Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Peran Orang Tua dan Pemenuhan Hak Kesehatan Reproduksi Pada Remaja Utami, Yeni; Ramadhanintyas, Karina Nur; Diantari, Erni Nur
CERMIN: Jurnal Penelitian Vol 8 No 1 (2024): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cermin_unars.v8i1.4329

Abstract

Masa remaja adalah proses perkembangan antara masa anak-anak ke masa dewasa. Remaja akan mencari identitas diri dan akan sangat mudah menerima informasi berkaitan dengan masalah alat reproduksinya yang cenderung menjurus kearah hubungan seks. Peran orang tua sangat erat kaitannya dengan pemenuhan hak kesehatan reproduksi remaja, karena kesibukan orang tua mencari nafkah sehingga remaja kurang pengetahuan tentang kesehatan reproduksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan peran orang tua dengan pemenuhan hak kesehatan reproduksi pada remaja di MAN 1 Kota Madiun. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi sejumlah 188 siswa dengan sampel sebanyak 66 responden dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Instrumen penelitian variabel bebas dan variable terikat menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Kendall Tau dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian dari 66 responden didapatkan orang tua yang berperan sebanyak 48,5%, dan hak kesehatan reproduksi yang sangat terpenuhi sebanyak 51,5%. Ada hubungan peran orang tua dengan pemenuhan hak kesehatan reproduksi dengan p-value = 0,014 dengan nilai korelasi 0,282 dengan arah hubungan positif. Kesimpulan dalam penelitian bahwa ada hubungan antara peran orang tua dengan pemenuhan hak-hak kesehatan reproduksi, dengan tingkat keeratan lemah. Diharapkan adanya penyuluhan dari tenaga kesehatan kepada siswa tentang kesehatan reproduksi di Man 1 Kota Madiun.
N-Gain To Test The Effectiveness Of Green Bean Juice And Soybean Juice To Increase Toddlers' Weight Ramadhanintyas, Karina Nur; Utami, Yeni; Mulyati, Sesaria Betty
Jurnal Kesmas Prima Indonesia Vol. 9 No. 1 (2025): January Edition
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jkpi.v9i1.6184

Abstract

Statistics is one of the sciences that underlies the development of science, one of which is health science. Researchers are trying to implement green bean juice and soybean juice, the benchmark for the success of which is seen from the size of body weight before and after treatment. This study aims to measure the effectiveness of providing green bean juice and soybean juice interventions to toddlers using the N-Gain test. The method used in this study is quasi-experimental with a pretest-posttest design type. The number of samples is toddlers aged 1-2 years. Many as14respondents were divided into Group 1, green bean juice intervention, and Group 2, soy juice intervention. The data analysis technique used in this study was calculating the percentage of respondents' body weight multiplied by 100%, and then the N-Gain test was carried out. The study showed that 13 toddlers (92.8%) experienced an increase in body weight with low criteria, and as many as one toddler (7.2%) experienced an increase in body weight with moderate criteria. Green bean and soy juice with very ineffective criteria (16.4%) and less effective criteria can still increase toddlers' body weight (22.1%). The N-Gain test implemented the soy juice test more effectively than green bean juice given to toddlers to increase body weight.
Pengaruh Pola Pengasuhan Keluarga Terhadap Kondisi Kesehatan Mental Remaja di Desa Tulung, Kabupaten Magetan Utami, Yeni; Lestari, Heni Eka Puji
DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/dikkesh.v2i1.1469

Abstract

Kesehatan mental remaja merupakan aspek penting dalam mendukung tumbuh kembang yang optimal. Lingkungan keluarga, khususnya pola pengasuhan orang tua, memiliki kontribusi besar dalam membentuk stabilitas emosional dan perilaku remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pola pengasuhan keluarga terhadap kondisi kesehatan mental remaja di wilayah pedesaan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Subjek penelitian adalah 40 remaja berusia 11–18 tahun yang tinggal di Desa Tulung, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pola asuh orang tua serta instrumen Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) untuk menilai kesehatan mental remaja. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh permisif merupakan pola asuh yang paling dominan diterapkan oleh orang tua. Sebagian besar remaja berada pada kategori kesehatan mental abnormal. Hasil uji statistik menunjukkan adanya pengaruh yang bermakna antara pola pengasuhan orang tua dengan kondisi kesehatan mental remaja (p = 0,001; r = 0,341), dengan kekuatan hubungan sedang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola pengasuhan keluarga berpengaruh terhadap kesehatan mental remaja. Penerapan pola asuh yang tepat, khususnya pola asuh demokratis, perlu ditingkatkan sebagai upaya preventif terhadap gangguan kesehatan mental remaja.
Pengaruh Pola Pengasuhan Keluarga Terhadap Kondisi Kesehatan Mental Remaja di Desa Tulung, Kabupaten Magetan Utami, Yeni; Lestari, Heni Eka Puji
DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/dikkesh.v2i1.1469

Abstract

Kesehatan mental remaja merupakan aspek penting dalam mendukung tumbuh kembang yang optimal. Lingkungan keluarga, khususnya pola pengasuhan orang tua, memiliki kontribusi besar dalam membentuk stabilitas emosional dan perilaku remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pola pengasuhan keluarga terhadap kondisi kesehatan mental remaja di wilayah pedesaan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Subjek penelitian adalah 40 remaja berusia 11–18 tahun yang tinggal di Desa Tulung, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pola asuh orang tua serta instrumen Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) untuk menilai kesehatan mental remaja. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh permisif merupakan pola asuh yang paling dominan diterapkan oleh orang tua. Sebagian besar remaja berada pada kategori kesehatan mental abnormal. Hasil uji statistik menunjukkan adanya pengaruh yang bermakna antara pola pengasuhan orang tua dengan kondisi kesehatan mental remaja (p = 0,001; r = 0,341), dengan kekuatan hubungan sedang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola pengasuhan keluarga berpengaruh terhadap kesehatan mental remaja. Penerapan pola asuh yang tepat, khususnya pola asuh demokratis, perlu ditingkatkan sebagai upaya preventif terhadap gangguan kesehatan mental remaja.
Level of Gadget Addiction in Children and Quality of Sleep Ratnawati, Riska; Utami, Yeni
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v7i2.1415

Abstract

Introduction: Sleep pattern disturbances are conditions in which individuals experience changes in the quantity and quality of sleep that result in discomfort. One of the factors influencing children’s sleep patterns is habitual behaviour, particularly lifestyles characterized by excessive dependence on technology. This study aimed to analyse the relationship between the level of gadget addiction and sleep patterns among fourth- to sixth-grade elementary school students at SDN X, Madiun Regency. Methods: This study employed a cross-sectional design with a simple random sampling technique. A total of 38 students from grades 4 to 6 participated in the study. Data were analysed using the Spearman Rank correlation test to determine the association between gadget addiction levels and sleep patterns. Results: The results showed that most respondents (76.3%) had a moderate level of gadget addiction, while 15.8% had a low level of gadget use. In terms of sleep patterns, 81.6% of the students experienced sleep disturbances, whereas 18.4% did not. Bivariate analysis revealed a significant relationship between gadget addiction levels and sleep patterns (p-value = 0.002; α = 0.05). Conclusions: In conclusion, there is a significant association between gadget addiction and sleep disturbances among elementary school students. It is recommended that students regulate gadget use to improve sleep quality, and that teachers provide regular education regarding responsible gadget use to support healthy sleep patterns.