Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Penerapan Green Smart Business Dengan Konsep Sustainable Development Goals Dengan Mendukung SDGs 12 dan 14 Pada Bank Sampah Emak.id Niki Agus Santoso
Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL EKONOMI MANAJEMEN DAN BISNIS
Publisher : PROGRAM PASCA SARJANA MAGISTER MANAJEMEN INSTITUT TEKNOLOGI DAN BISNIS ASIA MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32815/jubis.v6i2.2877

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan konsep Green Smart Business pada Bank Sampah Emak.ID sebagai strategi pengelolaan sampah berbasis komunitas yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab serta SDGs 14 mengenai pelestarian ekosistem perairan. Latar belakang penelitian ini berpijak pada meningkatnya timbulan sampah rumah tangga di Provinsi Lampung dan urgensi inovasi pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang dilaksanakan di wilayah kerja Bank Sampah Emak.ID di Kota Bandar Lampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bank Sampah Emak.ID berhasil menerapkan model Green Smart Business melalui pemilahan sampah, pengolahan sampah organik dan anorganik menjadi produk daur ulang bernilai ekonomi, pemasaran digital, serta kolaborasi multipihak dengan sekolah, UMKM, pemerintah, dan organisasi lingkungan. Penerapan program tersebut berdampak pada peningkatan pendapatan anggota, pengurangan timbulan sampah rumah tangga hingga 25%, serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan edukasi lingkungan dan konservasi ekosistem perairan. Selain itu, kegiatan bersih sungai dan kampanye pengurangan sampah plastik berkontribusi signifikan terhadap pencapaian target SDGs 14. Namun, penelitian juga menemukan sejumlah kendala berupa terbatasnya fasilitas pengolahan limbah modern, rendahnya literasi digital sebagian anggota, serta masih minimnya partisipasi masyarakat di luar komunitas inti. Temuan ini mengindikasikan perlunya peningkatan kapasitas SDM, penguatan digitalisasi, serta perluasan jejaring kolaborasi agar program dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa konsep Green Smart Business mampu menjadi model bisnis lingkungan yang efektif dalam mengurangi masalah sampah, memberdayakan masyarakat, serta mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat komunitas. Kata Kunci: Green Smart Business, Bank Sampah, SDGs 12, SDGs 14, Pengelolaan Sampah.
PROGRAM PAGAR AYU: PEMANFAATAN REMPAH JAHE SEBAGAI SUMBER PENDAPATAN EKONOMI KELOMPOK WANITA DI TULANG BAWANG BARAT, LAMPUNG Handayani, Agustuti; Hakim, Lukmanul; Sakti, Trenggono Pujo; Irsandi, Irsandi; Ardiansyah, M; Santoso, Niki Agus
Jurnal Pengabdian UMKM Vol. 5 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Pusat Studi UMKM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jpu.v5i1.106

Abstract

Program PAGAR AYU (Pemberdayaan Agar Mandiri dan Berdaya Saing) merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan ekonomi kelompok wanita melalui pemanfaatan rempah jahe sebagai produk unggulan lokal di Kabupaten Tulang Bawang Barat, Provinsi Lampung. Jahe dipilih karena memiliki ketersediaan bahan baku yang melimpah, nilai ekonomis tinggi, serta peluang pasar yang luas baik sebagai produk pangan maupun kesehatan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi identifikasi potensi dan kebutuhan kelompok, pelatihan pengolahan jahe menjadi produk bernilai tambah, pendampingan manajemen usaha sederhana, serta penguatan pemasaran produk. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kelompok wanita dalam mengolah jahe menjadi produk olahan seperti jahe instan dan minuman herbal, serta meningkatnya motivasi berwirausaha dan kesadaran akan pentingnya pengelolaan usaha secara mandiri. Program ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi perempuan, memperkuat UMKM berbasis rempah lokal, dan menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan di wilayah pedesaan.
Legal analysis of the regulation of Alternative Dispute Resolution (ADR) in international contract law: A case study in Russia and Indonesia Aprinisa, Aprinisa; Santoso, Niki Agus; Fita, Gia Ayu
Priviet Social Sciences Journal Vol. 6 No. 2 (2026): February 2026
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v6i2.1423

Abstract

The increasing volume of cross-border trade and investment has positioned international contracts as the primary legal instrument governing global business relationships. Along with this development, the potential for contractual disputes between parties subject to different legal systems has intensified. Litigation before national courts is often considered ineffective in resolving international contract disputes because of jurisdictional constraints, lengthy procedures, and difficulties in the recognition and enforcement of judgments. Consequently, Alternative Dispute Resolution (ADR) has emerged as a more flexible and efficient mechanism within international contract law. This study aims to analyze the legal regulation of ADR in international contract law through a case study of Russia and Indonesia. This study employs normative legal research methods using statutory, conceptual, and comparative approaches. The data are derived from primary, secondary, and tertiary legal materials relevant to the regulation of ADR in both countries. The findings indicate that both Russia and Indonesia have normatively adopted international ADR principles, particularly arbitration, and are parties to the 1958 New York Convention. Nevertheless, significant differences exist in the implementation and effectiveness of ADR, influenced by the characteristics of their respective legal systems, policies, and judicial practices. This study concludes that although the normative frameworks governing ADR in Russia and Indonesia are largely aligned with international standards, further strengthening of consistent application and legal certainty is required to ensure the optimal functioning of ADR in the resolution of international contract disputes.