Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PKM Workshop Pembuatan Micromodul Digital untuk Meningkatkan Keterampilan IT dalam Pengajaran Para Guru SMA Negeri 7 Takalar Sitti Masyitah Meliyana; Ruliana; Sudarmin; Rahmat Hidayat; Muh. Qodri Alfairus
ARRUS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : PT ARRUS Intelektual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.abdiku4283

Abstract

Perkembangan teknologi digital menuntut guru untuk memiliki keterampilan dalam memanfaatkan media pembelajaran berbasis teknologi. Namun, guru-guru di SMA Negeri 7 Takalar masih menghadapi kendala dalam pembuatan dan penggunaan micromodul digital yang interaktif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan keterampilan teknologi informasi para guru melalui workshop pembuatan micromodul digital menggunakan aplikasi Canva dan Heyzine Flipbook. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, evaluasi, dan keberlanjutan program. Kegiatan diikuti oleh 25 guru dengan latar belakang mata pelajaran yang beragam. Hasil menunjukkan bahwa 85% peserta mampu membuat micromodul digital sesuai standar, 75% berhasil mengintegrasikannya ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan 80% merasakan peningkatan interaktivitas pembelajaran di kelas. Kesimpulannya, pelatihan ini efektif meningkatkan keterampilan IT guru dan berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran di SMA Negeri 7 Takalar.
Penguatan Kapasitas UMKM di Toraja Melalui Implementasi Pemasaran Digital dan Akuntansi Manajemen Berbasis Praktik Lapangan Hamidah Muslimah; Andi Muh Syukur Hidayatullah; Muh. Qodri Alfairus; Alia Rezki Amalia; Nur Abshari Abbas
ARRUS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : PT ARRUS Intelektual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.abdiku4810

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal di Toraja dalam mengelola usaha secara berkelanjutan melalui penerapan pemasaran digital dan akuntansi manajemen sederhana. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan dosen dan mahasiswa lintas mata kuliah, yaitu Pemasaran Digital, Akuntansi Manajemen, dan Komunikasi Bisnis. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, pendampingan langsung, pelatihan berbasis praktik, serta diskusi interaktif dengan pelaku usaha. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelaku usaha mulai memahami pentingnya pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi dan pengelolaan informasi biaya sebagai dasar pengambilan keputusan usaha. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan literasi digital dan manajerial UMKM serta menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa.
Perencanaan Karir Pasca Studi di Era Digital dan Transformasi Industri Bagi Mahasiswa Akuntansi Andi Muh Syukur Hidayatullah; Hamidah Muslimah; Muh. Qodri Alfairus; Febrina Nur Ramadhani; Nur Alim Bahri
ARRUS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : PT ARRUS Intelektual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.abdiku4889

Abstract

Perubahan kebutuhan kompetensi pada era digital menuntut lulusan akuntansi tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga keterampilan nonteknis yang mendukung kesiapan kerja. Namun, masih banyak mahasiswa yang belum memiliki perencanaan karir yang jelas serta belum memahami kompetensi yang dibutuhkan dalam dunia kerja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa Program Studi Akuntansi mengenai perencanaan karir pasca studi, peluang profesi akuntansi, dan keterampilan yang perlu dipersiapkan untuk menghadapi dunia kerja. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk seminar karir dengan metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, berbagi pengalaman profesional sebagai internal auditor dan akademisi, diskusi, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Materi yang diberikan mencakup prospek karir lulusan akuntansi, pengalaman profesional di bidang audit internal dan akademik, pentingnya employability skills, serta strategi penyusunan perencanaan karir sejak masa perkuliahan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta pada seluruh indikator yang diukur, meliputi pemahaman prospek karir akuntansi, profesi auditor, karir akademik, employability skills, dan perencanaan karir. Rata-rata tingkat pemahaman peserta meningkat dari 61,0% sebelum kegiatan menjadi 87,4% setelah kegiatan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa seminar karir merupakan salah satu bentuk intervensi edukatif yang efektif dalam meningkatkan wawasan karir, kesiapan kerja, dan kesadaran mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model penguatan kesiapan karir mahasiswa yang dapat diterapkan secara berkelanjutan pada lingkungan perguruan tinggi.
Peningkatan Kapasitas Pengelola Pesantren melalui Pengenalan Digitalisasi Keuangan dan Aplikasi E-Pesantren Nurafni Oktaviyah; Samirah Dunakhir; A. M. Syukur Hidayatullah; Hamidah Muslimah; Muh. Qodri Alfairus
Ininnawa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Vol. 4 No. 1 (2026): Volume 04 Nomor 01 (Mei 2026)
Publisher : Program Studi Manajemen FEB UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/z8aswv69

Abstract

Pengelolaan keuangan pesantren di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, masih dilakukan secara manual sehingga rawan kesalahan, tidak transparan, dan sulit dipertanggungjawabkan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengelola pesantren melalui pengenalan digitalisasi keuangan dan aplikasi e-pesantren. Metode pelaksanaan terdiri dari tiga tahap yaitu persiapan, pelatihan inti (ceramah interaktif, demonstrasi), serta pendampingan dan evaluasi. Mitra sasaran adalah 24 pengelola keuangan dari 6 pesantren di Kabupaten Bulukumba. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman peserta mengenai urgensi digitalisasi keuangan. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas pengelola pesantren dalam digitalisasi keuangan, sekaligus mendorong terwujudnya sistem akuntansi yang transparan dan akuntabel. Rencana pengembangan ke depan meliputi evaluasi jangka panjang, pelatihan lanjutan, serta perluasan cakupan ke lebih banyak pesantren.
Temporal Aggregation and Smoothing Parameter Sensitivity in Exponential Smoothing: Evidence from the Jakarta Composite Index Agung Tri Utomo; Abdul Rahman; Zulkifli Rais; Muh. Qodri Alfairus
Daengku: Journal of Humanities and Social Sciences Innovation Vol. 5 No. 6 (2025)
Publisher : PT Mattawang Mediatama Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.daengku4925

Abstract

The study examines the structural sensitivity and predictive performance of the Single Exponential Smoothing (SES) model when applied to varying temporal aggregation levels of the Indonesian stock market index. This study employs time-series data of the Jakarta Composite Index (JCI / IHSG) spanning from January 2, 2020, to May 31, 2025, which are structurally categorized into three distinct frequency domains: daily observations, weekly aggregated averages, and monthly aggregated averages. Methodologically, the optimal smoothing parameter (?) for each aggregation tier is determined through maximum likelihood estimation by minimizing the Mean Absolute Percentage Error (MAPE). The results reveal an extreme structural behavior where the optimal ? approaches its upper asymptotic boundary across all temporal frameworks, specifically 0.9943 for daily data, 0.9999 for weekly data, and 0.9999 for monthly data. Concurrently, the predictive error amplifies systematically as the aggregation window widens, yielding MAPE values of 0.74%, 1.30%, and 2.88% for daily, weekly, and monthly frameworks, respectively. The findings of this study suggest that the JCI movement exhibits strong adherence to the random walk hypothesis, wherein the mathematical framework of SES reacts almost exclusively to the most recent historical innovation. Consequently, temporal aggregation does not induce a structural smoothing effect on parameter convergence but rather introduces informational attenuation that compromises short-term forecasting precision.
Earth System Variables as Drivers of Environmental Commodity Price Dynamics: A Systematic Review of Physics-Informed and Data-Driven Modelling Approaches (2010–2026) Muhammad Nusrang; Ansari Saleh Ahmar; Abdul Rahman; Agung Tri Utomo; Muh. Qodri Alfairus
ARRUS Journal of Social Sciences and Humanities Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : PT ARRUS Intelektual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/soshum4973

Abstract

Environmental commodity markets (carbon allowances, electricity, natural gas, and renewable energy instruments) are, at their root, earth system markets: their price-generating processes are as much a product of atmospheric circulation, hydrological regimes, and climate teleconnections as of supply-demand fundamentals or regulatory signals. Despite this physical reality, the machine learning forecasting literature has treated these markets primarily as benchmarking arenas, decoupling predictive architectures from the physical processes that drive price-relevant forcing. This systematic review follows PRISMA 2020 guidelines on a corpus of 413 peer-reviewed studies drawn from 652 Scopus records (2010–2026) and examines how earth system variables, including temperature anomalies, precipitation regimes, wind resource indices, atmospheric pollution metrics, and climate teleconnections such as ENSO and NAO, have been integrated into ML-based environmental commodity price models, and evaluates the evidence for whether physics-informed feature engineering confers measurable accuracy advantages over purely data-driven approaches. Bibliometric analysis reveals rapid field expansion (71.6% of publications in 2021–2026), geographic concentration in Chinese ETS research (?68% of high-impact output), and methodological dominance of hybrid decomposition-deep learning architectures. Models incorporating earth system variables consistently outperform endogenous-only ML architectures by 12–35% on MAPE, yet fewer than 30% of corpus studies include any physical predictor and climate teleconnection indices appear in under 4% of studies despite their relevance at energy market planning horizons. Six research priorities are identified, centred on numerical weather prediction ensemble integration, cross-climate-regime validation, and probabilistic forecasting grounded in physical uncertainty quantification.
Drivers of Firm Value: Profitability Mediating Leverage and Firm Size in Mining Companies Muhammad Raihan Mubaraq; Muh. Qodri Alfairus; Alia Rezki Amalia
Peradaban Journal of Economic and Business Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Pustaka Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59001/pjeb.v5i1.833

Abstract

This study examines the effects of leverage and firm size on firm value, as well as the mediating role of profitability in mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange. The mining sector, being capital-intensive and sensitive to global commodity price fluctuations, requires effective financial management to sustain firm value and investor confidence. A quantitative causal-comparative design was applied, with data analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) through SmartPLS 4. The sample consisted of 75 observations from mining companies during the 2022–2024 period The results indicate that leverage has a positive and significant effect on firm value, while firm size shows a positive but non-significant effect. Profitability has a strong positive influence on firm value. However, neither leverage nor firm size significantly affects profitability, and profitability does not mediate the relationship between these variables and firm value. These findings highlight the importance of managing leverage and enhancing profitability to improve firm value in the mining sector. This study contributes to the literature by clarifying the role of financial structure and profitability in firm valuation within capital-intensive industries. Practically, the results provide guidance for mining companies in optimizing financial strategies and strengthening investor confidence, while policymakers may consider measures to support profitability stability and market performance. Penelitian ini menganalisis pengaruh leverage dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan, serta peran profitabilitas sebagai variabel mediasi pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sektor pertambangan, sebagai industri yang padat modal dan sensitif terhadap fluktuasi harga komoditas global, memerlukan manajemen keuangan yang efektif untuk menjaga nilai perusahaan dan kepercayaan investor. Desain penelitian kuantitatif kausal-komparatif diterapkan dalam studi ini, dengan analisis data menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui perangkat lunak SmartPLS 4. Sampel penelitian terdiri dari 75 observasi dari perusahaan pertambangan selama periode 2022–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa leverage berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, sementara ukuran perusahaan menunjukkan pengaruh positif namun tidak signifikan. Profitabilitas ditemukan memiliki pengaruh positif yang kuat terhadap nilai perusahaan. Namun, baik leverage maupun ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas, dan profitabilitas tidak memediasi hubungan antara variabel-variabel tersebut terhadap nilai perusahaan. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan leverage dan peningkatan profitabilitas untuk mengoptimalkan nilai perusahaan di sektor pertambangan. Penelitian ini berkontribusi pada literatur dengan memperjelas peran struktur keuangan dan profitabilitas dalam penilaian perusahaan pada industri padat modal. Secara praktis, hasil ini memberikan panduan bagi perusahaan pertambangan dalam mengoptimalkan strategi keuangan dan memperkuat kepercayaan investor, sementara bagi pembuat kebijakan, hasil ini dapat menjadi pertimbangan dalam merumuskan langkah-langkah untuk mendukung stabilitas profitabilitas dan kinerja pasar.