of  land owned on average has an area of 1,05 ha. 2). 61,09% of transmigrants have children 2, meaning they have many children. 3). The education level of transmigrant children as much as 60,75% reached the level of primary education (up to junior high school). 4). The average income level is Rp. 1.671.571,00 and 61,90% of transmigrants had below-average income. 5). The welfare level of transmigrants is mostly in sufficient welfare category of 38,10% and 28,57% in prosperous category, with the average transmigrant expenditure being 39 kg of rice per month.Penelitian menganalisis keadaan sosial dan ekonomi transmigran di Desa Karang Sari, Kabupaten Lampung Selatan tahun 2018. Populasi penelitian ini adalah 21 kepala keluarga. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, kuesioner, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data  menggunakan analisis persentase dan keruangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Luas lahan yang dimiliki rata-rata memiliki lahan seluas 1,05 ha. 2). Transmigran sebanyak 61,09% memiliki anak 2, artinya mereka memiliki jumlah anak banyak. 3). Tingkat pendidikan anak-anak transmigran sebanyak 60,75% mencapai tingkat pendidikan dasar (sampai sekolah menengah pertama). 4). Tingkat pendapatan rata-rata adalah Rp. 1.671.571,00 dan 61,90% transmigran memiliki pendapatan di bawah rata-rata. 5). Tingkat kesejahteraan transmigran sebagian besar berada pada kategori cukup sejahtera sebesar 38,10% dan 28,57% dalam kategori  sejahtera, dengan rata-rata pengeluaran transmigran 39 kg beras per bulan.Kata kunci: keadaan ekonomi, keadaan social, transmigran